Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
lakukan sesuka mu


__ADS_3

David duduk di salah satu sofa berbentuk L dengan mode tunggal....sementar ke empat yang lain nya duduk di sofa panjang..., jarang sekali bagi David menyuruh seseorang duduk bersama kecuali mereka akrab satu sama lain.


Tapi karena pria di depan nya telah menyelamatkan nyawa saudara nya...., mereka bisa di hitung pengecualian.


" Aku tak ingin jawaban berbasa basi...., jadi jawab saja , " ya" atau " tidak" semua pertanyaan...." ucap nya memulai.


David mengeluarkan foto pertama....., sebuah foto pria bertato.


" pria ini yang menyusup ke dapur dan menaruh racun di makanan saudaraku...., kalian mengenal nya....???"


" tidak..., Tuan...." jawab serempak


David menghela nafas....


" tapi...." seorang tampak ragu menjawab.


David menatap nya..., " lanjutkan ucapan mu...."


" emmmm...., saya pernah melihat tato di kiri tangan nya itu Tuan...., seperti nya familiar...., saya pernah melihat beberapa orang memakai nya, di sebuah club malam tempat para mafia teratas sering muncul...." ucap nya.


" Mark....???"


" segera akan terlacak, Tuan...."


" lima menit...." ucap David menatap Mark.


Mark menunduk patuh.


Mark mengambil gambar tersebut dan mulai berselancar di dunia maya.


" kalau begitu lanjut ke foto berikut nya...."


David menunjukkan sebuah foto Saat pria itu berbicara berdua bersama dengan wanita di sebuah club. Setelah itu , David menunjukkan foto wanita dengan pose seorang model.


" anda bersama wanita ini dua hari yang lalu....???" tanya David tajam pada pria tua di depan nya.


" i....iya ...., Tuan...."


" itu arti nya , anda pasti tau siapa wanita ini....???"


Pria itu bersimpuh turun dari sofa.


" saya berssumpah , Tuan...., saya tidak mengenal wanita itu...., malam itu x pertama kami bertemu..., tolong percaya lah , Tuan...."


David tertawa keras.....


" jadi dengan dasar apa racun itu bisa berpindah tangan, HAH......." teriak nya di akhir kalimat.


" itu...., itu...." pria itu gugup.


David mengeluarkan senjata nya. Semua panik. Bahkan Jack dan Mark juga sempat terkejut, pasal nya mereka sangat tau sedekat apa Bos dengan sang majikan, dan hanya satu sama lain nya lah, emosi mereka bisa stabil tak memuncak.


" ampun , Tuan..., ampun , Tuan....."


" katakan...." ucap nya sedikit pelan tapi tegas.


" malam itu , dia mendekati meja saya yang penuh dengan pengawal dari klan...., dia berbisik, bahwa saya akan puas dengan service yang wanita itu berikan...., dia bilang, dia bisa mengulangi nya hingga adik saya tak sanggup lagi memompa....."


" Ck...." mulai kesal kan.


" lanjutkan...." tapi tetap menyuruh melanjutkan.


" wanita itu seperti nya tau kalau saya seorang hyper....,dan malam itu dia benar benar memberikan saya service yang memuaskan...."


" cukup...." potong David.

__ADS_1


David bangun dari duduk nya dan menuju lemari, lampu itu masih hidup, walau cahaya nya tak terlihat oleh orang awam, tapi David dapat merasa seseorang terluka disana....


Dia mengambbil ponsel....


tut...tut...tut....


" ......"


" kau yakin ingin dengar....???"


" ......."


tut....tut....tut.....


David kembali duduk, menatap pria tua yang bersimpuh.


" jadi , taruhan nya adalah sebuah racun....???"


Pria itu mengangguk....


" wanita itu bilang, dia ingin membunuh seorang musuh yang sudah lama ia incar, dia butuh racun yang berjalan sangat cepat proses kematian nya tanpa terdeteksi....., saya yang saat itu sedang merasa senang, mengabulkan permintaan nya, dengan syarat, setelah incaran wanita itu mati, dia harus menjadi budak ranjang saya...."


David menegak kan kepala yang sempat tertunduk....


" jawaban wanita itu....???"


" dia setuju..."


David melihat lagi cahaya itu telah mati, begitu juga Jack dan Mark yang melirik ke lemari itu.


David menunduk sesaat...., dia dan semua yang bernaung di klan nya tau, seberapa terluka nya pria disana hingga mematikan CCTV secara sepihak....


" bagaimana kinerja racun itu....???"


" racun itu akan bereaksi jika penggunanya semakin memompa detak jantung nya, dengan kata lain, seseorang yang menelan racun ini akan mati layak nya terkena serangan jantung...."


