Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Kesya , dia.....


__ADS_3

Sudah tiga hari istana Richard tampak tenang, tak ada hal aneh bahkan suasana tegang disana. David selalu bicara hangat saat dekat dengan kekasihnya, tapi David tetap lah seorang David, sikap manja , senyum manis dan rasa sayang akan tetap merekah hanya saat di depan kekasih nya saja. Namun ketika jarak radius satu km tak bersama sang kekasih , wajah itu akan menunjukkan sifat aslinya, dingin, kaku serta sedikit arogant. Dia tetaplah seorang David , Tuan muda yang berkuasa, kaya dan berdarah dingin seperti biasanya.


Pagi ini , disebuah Taman di salah satu sisi lain istana Willy Richard. Sepasang kekasih sedang berpelukan menikmati hangatnya matahari pagi yang bersinar malu malu tertutup sedikit awan putih. Memandang ke arah depan menatap bunga tulip dengan berbagai macam warna bermekaran.


" Dua hari lagi kau akan resmi menjadi putri Willy Richard, seluruh dunia akan tau bahwa pewaris yang telah lama hilang ternyata masih hidup, akan banyak media meliputmu dan akan banyak orang yang berusaha peduli padamu...., setelah itu apa yang akan kau lakukan...???"


" entah..., aku bahkan belum memikirkan semua hal itu......"


Gadis itu menghela nafas panjang, pandangannya terasa kosong ke depan tanpa tau apa yang dilihatnya.


David tau suasana hati wanitanya, mengelus rambut panjang Aralia, mengecup pipinya sekilas, dan kembali dalam mode pelukannya.


" apa yang sedang kau pikirkan..., hemmmm....???"


" David, apa mereka akan kecewa jika nantinya aku melepas semua yang mereka berikan untukku...???" Aralia menatap sendu ke arah pria itu sejenak ,lalu menundukkan wajahnya menatap rumput perdu.


"Seorang gadis dengan hidup sederhana dan sedikit bebas. Yach..., Walaupun dengan penampilan CUPU menurut pandangan orang diluar sana...,tapi aku bahagia dengan kehidupan lamaku . Jujur saja....., awalnya aku sangat senang saat mengetahui ternyata aku tak sendiri, selain Kesya aku masih memiliki mereka yang menyayangi, tapi..., kini aku di Paris...., Tak pernah terlintas dalam mimpiku akan pergi sejauh ini, memiliki sebuah istana, Perusahaan super power, kekayaan serta kekuasaan yang datang dalam sekejap di hidupku. Aku merasa tak nyaman disini..., aku..." Aralia kembali menarik nafas panjangnya.


" apa kau ingin kembali ke Indonesia...???"


" Indonesia...???, tapi..., aku tidak punya siapa2 disana..." jawabnya sendu.


" kau punya aku..., setelah penobatan mu sebagai pewaris, kita akan menikah dan kembali ke indonesia..., ada ibu..., Jenni, Jessi dan nanti nya kau akan menjadi ibu dari anak anakku..., kau tak akan kesepian dan sendiri lagi kan...???"


" tapi..., aku canggung saat bersama keluarga mu..., lagipula kau sama saja seperti mommy dan Daddy, kau akan mengikatku dengan banyak aturan di dalam kerajaanmu..." bibir itu mulai mengerucut.


David terkekeh geli menatap wanitanya..., "kau wanita yang unik..., aku jadi ingin menikahimu sekarang dan mengurungmu didalam kamar saja kan...???" mempererat pelukan dan mencium puncak kepala kekasih nya bertubi tubi sambil tertawa lepas.


iissshhh...., apa apaan coba jawaban pria ini. Mungkin sperti itu kini tatapan wanita yang tadi meliriknya sekilas dengan pandangan sinisnya.


" kenapa diam, katakan..., kau tidak mau menikah dengan ku...???"


PLAAKKK...


Pukulan itu akhirnya mendarat ditangan kekasih.


" setelah semua sentuhan yang terjadi, kau masih bertanya aku mau atau tidak...???, iiissshhh...kau ini..." kesalnya tapi semakin membuat pria dibelakangnya memeluk erat dan tertawa kencang.


" aku mencintaimu..., sangat..." bibir itu mulai menciumi tekuk sang gadis.

__ADS_1


" katakan, kau ingin pernikahan yang seperti apa...???, cinderlella...???, putri salju....???, atau Moana gadis petualang...???, hmmm..." masih asik mencium sekitar leher sambil berucap.


