
Di atas kapal pesiar, Seorang pendeta berdiri di hadapan banyak tamu yang menyaksikan acar pernikahan yang akan berlangsung sesaat lagi.
James telah siap dengan toxedo putih dan sebuah bunga kecil di kiri saku nya. Dengan hati berdebar, menggenggam tangan pengantin berkerudung putih menutup wajah, mereka saling mengucap janji suci, mengaitkan cincin berlian di jemari tanda cinta pernikahan.
Sang pendeta berkata..." dengan ini, saya nyatakan kalian sebagai suami istri..."
" sekarang , kau boleh mencium istrimu..."
James membuka kerudung itu, mencium bibir wanita yang selama ini selalu membuat hati nya kesal karena keras kepala, cemas karena selalu membuat jantungnya berdetak kencang, rindu karena harus menunggu dalam jangka waktu yang lama, dan takut karena tak kunjung mendapat kepastian, tapi kini mereka bersama, kini mereka telah menikah, hal yang tak dapat di bayang kan baik bagi James maupun Kesya.
Semua bersorak gembira, mereka semua bertepuk tangan sambil meneteskan air mata, tak terkecuali seseorang yang ada di dalam kapal menyaksikan moment pernikahan itu.
Ya, David melarang Aralia naik ke atas kapal menyaksikan secara langsung pernikahan itu, walaupun berat namun wanita itu terpaksa menurut. Baginya ancaman David yang berniat menggagalkan pernikahan Kesya lebih menakutkan daripada apapun. Gadis itu tau, apapun yang kekasihnya ucapkan akan menjadi kenyataan, apalagi jika di ucapkan saat hati nya sedang kacau.
" setelah ini, kita yang akan menikah..." bisiknya ketelinga wanita yang saat ini dalam mode peluknya. Aralia tersenyum menunduk lalu mengangguk. Tubuhnya berbalik arah, melingkarkan tangan di leher kekasih sambil tersenyum menatap pria di depannya.
" kapan itu...???"
" setelah kita mendapat restu..." Aralia mengerenyitkan dahi tanda bingung.
" Biar Kesya yang menjelaskan semua, aku tak punya hak untuk itu. Kau harus bersabar sedikit lebih lama karena sepertinya, Kesya akan sedikit lupa dengan keberadaan mu sekarang.." Aralia tetap dalam mode diam memandang kekasihnya dengan mata penuh arti.
Mobil pengantin telah siap di depan dermaga, membawa James dan istri ke tempat khusus yang telah Daniel siapkan, tentunya dengan pengawalan dan penjagaan yang ketat.
Setelah Kesya pergi meninggalkan kapal, kini giliran David beserta rombongan yang pergi dari sana.
Mobil memasuki hutan belantara menuju jalan berkelak kelok, menembus rapatnya pohon yang mejulang tinggi dan suara nyanyian burung yang memekik telinga.
Sebuah pintu raksasa terbuka, saat iringan mobil tiba disana. Seperti biasa para pengawal berbaris rapi di sepanjang radius mata memandang.
" Tuan , kita sudah sampai..."
" hmmm..., sepertinya Nona disamping ku tak sabar ingin bertemu seseorang di dalam..." melirik wanita yang sedang duduk disampingnya.
" apa Kesya disini...???"
" hmmm...., mungkin saat ini mereka sedang olahraga..." bisik nya
" ups..." wanita itu secara spontan menutup mulutnya...
__ADS_1
" apa kita mengganggu...???" cicit gadis itu...
" jika aku James, kedatangan mu, pasti sangat mengganggu..."
Bluussshhh.....
Wajah itu memerah bak kepiting rebus saat membayangkan adegan di dalam sana. David benar..., James pasti akan marah jika tau hari pengantinnya terganggu. Dirinya telah membuat James mengubur mimpinya selama 20 tahun untuk menikahi Kesya. Dan kini saat mereka sedang bermestraan layaknya suami istri, Aralia masih ingin mengganggunya karena penasaran atas ucapan David di atas kapal tadi. Tidak, ia tidak boleh egois.
