
Begitu selesai dengan pekerjaan beratnya Aralia bangun dari posisinya. Kenapa bisa di bilang pekerjaan berat , karena sambil menggulung tangan kemeja Tuannya , Aralia pun harus mengatur detak jantungnya yang melaju cepat seperti roket saat dirinya harus bertatapan langsung dengan wajah Tuannya...pekerjaan yang berat kan...oh Tuan tampan , wajahmu seperti artis korea kegemaranku. Aku sangat ingin mencium muuuu.....muaaacchhh...
" oke....sudah siiaaappp...." ucapnya begitu selesai menggulung.
" ayo Tuan kita kesana.." tunjuk ara ke sebuah pinggiran pantai yang terdapat batang pohon yang sudah mati.seperti memang sengaja disiapkan untuk duduk bersantai.
Saat sudah duduk di atas batang pohon itu. David menatap gadisnya.
" kau senang???" tanya nya pada Aralia. Sang gadis hanya menoleh kearahnya sambil tersenyum lebar. Seolah menjawab pertanyaan David melalui bahasa tubuh. Namun.....
Sedetik kemudian , Aralia baru sadar dengan suasana di pantai itu...
"kemana semua orang pergi, Tuan??? kenapa hanya ada kita berdua saja??? Tuan sengaja membuat semua orang hilang ya???" tanya Ara panjang lebar.
" apa kau ingin semua orang kesini dan melihat dirimu dengan ku berdua ....???" tanya David.
"tidak...tidak" jawab Ara cepat, sambil menyilang nyilangkan kedua tangannya cepat ke udara.
" kalau begitu diam dan nikmati pemandangannya..." ucap David lagi.
" Tuan Daniel tidak ikut ya, Tuan????" tanya Ara lagi.
__ADS_1
" astaga...kau ini...!!!" menatap jengkel gadis disampingnya.
" maaf Tuan...maaf.." ucap Aralia sambil mengatupkan ke dua tangan nya ke depan.
* singa mode on*
Mereka berdua duduk berdampingan sambil merenggangkan kaki ke pasir pantai.Menatap matahari yang berwarna jingga sambil merasa kan desir angin yang berhembus sepoi - sepoi.
" indah ya Tuan.." Ara masih memandang matahari sambil tersenyum.
" ya...aku tak pernah melihat pemandangan seperti ini. Aku hanya tau bagaimana cara menghasilkan uang yang banyak dan uang yang banyak. Kadang aku jenuh dengan hidupku. Tapi semua harus aku lakukan , aku tak ingin keluarga ku hidup sengsara sejak kepergian Ayah. Bahkan saat bersama mantan pacarku yang dahulu saja aku tak pernah melakukan ini. Aku hanya memberikan semua hal yang berhubungan dengan uang...mulai dari memberi nya tas branded, membiayai sekolahnya, menghidupi seluruh kebutuhannya, menyuruhnya ke salon dan...membelikan sebuah apartement mewah .." David tersenyum kecut sebelum meneruskan ceritanya.
" Kau tau...saat dia datang kembali dari liburannya ke luar negeri, aku ingin memberi kejutan padanya dengan menyusulnya ke apartement...tapi ternyata justru aku yang terkejut dengan adegan panasnya...ranjang yang seharusnya diisi dengan cerita cinta kami nanti setelah menikah, harus diisi dengan des*han dan suara sexy nya menyebut dan memuja pria lain, tragis bukan...bodohnya aku...seorang Tuan yang hebat dalam segala hal di pecundangi oleh seorang gadis yang ia cintai..." ucap David dengan tatapan jauh ke depan.
" sesorang yang menyia nyia kan cinta tulus seseorang , itu arti nya orang tersebut tidak pantas untuk dicintai...lebih pantas untuk di buang dan dilupakan..." ucapnya sambil memegang tangan pria itu.
" ayo Tuan kita berjalan di sepanjang tepi pantai ini..." ajaknya sambil meraih tangan Tuannya.
" kau tau Tuan, dulu saat aku kecil aku ingin sekali pergi kepantai bersama ayah ku, tapi dia tak pernah ada waktu, sedang kan sang pengasuhku, Kesya orang yang sangat tidak suka keramaian jadi dia juga yidak pernah mengajakku kesini. Saat aku beranjak dewasa , aku kembali berangan pergi kepantai dengan kekasih hatiku, memegang tangannya sambil berlari sepanjang tepi pantai...merasakan deru ombak yang datang...bergerak maju saat ombak mundur dan akan berlari berbalik saat ombak datang kembali menerjang.Tapi hingga saat ini pujaan hatiku tak pernah datang.."
" Alhasil aku selalu ketempat seperti ini sendiri , baik itu saat aku sedih ataupun saat aku merasa sepi..., tapi sekarang aku senang ada Tuan yang menemani..., Rasanya berbeda saat kita bersama orang lain, walaupun saat ini aku sedang tidak kencan dengan seseorang, tapi tetap saja berbeda, terima kasih , Tuan. Terima kasih karena telah membuat aku bahagia, walaupun hanya sekedar untuk * menepati sebuah janji*..." tersenyum memandang Tuannya seperdetik kemudian melihat ke arah jauh di ujung pantai, merasakan indah nya cahaya matahari yang telah berganti wajah menjadi jingga perlahan tenggelam di dasar pantai.
__ADS_1
Sang Tuan juga melihat nya dan hanya tersenyum . Dalam hatinya berkata....
" terima kasih , berkat kau aku bisa melupakan rasa benciku padanya. berkat kau aku sadar tidak semua wanita sama sepertinya...terima kasih..."
' Aralia , aku mencintaimu...'
Mereka kembali memandang Laut lepas... Merasakan Desiran nya menyentuh hati. Kini keduanya sama sama tersenyum memandang cahaya jingga disana.
Tanpa mereka sadari , satu mata lagi yang tersenyum melihat ke arah mereka.Sang asisten yang maha sigap saat ini merasakan apa yang dirasakan Tuannya.
' Melihat anda tersenyum, rasanya hati ini damai , Tuan....., semoga senyum itu tetap mengembang seperti sinar matahari yang anda lihat saat ini..." batin sang asisten dengan tatapan dinginnya.
*
*
*
*
*
__ADS_1
@ara❤