Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Up to you


__ADS_3

Pagi hari di sebuah kamar.....


" sayang..., aku ingin kau keluar jemput gadisku Aralia...., dan bawa ia kesini sekarang ya..." pinta Kesya pada pria yang sedang bersandar di penyangga ranjang sembari memangku laptop.


" aku rasa , David tak akan mengizinkan gadis itu dibawa kesini..." ucap James.


" suruh Jack dan Mark saja , Sayang..." pinta nya lagi.


" itu jauh lebih tak mungkin..., jika Jack dan Mark pergi artinya kau akan sendiri..., siang nanti aku ada pertemuan penting , sayang...."


" astaga...., sulitnya membujuk dirimu..., aku kangen Aralia, aku ingin bertemu.., lagipula aku bingung seharusnya yang dijaga ketat itu gadisku Aralia..., tapi kenapa malah aku yang tak bisa gerak kemana mana juga sih....." kesal Kesya.


" andai kau tau, kau kunci utama ke kwatiran semua orang..." James.


" kau ini kenapa sih sayang, sudah dua hari ini sikapmu aneh..." memandang Kesya dengan mata sedikit menyipit.


" aneh dari mana coba...???" kesal Kesya semakin menjadi jadi.


" Ck..., kau ingin aku membuat soup dengan potongan daging dan banyak keju di tengah malam kemarin, padahal setau ku, kau itu tidak begitu suka keju. Dan jangan lupakan tentang spagetty yang tertutup gunung keju tadi malam..., kau juga memintaku membuat coklat panas, kau tau....,sayang..., semua itu bukan dirimu...., sangat..., kau seperti Aralia..., atau jangan jangan kau sedang hamil ....., apa kau sedang hamil sayang.....????" tanya James antusias, membuat Kesya melotot dan melempar bantal mini ke arah sang suami.


" jangan bicara yang tidak tidak ya... " bibir wanita itu mulai mengerucut.


" hei..., aku ini berdoa setiap malam, semoga kau cepat hamil dan melahirkan bayi yang lucu untukku..., bukankah keluarga kita akan lengkap dengan ada nya tangis bayi nanti....???" James mengelus pipi Kesya dengan sayang.


" James..." Wajah Kesya tiba tiba di selimuti mendung begitu James selesai bicara.


" hei..., aku tidak memaksa, aku hanya berharap saja sayang..., tapi jika ternyata Tuhan belum anugrahkan bayi itu datang, kita sudah punya seorang anak gadis yang tetap selalu kita sayang hingga nanti bukan...???" James tersenyum menatap istrinya dan mencium kening nya dengan lembut.


" maaf kan aku...., karena ke egoisanku, kita harus menikah di usia yang sudah tua seperti ini..." cicit Kesya menunduk.


" kalaupun aku diberi kesempatan harus menunggu atau mencari pengganti mu..., aku akan tetap menunggu, karena aku mencintaimu...." ucap James sambil tangannya mengacak acak poni sang istri.


Kesya tersenyum..., " terima kasih sayang...." James mengangguk kemudian tubuhnya kembali bersandar dan tangan nya kembali mengetik di atas laptop.


" jika ia tak boleh kesini..., antar aku menemuinya..." pinta Kesya.


" ayo cepat..., kita pergi ke Rumah Richard...." ajak Kesya menarik tangan James.


" astaga sayang..., bisakah kau sedikit pelan pelan..., aku masih banyak hal yang harus diselesaikan , sayang..."


" iiissshhhh..., aku ke Duo JM saja, suruh mereka antar..." Kesya beranjak bangun dari ranjangnya.


" sayang tunggu dulu..., biar aku selesaikan tugasku, lebih baik kau ganti pakaian mu sekarang , setelah itu kau aku antar..." ucap James begitu melihat istri hendak pergi dari kamar.


" ocree..." senyum mengembang di bibir Kesya. Membuat James geleng kepala melihat kelakuan istrinya yang seperti anak kecil.


********************************

__ADS_1


********************************


Mobil memasuki halaman rumah Richard, seseorang menunggu dengan senyuman manis di depan pintu.


" lihat...., gadismu sudah tidak sabar, sampai sampai ia rela menunggu di depan pintu hampir tiga puluh menit lamanya..." ucap Rebbeca begitu Kesya sudah berdiri di depan pintu.


