
*
*
" Patton, I'm Coming...."
Gadis itu berjalan cepat sambil mengisi ulang peluru pistolnya.
KREEEKKK...., CEEERRRRR....
Memutar seluruh sisi pengisian peluru , menutup pengisian peluru , dan mulai membidik kembali....
Sementara di sisi lain.....
Daniel sudah berhasil masuk ke ruang inti, mengamati suasana ruangan, disana nampak tubuh Kesya yang di ikat di tempat tidur rumah sakit dengan mata masih tertutup. Ada seorang pria paruh baya, yang dia yakin itu Alex, seorang wanita yang tergeletak di lantai bawah sofa dengan darah mengalir di bagian paha, beberapa pengawal bersenjata dan seorang pria yang sudah sangat dia hafal wajahnya, siapa lagi kalau bukan Patton....
Jauh di sebrang tampak Mark dan kawan kawan bergerak juga menuju ruang inti. James menatap wanita nya yang tertidur.
" Queen..." hati nya hancur menatap wajah sang istri yang memucat dalam keadaan terpejam serta beberapa tali yang mengikat tubuhnya.
PROOKK....., PRROOOOKK...., PROOKKK.....
"Rupa nya kita kedatangan tamu...???"
" keluar dari persembunyian , atau wanita yang tertidur ini, MATI...." ucap nya seraya menaruh pelatuk tepat di samping kepala Queen.
Lima pria itu keluar dari balik tembok.
" dimana gadis itu...???" tanya Alex.
" mana kami tau..." ucap Mark.
" tenang saja, Delta sudah mengurusnya, jika gadis itu tidak ada , artinya misi Delta berhasil..." ucap Patton.
" kau terlalu yakin..." Ucap Daniel dibarengi dengan senyum tipis.
" bukan kah kau , Daniel sang Asisten..., lalu dimana Tuanmu....???"
" aku disini..." ucap David sambil berjalan lurus keruangan.
" Well, semua sudah lengkap..., baik kita mulai acara nya"
" pertama tama buang senjata kalian, semuanya..., sekarang..."
Semua orang diam...
" Hei, apa kalian tuli...., buang senjata kalian..." teriak Alex.
James ingin maju tetapi punggung nya ditahan Jack ditambah lagi sebuah tatapan tajam dan gelengan kepala mengarah padanya....
" Sabar sobat..." ucap Mark tersenyum.
" ternyata, kalian ingin aku benar benar menembak wanita yang tertidur ini ya...???" ucap Patton mengarahkan pistol nya lagi ke Queen.
" Bajingan....." teriak James
" kenapa...???, kalian tidak percaya aku bisa melakukannya....???" Senyum Patton.
David memberi kode untuk menurut. Semua orang menaruh senjata nya ke lantai.
" Alex, kumpulkan semua senjata mereka..." perintah Patton.
Patton tertawa lepas menatap keenam pria di depannya...., "Hahaha...., Kalian tau , kalian sungguh hebat, bisa memasuki wilayah ini hingga akhir dalam keadaan hidup...., ini sungguh mengejutkan..."
James menatap tubuh wanita yang tergeletak dengan paha mengalir darah..., " Sandra..., apa yang telah kau lakukan padanya...???"
" kenapa...???, kau terkejut...???, wanita itu berkhianat, jadi dia pantas mati..."
" kau gila...." teriak James...
" Asal kalian tau, awal mulai perburuan ini adalah karena gadis itu meminta ku atas nama bayi dalam kandungannya, tapi jika itu bukan bayi ku..., untuk apa aku pertahankan semua nya....???, aku hanya perlu menendang dan menginjak perutnya saja bukan...???"
" Dan untuk kalian....??"
Patton menatap para anak buah nya..., " habisi mereka...."
DOORRR...., DOOORR..., DOORR...,
DORR...., DOORR..., DOORR...,
__ADS_1
" Aaa....." para pengawal itu tergeletak tak bernyawa.
DOOORRR....
" aaa...."
Pistol yang memegang senjata mengarah ke Queen tergeletak jauh kebelakang dengan tangan Patton berlumuran darah karena peluru yang melesat ke arah nya.
" shhiitt...." ucap nya saat tau siapa yang menembak.
" kau tau PATTON...., akurasi tembakan ku, 100% selalu tepat sasaran...." ucap seseorang diseberang sana.
" kau..., masih hidup...???" syok Alex.
Gadis itu tertawa...., " kau kaget Paman...???, bukan kah kita sudah lama tak bertemu...???, harusnya kau bahagia melihat ku hidup, iyakan...???"
" bayi pembawa sial..." teriak Alex.
" mati saja kau...." mengarahkan pistol ke Aralia dan...
Doorrr...Doorr..., Doorr..., Dooorr....,
Aralia berkelat kelit kesana kemari menghindari peluru...
Kret...kret....
" sshhiittt...." ucap nya kesal lalu melempar pinsol jauh.
" apa sudah selesai...???" tanya Aralia menatap Pamannya.
Pria paruh baya itu maju, begitu juga Patton bersiap menyerang dengan tangan kosong.