" jika wanita itu tau sang ahli racun dengan baik, berarti dia tau, jika kita juga merupakan salah satu pendiri klan, Tuan..." ucap Jack di setujui Mark dan David dengan anggukan.


" itu arti nya , dia tau jika kita akan membebaskan pria ini untuk menjebak serta menangkap nya...." sambung Mark.


David sekali lagi mengangguk.


Mark mendekat dan memberikan laporan.


" pria di foto adalah salah satu kumpulan organisasi yang berperan sebagai pembunuh bayaran layak nya Queen Black...., beda nya, mereka bergerak sendiri sendiri dengan target mereka, tanpa ada seorang Tuan disana...."


David diam, sedang memikirkan sesuatu.....


" Amankan pria tua ini satu minggu , buat rumor dia sebagai buronan LION BLACK untuk memancing wanita itu keluar...., walaupun pria itu sudah mati, aku yakin wanita itu masih berkutat dengan dunia mereka guna mencari informasi...."


" baik , Tuan....."


David bangun dari duduk nya, hendak pergi meninggalkan ruangan.


" terima kasih, Tuan..., anda telah memaafkan kesalahan saya...." ucap pria tua itu bersujud.


" jangan senang dulu pria tua...., alasan aku melepasmu adalah karena kau sudah berhasil membuat saudara ku bangkit dari kematian...., tapi harus kau ingat, dia hampir mati karena racun yang klan kalian ciptakan...., jika wanita itu tidak ku dapatkan hidup hidup setelah lebih dari satu minggu...., aku pasti minggu berikut nya , seluruh organisasi mu rata dengan tanah seperti organisasi pembangkang lain nya..." ucap David sambil tersenyum iblis.


David keluar ruangan menuju kamar kakak nya....


Pintu terbuka...., seseorang tampak menutup wajah nya dengan selimut, dan wanita yang terus memeluk nya dari belakang...


" Tuan...." wanita itu kaget dan melepas pelukan nya....


David diam disamping tempat tidur....

__ADS_1


" aku ingin sebuah penjelasan...." ucap seseorang di balik selimut....


" ibu tak akan bicara jika itu akan membuat anak nya terluka...." ucap David.


" aku bilang..., aku ingin sebuah penjelasan...." teriak nya di akhir kalimat...


Tak berapa lama ia terbatuk...., David panik, ia membuka selimut pria itu dan memeluk nya....


Daniel masih terus terbatuk dengan darah segar keluar dari mulut nya..., Bella syyok dan sempat mundur, David membenarkan posisi kakak nya agar sedikit duduk dan mengambil minuman.


" tenanglah...." ucap nya.


" jika kau diposisi ku...., apa yang akan kau lakukan, apa kau bisa sangat tenang.....???" tanya pria itu sendu..., David kembali memeluk nya.


" panggil kan nyonya besar..., aku ingin dengar semua nya...." pinta Daniel.


" akan aku lakukan setelah kondisi mu stabil..."


Daniel memaksa melepas pelukan..., dan menatap David...


" aku tidak akan pernah stabil..., kau tau itu dengan baik...."


Pria dingin itu meneteskan air mata..., ia menunduk....


David terduduk disamping nya di kasur yang sama dengan wajah yang sama tertunduk nya.


Bella yang tidak menerti apapun hanya bisa diam menatap sepasang adik kakak di depan nya.


" Bersihkan tubuhmu..., ganti pakaian dan rapikan kamar ini...,aku akan hubungi ibu...."


" bantu kekasih mu, Nona...,aku akan panggil pelayan...."


Bella mengangguk...


" jangan menangis di depan nya, kau tau bagaimana ibu...." ucap David.


" tidak...."


" apa kau yakin...., apa nanti nya kau tidak akan semakin terluka...???"


Daniel tertawa miris.....


" luka seperti apa lagi yang bisa menusuk ku......???, bahkan kata kiasan jika sebuas buas nya singa betina, sang pemburu itu yang tidak akan membunuh anak nya, sayang nya....,itu tidak berlaku untuk ku...., jadi masih adakah yang lebih menyakitkan selain itu.....???, katakan....???" ucap nya tersenyum miris.


David diam menatap pria di depan nya.


" baik..., lakukan sesuka mu...., jika itu bisa membuat hati mu lebih tenang..., lakukan saja...., lakukan saja...."


David terbangun dari kasur menutup pintu..., Bella memapah Daniel menuju kamar mandi untuk bebersihkan tubuh selang tak berapa lama, pelayan datang membersihkan ruang....


Sementara David, dia sedang menangis sendiri di sudut kamar tanpa siapa pun yang melihat....


" Ibuuuu....."


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*@ara❤


__ADS_2