Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Bertemu


__ADS_3

Mobil memasuki tempat parkir suatu Hotel besar , menempati no.2 di wilayahnya. Hotel yang selalu di datangi keluarga Savier jika mengunjungi tempat ini. Hotel milik Paman yang telah dikenal hingga pelosok negeri. Bukan karena kemegahannya, tetapi karena layanan dan fasilitas terbaiknya.


Daniel memarkirkan mobil di depan khusus menurunkan penumpang VIP. Daniel bersiap hendak turun, sementara dibelakang mobil duduk penumpang dua orang masih saling bertengkar dengan caranya sendiri.


" kita sudah sampai , Tuan..."


" hmmmm...."


" sayang..."


" apa....??? , kau ingin pulang ....???, tidak boleh....temui mereka...SEKARANG...!!" David mulai bicara setengah emosi lagi saat melihat Aralia tak kunjung turun dan masih tetap ingin pulang.


" bagaimana ini, aku memang ingin sekali bertemu keluarganya, tapi kenapa secepat ini...??, tapi kan sudah kepalang tanggung, mau tidak mau tetap harus bertemu, apalagi singa didepanku saat ini, memandang seperti ingin berkata, jika tak turun, habis kau..." Aralia


Aralia menghirup udara sebanyak banyak nya, dan melepaskannya dengan kasar.


" semangat..Ara..,...semangat..!!!" memberikan semangat pada diri sendiri sambil mengepalkan tangan disamping dada.


CUP...


David mengecup bibir itu sekilas,


" keluarga ku akan menyukaimu..., percaya padaku.." ucap David, di balas anggukan Aralia.


Mereka menelusuri sebuah lorong Hotel yang cukup besar , bergaya klasik dengan karpet lebar sepanjang jalan dan lampu besar tergantung di atasnya.



Mereka berjalan menuju lorong hotel yang sedikit lebih kecil, dimana terdapat lift tersembunyi disana. Lift yang khusus dibuat Pemilik Hotel untuk semua tamu VVIP yang sangat menginginkan keamanan serta kenyamanan yang terjaga dengan lengkap , difasilitasi dengan penjagaan pengawal extra , beberapa CCTV yang lebih banyak disetiap sudut dan sebuah heli khusus yang terdapat di atas atap.


Daniel memencet bell di kamar khusus dilantai tersebut, terdengar suara menyaut dari dalam.


" kata sandi.."


" Zero Zero One S..."


TUSSSHHHSSSS..........


Pintu otomatis terbuka menyerong ke samping.terlihat sebuah tembok hitam dengan sebuah gambar tangan di depan pintunya dan juga beberapa tombol kombinasi dan satu tombol seperti lampu berwarna merah.


Daniel menempelkan telapak tangan nya, tombol lampu yang tadinya berwarna merah menjadi hijau.


TUSSSHHHSSS......


Tembok hitam yang tadinya didepan mata, sekarang berbelah dua dan masuk menyerong kesamping. Kini di depan Daniel hanya terlihat sebuah pintu kamar biasa dengan sebuah no.1 tertera disana.


Daniel mengambil sesuatu di saku nya berupa ID CARD berwarna hitam, dan....


CEKLEK.....


Pintu terbuka, menampilkan suasana ruangan yang tampak sepi di depan sana.


__ADS_1


Seseorang menyambut mereka di depan pintu masuk.


" Tuan Daniel, Tuan muda.." sedangkan untuk Aralia pengawal itu hanya menundukkan hormat saja karena tidak tau nama wanita dibelakang Tuan mudanya.


" dimana nyonya..???" tanya Daniel.


" dikamar bersama Nona Jessika dan Nona Jennika, Tuan..." jawab penjaga.


Daniel mengetuk pintu besar itu,


" Nyonya..., saya Daniel.."


Setelah Daniel mengetuk tampak 2 wanita berlarian keluar kamar memeluk nya..


" kakak...."


" aku kangen sama kak Daniel..., kenapa lama sekali perginya..." Jessika mengerucutkan bibirnya.


Daniel mencubit hidung adik adik kesayangan nya itu..." kalian tak dewasa ya..."


" kak Daniel tidak tau saja, aku sedikit bingung dengan PR ilmiah ku..., guruku saja tidak tau bagaimana mengerjakannya..." sahut Jennika.


" JADI, kalian kangen karena PR sekolah kalian...???, aku kecewa.." tangan nya dilipat didada tanda merajuk.


Duo J yang melihat expresi Daniel seperti itu langsung memeluk kakaknya. Ya , Daniel akan bersikap layak nya kakak yang memanjakan adiknya jika dihadapan DUO J, walaupun Daniel bukan kakak kandung , tapi mereka lebih akrab dengan Daniel daripada David karena David jarang berada dirumah.


