
Tap...tap...tap...
Pria memakai jas hitam, dengan rambut belah tengah yang selalu rapi di setiap penampilannya berjalan menuju sebuah kamar yang dijaga ketat dari awal pasien didalam nya terbaring lemah. Sang gadis , Abella Abrail mengikuti nya dari awal keluar kamar hotel hingga kerumah sakit.
Nampak dari jauh sang pengawal kepercayaan terus menatap ke arah depan kamar tersebut.
" bagaimana keadaan nya pagi ini...???"
" pagi tadi , pria itu memaksa meninggalkan kamar nya, tapi telah di lumpuh kan dengan obat bius..., sangat mencurigakan, Bos..."
" Jack..., senjata mu..., berikan pada ku...."
" are you sure..., Bos...???"
Daniel tak menjawab hanya melirik dengan isyarat mata..., Jack memberi senjata nya, Daniel mengambil senjata itu dan mengosongkan peluru di dalamnya..."
Bella terdiam melihat Daniel yang begitu ahli memegang dan mengotak atik senjata di tangan nya...
" sebenar nya kau itu siapa Tuan Sam...???"
Jack tertawa dalam diam...,"Tuan Sam..???"
Daniel menatap Jack tajam , membuat pria itu tertunduk namun tetap tak bisa menahan tawa nya.
Rey keluar dari kamar pria itu setelah beberapa menit masuk dan mengecek keadaannya bersama seorang perawat wanita yang membawa kereta gerak yang diatas nya terdapat banyak peralatan medis.
" Daniel...."
" bagaimana keadaannya...??" tanya Daniel sambil melirik ke arah kamar tersebut.
" seharus nya pria itu sadar sejak 10menit yang lalu, tapi aneh nya, hingga saat ini dia tetap dalam keadaannya yang seperti itu..." ucap Rey bingung.
Daniel tersenyum miring kemudian tubuhnya berputar mengarah pada sang gadis..., " pagi tadi kau bingung bukan, bagaimana bisa seorang Daniel Samantha mencurigai pengawal mu yang setia...???, kita ke dalam, dan kau akan tau wajah asli pengawal yang kau anggap kakak itu sekarang..."
Bella hanya mengerenyitkan dahi..., mendengar ucapan pria di depannya.
" Jack..., kalian semua turun ke bawah...,sisa kan dua pengawal untuk berjaga...., biarkan seseorang menjaga posisi lift terbuka dan...., siap kan satu mobil untuk pria itu kabur dalam keadaan menyala dan pintu terbuka..., ingat...., buat semua seolah alami..., pastikan agar pria itu tak curiga..., paham maksudku kan..."
" anda yakin bos dengan semua rencana ini...???"
" jika ingin dapat ikan besar...., umpat nya juga harus yang premium bukan...???" ucap Daniel menatap sang gadis dengan senyumannya yang penuh arti.
" tapi bukan kah akan berbahaya untuk nya.....???" Jack seperti tau maksud dan tujuan Daniel.
" sebenarnya apa yang kau rencanakan...???"
" hanya sebuah rencana agar kita dapat menemukan dimana kakakmu..."
" Bos....???"
" pria itu tak akan macam macam..., pria itu mencintai sang umpan..." ucap nya tersenyum seraya melirik sang gadis.
" ayo masuk ke dalam dan mulai drama nya....., bukan kah kau begitu mencemaskan nya...???" ucap Daniel pada Bella
CEKREEEKKK...
" Well...., seperti nya pengawal kakak mu masih tertidur...."
" tapi bukan kah kata Tuan Dokter harus nyq dia sudah sadar sejak tadi...???, apa ada masalah dengan nya...???"
" mungkin sebentar lagi dia akan sadar..."ucap Daniel...
Tok...tok....
" Bos...."
" bagaimana...????"
" kami semua sudah siap berangkat menuju istana Nona muda..., Bos..."
" Ya..., aku rasa disini akan aman selama tak ada yang tau, pergilah..., sisa kan satu atau dua pengawal di depan saja guna berjaga jaga...."
" apa tidak terlalu sedikit bos...???"
" tidak..., ada aku disini..."
" baik , Bos..., kami pergi..., permisi...."
" hmmm...."
__ADS_1
Bella hanya diam menatap akting sang pengawal dan sang Bos yang ada di depan nya....Begitu mendengar kata sepi...., sang pengawal tiba tiba tersadar dari tidurnya..., membuat segurat senyum terbit di bibir Daniel....
" aaarrrghhtt....., Nona...???, anda tidak apa apa..???" ucap pengawal yang kini tengah menatap penuh pada Bella....