" Daniel bantu James...." teriak David ikut maju melawan Patton.
" baik , Tuan..." lima pria berjalan menuju brangkar Queen, melepaskan tali pengikat dan membawa nya menuju mobil.
James ingin masuk ke dalam, tapi Mark menahan..., " istri mu jauh lebih penting, tubuhnya membiru , uncle..."
" Biar aku kembali ke dalam..., kalian lanjutkan perjalanan..."ucap Daniel.
James menghela nafas, masuk ke mobil dengan Jack dan Mark di kemudi depan sedang James memeluk Queen di bangku tengah dan Rey memberi penanganan penyelamatan utama pada Queen berupa oksigen mini setelah sempat memberi suntikan vitamin sebelum mobil melaju.
Sementara di dalam ruang Patton melawan David, Aralia melawan Alex.
Aralia melayangkan tendangan ke perut Alex , membuat pria tua itu jatuh tersungkur.
" bangun, bukankah kau ingin membunuhku...???, bangun..., lawan aku..."
Alex kembali bangun, menyerang dengan pukulan, tapi tangan nya ditarik kedepan , lalu ditekuk oleh Ara ke belakang.
" Kraakkk...." tangan patah.
" Aaa....." jerit Alex.
Ara menekuk kaki Alex...., " kraakk...."
" aaaa......, hentikan....., Aaaa...." Ara tersenyum.
Ara menarik kepala, memutar dan....
KRAAKKK....
BRUGGHH....Alex sudah tak bernyawa.
Disisi Lain......
David dan Patton sudah mulai kelelahan....,
Saling berlari dan menyerang , Patton menendang tertangkis dua tangan, David menarik kaki yang menendang dan balik menendang sisi selangk*angan....,
BAGH...BUGH....
Tubuh Patton terdorong lumayan jauh.Patton berusaha bangun setengah membungkuk, David berlari menuju pria itu, menendang tepat di kepala.
BUGHH.....
BRUGH..., Kepala membentur lantai mengeluarkan darah, tepat disamping Patton tergeletak pistol.
Patton mengarahkan ke David.....
__ADS_1
DOORR.....
" David...." Aralia berlari....
BRUUGGHHH... tubuh gadis itu merosot ke lantai setelah tertembak.
DOORR...
" Aaa..." Daniel melepas tembakan ke arah Patton , pria itu tewas dengan peluru di kepala.
"Aralia....." teriak David berlari.
David memeluk tubuh gadis itu..
" uhuk...." darah muncrat dari mulutnya...
" Tuan...., kita harus membawa ke rumah sakit segera..."
" Ya..., kerumah sakit..., kita kerumah sakit..."
David membopong tubuh gadis itu, menuju pintu mobil yang telah Daniel buka. Masuk ke dalam dan memeluk gadisnya.
" Sayang..., kita ke rumah sakit..."
" bertahanlah...., kau pasti kuat..."
David menekan dalam luka tembak agar tak mengeluarkan darah banyak.
" uhuk..." Darah kembali keluar dari bibir gadis nya.
David menangis..., " aku mohon bertahanlah...., aku mohon..."
Gadis itu hanya tersenyum...., menelus pipi pria yang di cintainya...., gadis itu kembali tersenyum.
Tubuh nya mulai keringat dingin, mata nya berkaca kaca.
" Daniel, cepat..., tambah kecepatannya..., aku tak ingin kehilangan wanita ku..." David teriak histeris saat mata itu mulai meredup.
" Hei..., tatap mata ku honey..., aku mencintai mu..., aku mohon..., bertahanlah honey...."
" jangan tinggalkan aku..." David mencium telapak tangan sang gadis.
Aralia hanya menatap dan kembali tersenyum....
" a...ku..., min...ta ...ma...af...." ucap gadis itu terbata.
" tidak..., jangan katakan apapun..., jangan bicara apapun..., tetap bersamaku..., tetap bersamaku..." ucap nya sambil terus menekan titik luka tembak.
" Tuan kita sampai..."
Daniel turun berteriak teriak di area dalam , tak berapa lama Rey datang dengan beberapa perawat dan kasur pasien.
David keluar, menaruh gadisnya di kasur pasien dan tetap menggenggam tangan wanita itu. Berlarian mengikuti kemana arah para perawat membawa gadisnya.
Tiba di sebuah pintu, Rey melarangnya masuk.
" tunggulah di depan ,Tuan..."
" aku ingin bersama nya..."
" Tuan David, saya akan periksa ,Nona dulu..."
" aku ingin bersamanya..." David masih berusaha ingin masuk.
" DAVIIIDD....." teriak Rey.
" tenang dan tunggu diluar..., kau hanya akan mempersulit keadaan ..., aku mohon..., tunggu diluar..."
" Tuan muda..., tenang..." ucap Daniel memegang tubuh Tuannya.
David menatap Daniel kemudian Rey..., " selamatkan dia..." pintanya dengan suara lemah.
" akan ku usahakan...." ucap Rey.
*
*
*
__ADS_1
*
@ara❤