
Kini baik Mark, David dan Daniel kembali masuk ke dalam rumah sakit, menuju lantai atas tempat James dan Jack saat ini tergeletak.
Mark menghampiri Jack yang sedang duduk sambil memegang perutnya.
" wow...., seorang Jack tumbang..., it's amazing..."
" Diam kau , Mark...."
" Jack...., are you okay, boy...???"
" ya , Tuan..., oh..., ya..., sebelum saya tak sadarkan diri tadi saya sempat memegang pergelangan kaki Nona Aralia, dan menaruh cip mini hampir sekecil kacang hijau milik Mark yang pernah dia berikan pada saya...., mungkin itu berguna..."
PLAAK....
Mark menepuk punggung kawan nya...., " astaga..., kau jenius sobat...."
" awwww....., sakit bodoh...., Nona memukul punggung inti dan menendang saraf perut yang bisa membuat aku oleng tadi..., Mark..."
" Ya, saat aku ditendang pun, sebenarnya tenaganya tidak terlalu besar hanya saja , Nona seperti sudah tau beberapa inti saraf manusia yang fatal jika dipukul...."
" Ck...., sudah selesai memuji wanitaku..., aku sedang cemas sekarang...."
Dokter datang ke arah mereka..., " apa anda Tuan David...???, Tuan James ingin bicara dikamar nya...???"
David mengangguk..., " Ya..."
Mereka semua menuju tempat James dirawat. Terlihat James sudah tergeletak dengan perban hampir di sekitar badannya.
" James..."
James memandang David...., " Aralia...., gadis itu akan mencari senjata dan beberapa informasi...., itu artinya dia akan pergi ke Rumah pinus ...."
" Rumah pinus....???" David memicingkan matanya.
" Rumah pinus adalah tempat singgah Kesya saat tiba di Paris..."
Mark mulai membuka komputer mini mencari petunjuk keberadaan cip nya...., " apa di sini, Uncle...????"
" Ya , Mark...., itu arah rumah pinus...."
" Dengarkan aku David, Aralia akan menjadi gila jika kau melarang nya pergi..., dia mungkin bisa membunuhmu, tapi percayalah, jika kau mengizinkannya, dia akan berubah baik dan bisa mempercayaimu..., jangan melawannya David...,temui dia, aku yakin gadis itu pasti ada disana..."
" Kau harus pergi sendiri untuk menemuinya , tanpa semua penjagamu ataupun asistenmu..., temui gadis itu dan bawa ia ke markas..."
David mengerenyitkan dahinya....
" lawan ingin kalian berdua datang..., dia ingin gadis itu mati, dan dia ingin tau siapa yang ada dibelakang semua ini, itu artinya selama kalian tak muncul, istriku akan tetap hidup....,jangan biarkan dia sendiri..., jika dia mati , istriku juga akan ma...,ti..." James kembali pingsan.
" biarkan dia istirahat..., Daniel..., kunci .."
" tapi....???"
" James benar aku harus bertemu gadis itu sendiri..., tunggu aku di markas..., dan soal James, pindah kan juga dia ke markas, aku tak mau kejadian seperti ini terjadi lagi..., biar Rey yang periksa saja..."
" baik, Tuan..." jawab serempak.
" baik Queen ataupun James harus tetap hidup atau pernikahanku tidak akan terlaksana...."
DUO JM tersenyum mengejek...., " takut di tolak sepertinya..." celetuk Mark.
PLETAKK.....
__ADS_1
" awas saja jika aku tak jadi menikah, akan ku buat kalian berdua jadi bujang lapuk seumur hidup..." ucap David setelah memukul kepala Mark.
" maaf, Tuan..." ucap JM mengerucutkan bibir, sedang Daniel hanya tersenyum tipis seraya menggelengkan kepala.
" aku pergi, segera pindahkan James..." Mereka semua mengangguk.
David berlari menuju mobil dan langsung tancap gas menuju rumah pinus.
" Aralia..."David.
******************************
*******************************
Seseorang di Rumah Pinus.....
CEKLEK....
Mata gadis itu menatap seluruh ornamen rumah. Semua tertata cantik dan rapi. Hanya Kesya yang bisa seperti itu. Tangan mommy nya terlalu teliti dalam masalah atur mengatur barang.
Bayangan sang mommy terlintas di benak nya..., cara nya marah, tersenyum, bahkan saat melarang pun ia memiliki suatu ciri khas.
Sebuah foto membuat nya sedikit tersenyum..., foto Aralia saat kecil dengan kata " my princes".