" aku sudah menunggu lama untuk bertemu dengan mu, Kesya...., kau tau, David melarangku pergi tanpa di dampingi banyak pengawalnya..., membuat aku sedikit sulit bernafas dan bergerak bebas...." ucap Aralia di balas suara tawa yang besar dari Kesya.


" pacarmu itu sedikit gila..., sayang..." kata Kesya tertawa geli.


" ya..., tertawa lah dengan puas..., karena seperti nya James juga sedikit berubah sekarang...???"


" well..., seperti yang kau lihat, ia sedikit tidak waras mengikuti jejak kekasihmu dan asistennya itu...." ucap Kesya mengangkat kedua bahunya.


" ok..., kita ke kamarku saja..., biar bisa bebas ngobrol..." bisik Aralia...Kesya mengangkat jempolnya sedang Rebbeca tertawa melihat kelakuan dua wanita beda umur di depannya.


" sepertinya, predikat mommy lebih cocok jatuh padamu, daripada untukku...??"


Ucapan Rebbeca membuat mereka bertiga tertawa.


Kesya menghampiri James..., " pergilah..., aku akan tetap disini sampai kau kembali menjemputku nanti sore..."


James mencium pipi istrinya...., " aku titip wanitaku..., Rebbeca..., Aralia..."


Rebbeca hanya tersenyum sedang Aralia..., " siap Bos...."


" bye....., miss you...." ucap James dengan jari di bibir kemudian dilempar ke arah Kesya.


" hap..., aku tangkap..." tangan Kesya kedepan seperti sedang menangkap sesuatu, membuat James tersenyum dengan kelakuan istrinya.


James pergi meninggalkan Rumah itu.


Seseorang yang sedang duduk dipinggir danau menatap kepergian James dengan senyum di bibirnya. Mengambil ponsel di saku dan menelepon seseorang.


" Sasaran sedang di istana..., Tuan..." tapi penjagaan disana sangat ketat, tak mungkin kita menerobos masuk, Tuan...."


" hmmmm, Awasi terus target, jangan sampai lengah...."


" baik , Bos....."


tut....tut....tut....tut....


Baru saja ia mematikan telepon, seseorang menodongkan pistol di kepalanya.


" seharusnya kau tau..., sejauh radius 5 km dari Istana Richard , kami juga memasang alat pengintai..., mau ikut atau kami paksa...???" ucap pria penodong senjata.


Pria itu menurut, berdiri mengikuti gerakan yang ditunjuk pihak lawan, saat dekat jalan Raya....

__ADS_1


BUUUKKGH....


Pria itu memutar tubuh , menarik pistol, menendang perut lawannya hingga jatuh tersungkur.


" Cih..., aku bukan lawanmu..., sobat..." mengarahkan pistol tepat di jantung lawan.


Doorrr.....


" Shhiiiittt...., kali ini kau selamat..." ucap pria itu kemudian berlari menuju motornya dan kabur...


" sial...." maki pria itu memegangi perutnya.


Seseorang berlari menuju ke arahnya...


" are you oke, Mark..." ucap Jack terengah engah.


" dia berhasil kabur..."


" It's okay...., yang penting kau selamat..."


" bos akan marah jika kita tak segera melapor..." ucap Mark.


" Ya, kau benar..., ayo aku bantu kau bangun..." ucap Jack mengulur tangan membantu Mark bangun dan memapahnya ke dalam istana.


" hahaha...., kau lucu Mark..., sudah kubilang perbanyak latihanmu..., tapi kau hanya fokus dengan angka dan sandi sandi..., bagaimana jika tadi aku telat datang...." Ucap Jack sambil memapah temannya ke dalam istana.


" Sepertinya pria tadi bukan lawan yang remeh..., ia tak seperti mata mata yang sering kita hadapi selama ini..." ucap Mark sambil terus memegang perutnya.


" Ya, aku lihat juga seperti itu..."


" kita lihat CCTV kemudian cocokkan wajahnya dengan beberapa mafia kelas bawah..., aku curiga itu salah satu pengawal terlatih Red Devil..."


" bagaimana kau tau...???" tanya Jack menatap Mark.


" hanya firasatku..." ucap Mark santai.


" up to you..., men..." ucapan Jack membuat Mark tersenyum meringis memegang perutnya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


@ara❤


__ADS_2