" Pengawal Bob..., kau sudah merasa lebih baik...???" bukan Bella yang menjawab tetapi Daniel.
" sudah Tuan..., terima kasih karena telah menolongku..."
" itu hanya sebuah pertolongan kecil..., tuan Bob....., maaf jika aku memanggil mu dengan kata Tuan Bob..., tapi jika kau tidak menyukai nama itu...., bagaimana jika aku memanggil mu..., STEVE ....???" Ucap nya seraya mengarahkan pistol tepat ke arah sang pengawal..
Bella dan Bob jelas terkejut..., tapi dari sudut mata memandang, Bob jauh lebih terkejut...
" apa yang anda bicarakan...???, siapa itu Steve...."
" pria yang kau anggap kakak..., dia adalah mantan mafia kelas kakap di inggris..., mengikutimu seperti orang gila..., namun sayang cinta nya bertepuk sebelah tangan, karena kalian sepupu..., dia anak pria yang mengaku sebagai paman mu..., seseorang yang berusaha merampas seluruh harta peninggalan ayah mu..., harta keturunan ABRAIL..."
" tapi bagaimana mungkin...???" tanya Bella kebingungan...
" itu belum seberapa mengejutkan nya lagi..., yang lebih mengejutkan adalah..., pria yang kau anggap pengawal setia sang kakak..., justru dia yang menulis skenario penculikan kakak mu..."
" apa...., kau gila..." teriak Bella..
" anda benar Nona, pria ini sudah gila...., bagaimana mungkin aku yang menulis semua skenario penculikan itu, sedangkan anda bisa liat bukan..., aku disini korban..."
" Tuan Sam..., kau mulai ngaco..."
Daniel tertawa...., " kau tau Steve..., Leo bukan orang bodoh..., sesaat sebelum Leo tertangkap dia menyuruh adik kesayangan nya menemui ku dan Bella...., gadis disamping mu itu, telah menyerahkan sebuah kunci padaku..." ucap Daniel menunjukkan kunci di tangan nya....
" kau tau apa arti nya itu..., arti nya dari awal dia tak pernah percaya padamu..., bahkan kunci itu dia kirim ke inggris terbelenggu pada leher sang adik agar semua aman..., dan kau tau..., semua berkas berkas itu kini ada padaku..., aku...., Daniel Samantha..., kini punya kuasa penuh atas seluruh dokumen serta aset di dalam nya..."
" Nona....???" Bob memandang ragu pada Bella...., seperdetik setelah nya Bella mengangguk membenarkan.
" Shhiitttt...." ucap Bob pelan. Bob melepas paksa jarum infus..., mengambil garpu dan menarik Bella lalu mengarahkan garpu pada leher gadis cantik itu.
" Bob..., apa yang kau lakukan..."
" diam kau gadis manja..., jika bukan karena kebodohan mu aku tak akan melakukan hal ini padamu...."
" Bob lepaskan aku..." teriak gadis itu.
" Kau tau, Daniel..., dalam dunia mafia tidak ada kawan dan juga cinta..., jangan kau pikir karena aku mencintai gadis ini , aku tak tega untuk membunuh nya..."
" Hahaha...., benar..., aku yang telah menculik kakak mu..."
" tapi...., Bob..., kenapa...???"
Bob tertawa..., " harus nya kakakmu yang bodoh itu menyerah...., seharus dia menurut saat ayahku meminta hak waris atas nama ABRAIL..., tapi ternyata kakak mu sangat kuat..., dia membawa seluruh berkas ke Paris, menyembunyikan mu di Inggris dan mengembangkan seluruh aset kekayaan kalian di sini..., di Paris..., aku dengan susah payah masuk ke dalam kehidupan kakak mu...., tapi setelah 4tahun baru aku tau, semua tetap aman di inggris..., karena kakak mu telah memberikan semua kuasa itu padamu..., kau tau....???, Merry...., dia mati terbunuh oleh ku..., hahaha...."
" kau gila , Bob...." teriak nya frustasi...
" diam gadis bodoh..., jika bukan karena kecantikan mu..., kau pun sudah aku bunuh malam itu...."
" apa maksud mu..., Bob...."
" aku mencintaimu , Bella...., karena nya ku biarkan kau hidup hingga detik ini...., begitu aku tau kau memegang semua kunci berkas, aku menyusul mu di inggris, membunuh pengasuhmu dan mengatur kepulangan mu ke Paris..., pria di depan mu benar, skenario penculikan itu aku yang buat...., tapi...., pria itu tak ada dalam skenario ku...." ucap Bob menatap tajam ke arah Daniel...
PROOKK...PROOOKKK...PRROOOKKK...
Daniel bertepuk tangan....
