Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Naik Wahana


__ADS_3

Suasana di kediaman Richard tampak tegang saat mobil Tuan muda memasuki halaman....


Pintu mobil terbuka, seluruh pelayan pribadi Savier maupun Richard berdiri di depan menyambut.....


Sang kepala koki yang juga sesepuh disana siap siaga akan satu pertanyaan sakral yang akan di ucapkan oleh Tuan muda nya...


Mereka semua tak berani menatap, karena tau pasti apa yang akan terjadi...


Dan benar saja....., pertanyaan pertama yang keluar dari mulut sang penguasa membuat semua jantung lepas dari tempat nya...


" Dimana gadis ku....???"


Semua diam..., Daniel mulai berfikir..., ada apa selama mereka pergi...


" Paman...., dimana Nona muda....???" kini Daniel yang bertanya..., dan pria tua itu tau jika Daniel sudah bertanya itu arti nya ada tameng untuk semua orang dari amukan Tuan muda nya....


" Di rumah sakit, Tuan....!!!"


David diam...., Daniel menghela nafas...., "ada apa Paman....???" tanya Daniel


" Setelah seluruh rombongan Tuan muda pergi, Nona muda juga pergi ke arena kuda, memanah dan menembak..., saat berjalan keluar Arena, seseorang menyerang menggunakan pisau dengan gerakan cepat, walaupun Nona muda bisa menangkis, ternyata kulit tangan nya sedikit tergores, tak selang beberapa lama Nona tergeletak tak sadarkan diri..., dua pengawal membawa Nona ke Rumah Sakit, dua pengawal meringkus penyerang itu dan membawa mereka ke markas...., tapi ditengah perjalanan pria itu tewas bunuh diri..."


" Dari hasil diagnosa...., Nona keracunan..., pisau itu telah dilumuri racun mematikan dan sampai saat ini Nona masih terbaring lemah di Rumah Sakit...."


Daniel menelepon Rey....., " kau dimana...???"


" Dikamar Nona..."


" Kami segera kesana..."


Daniel menutup sambungan telepon....


" Rey sudah disana memeriksa keadaan..., Mari.., Tuan..." ucap Daniel


David masih diam di tempat..., Tak bersuara dengan kepala menatap lurus ke depan..., Daniel tau, jika mereka lebih lama lagi di sini, David pasti akan mengamuk...


"Tuan..., Mari lihat keadaan Nona..., semua orang disana pasti sangat cemas menunggu Tuan..., termasuk Nyonya..." ucap Daniel


Begitu nama ibu nya disebut, David langsung pergi dengan langkah panjang, diikuti Daniel yang setengah berlari membukakan pintu untuk Tuan Muda nya.


Setelah kepergian Tuan muda, beberapa pelayan wanita lutut nya lemas dan lunglai..., khusus nya pelayan wanita yang telah di beri amanat menjaga Nona Muda nya secara pribadi...


" pergi ke tempat kalian masing masing dan tenang kan jantung kalian kembali...."


" Siap...." jawab mereka serempak...


Sementara pria paruh baya itu tetap menatap ke arah gerbang...., " semoga...."


Sekitar 20menit , mobil sampai di halaman parkir Rumah Sakit. Mereka disambut oleh beberapa pengawal, langsung menuju lift khusus yang telah terbuka membawa sang Tuan ke Lantai atas Khusus di mana kamar Nona dirawat..


Ting....pintu lift terbuka...., tampak Rey berlari menghampiri....


" Semua orang ada di dalam..., anda harus mengatur esmosi anda, Tuan...."


David diam menatap kamar khusus kekasih nya....


Pria itu menarik nafas pelan dan menghembuskan nya , begitu seterus nya sebanyak tiga kali....


David berjalan pelan..., tiba tiba suara ponsel Daniel berbunyi....


" Mark....???" ucap Daniel..., membuat David yang berdiri tepat di depan nya diam..., berusaha tenang menunggu berita berikut nya...


" Ya..."


" pria itu telah mempersiapkan sebuah pil yang akan langsung merusak sistem syaraf nya seketika jika ia menggigitnya..., kami telah mencocok kan wajah nya tapi tidak terdekteksi pria itu dari klan apa..., tapi..."


" apa...???"

__ADS_1


" apa Tuan muda ada disana , Bos....???"


" aku mendengar mu..., Mark..." terdengar suara barinton David di sebrang telepon...


" itu...., itu..., Tuan...., menurut beberapa gambar yang dikirim kan anak buah..., Nona Hana ke Paris tepat 1 hari yang lalu..., menginap di hotel dan yang mengejutkan tinggal satu malam dengan pembunuh itu ,Tuan...."


David mengambil ponsel Daniel..., " cari ja*lang itu dan tangkap hidup hidup...." teriak David


BRAK....ponsel Daniel hancur terlempar ke tembok....


Rey dan Daniel menggeleng pelan...


" bagaimana penampilan ku....???" tanya David...


Daniel maju membenarkan kemeja serta jas Tuan nya, juga memberi sedikit sapuan di kepala...


" jauh lebih baik, Tuan...." ucap Rey


David kembali melanjutkan perjalanan menuju kamar kekasih nya...


Memegang gagang pintu...., namun tak kunjung di buka...


" seharus nya aku membiarkan wanita itu mati dua tahun yang lalu..." ucap David


" Daniel....???"


" Saya mengerti , Tuan..."


David mengatur nafas kemudian membuka pintu...., tampak disana wajah lelah telah berkumpul..., Kesya dan suami yang memegang kaki gadis nya, Rebbeca dan suami yang memegang tangan gadis nya serta ibu dan saudara kembar nya yang sedang berpelukan...


