
Sementara di kamar yang lain.....
JM masih setia menunggu Nona muda nya yang berada di dalam kamar...., pintu terbuka , menampilkan seorang wanita dengan parfum khas orang baru mandi...., wangi vannila....
" Nona..." ucap JM serempak seraya sedikit membungkuk...
" maaf jika terlalu lama...." ucap Ara tersenyum. tapi JM langsung bergerak menuju pintu luar..., dan menunduk lagi.
" silahkan lewat sini , Nona...., kita harus ke lantai bawah tempat yang telah khusus Tuan muda siapkan untuk anda makan malam....." ucap Mark Seraya membuka pintu..., sementara Jack sudah lewat lebih dahulu mengamankan barisan depan.
" Ya..., tapi bisakan kalian bersikap normal sedikit....???, David tak ada kan...., jadi hentikan rasa hormat itu...., aku merasa sedikit mual melihat nya...." kata Ara saat mengikuti JM di belakang.
" itu tidak bisa, Nona...., anda adalah Nona muda kami...., jadi kami harus menjawab sesuai protokol dan bergerak sesuai perintah Tuan muda...." jawab Jack yang berjalan paling depan.
" Terserah kalian saja lah....." desah Ara.
Mark dan Jack hanya tersenyum tipis tak terlihat.
Saat melewati tangga , seseorang berjalan ke arah Jack dengan terburu buru...., dan terjadilah sedikit tabrakan kecil.
" Sorry...." ucap pria itu merasa bersalah.
" Diego....???" Ara memandang pria di depan nya.
" akhir nya...." lirih Diego di iringin nafas yang panjang..
" apa yang sedang kau lakukan disini....???" tanya Diego...
Jack nampak maju ke depan memegang pundak Diego.
" berhenti mendekat dan berbicara pada Nona muda kami...." ucap Jack.
" hei..., aku hanya ingin mengobrol saja dengan wanita di belakang mu, Bung...."kesal Diego.
" Jack...., hentikan...., dia bukan orang jahat..., dia temanku...."
Jack memandang pria itu dari atas ke bawah....
" apa liat liat....???, jangan bilang kau tertarik pada pesonaku...." ucap Diego di barengi senyum simpul.
" Ck...., anda sungguh menggelikan...." jijik Jack.
" bisa kita bicara...???" tanya Diego sudah berganti menghadap Ara.
" tidak...." Jack yang menjawab
BUGH....
Ara memukul bahu Jack...
" dia hanya ingin bicara....., Jack...."
" membiarkan anda berbicara dengan orang asing, tidak masuk kedalam perintah, Nona...." protes Jack.
" astaga....., aku akan hubungi Tuan muda mu itu untuk meminta izin...., bagaimana...???, kau setuju....???"
Jack menyerahkan ponsel nya , setelah dia berhasil menghubungi seseorang.
" Honey....., apa aku bisa bicara sedikit saja dengan temanku....???"
" siapa...??"
" sepupumu...., Diego....."
Diam beberapa menit...., tak ada sautan dari sana.
__ADS_1
" aku hanya ingin berbicara sebentar...."
Diego memandang lurus pada Ara...., menatap nya tak berkedip....
" honey...???"Diego
" Dia sudah benar benar melupakan ku....???"Diego
" aku mencarinya, tapi....???" Diego menghela nafas.
Ada sedikit keraguan disana..., dan seperti nya dia tau kini dia akan kalah....
Ara menyerahkan ponsel pada Jack...., David memerintahkan Jack membiarkan mereka bicara....., tapi harus diruang tertutup dengan Jack dan Mark yang mengawasi dari jarak yang masih bisa di jangkau.
" baik, Tuan...."
Tut....tut...tut...
Kini mereka ada di sebuah ruang makan yang bersifat sedikit privasi.....
" silahkan, Nona...." ucap pelayan hotel.
" hmmm..., trimakasih...." senyum Ara...., tapi seperdetik kemudian dia berdehem saat melihat wajah Jack yang menggeleng.
" aku lupa tidak boleh tersenyum pada pria manapun...." Ara sambil memegang jidat nya.
Ara beralih pada Diego.....
" bagaimana kabar mu....???"
" aku...." menunjuk dirinya.
" aku tidak baik baik saja...." jawab Diego datar membuat Ara mengerenyitkan dahinya.
" seperti nya....."
Ara mendekat dan memegang kening Diego....
" tidak panas....??" ucap nya heran.
