
Berlanjut di Paris.......
" wajahmu sedikit pucat kak..., kau sakit....????" tanya Rebbeca sontak saja ucapan mommy nya itu membuat wajah Aralia ikut cemas.
" Are you okay, Kesya...???" tanya Ara.
" entahlah, sudah seminggu ini aku tak ***** makan, selera makan ku datang, hanya saat James ada di markas..." keluh Kesya.
" Ko..., bisa...???" Aralia semakin panik sementara Rebbeca tersenyum.
" Apa kau merasa mual atau pusing mungkin....???, atau tidurmu sedikit terganggu..???" tanya Rebbeca lagi.
" tidak mual ataupun pusing, tapi aku suka sekali memeluk James belakangan ini, dan yachhh...., untuk hal hal tertentu aku sekarang sedikit sensitif, entahlah...., aku malas membicarakannya..." Senyum Rebbeca semakin merekah sedang Ara hanya diam menatap Kesya.
" kalian tau, pagi tadi James marah marah karena bilang aku nampak seperti Aralia.." kesal Kesya.
" Me....???" Aralia menunjuk dirinya sendiri.
" iya, sudah dua hari ini aku suka jika James membuatkan makanan berbau keju, semua harus ada keju..., dan kau tau Ree' aku suka coklat panas...., emmm..., nikmat...." ucap nya pada Rebbeca sambil menggoyangkan lidah nya sendiri.
Aralia menatap wajah Kesya tak percaya..., " Kesya..., kau yang benar saja, sejak kapan kau suka coklat panas dan keju....???" tanya Aralia tapi hanya dibalas Kesya dengan mengangkat kedua bahu tanda tak tau.
" fix......, kau hamil kak...."
" bicara mu seperti James saja....." sargah Kesya.
" bagaimana kalau kita lakukan tes saja...???" ucap Aralia senang, saat mendengar kata hamil keluar dari mulut mommy nya, ia menaik turunkan kedua alis matanya sambil melirik Kesya, membuat Kesya diam menatap Rebbeca dan Aralia secara bergantian.
" Kalau aku hamil , bagaimana...???" takut Kesya.
" Memang nya kalau kau hamil kenapa..??? , Bukannya James sangat berharap jika kau bisa hamil...???" tanya Aralia bingung.
Kesya menganggukkan kepala..., " Ya, dia sangat berharap..."
" lalu...???"
" Umurku sudah diatas 40 tahun, lagi pula pasti sakit kan saat kita melahirkan nanti...???"
Rebbeca tersenyum memeluk Kakak perempuannya..., " sedang terkena sindrom rupanya...????, astaga...., Kesya..., apa kau melihat betapa aku bahagia saat melihat putriku tersenyum, bahagia saat aku memeluknya, menangis saat aku merindukannya...???, itu lah indah nya melahirkan, sedikit sakit di awal tapi percayalah..., tidak ada kata menyesal saat menjalankannya..., bahkan aku menunggu moment itu andai saja , Tuhan memberikannya lagi padaku..." Rebbeca tersenyum tulus.
" Jadi...bagaimana...???, bisa kita test sekarang...???" tanya Aralia senang.
Kesya mengangguk..., Aralia berlari ke bawah menyuruh seseorang pelayan keluar dari istana itu untuk membeli alat test kehamilan. Sementara Aralia menunggu pelayan itu datang di bawah tangga dengan wajah penasaran.
Lima belas menit kemudian pelayan itu memberikan satu kantong plastik berisi tiga bungkus alat test kehamilan dari beberapa merek seperti yang Aralia pinta, menyerahkan pada Aralia, sepanjang perjalanannya dari tangga ke atas sang pelayan memberi tau petunjuk pemakaian alat tersebut dan setelahnya sang gadis berlari menuju kamar atas pribadinya.
" ini..., paketnya sudah datang..."
" cepat ke kamar mandi..."
" caranya bagaimana...???"
" iiisshhh kau ini, pegang senjata pintar, pakai alat seperti ini bingung..., cukup pipis, terus alatnya di celup kan di dalam urine mu , Kesya..." sesuai petunjuk sang pelayan.