" itu artinya dari awal kau mengikuti langkah gadis ini...., benar begitu...???, kau berpikir jika menghabisi sang kakak, lalu kemudian membuat sang adik merasa nyaman maka kau akan dapat kedua nya...???, harta ABRAIL dan juga gadis nya...., begitu...???, sungguh kau sangat pintar tuan sutradara..." puji Daniel masih dengan tepuk tangan mengarah pada pria yang menancapkan garpu pada leher sang gadis.
" argh..." gadis itu berteriak saat garpu sedikit tertancap dan mengeluarkan darah dari leher nya.
" Bella..." spontan Daniel berteriak...
" hahaha...., jadi kini sang asisten yang hati nya beku telah jatuh cinta...???"
" hentikan ini..., kau melukai nya..."
" diam bodoh..., dia gadis ku..., selamanya hanya gadisku..." teriak Bob
" argh...." Bella semakin meringis saat garpu itu kembali menyayat kulit leher nya...
" serahkan senjata mu..., cepat..."
Daniel membuang senjata nya ke arah kasur..., tepat di depan sang gadis...Bob mengambil senjata itu membuang garpu dan menodongkan senjata itu ke pelipis sang gadis.
" ikut aku..., kau biarkan aku lewat atau gadis ini mati..."
__ADS_1
" lepaskan , Bob..."
" Diam...."teriak nya
Daniel memberi isyarat sang gadis agar menurut dengan sebuah gelengan dan tatapan.., gadis itu diam menatap pria di depan nya, Daniel tersenyum tipis dan mengangguk seolah berkata..." percayakan semua padaku"
Bob sudah keluar dari kamar menyisakan dua pengawal disana...
" perintahkan anak buah mu guna menyingkir, Tuan Daniel..."
Daniel memberi isyarat pada sang pengawal...., mereka berjalan ke arah Daniel dengan wajah marah...
" hahaha...., Tuan Daniel...., mati saja kau KE NERAKA...."mengarahkan pistol ke Daniel dan...
CLETEK...CLETEK....
" apa...., oh..., shitttt....."
Daniel maju kedepan menarik pergelangan tangan dan melepas paksa sang gadis dari cengkraman..., saat sang gadis terlepas..., perkelahian terjadi...
" lindungi gadis itu..." perintah Daniel
BAGH...BUGH...BAGH...BUGH...
tendangan..., pukulan..., berputar..., pukulan lagi...., saat kaki sang pengawal maju Daniel pura pura terkejut dan tersungkur...
Ting...pintu lift terbuka....
Bob berlari kearah nya dan melesat turun ke bawah...
" Bos..., anda baik baik saja...." ucap Jack berlari ke arah Daniel...
" Apa kau tidak liat, tendangan pria itu asli..., tentu saja sakit..." oceh Daniel kesal...sambil mengelus dada nya....
Jack hanya cengengesan...
" Sam...., kau berdarah..." ucap Bella mendatangi Sam dan mengusap wajah nya panik...
Daniel terdiam sesaat..., membeku di tempat..., hingga sebuah suara membuyarkan lamunannya..
" hanya luka kecil Nyonya Sam..."
" Jack...." ucap Daniel kesal..., sementara sang gadis langsung menarik tangan nya kembali dan wajah nya berwarna merah ke unguan
" ini bos..., bagaimana selanjutnya...."
Jack tersenyum sambil menyerahkan sebuah microfon pada Daniel.
" semua tetap pada posisi..., pria itu telah masuk lift menuju ke bawah..." ucap Daniel melalui microfon nya.
" siap bos..."
Ting....pintu lift kembali terbuka...
" aku harus mengjar pria itu...., kau tetap bersama nya, jangan mengikutiku..."ucap nya pada Bella.
" Jack..., suruh Rey mengobati luka gadis itu...." teriak Daniel saat pintu lift hendak tertutup.
Sesampainya di bawah, Daniel mengejar sang pengawal..., tapi Bob keburu menarik seseorang yang sedang berdiri di depan pintu mobil yang masih menyalah, memukul pria di depan mobil , masuk kedalam mobil dan melesat keluar dari parkiran rumah sakit...
Bob tertawa saat menatap Daniel yang terlihat kesal karena tak bisa menangkap nya....
" HAHAHAHA....., pecundang...." teriak Bob di sela tawa nya....
Setelah mobil keluar dari rumah sakit, Daniel tersenyum setan...., " Mark..., umpan termakan..., nyalakan GPS nya..., lacak kemana ia pergi..." perintah Daniel pada sebuah microfon...
" kau salah memilih lawan...." Daniel
*
*
*
*
*
@ara❤
__ADS_1