" David...., kau kembali..." Ibu bangun dari duduk nya memeluk David erat..., sementara Duo J memeluk Daniel di belakang tak kalah erat...


" Daniel...., bawa semua pulang kembali ke Rumah..."


" baik, Tuan....."


Richard bangun dari duduk nya di tepi kasur sang putri....menuju David...


" siapa penyerang itu..., kenapa hingga kini putri ku belum bangun...."


" tengah diselidiki, Tuan..., tapi percayalah, mereka tidak akan selamat...."ucap Daniel menjawab..


" Dokter...., putriku...., apa dia akan selamat..., apa dia..." tanya Rebbeca tertahan.


" dia akan selamat, kami akan menikah, Mommy..., aku tak akan membiarkan dia pergi...." ucap David tajam ke arah kekasih nya...


Rey diam menatap Rebbeca lalu tersenyum..., " Dia kuat..., hanya itu yang saya tau, karena jika ini terjadi pada orang lain , sudah dapat dipastikan sebelum sampai ke Rumah Sakit ini, orang itu pasti tiada..., tapi Nona Aralia kuat...., dia sangat kuat..., percayalah Nyonya...."


" kalian benar, putri ku kuat, putri ku akan kembali..., dia kuat...." ucap Rebbeca sayup sayup...


" Kalian harus pulang, kalian terlalu lelah..., aku akan telepon kabar baik nanti untuk kalian..." ucap David


" Mari Nyonya Rebbeca, Nyonya Kesya, Nyonya besar...., kami antar pulang..." ucap Daniel...


Mereka semua mengangguk...


Rebbeca mengecup putri nya ..., " kami menunggu dirumah, Sayang..., Mommy mohon jangan pergi lagi....." kemudian pasangan suami istri itu pergi.


Semua hanya dapat menatap tubuh lemah yang berbaring disana dengan wajah sendu...., bagaimana tidak , baru beberapa hari sebelum nya gadis itu di perbolehkan pulang setelah bangun dari koma nya, mengikat jari manis nya dengan cincin pertunangan , kini gadis itu harus kembali terbaring lemah di kasur yang sama dan kamar yang sama, dengan kondisi yang sama....


" jaga dia , Nak...."


" iya , Bu...."


" kakak....." Duo J memeluk kakak nya...


" jaga Ibu...., semua akan baik baik saja...." Ucap David, Duo J mengangguk....

__ADS_1


Setelah semua pergi kamar nampak sepi , senyap, hanya ada suara berisik dari sebuah layar pemeriksa jantung..., dan juga sebuah bunyi dari gelembung oksigen.


Seluruh pengawal membawa pulang masing masing Para Nyonya kembali pulang ke Istana Richard....


Daniel bertugas membawa Nyonya besar dan juga si kembar di barisan paling belakang setelah dua mobil Nyonya Rebbeca dan Kesya....


Setelah mengantar mereka semua dengan aman, Daniel langsung menuju ke markas...., bertemu Jack dan Mark....


" Bos..."


" bagaimana...???"


" Pria itu benar benar dari Negara Nona Hana , Bos...."


" lacak keberadaan Hana sekarang...."


" baik , Bos...."


Mark dengan cekatan mengotak atik komputer nya...., dan tak berapa lama ia tersenyum....


" Dia masih di Paris...., Bos..."


" Bawa dia ke markas...., lakukan dengan bersih..."


" siap , Bos...."


Jack dan Mark mengambil kunci dan pergi..., begitu pula Daniel...., karena saat Daniel berada ke markas, Rey telepon Jack agar Daniel segera ke Rumah Sakit, Rey bilang, Tuan Muda nya marah marah karena tak kunjung sadar nya sang kekasih...


Di Rumah Sakit....


" kenapa tak ada perubahan padanya, Rey...??"


" obat nya belum bisa menetralisir racun nya, Tuan..."


" lalu..., bagaimana kondisinya....???"


" maaf..."


David diam....., bukan itu yang ingin dia dengar..., bukan kata maaf....


" katakan...."


" sepertinya sistem racun itu sudah menjalar di seluruh tubuh , Tuan...."


Sontak membuat David esmosi dan menarik kerah baju Rey....


" aku tak ingin dengar kata gagal, sembuhkan gadis ku..., lakukan apapun yang kau bisa, kau tau...., lakukan apapun..., cari penawar itu..., sekarang.." ucap David dingin lalu melepas kerah baju Rey dan kembali duduk disamping kekasih nya....


Rey langsung berlari keluar kamar sebelum nyawa nya melayang...., Rey sadar, hanya Daniel yang bisa mengontrol esmosi Tuan besar nya dan segera menghubungi Daniel....


David menatap sendu wajah kekasih nya...


Bibir mungil yang selalu menjadi candu setiap kali dia mengecupnya, hidung yang bangir yang selalu ia cubit kala gemas, pipi merah merona setiap kali ia malu..., mata teduh yang selalu membuat nya nyaman....


" aku membenci mu...., sangat membencimu..., bersama mu hati ku seperti berada di wahana permainan..., kadang kau membawaku melayang tinggi dan turun dengan damai seperti sebuah kincir angin, kadang kau buat aku pusing dengan permintaan mu yang aneh seperti naik wahana komediputar, kadang kau juga bisa membuat aku terlena seperti naik wahana ombak banyu, tapi kenapa....kenapa kau juga sangat suka membuat hatiku hancur tak menentu seperti naik rollercoster, Kenapa honey..., aku sangat tidak suka dengan wahana yang satu ini..., aku sungguh tidak suka...."


*


*


*


*


*


@ara❤

__ADS_1


__ADS_2