
derrtttt....derrrttt....
David mengabil ponsel di saku, tertera nama "my Swetty " di layar ponselnya. Menatap ke arah Kesya, memberi kode agar tidak bersuara sedang Daniel yang disamping, menghela nafas dan membuangnya dengan kasar.
" kau sudah bangun??, ini masih malam ...."
" aku mencarimu dikamar, tidak ada. Aku keluar, diluar kamar di jaga. Ada apa...??? kau dimana???" tanya Ara selidik.
" Aku kesana..." ucap David.
tut....tut....tut.....
David memandang Kesya, " aku akan kembali 1 jam kemudian, jadi istirahatlah dahulu dan nikmati semua akomodasi kamar ini..." ucap David lalu berdiri dari duduknya bergegas ke kamarnya karena khawatir kekasihnya curiga.
" kembalilah ke kamarmu, siap kan berkas untuk besok sore, setelah makan malam dengan Paman, dan penandatanganan berkas selesai, kita pulang ke Jakarta.." ucap David begitu mereka telah sampai di depan pintu kamar no.2 kamar yang Daniel tempati selama berada di Bali.
" baik Tuan..." Daniel menunduk kan kepala , setelah itu menatap punggung Tuannya yang berjalan tergesa gesa menuju kamar.
" Ck... apa orang jatuh cinta seperti itu, baru dengar suara saja sudah seperti pemadam kebakaran, ngiiiuuunnnggg....ngiiiuunnnggg" batin Daniel sambil menggelengkan kepala dengan cepat.
" Tuan..., tadi Nona..." baru salah satu ingin bicara, tangan David sudah terangkat keatas menyuruh mereka diam.
" tetap jaga ditempat..".ucap David lalu masuk ke dalam kamar.
Saat membuka pintu dilihat ruangan sepi. David membuka pintu kamar Aralia. Gadis itu sedang disana , duduk di sofa panjang sambil bersandar di gelapnya ruangan yang hanya diterangi cahaya yang terpantul dari luar jendela.
Gadis itu menoleh ke arah cahaya pintu yang terbuka,menurunkan posisi kaki yang saat itu sedang santai di atas sofa. David menghampirinya dan duduk disamping Ara, memegang pinggang gadis , memangkunya dan membawa gadis itu ke dalam pelukan.
" ada apa..???" tanya David sambil tangan nya mengusap punggung gadis.
" Dari mana..?" mendongakkan kepala memandang David.
" kamar Daniel memeriksa berkas dan memberitahu dia, besok kita di ajak Paman makan malam.." bohong David melipat dua jari telunjuk dan tengahnya di belakang badan Ara.. ( dulu setiap boonk, suka begitu juga gak ya...)
Aralia hanya ber- Ooooo ria.
" kenapa kau tiba tiba bangun...???" tanya David.
" mencari Mu..., dari dulu setiap kali hati dan pikiran ku gelisah, aku tidak bisa tidur jika tak ada teman..."
Gantian David yang ber - Oooo ria. Pasangan yang kompak.
" ingin ku temani...???" memandang Ara sambil tersenyum.
Ara memicingkan matanya sehingga membentuk kerutan." Tuan...."
" kenapa kau masih memanggilku Tuan...??? aku kekasihmu saat ini.." David memasang wajah kesalnya dan suara barinton nya keluar tanda marah.
Ara terkekeh kecil, " maaf aku belum terbiasa.., kau ingin kupanggil apa.., hmmm??" tanya Ara dengan senyuman.
" panggil sayang, seperti hari itu..." pinta David.
" Lion sayaaanngg..." ucap Ara sedikit manja.
__ADS_1
" Lion..???" David mengerutkan keningnya.
" kau singa tersayangku..." ucap Ara tersenyum mengangguk memastikan ucapannya.
" katakan lagi.." pinta David
" tidak ada siaran ulang....." menjulur lidah berlari ke arah keluar.
" awas kau ya, " berlari mengejar Ara.
"kena kau.." menangkap pinggang dan jatuh ke atas tempat tidur.
" David..lepaskan..." berusaha menggerakkan badan melepaskan pelukan di pinggang.
" jangan terlalu agresif , kau membangunkannya..." bisik David ke telinga Ara.
Deg..
Ara langsung diam kaku, begitu bagian belakangnya merasa ada sesuatu yang keras di sana. " kalau begitu lepaskan pelukanmu ...." pinta Ara.
" biar saja seperti ini dulu..., aku sedang tak ingin bergerak," ucap David mengeratkan pelukan.
Nafas nya tiba tiba ber hembus kencang terasa di leher jenjang Ara, bibir itu meng gigit kecil telinga gadis.
