Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Queen ku.....


__ADS_3

Tap


Tap


Tap


Langkah kaki tergesa gesa dari ketiga orang yang berlari di sepanjang lorong Rumah Sakit, membuat mata siapapun yang melihatnya bertanya tanya..., apa gerangan yang terjadi.


" Ruang ICU...???"


" ya, Nona..., masih lurus terus belok kanan..."


Mereka terus berlari.., dari jauh nampak seseorang menyambut ke datangan nya. Ya, pria itu adalah Jack.


" Dimana....???"


" James ada di dalam ruangan menjaga Queen , Tuan..." Jack menjelaskan tapi ia nampak terkejut karena Tuan Muda nya membawa wanita yang harusnya tak boleh ada disini.


" Mark...???"


" sedang mengecek sesuatu..." Jack menatap Ponselnya ketika berbunyi.


Mark bilang, dia akan ke suatu tempat memeriksa sesuatu, dan jika ponsel nya berbunyi, Mark meminta Jack untuk segera menuju tempat yang dia kirimkan.


" maaf , Tuan..., saya harus pergi..., Mark sedang membutuhkan saya disana..."


" hmmm...., ingat, kalian harus saling melindungi satu sama lain..." Jack mengangguk dan segera pergi.


Aralia berjalan pelan ke sebuah kaca besar pembatas antara jalur luar dan ruangan tersebut. Disana terlihat tubuh Queen yang terbaring lemah dan James yang sedang menggenggam tangan wanita nya, wanita yang sudah dua puluh tahun selalu bersamanya dalam segala hal. Ya..., dalam segala hal....


Nafas nya tak teratur menandakan kesedihan yang terlalu dalam. Queen..., dia terbaring lemah disana, dengan banyak selang dan beberapa benda aneh menempel ditubuhnya. kenapa harus terjadi lagi. Kenapa...???, mungkin itu yang ada dalam benak gadis itu kini.


" bagaimana bisa...???" sebuah pertanyaan dengan hembusan yang terasa panas.


" Seseorang sepertinya telah mengamati mereka sejak jauh hari, dan saat mereka lengah, mobil yang mereka tumpangi telah di tempel bom rakitan dan...." David diam tak bisa melanjutkan ucapannya. Aralia membalik tubuh menghadap pada pria yang menyatakan ia kekasihnya.

__ADS_1


"mobil itu meledak....." lirih David.


Aralia membalik kan tubuhnya kembali menatap wanita yang selalu menjaga nya terkulai lemas di atas sebuah bangkar tempat tidur pasien.


" Kesya....????"


" sebelum mobil meledak, mereka keluar dari sana atas perintah Jack..., mereka sempat terlempar beberapa meter saat mobil itu mengeluarkan suara ledakannya, Semua selamat, tapi karena kondisi Nyonya Kesya yang sedang berbadan dua, wanita itu kehilangan banyak darah..." Kini Daniel yang menjawab, dan menatap sendu kearah nona muda.


Aralia menundukkan wajah , menatap lantai bersih putih tempat nya berdiri saat ini, kenangan seputar penembakan Kesya dua tahun lalu mulai melintas di otaknya, bagaimana ia di nyatakan koma, bagaimana ia tergeletak dengan banyak darah saat James membopong tubuh nya, bagaimana semua alat alat aneh itu ada di atas tubuh wanita nya, sama seperti saat ini ketika ia di nyatakan kritis, tubuhnya bergetar , keringat dingin mulai membasahi telapak tangan yang mengepal. Matanya membulat sempurna.


" siapa.....????" lirih nya dengan kepala tetap menunduk.


Gadis itu mengangkat wajahnya...., " siapa mereka... ????, kenapa mereka melakukan ini pada Kesya.....???" ucapannya mulai sedikit emosional namun pelan.


Bukan hanya Daniel yang terkejut, David tak kalah terkejut saat mata itu menatap tajam ke arah mereka. Mata yang selalu ada keteduhan disana, mata yang selalu lembut, mata yang selalu terlihat sendu sehingga membuat siapapun yang memandangnya menjadi sangat nyaman. Kini mata itu berubah, ada amarah , kebencian, rasa takut yang besar dan juga rasa kecewa. Semua perasaan nampak jelas tergambar di wajah gadisnya.


James keluar dari dalam ruangan, memandang punggung seseorang yang ia yakin begitu syok menerima keadaan istrinya kini.


Bayangan ketakutan dari wajah istrinya terlihat jelas sesaat sebelum ia tak sadarkan diri.


" aku ingin kita bicara..." ucap nya menatap gadis itu tajam.


" masuk lah ke dalam..." pinta James.