Gadis itu berjalan menuju dapur..., tampak disana beberapa perabotan bersih , sebuah celemek tergantung di sisi kanan tempat kompor.
Aralia mengambil dan memakai celemek itu, membuka kulkas yang penuh dengan bahan makanan. Mengambil beberapa sayur, wortel, telur, dan daging sapi giling. Tangan mulai membuat sesuatu.
BREMMM..., BREEEMMMM....., KREEEK...
Gadis itu menatap tamu nya dari balik jendela kaca. Kemudian tangan itu kembali membuat sesuatu yang belum tuntas.
Kini di depan nya tersaji dua piring berisi sayuran rebus, kacang2 an , dan juga omlet cantik kuning ke emasan. Dia mulai menuang bubuk coklat ke dalam gelas dan menyeduh dengan air panas.
Pria itu tetap mencuci tangan nya, walaupun wajahnya sedikit kesal.
" apa yang kau buat...???" ucap nya di sela sela kegiatan cuci tangan.
" Coklat panas, omlet, dan beberapa sayur pendukung..."
" hmmm..., cukup menggugah selera..., setelah kita menikah, jangan pernah menyentuh kompor lagi, kecuali membuat masakan untukku..., aku tidak suka berbagi..." ucap nya sambil membantu membawa dua cangkir coklat panas ke atas meja makan.
" kau tau..., sayang nya aku tak begitu mudah mengingat sesuatu..." gadis itu tersenyum miring.
" apa kau lupa juga jika sekarang di depanmu adalah kekasih serta calon suami mu...???"tanya David.
" sebuah ikatan bisa putus sesuai dari sudut mana kini kau memandang ku, honey..." ucapnya tersenyum tipis.
" kau tau jika..., Jack...???"
" aku bukan wanita bodoh yang tidak tau jika pria tengil itu menaruh cip di celana bagian bawahku..."
" itu artinya kau tau aku akan datang...??"
" hanya sebuah insting...."
David tersenyum , dia sadar gadis nya kini benar benar berbeda 180 derajat. Tapi entah mengapa justru dia semakin menyukai nya.
Mereka memulai acara makan dengan suasana hening tanpa obrolan. David membantu Aralia menaruh piring kotor di westafel. Gadis itu mencuci piring sedang pria nya memeluk dari belakang.
" kau akan tetap pergi...???"
__ADS_1
Tangan itu terdiam, tanpa gerakan..., " Ya..."
Mulai mencuci piring lagi.
" kapan...???"
" besok pagi..."
" tanpa aku...???"
Aralia memicingkan mata..., " kenapa....???"
David menatap gadis nya dari arah samping. Seolah bertanya, apa yang ingin kau tau...
" kenapa kau harus mencintai wanita sepertiku...???, dari awal kau tau hubungan ini tak akan mudah, dari awal kau tau bahwa gadis yang kau suka bermasalah, tapi kenapa...???, apa benar kau menyukaiku...???, atau kau hanya terobsesi padaku...???"
" apa harus ku jawab...???" tanya David seraya mengerenyitkan dahi.
" Mungkin alasan paling tepat adalah karena kau satu satu nya wanita yang memandang diriku dengan tatapan tulus..., cinta mu padaku tulus, rasa sayang itu juga tulus, aku tak mengerti bagaimana membuatmu yakin jika cinta ku ini benar, tapi aku yakin kau bukan wanita bodoh yang tidak bisa membedakan seseorang itu cinta atau hanya semata sebuah obsesi..."
" bagaimana jika setelah perang ini aku mati...???"
" akan ku panggil dan kutarik kembali roh mu ke dunia nyata..., akan kupastikan kau tetap hidup..."
" kau gila..."
" Ya..., aku berubah gila sejak jatuh cinta pada wanita gila..."
Aralia tersenyum...., " aku butuh senjata..."
" akan kubawa kau ke markas, kita bisa memilih berbagai jenis senjata disana..."
" markas...???"
" Ya..."
" aku juga butuh komputer..."
" apapun yang kau inginkan akan kuberikan saat kita tiba markas ..."
Gadis itu kembali tersenyum..., " Kesya benar, kau pria yang berbeda...., pantas saja sejak awal dia setuju aku menyukaimu..."
" tak ada yang luput dari pesonaku , sayang..."
" Ya...., kau benar...."
" apa itu termasuk dirimu...???"
" entah, hatiku masih fifty- fifty..."
" aku mencintaimu...."
Dan....., sesi ciuman itupun terjadi........
*
*
*
*
__ADS_1
@ara❤