" David..?.." lirih Ara.
Mendengar suara serak keluar dari bibir Ara membuat David semakin ber ga...irah. bibirnya bergoyang di telinga gadis , men..ji...lat menggigit kecil, sehingga membuat Ara mengerang.
Bibir itu turun kebawah leher, tangan nya yang lain memegang pinggang sedang yang lainnya menyingkirkan tali tipis dari punggung Ara. Mengecup punggung sang gadis.
David membalik tubuh Ara menghadapnya, menindih kaki kecil Ara dengan tubuhnya, jarinya menautkan pada kedua jari tangan Ara. Menatap gadis di depan nya.
" Aku akan tetap menjaga kesucian mu hingga kepelaminan kita nanti,..." ucap David menatap Ara.
" aku takut , ....." Ara menggelengkan kepala.
" I' m promise,..." pinta David memelas. Aralia menatap sendu pria yang menatapnya dan terdiam di depan tubuhnya saat ini. Ara menganggukkan kepalanya, membuat David tersenyum. Perlahan tangan itu melepaskan tangan nya.
David memegang tekuk leher Ara, menautkan bibirnya, mengesap dan mengulum secara bergantian. Melepaskan ciuman begitu melihat wajah Ara memucat.
Tangan nya menjalar ke dalam pakaian tidur satin bertali kecil.mengangkat pakaian itu ke atas.
" David.." Ara menolak , berusaha menahan tangannya.
" hanya atas saja, tak lebih..." pintanya.
" Tapi..." Ara ragu.
" dia akan tetap aman ter segel..., aku tak akan membukanya.." ucap David memegang bagian bawah dengan wajah yang sudah merah seperti udang rebus.
bagian atas terlepas, memperlihatkan buah dada sang gadis. David kembali mencium bibir tipis itu, tangan yang satu memegang leher dan menopang dengan sikutnya, tangan yang lain me remas pelan buah dada Ara.
" Da..."bibirnya di cium kembali.
__ADS_1
" panggil aku sayang...., honey" ucap David. Bibir itu sudah sampai ke puncak dada Ara.
suara melengkik keluar kala buah dada milik nya di hisap kencang sedang yang satu di remas.
" hentikan sayang.." pinta Ara setengah merengek.
David turun dari tempat tidur membuka seluruh pakaian , milik nya bangun sangat tegak.
" Sayang...." Ara takut saat David mendekat.
" Jangan takut , aku tidak akan memasukkan nya ke hutan mu sekarang, main kan saja dia, buat dia tertidur..."
Saat Ara hendak bangun , David menahan punggung itu membuat tubuh Ara tertidur kembali.David naik ke atas tubuh kecil itu.
menaruh milik nya ditengah dada Ara mengapitnya disana. melakukan gerak maju mundur sambil memejamkan mata.
" Sayang, dia tak mau tidur..." ucap David frustasi karena milik nya tetap kokoh.
" aku harus apa...dia terlalu besar...." Ara bingung karena ini juga yang pertama kali untuk nya dan jujur saja ia sedikit ngeri melihat bentuk dan ukurannya...
" biasanya saat aku main kan dikamar mandi , dia langsung tertidur...argh..bagaimana ini sayanggg.." David semakin frustasi.
"turun dari sini dan berdirilah sayang" pinta Ara. David menurut karena sudah semakin bingung dan kesal milik nya tak lemas juga.
" apa yang kau lakukan..."
"sayang." david kaget namun merasa sensasi berbeda saat Ara memegang milik nya, melakukan gerakan maju mundur dengan tangannya.
David memejamkan mata, menikmati sentuhan itu. Tapi entah kenapa milik nya itu tetap kokoh dan tegak.
" aku bisa gila sayang...," rancau David.
" aku pernah membaca di satu buku, tapiii..." Ara tak melanjutkan ucapan nya.
" please sayang, bantu aku tidurkan dia.." wajah David sudah sangat memelas membuat Ara tak tega.
" sayang..." David semakin kaget saat Ara tiba tiba memakan dan memajukan serta memundurkan di dalam mulutnya.
"..sa...yanggg..." David memejam kan mata , tangan nya mengelus kepala Ara.
Tiba tiba menarik milik nya dari mulut Ara dan....BUUUMMMM....
milik nya itu meledak mengeluarkan cairan putih kental.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*moga aja lolos , udah di revisi niccchhhh...jangaaannn ditoolllaaakkk laaaggiii yaaa buuu....jangan lupa like ya cintaaaa ...vote nya n bunga nya kalo bisa...❤❤❤
@ara❤