David lebih banyak menghabiskan hidupnya dengan pekerjaan dan pekerjaan. David tidak suka berlama lama dirumah karena banyak kenangan yang terlukis di dalam rumah itu.


Dulu, David lebih banyak menghabiskan waktu dirumah bersama sang Ayah, bersekolahpun David melakukan nya dirumah, bukan tempat khusus orang menimba ilmu seperti kebanyakan. Karena ilmu yang David kuasai adalah ilmu yang berbeda. Dari kecil David sudah di didik menjadi pengusaha , berbeda dengan kedua adiknya. Karena itu David menjadi pribadi yang sedikit dingin, tegas dan tak terbantahkan walaupun di dalam keluarganya sendiri.


" kak David.." Duo J menunduk hormat kearah kakaknya. Kemudian datang menghampiri sang kakak dan memeluknya. Tiba tiba kepala sikembar miring ke kanan , melihat seorang perempuan berdiri di balik tubuh kakaknya. Senyum merekah di bibir sang adik.


" kakak ipar...." berlari berhamburan memeluk gadis dibelakang kakak nya.


" lepaskan dia...!!!" perintah David dengan lantang.


" kakak ini....galak...!!!" Duo J cemberut melepaskan pelukan mereka pada Aralia.


" jangan lepaskan, aku masih ingin dipeluk seperti ini..." pinta Aralia. Secara otomatis membuat semua orang di kamar itu melihatnya , termasuk David.


" sayang..." pinta Ara menatap David.


" terserah kau saja..." David berjalan menuju meja makan namun sebelumnya memeluk ibu nya sepintas.


Sang ibu membalas pelukan David tapi masih tetap mematung disana, menatap gadis yang telah membuat anaknya diam saja untuk pertama kali nya saat seseorang membantahnya.


" wah, kakak hebat..., kakak berani bicara seperti itu pada kak David.."


" masudnya....?" bertanya bingung.


Ibu menghampiri, kemudian memeluk gadis itu..." kau cantik.., sudah lapar..???, ayo segera ke meja makan..."


Aralia hanya tersenyum tipis , jujur saja tubuh ini kaget saat seseorang memeluk dirinya.

__ADS_1


" Sam, kita kedatangan tamu..." Ibu membawa Aralia masuk bertemu seseorang yang sudah dirinya anggak kakak.


Mereka melewati sebuah lorong menuju meja makan yang telah disiapkan secara mendadak di balkon kamar Hotel tersebut.



" maaf kan kami, seharus nya kami menyambut kedatanganmu dengan sangat meriah,tapi karena semua serba mendadak , aku sangat berharap kau menyukainya..." Ucap Ibu David sambil terus merangkul gadis yang telah menjadi kekasihnya.


" Terima kasih , Nyonya.." jawab Ara.


" iiisshhh, kakak ipar kenapa begitu kaku seperti kak David sich...????, panggil ibu saja seperti kami memanggilnya, namaku Jenni dan ini saudara beda 3menit yang tak kalah cantik dariku, Jessi..." ucap Jenni memeluk Aralia.


" kalian membuatnya tak bisa bernafas..." ketus David, memegang tangan Aralia dan menariknya menuju meja makan. Kini dimeja makan tersebut ada sepasang suami istri yang seumuran dengan Nyonya Besar. Mereka tersenyum melihat sikap posesif David, jika perlakuannya sudah seperti itu, berarti wanita itu seorang yang spesial.


" kenalkan, Paman Sam dan Bibi Catherin..., Paman ,Bibi ini kekasihku , Aralia Zahra..." Aralia tersenyum pada mereka, namun reaksi Bibinya tak jauh beda , berlari pelan dan memeluk nya.


" selamat datang, di keluarga kecil kami..." ucapnya sambil melepaskan pelukan.


" i..iya, terima kasih..." kecanggungan Aralia membuat membuat mereka gemas, tak terkecuali David. Pipi kekasihnya langsung di cubit.


" awww, sakit.."


" sudah kubilang , mereka pasti menyukaimu.." Aralia tersenyum dan mengangguk.


" mari kita makan.., aku akan suruh pelayan menyiapkan makanannya..."Samuel menelepon seseorang dan di akhirin dengan kata oke lalu menutup telepon tersebut. Tak berapa lama berbagai hidangan telah datang dan siap di meja makan. Ponsel Asisten berbunyi, membuat tubuh nya refleks sedikit menjauh.


derrttt....deerrrttt....


"ya..."


" target telah bergerak..."


" aktifkan kamera..."


" siap bos.."


tut...tut...tut...tut...


Wajah David berubah, melihat raut muka Daniel yang tiba tiba terlihat serius.


" Maaf , Tuan ada beberapa berkas yang harus segera disiapkan dan dikirim malam ini...."


" hmmmm..."


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2