" baiklah, kita tunggu hingga malam tiba saja..." jawabnya lesu.
" mereka tak akan keluar hingga esok pagi...." bisik nya lagi.
" what...." Aralia terkejut.
" kenapa...???"
" apa nya yang kenapa...???"
" wajahmu itu, kenapa kau jadi cemas begitu..., itu hal wajar bagi pengantin baru..., jika nanti kita menikah , aku pun tak ingin ada yang mengganggu hingga keesokan hari..." Aralia menatap horor.
" Kesya ku..., dia pasti akan kelelahan kan...???" cicitnya malu.
" kau ini lucu..., kalaupun lelah. Mereka lelah karena puas..."
" iissshhh, kau ini..."
" sudah, ayo masuk..." mengacak poni dan menarik nya masuk ke dalam gedung.
Daniel meninggalkan tempat setelah Tuan mudanya masuk kamar diikuti gadis Tuannya.
*******************
*******************
Di dalam kamar yang lain
" James, gadisku pasti mencari..."
" ia di jaga kekasihnya..." James kesal karena sedari datang dan masuk ke kamar, Kesya selalu menanyakan Aralia. Apalagi saat Kesya tau, David melarang Aralia menghadiri pesta karena faktor keselamatan.
__ADS_1
" tapi..."
" kau ini, apa dia lebih penting dari ku...???, kalau begitu sana pergi, biar aku disini sendiri..." Kesya mengerjapkan mata. James yang selalu berwibawa dan tegas kini bak anak kecil yang sedang merajuk. Kesya tersenyum, menghampiri James yang sedang duduk bersandar dikepala ranjang tanpa menengok ke arahnya.
" apa sekarang kau sedang marah???"
" tidak, aku marah pun, tak ada guna. kau akan lebih memilih gadis itu. dulu pun kau lebih memilih meninggalkan aku demi menjaga gadis itu, kini saat aku sah menjadi suami mu, aku harus mendengar lagi kau mengeluh tentang nya..." jawab James ketus, dengan tangan bersikekap di dada, membuat siapapun yang melihat akan tersenyum gemas.
" sana, pergi..., gadis itu pasti ada di kamar bawah..." ucapnya lagi.
Tubuh nya di banting ke kasur, miring memunggungi Kesya. Kesya menggelengkan kepala nya tanda tak percaya, pria besar itu benar benar merajuk. Tapi mungkin jika ia di posisi James saat ini, ia akan melakukan hal yang sama, bahkan mungkin lebih frontal daripada yang dilakukan James saat ini. Bagaimana tidak, Pria itu menunggunya hingga 20tahun lamanya, membunuh hatinya untuk wanita lain diluar sana yang mungkin jauh lebih cantik dan lebih menggiurkan dari nya hanya karena sebuah alasan klasik...." cinta".....
" aku hanya ingin mendengar suara nya saja , sayang..." tangan Kesya mengelus rambut suaminya. James menepis tangan itu pelan , lalu menggeser tubuh nya menjauh tanpa mengucap apapun.
Kesya , menarik punggung itu agar berbalik ke arahnya. Menaiki tubuh suaminya dan mulai menggoyang kan tubuhnya.
" bagaimana jika satu ronde dulu..." ucap Kesya. Membuat yang dibawah sana mendes*ah kesal menatap wanita diatas tubuhnya...
" bila sudah memulai, aku tak bisa menghentikannya..., mana aku tau berapa ronde nanti yang ku buat..." jawab nya masih dalam mode kesal.
Kesya diam tampak berfikir, tubuhnya sedikit menuduk ke telinga James..." buat aku lemas, agar tubuh ku tak mencapai pintu itu..." bisik nya.
" kau yang pinta, maka akan kubuat kau tak bisa bangun hingga esok pagi..." ucap James sambil tersenyum penuh arti.
" kali ini, aku ingin menjadi pria egois..."James.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
@ara❤