" bagaimana kau bisa tau itu semua...???"


" apa...??"


" nama nama putri itu...??"


" siapa lagi kalau bukan penjaga mu...???, seorang wanita yang bermimpi menikah bak tuan putri..., itu kau kan...???, jadi mana yang kau pilih..., honey...???" Aralia tersenyum.


" apa aku boleh meminta...???"


" off course..., katakan...." masih asik mencium sekitar leher gadisnya.


" aku ingin sebuah altar dengan karpet merah menjulang panjang dan bunga tulip beraneka warna menghias sisinya..., apa bisa...???"


" off course..., apa lagi...???" menatap gadisnya dan tersenyum.


" sebuah konsep pernikahan taman dengan banyak makanan tanpa banyak tamu di dalamnya..., hanya keluarga inti saja...."


" Why...???" David mengerenyitkan kening...


" aku hanya merasa tak nyaman di kelilingi banyak orang yang tak ku kenal, aku tak ingin pernikahan ku ter expos oleh banyak media , sungguh tak nyaman..., apa bisa...???"


" thank's..., honey....." David tersenyum....


Tampak dari jauh dua pasang mata memandang ke arah taman menatap dua insan yang saling memadu kasih di bawah terik matahari yang sedikit menghangatkan.


" pria itu...., sungguh mengerikan..." wanita disampingnya mengerenyitkan dahi tanda bingung.


" dia seperti memiliki wajah lain saat bersama putri kita, honey..."


" maksudnya...???"


" lihat saja cara nya tersenyum dan tertawa lepas..., kau tak akan melihat wajah itu dalam radius dua kilometer saat pria itu jauh dari putrimu...."


" tapi aku bisa melihat tatapan cinta di matanya tulus , honey..."


" yah..., aku tak meragukannya..., pria itu sangat mencintai, putri kita..."

__ADS_1


" bukan kah , putri kita sangat hebat, sayang...???, seorang David, berkuasa, smart, dan yah kau tau, dia sangat kaya, bahkan kekayaannya melebihi kita sepuluh kali lipat..., mencintai seorang wanita sederhana , putriku Aralia..."


" justru aku semakin takut akan masa depannya..., aku takut putriku melakukan kesalahan, karena seperti yang kita tau, David bukan tipe pria pemaaf..." lirihnya sendu menatap putrinya di depan.


" kita doakan saja, semua akan berjalan baik sesuai kehendaknya..." usapan di bahu sambil menatap jauh kelangit luas.


Nampak sang Asisten berjalan cukup cepat menuju ke arah Tuan muda nya. Menundukkan kepala sesaat dan membawa Tuan muda nya pergi dari tempatnya berdiri semula. Gadis disampingnya tampak bingung menatap tapi tetap diam di tempatnya.


Tidak berapa lama pria itu kembali dan memeluk wanitanya, melepaskan pelukan memegang kedua bahu sang gadis.


" aku harus pergi...." ucap David sedikit serius.


" kemana...???" tanya Aralia seperti orang sedang mencari tau.


" ke kantor cabang, sebentar saja..." pinta David.


Aralia tau ada sesuatu yang pria itu sembunyikan, ia menatap pria berkaca kaca..., " kau tau, sayang...." mulai mengelus pipi pria nya.


" entah..., karena aku terlalu mencintaimu, atau mungkin...., karena kau yang terlalu mencintaiku...., tapi kini aku tau tatapan itu berbeda dihadapanku..., kini aku tau saat kau berbohong ataupun saat kau jujur...., jangan lakukan ini pada ku, David...., jangan lakukan ini...." wanita itu menunduk dan menangis.


Pria itu diam, jantungnya berdetak cepat, ia belum siap melihat sisi monster wanitanya, tapi seperti yang kekasihnya bilang tadi, ia bukan ciri pria pembohong dan tak mudah baginya menyembunyikan sesuatu . Akan sangat sulit bagi seorang pria berbohong, saat hati pria itu sudah saling terikat satu sama lain dengan kekasihnya.


Mengangkat dagu kekasihnya...., mencium bibirnya sesaat..., menyatukan kening mereka..., " berjanjilah, apapun yang terjadi, kau akan tetap bersamaku...." tatapan itu meminta pasrah, nafas itu tertahan sesaat.


" katakan..., ada apa...???"


David memandang wanitanya, dan mulai berbicara..., " Kesya...., dia kritis..."


Deg


Deg


Deg


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2