Aralia mengikuti langkah pria yang sudah dia anggap paman olehnya, apalagi saat ini status nya adalah suami Kesya , seseorang yang sudah di anggap ibu kandung oleh Aralia.


" katakan..." sambil menatap ke bangkar Kesya.


" jangan terpancing oleh mereka, ledakan itu bukan masalah utama penyebab pendarahan yang terjadi pada rahimnya. Queen ku... dia mencemaskanmu, ia stress dan membuat perut nya kram...., itulah pemicu awal ia kritis kini..."


James menghela nafas nya...., marah sudah pasti ia marah. Apalagi jika mengingat semua yang terjadi pada istrinya kini secara garis besar faktor utama adalah gadis yang kini ada disampingnya.


James menatap istrinya disana...., " karena mu, aku kehilangan waktu bersamanya selama 20 tahun. karena mu, wanita itu harus koma dua tahun yang lalu, dan kini untuk memancing kedatanganmu, Queen istri ku harus kembali tertidur di atas sana...." James menunjuk pilu istrinya.


" alasan Queen tak memberi tau kehamilannya juga karena mu, kan...???" James menatap tajam ke arah gadis itu.

__ADS_1


" jika aku sampai mengetahui soal kehamilannya, ia tak yakin bisa menjagamu, hingga saat terakhir sebelum ia hilang kesadaran pun , ia masih memikirkanmu...., kenapa...???, harusnya aku menyalahkan mu atas semua ini, tapi lagi lagi kini aku tak bisa, Queen sangat menyayangimu, aku harus bagaimana...???, katakan apa yang harus aku lakukan...???"


" jangan pergi..., jangan jadi monster seperti yang Queen takutkan, jangan menuruti keinginan mereka, jangan keluar sampai penobatanmu selesai, bisa kah kau berjanji melakukan hal sekecil itu saja, jika bukan untuk mu, lakukan untuk Queen istriku..., lakukan untuknya..."


Aralia terkejut..., " apa ini semua tentang harta dan kekayaan milik Richard lagi...???"


" bukan..."


" lalu...???"


" ini tentang Willy ayahmu..."


" ayah...???"


James menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar...," Alex, adik tiri Willy..., orang tua Alex sudah lama menanti anak dari pernikahan mereka, tapi karena tak kunjung datang Richard mengadopsi Willy, memberikan nama Richard di belakang namanya, sebuah gelar yang Alex kutuk hingga saat ini, Willy berprestrasi dan membanggakan sehingga harta kekayaan Richard besar dalam genggamannya, Willy juga menikah dengan wanita yang menjadi kekasih Alex, ibu mu dan Alex pernah menjalin kasih, dan karena perjodohan mereka berpisah, dan yang mengejutkan adalah, perjodohan itu adalah dengan keluarga Richard , tapi bukan Alex melain kan Willy..., Willy Richard..."


Tubuh wanita itu terhuyung kebelakang..., Jika bukan karena David menangkap nya, mungkin tubuh itu akan jatuh tersungkur ke lantai...


" kini kau tau alasan Alex begitu membenci ayahmu..., Willy Richard...., kebenciannya bertambah saat kau di nobatkan sebagai pewaris utama dari seluruh kekayaan Willy Richard. Queen bersumpah akan mengantar mu menuju penobatan itu, dia berjanji dengan seluruh hidup nya bahwa kau akan tetap hidup sampai penobatan itu terjadi..."


" Queen ku, wanita yang selalu menepati janji nya, walau nyawa adalah taruhan nya kelak..., jadi kumohon..., lepaskan sumpah itu, lepaskan tanggung jawab di pundak wanita ku, lepaskan semua bebannya, Aralia..." James menangis, ia bersimpuh.


" James..." Aralia terperanjak...


" aku bisa kehilangan apapun, tapi tidak dengan cintaku..., aku mohon..., jangan siksa ia lagi..., bahkan saat nafas terakhirnya , ia masih menyebut namamu..., hanya dirimu....."


" jadi aku mohon, aku mohon kendalikan amarahmu..., kendalikan monster yang ada dalam dirimu, aku mohon..., sisa dua hari..., hanya dua hari saja...."


"lakukan penobatan itu, apapun yang terjadi, lakukan..., aku mohon..., jangan belenggu wanitaku lagi dengan sumpah nya, jangan pergi kemanapun hingga penobatanmu, aku mohon..."


Aralia memeluk tubuh itu, tubuh yang tergetar karena kesedihan yang mendalam, ia tau tak ada yang bisa mencintai Kesya nya dengan sangat besar kecuali pria yang kini bersimpuh di depannya.


" akan aku lakukan..., jika itu keinginan Kesya..., akan aku lakukan...."


Gadis itu menatap jauh ke arah bangkar.

__ADS_1


" maaf....."Aralia.


__ADS_2