Diego tersenyum, wanita di depan nya masih sama...Ara selalu akan peduli pada orang yang di anggap nya dekat dan spesial tanpa ada jarak...
" kau tersenyum...??"
" aku senang melihat mu panik...."
" apa...???, kau menipu ku....."
BUGH...
Diego tertawa kecil, dengan tatapan tak lepas pada pandangan wanita di depan nya.
" maaf...." ucap nya lirih...
" untuk...???"
" atas tindakan ku yang pergi tanpa bertemu dan mengucap apapun....." jawab nya.
Ara hanya tersenyum...., " itu bukan salah mu..., itu salah keadaan...."
" harus nya aku tetap disamping mu dulu..., pasti sangat berat bukan...., hidup tanpa pegangan....???, harus nya dalam situasi itu aku ada disana melindungimu...."
Ara hanya tersenyum....
" aku telah gagal menepati janji ku...." desah Diego....
__ADS_1
" Aku bahagia sekarang...." ucap Ara tersenyum...
" sungguh....???, kakak ku itu...., apa dia tidak pernah membuat mu menangis...???" tanya Diego menyelidik.
Ara tertawa kecil....
" apa sekarang pria yang mengaku sudah kuat di depan ku ini sedang cemas....???" ucap Ara tersenyum.
" Yah...., kau tau..., kakak ku...." Diego terdiam sesaat.
" Pria itu mengalami masa masa yang begitu sulit..., terkadang aku sedih melihat nya harus berjuang seorang diri..., bersikap dingin, egois dan keras kepala walaupun itu bukan wajah asli nya...., semua itu semata mata agar tidak ada orang yang menghina serta menjatuhkannya..., dia...." Diego menghela nafas...
" Dia selalu nampak kuat dan kokoh tapi...., jauh di lubuk hati nya..., dia pria yang rapuh..., kakak ku itu...., dia kesepian dan selalu merasa sendiri..., asing di keramaian dan muak dengan kehidupan..., dia...." kembali menghela nafas.
" Dia...." Diego menahan nafas nya dan menunduk.
" Jadi...., bisakah aku percaya padamu....???" tanya Diego menatap wanita cantik di depan nya.
" Dia harus bahagia...., itu salah satu hal yang ingin ku lihat...."
Ara hanya tersenyum....., lalu mengangguk...
" jujur saja...., awal nya maksud tujuan ku ingin bertemu dan mempertanyakan sesuatu hal..., tapi melihat betapa besar rasa cinta mu pada nya , aku sudah sangat yakin jawaban apa yang akan aku dengar...." ucap nya tersenyum miris.
" tapi...., ada sedikit rasa cemas , aku takut dirimu tertekan dan tak nyaman dengan semua sikap nya...., aku...." Diego kembali diam dan menunduk.
Ara memegang tangan pria di depan nya....
" Dia yang terbaik...., dia pria luar biasa sejauh aku mengenal nya..., aku bahagia bersama nya..., dia selalu membuat aku bahagia...." ucap Ara seraya tersenyum.
" Really...???" Diego mengerutkan dahi nya....
" Wow..., itu di luar expetasi...., aku bahagia melihat kalian bahagia...." jawab Diego.
" Baiklah..., aku sudah mendengar penjelasan mu dan juga sudah tau akhir dari jawabanku...., jadi aku harus pergi...." ucap Diego bangun dari duduk nya.
Diego menatap Ara, seakan ragu untuk bertanya...
" Ara...."
" hmmm...."
" itu...., emmm...., bolehkah aku memeluk mu....???"
" aku rasa dirimu tak akan keluar dengan selamat setelah memeluk ku nanti, Boy...." ucap Ara melirik dua pria penjaga pintu...
Diego mengusap tengkuk nya..., sambil tersenyum kikuk....
" Ya..., x ini kau benar...." ucap nya seraya menunjukkan gigi putihnya.
" baiklah..., aku pergi..., senang bisa melihatmu kembali..., dan seperti setelah pertemuan ini , aku harus terbiasa mengubah panggilan Ara menjadi Kakak, seperti aku memanggil kak David...."
Ara cemberut......, " aku belum terlalu tua untuk panggilan itu kan....???"
Diego tertawa seraya berlalu meninggalkan ruangan tersebut.....
" *Semoga kalian bahagia...., Ara...., aku menyayangimu..., selalu...." Diego.
*
*
*
@ara❤*
__ADS_1