Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Milikku


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 8 malam di Paris saat David menelepon memberitau jika ia sudah berada di New York dan menunjukkan pukul 2 malam disana. Perjalanan yang memakan waktu hampir delapan jam lebih membuat David yang sampai saat larut malam cepat memulai tidurnya.


Di New york kini menunjukkan pukul 5 pagi tapi di Paris sudah terlalu larut membuat David tak berani mengangkat ponselnya menghubungi sang kekasih. Pintu kamar nya terbuka menampilkan sosok asisten yang selalu mengikutinya berdiri disana.


" kita berangkat sekitar jam enam dari kamar ini , Tuan..."


" hmmm...."


" apa anda masih pusing karena lamanya perjalanan...???"


" tidak...., siapkan saja sarapan, aku kesana lima belas menit lagi..."


" baik..., Tuan..." Daniel menunduk lalu segera berlalu dan menutup pintu.


David bangun dari tidurnya, menuju kamar mandi, .menyelesaikan ritual mandinya, mengganti pakaian lalu pergi menuju meja makan.


Daniel menarik kursi mempersilahkan David duduk dan segera mengisi piring Tuan mudanya. Seperti biasa menu David selalu sama, 1 potong sandwich , 2potong sosis bakar dan segelas susu coklat hangat selalu tersaji di piring sarapan paginya.


" Ada kabar apa pagi ini...." David melirik Daniel sesaat lalu melanjutkan acara makannya.


" James akan ke markas nya tanpa Queen hari ini. Nona Aralia rencananya akan pergi ke butik tempat mommy nya bekerja dan belajar membuat desain disana. Nyonya pergi ke acara amal untuk Beberapa Panti Asuhan yang akan ia kunjungi sedang Duo J menonton konser dengan Jessika yang membawa pacarnya, Tuan..."


" awasi Jessika dan pacarnya...dan untuk James, aku ingin selalu tau perkembangan mereka...." ucap David seraya bangun dari tempat duduk nya dan berjalan menuju lift Hotel yang ia tempati.


" Baik, Tuan.." Daniel menunduk kemudian berjalan mengekor Tuan muda nya di belakang.


Pintu lift terbuka , Daniel masuk dan memencet tombol bawah dan memandang Tuan muda nya dari pantulan tembok lift.


Banyak hal yang hari hari ini mengganggu pikiran Tuan mudanya membuat Daniel sedih melihat tampilan Tuan mudanya yang sedikit terlihat lelah. Wajah itu hanya ceria saat bersama Aralia, tapi akan terlihat tegas dan dingin lagi saat David jauh dari kekasihnya.


Walau Daniel tidak begitu setuju akan hubungan itu, tapi saat melihat Tuan mudanya berubah jadi pria yang manja, menggemaskan dan selalu ceria merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang Daniel Samantha.


" apa anda sudah menghubungi Nona, Tuan...??"


" belum..., ini masih terlalu pagi di Paris..." Benar juga , perbedaan waktu enam jam membuat David harus bersabar untuk mendengar suara khas dari kekasihnya itu.


deerrrttt....deerrrttt....


" ya..."


" Saya Sekertaris Tuan Dominic, Tuan..."


" ya, ada yang bisa saya bantu...???"


" Tuan Dominic sedang kurang sehat, pertemuan ini bisakah di wakilkan oleh putrinya saja..."


" akan saya tanyakan..."

__ADS_1


David melirik ke arah Daniel...., " Tuan muda , sepertinya pagi ini rapat akan gagal karena Tuan Dominic sakit, jika ingin tetap terlaksana sebagai gantinya Putri Tuan Dominic akan memimpin rapat. bagaimana Tuan....???"


David menghela nafas mendengar jika pengganti Dominic adalah wanita...., tapi jika rapat tak segera dilaksanakan , ia tak dapat pulang cepat ke Paris.


" hmmm..."


Daniel segera menghubungi no.ponsel yang tadi menghubungi....


" Tuan David setuju, saya sedang dalam perjalanan kesana, tolong jangan lama lama, karena ada dua rapat lagi yang harus kami datangi.Terima kasih...."


tut...tut...tut...


Sementara diseberang telepon.....


" Mereka setuju , Tuan..."


" syukurlah , segera atur pertemuan ini, aku berharap putriku bisa menyukai pria itu dan membuat pria itu mencintai nya...."


" apakah tidak terlalu beresiko , Tuan...."


" kenapa..."


" setau saya, Tuan David sangat sulit untuk di dekati, bahkan sangat sulit untuk disentuh..."


" hahaha..., itulah sebabnya, awal pertemuan, aku yang selalu bertemu dengan mereka, sehingga Baik Tuan David ataupun tangan kanannya yang dingin itu tak menduga semua maksud dan tujuanku..., lagipula putriku sangat cantik, siapapun yang melihat pasti akan langsung jatuh hati..." ucap nya begitu yakin. Sekertaris nya hanya dapat menggelengkan kepala melihat kelakuan Bos besarnya.


Tapi seperti nya Tuan Dominic tidak kenal siapa musuhnya, ia berharap putrinya bisa mengambil hati rekan bisnisnya dan menjadikan Perusahaan nya Besar karena sokongan dana dari Perusahaan David yang sangat Besar.