" hei..., bagaimana mungkin kau begitu paham..., kau kan masih gadis..., jangan jangan...???"
PLAAKKK....
" Aku minta di ajari cara pemakaiannya tadi saat di tangga menuju kemari..., Kesyaaa...." kesal Aralia, Kesya hanya terkekeh geli.
" ya , sudah cepat sana..."
" harus ketiga alat ini...??"
" satu saja dulu..., pakai yang ini..." ucap Rebbeca menunjuk salah satu alat di depannya.
" baiklah..., Kesya...., semangat..., kamu bisa..." ucap Kesya meyakinkan dirinya.
" eeeheelleeee..., coba alat test kayak lagi mau perang..."
PLAKK...
" kau ini...." kesal Kesya.
__ADS_1
" sudah, jangan bercanda terus, sana ke kamar mandi, kami tunggu disini.."
Kesya mengangguk, masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan test disana, sekitar 15 menit keluar dengan wajah pucat.
" hei..., kau kenapa...??, wajahmu semakin pucat saja sekarang...??" tanya Rebbeca.
" aku...aku..." Kesya menyerahkan alat test tersebut.
Rebbeca tersenyum sedang Aralia hanya garuk kepala..., " mommy, ini artinya apa...??, Ara ga paham nih..."
" dua garis , sayang ..., artinya Kesya beneran sedang hamil sekarang..."
" aaaaaaa....., aku punya adik..., hahahaha, aku punya adik..., aku punya adik...." teriak Aralia girang.
" hhuuuussss...., pelankan suaramu, anak nakal..." Kesya membekap mulut dan hidung Aralia, membuat mata Aralia sedikit melotot karena kehabisan nafas.
" hei ..., aku bisa mati , Kesya..." protes Ara.
" Jangan beritau James soal ini dulu ya..., please..."
" kenapa...???"
" biar saja James tau, dia pasti senang kan...???"
" biar aku nanti yang beritau dia, tapi tidak sekarang, please...."
Mereka saling berpandangan lalu menganggukkan kepala bersamaan. Tiba tiba....
deeerrrrttt....ddeerrttt...
" ya...??"
" buat siapa alat test kehamilan kau beli, aku belum bercocok tanam disana, bagaiman bisa kau panen..., HaH...." teriak pria di sebrang sana memekik telinga, membuat Aralia dan yang lainnya menutup telinga mereka masing masing.
tut...tut...tut...
" hei...kenapa di matikan...???, nanti pria itu semakin mengamuk..." ucap Kesya.
deerrrttt....deeerttt...
" teriak lagi aku matiin nih ..." jawab Ara marah di layar ponselnya sebelum dapat amukan sang kekasih.
" oke..., jelaskan..."
" Alat itu untuk Kesya..." pria di seberang hanya ber-Oooo ria.
" ya sudah, jangan lupa makan..."
tut...tut...tut...
" tuh kan...., ga jelas...." ucap Ara melihat ponselnya tiba tiba diputus secara sepihak. Membuat dua wanita beda umur di depannya tertawa terbahak.
" astaga, seumur hidupku, belum pernah aku sebahagia ini..., kalian berdua sungguh lucu dan menggemaskan..., astaga...., aku hampir mati karena terlalu banyak tertawa sepertinya..." ucap Rebbeca masih dengan mode tertawa nya.
tok...tok...tok...
Seseorang mengetuk pintu membuat suara tertawa itu terhenti.
" ya..???"
"Tuan Richard dan Tuan James sudah datang, Nyonya...." pelayan datang memberitau.
" baik..., kami segera turun kebawah..." ucap Rebbeca.
Ketiga wanita itu bergandengan tangan dan tersenyum bahagia sepanjang menyusuri anak tangga.
" woowww...., belakangan ini senyum selalu terpancar dari wajahmu sayang..., ada sesuatu...????" tanya Willy pada istrinya.
" nanti saja ceritanya..." ucap Rebbeca sambil memberi kode dengan kerlipan mata pada Willy, membuat sang suami mengangguk pelan dan tersenyum.
" Baiklah sayang, ayo kita pulang..." ucap Kesya.
