
David telah selesai membersihkan dirinya, berganti pakaian tidur dan saat ini tengah memasuki kamar kekasihnya, pelan membuka pintu tanpa suara. Matanya fokus pada gadis yang tergeletak di atas ranjang berukuran king size. Berselimut tebal berwarna putih hanya menampakkan rambut panjang dan wajah yang lelah.
David menghampiri ranjang itu, menaiki nya pelan agar gerakannya tak mengejutkan pemilik kamar. Tangan kokoh nya mengelus pipi lembut sang gadis.
" hidup mu sungguh rumit, aku seperti melihat banyak bentuk wajah saat denganmu..."
Tiba tiba tubuh gadis itu berbalik dengan posisi terlentang, dapat David liat dengan jelas beberapa tanda kepemilikan yang telah ia buat saat sebelum ia bertemu Kesya untuk kedua kalinya.
David tersenyum, " cantik..." tubuhnya bergerak masuk ke dalam selimut dan memeluk gadis yang tengah tertidur pulas disampingnya. David menghirup wangi bunga dari tubuh sang gadis, wanginya membuat otak David rilexs...
" aku yang kini akan melindungimu..., jadi tetaplah disampingku, tetaplah bersamaku...." ucapnya.
***********
Daniel memasuki kamar pagi ini seperti biasa membawa sarapan untuk Tuan muda spesial yang selalu menjadi tanggung jawabnya.
" taruh dan tata rapi disana.." pinta Daniel menunjuk ke arah meja makan pada seorang pelayan.
Pelayan itu mengangguk ," baik Tuan.."
" setelah urusanmu selesai, keluarlah..." pelayan itu mengangguk dan pamit dari tempat tersebut.
Daniel menatap keluar jendela. Ruangan itu hampir dominan dengan jendela yang besar mengelilinginya. Itu konsep yang selalu David suka.
David keluar dari kamar Aralia menatap punggung Daniel, menyadari kedatangan Tuannya, Daniel berbalik.
" Berbenah diri , sarapan lalu kita keluar hari ini, Kesya butuh waktu menjelaskan kepergiannya ke Paris pada Nona Aralia..." David mengangguk, lalu masuk kekamar diikuti Daniel.
Setelah semua beres David keluar diikuti Daniel menuju meja makan untuk sarapan. Daniel berdiri disamping David menyiapkan makanan kepiring Tuan mudanya.
" kau tidak ikut makan...???"
" sudah, sebelum saya kemari , Tuan.."
" hmmm.."
__ADS_1
Aralia keluar dari kamarnya, " maaf saya kesiangan.."
" hmmm..."
' aaaiiissshhhh....ada apa dengan nya..???' Ara.
" sarapan Nona Aralia..." ucap Daniel menarik kursi Aralia mempersilahkan wanita itu duduk. Aralia tersenyum sangat manis ke arah Daniel, menghampiri kursinya dan duduk.
" terima kasih, maaf merepotkan..." Daniel menaruh makan kepiringnya.
" saya bisa ambil sendiri..." Daniel hanya tersenyum sementara Aralia terlihat sedikit canggung, ditambah tatapan David yang aneh menatap ke arahnya...
" kenapa kau mudah sekali tersenyum manis pada orang lain...???" ketus David.
" ya..???" Aralia bingung menatap David seperdetik kemudian menatap Daniel.
" mata itu juga terlalu sering menatap orang lain disekitarmu..., apa aku saja kurang cukup untuk mu...???"
" maksudnya...???" Aralia semakin bingung.
Mereka selesai dengan sarapannya, Aralia membereskan semua dan menumpuk piring kotor itu menjadi satu. Tiba tiba bell berbunyi...
ting....tong...ting...tong
Ara beranjak membuka pintu dan tubuhnya sontak membeku. Matanya berkaca kaca, seperdetik kemudian memeluk erat orang di depan pintu tersebut.
" aku merindukanmu...."airmatanya jatuh berurai.
" kau jahat, kenapa kau tidak membalas pesanku...???" ucapnya sambil sesegukan.
" aku terlaluuuu......sibuk." wanita yang dipeluk membalas santai.
Aralia melepaskan pelukan, tangan nya memukul pundak wanita didepannya.
Plak..
__ADS_1
" jahat..." ucapan nya membuat wanita itu terkekeh geli.
" kau tak membiarkan aku masuk???" tanya wanita itu.
Aralia berbalik ke arah Tuan muda, memandangnya seolah meminta persetujuan.
" masuklah bawa dia ke kamar mu...." ucap David.
Aralia tersenyum senang, menarik wanita itu kekamarnya dengan semangat lalu menutup pintu dengan keras..
Brakkk...
" astaga, hati senang saja seperti itu, bagaimana kalau dia marah..." guman David.
" pintu rusak dan seluruh kaca pecah, Tuan.." Daniel menjawab ucapan Tuannya.
" aaiiissshhh...bagaimana jika aku buat kesalahan...???" tanya menatap Daniel.
" tubuh anda akan di bius dan dipotong kecil kecil..., kemungkinan Nona akan menyuruh saya memberikan potongan nya pada Shella..." ucap Daniel sambil mengangkat bahunya pelan.
" iiihhhh....., kau gila.." Daniel terkekeh geli melihat reaksi Tuan mudanya.
' saya akan lebih gila jika anda benar benar menikahi wanita itu Tuan...' Daniel.
*
*
*
*
*
@ara❤
__ADS_1