Seseorang berjalan menuju kearah Dominic dan sekertarisnya duduk.


" Ayah...., siapa lagi kini yang harus aku temui....???"


" kau tak akan kecewa pada pilihan ayah yang satu ini..., dia muda, tampan, smart dan memiliki Perusahaan serta banyak anak cabang perusahaan di mana mana dan yang tak kalah bagus lagi...., ia masih sendiri..."


Gadis itu memicingkan mata..., " ayah pasti berbohong, bagaimana mungkin ada pria seperti itu..., jika pun ada sudah pasti banyak yang mengincar..."


Dominic tertawa keras, ...." kau pikir ayahmu ini bodoh..., asal kau tau pria itu penerus dan pewaris dari Perusahaan yang telah di pimpin oleh ayahnya, sikap dingin dan kaku nya membuat siapa pun takut dan tak berani mendekat termasuk para wanita, karena itu di usia nya yang beranjak 30 tahun, belum ada yang dinobatkan menjadi kekasihnya..."


" WHO....????"


" David Savier..., Pengusaha muda di bidang retail, hotel, mall besar , resort, dan masih banyak lagi...."


Mata Camelia berbinar..., " really...???"


" hahaha....., kau pasti mengetahui nya..., wajahnya banyak terlintas di beberapa majalah dan koran bisnis semua Pria muda yang berbakat..., kali ini kau pasti akan suka..., jangan sia sia kan pertemuan ini, sangat sulit bagi ayah untuk bisa bekerja sama dengan nya, jika rapat ini berlanjut dan sukses bukan tidak mungkin kau bisa melakukan pendekatan padanya...dan jika kau menjadi Nyonya David Savier bukan hanya Perusahaan ayah yang menjadi Besar..., tapi juga kehidupanmu akan penuh dengan limpahan kebahagiaan, jalan jalan keluar negeri dengan pesawat pribadi, Shoping dengan kartu Black Card Unlimited dan sebuah Rumah bak istana yang bisa kau atur sesuka hati...., jadi....bagaimana...???"


" oke... aku setuju ayah...., ayah akan liat bagaimana anakmu ini mempermainkan hati pria itu, dan membuatnya bertekuk lutut di hadapanku..." ucap Camelia dengan senyum setan nya.

__ADS_1


" hahaha..., kau memang putriku..., putri seorang Dominic...,jangan pulang sebelum membawa kabar gembira..., aku tak suka kekalahan, kau tau itu kan sayang..."


" tapi bagaimana cara aku mendekatinya, bukankah ia sangat dingin , dan tak tersentuh, bahkan setau diriku, Asisten pribadi yang tak kalah tampan itu, selalu mengekor kemanapun ia pergi..."


" apa kau sudah kehilangan strategi dalam merebut hati pria...???, gunakan cara halus sayang, jika cara halus tak berhasil..., maka cara kasar pun akan kita lakukan demi kebahagiaan di masa yang akan datang..., bagaimana...???"


Camelia mengecup pipi ayahnya, ..." aku pasti berhasil..., aku pergi..."


" semoga sukses..." Camelia berbalik dan tersenyum lalu melanjutkan langkahnya menuju tempat yang telah disediakan...


Di sebuah Restoran berbintang.....


" Tuan, silahkan duduk...."


" hmmm..."


" Perkenalkan, Saya Camelia, putri tunggal dari keluarga Tuan Dominic , bagaimana kabar anda , Tuan David..." senyum Camelia sambil menyodorkan tangan.


David diam tak menyambut tangan itu, menghela nafas dan melirik Daniel.


" maaf , Nona Camelia. Bisa anda mulai presentasi perusahaan anda seperti yang sudah disepakati sejak awal..., karena ada beberapa rapat lagi yang harus kami hadiri..." Senyum iblis Daniel mulai nampak.


Camelia cemberut melihat tangannya tak disambut..., " Apakah seorang David Savier begitu sangat angkuh sehingga menyambut tangan kliennya saja tidak bisa...???" David tersenyum tipis mendengar ucapan kesal gadis di depannya.


" Jika anda tak suka, akan lebih baik kita batalkan rapat ini...,Nona..." Bukan David tapi Daniel yang berbicara...


" kau..." Camelia memicingkan mata menghadap pada asisten Daniel yang berdiri diseberang tempat duduknya.


" oke..., kita mulai rapatnya..." Camelia mengeluarkan sebuah map dan beberapa berkas yang harus dibaca baik oleh David ataupun olehnya...


" ini berkas berkas yang sudah kami siapkan , Tuan David. Silahkan anda baca dan saya akan jelaskan..."


David mengambil berkas itu dan menyerahkan pada Daniel. Camelia melotot melihat Daniel yang memegang berkas bukan David sendiri yang memegang dan membaca nya.


" silahkan dimulai penjelasannya..." ucap David membenarkan posisi duduknya.


" astaga, ternyata suaranya sangat merdu dan saat dia bersikap seperti ini, ketampanannya jadi bertambah tiga kali lipat..." Camelia diam dan tersenyum memandang David setelah David selesai bicara.


" kau harus jadi milikku..." Camelia*.


*


*


*


*

__ADS_1


@ara❤


__ADS_2