" sudah selesai temu kangen nya...???"
__ADS_1
" belum sih..., memang nya boleh jika aku menginap disini..." tanya Kesya pelan, namun buru buru tangan Kesya ditarik James menuju ke luar istana.
" Selamat malam Tuan Richard senang berkunjung kerumah mu dan bye......" ucap James sambil terus menarik Kesya menuju ke mobil di ikuti Jack dan Mark dari arah belakang.
Sementara di radius yang cukup jauh, seseorang sedang berkomunikasi jarang jauh dan melakukan rekaman gambar suasana istana Richard dengan alat rekam mini jarak jauhnya.
" Sepertinya target sudah meninggalkan tempat nya menuju markas, James dan Kesya serta dua orang pria mengikuti di belakang...."
" bisa kau ambil gambar dua pria itu...??"
" Ok..., aku zoom dan masuk ke layar..."
" Damm...., si pirang penodong senjata itu, dan aku yakin orang disampingnya adalah rekan yang menembakku waktu itu..., bisa kau fokuskan lagi ...., aku ingin lihat pria itu..."
" wooowww...., ada semacam bumbu dendam seperti nya.....??"
" shut up....., lakukan saja..."
" oke..." pria itu mulai mengatur jarak pandangnya, memperbesar gambar, tapi bukannya jelas, bayangan gambar itu semakin terpecah...., ditambah lagi saat itu Jack memakai topi di kepalanya dan jubah berleher yang sedikit menutup wajahnya saat berjalan.
" tidak bisa , Boy..., wajah pria itu pecah di kamera, ditambah lagi asesoris yang di pakai mendukung nya untuk menutupi wajah asli pria itu..."
" sshhiiitt....., padahal aku ingin sekali melihat wajahnya..."
" oke..., aku harus pergi, mereka sudah meninggalkan tempat Boy..., sorry..."
" hhhmmmmm...., berhati hatilah..."
tut...tut...tut...
Delta mematikan sambungan teleponnya, bergerak mengikuti mangsa menuju sarang mereka...
" Jika dua pria itu begitu lihai dalam memecah sandi dan menembak seharusnya data mereka ada di daftar pencarianku kan...???" gumam Delta.
" tapi jika dilihat dari posturnya, mereka tidak nampak seperti ahli komputer dan penembak jitu..., mereka seperti layak nya orang biasa saja, apa benar mereka yang meretas dan menembak Gamma..???" pikiran Delta seperti berputar putar disana, semakin dipikirkan semakin dia tak percaya apa yang dilihatnya.
Mobil mereka menuju markas The Queen Black membuat Delta berhenti dan balik arah.
" Well...., saat nya kembali..., kita lanjut besok lagi sepertinya..." mobil Delta berbalik arah kembali ke markas Red Devil.
Didalam markas The Queen Black , Mark sedang melihat hasil rekaman hari ini, mata nya menangkap mobil lain di belakang mobil nya dengan jarak yang lumayan jauh dari pandangan.
Tangan nya mengetik dengan lincah, dan menggerakkan mouse nya ke kiri dan ke kanan...lalu KLIK....
Mark tersenyum, Jack yang datang dari arah belakang melihat layar komputer di depan tempat duduk kawannya. Berdiri di samping meja, membelakangi komputer lalu bersandar disana.
" nampaknya mereka sudah mulai berani melewati perbatasan , Mark..." ucap Jack sambil menyeruput kopi yang dia bawa di tangannya.
" aku rasa dia sang Delta..." ucap Mark tersenyum senang saat tau siapa saingannya.
" Well..., dimana sang Gamma..., Jack...???"
" hari dimana aku menolongmu, aku melepaskan satu tembakan kecil..., So..., Maybe...." ucap Jack terkekeh tanpa meneruskan ucapannya.
" Good Job ..., Boy..." Mark tersenyum senang, tangan nya meraih tangan kawan didepannya melakukan gerakan toss, dengan mata masih terus menatap layar komputer di depannya.
" butuh waktu setidaknya tiga hari untuk pemulihan sepertinya....." Jack
" semoga...." Mark.
*
*
*
*
*
*
@ara❤
__ADS_1