
" Tuan muda sedang bermain bola gelinding.."
" Tuan muda saat ini bermain jetsky.."
" Tuan muda sedang bermain banana boat.."
" Tuan muda saat ini sedang Diving.."
" Tuan muda sudah kembali ke Hotel.."
Itu semua pesan singkat pengawal khusus penjagaan yang Daniel siapkan untuk Tuan mudanya. Ya.. walau sejauh apapun jarak Daniel, semua info tentang David harus dia dapat kan. Semua yang berhubungan dengan David harus dibawah pengawasannya langsung, baginya tidak ada yang lebih penting dan paling prioritas selain Tuan muda David Savier.
Daniel tersenyum melihat isi pesan itu. Daniel kemudian menelefon Tuan nya yang saat ini ada di kamar hotel.
" malam ,Tuan.."
" hmmm..."
" saya pesan makan malam di kamar atau Tuan ingin turun ke bawah??". tanya Daniel.
" siap kan ruang VIP , dan gaun untuk nya..."
tut....tut...tut.....
' seperti nya akan semakin sulit....' Daniel.
Daniel menuju ke kamar hotel tempat Tuannya menginap, Daniel masuk membawa paper bag berisi pakaian dan beberapa asesoris pelengkap nya.
tok...tok...tok...
Ara membuka pintu dan terkejut Daniel sudah ada disana.
" ada apa Tuan..???"
__ADS_1
" Tuan David meminta anda memakai ini dan menyuruh anda menunggunya di ruang VIP yang telah disediakan, ada 2 pengawal di depan yang siap mengantar anda ke tempat tersebut..." ucap Daniel.
" Ruang VIP..??? Untuk apa..???" tanya Ara bingung.
" permisi Nona..." bukan menjawab Daniel malah berbalik meninggalkan Ara menuju kamar David.
" kebiasaan..." guman Ara kesal.
Setelah menerima paperbag tersebut, Ara masuk ke dalam dan memakai gaun tersebut, keluar dari kamar di ikuti oleh pengawal yang telah Daniel siap kan.
" silahkan Nona muda.." ucap dua pengawal mempersilahkan Nona muda nya dengan sopan dan kepala tertunduk.
" No..nona????" guman Aralia seperti terkejut tapi tetap berjalan ke lantai bawah seperti intruksi sang Asisten.
**********
Sementara Daniel yang berada di kamar David menunggu Tuannya selesai mandi dan berganti pakaian, bahkan Daniel juga yang memasangkan dasi tersebut.
" Ada apa..???" David bertanya pada Daniel seperti tau telah terjadi sesuatu.
David menajamkan pendengaran dan memicingkan
"Kesya meminta kita menyiapkan pesawat pribadi ke Bali dengan nama Anda, Tuan David Savier..." lanjut Daniel.
David hanya diam, kemudian menganggukkan kepala tanda setuju..
Daniel menghela nafas berat, seperti nya dia tau apa yang harus dilakukan. Tapi entah kenapa perasaan nya menjadi tidak enak.
Daniel mengambil ponsel di saku celana , menghubungi seseorang.
" Siapkan saja semua yang Nyonya itu inginkan.." ucap Daniel pada seseorang diseberang telepon.
" baik Tuan, kami pastikan Dia aman sampai di Bali, dan akan langsung kami bawa ke Hotel..."
__ADS_1
" Saat memasuki Hotel, pastikan tidak ada yang melihat. jika ada yang mencurigakan , kau tau harus apa.."
tut...tut...tut...
Daniel menutup ponselnya, memandang lurus ke arah David yang sedang duduk di sofa panjang menghadap jendela luar. Yang ditatap hanya diam , tidak beranjak dari tempatnya.
" pastikan Aralia tidak tau kedatangan nya.."
" baik Tuan..."
David bangun dari duduknya, " ayo pergi , dia sudah terlalu lama menunggu.."
Daniel membukakan pintu kamar dan mengikuti Tuan muda nya dari belakang. Memasuki lift khusus yang langsung menuju ke bawah . Didalam lift Daniel nampak gelisah.
" aku tau apa yang kau pikirkan.." David menatap Daniel dari pantulan tembok lift.
Daniel menatap punggung Tuan mudanya. Daniel takut terjadi sesuatu dengan Tuan mudanya kedepan harinya.
" Jika semua ini memang sudah di atur, itu artinya dia orang yang sangat cerdas bukan.., karena pada kenyataan nya rencana yang disusun telah berhasil...????. Kenyataannya aku memang telah jatuh cinta pada gadis itu..."ucap David.
" Tuan..." Daniel tak melanjutkan ucapannya karena David telah menatapnya tajam.
" Tunggu saja kedatangannya.." ucap David yang hanya di balas tatapan pasrah oleh Asistennya.
" baik Tuan..." balas Daniel.
*
*
*
*
__ADS_1
@ara❤