
bagi yang baca kasih like ๐๐๐yang banyak ya...
*
*
*
James menarik Kesya kesamping, saat ini posisi nya berada di atas wanita yang beberapa jam yang lalu sah menjadi istrinya.
Sikut James menyangga tubuh besarnya agar tak me nindih Kesya. Memberi ciuman lembut di bibir kekasih dalam jeda yang cukup lama, menukar saliva meng*cup bibir atas dan bawah secara bergantian. Lidah nya menelusuri setiap inci, tangan nakal yang telah masuk ke dalam kain tipis yang menyelemuti tubuh. Mer*emas sesuatu disana, dengan tempo yang lambat. Bibir itu turun ke leher, me nyes*ap kencang membuat tanda kepemilikan.
James membuka pakaian penutup atas tubuh Kesya secara cepat. tangan nya mulai me milin benda kecil di da*da gadis. Mulutnya bak anak bayi meng*ulum lembut dan meng*gigit kecil, membuat wanita itu mende*ah tak ter kendali. Tangan nya menyapu lembut rambut James, mulutnya meran*cau entah mengucap apa.
James memasukkan jarinya di bawah sana. Membuat Kesya tersentak berusaha menutup rapat. James bangun dari tidurnya, memposisikan diri di antara tengah kaki sang istri. Tangan itu kembali masuk.
" James..."
James diam tak menjawab, bibirnya kembali menuju benda bulat di depan nya, tangan yang satu mere*mas sedang yang satunya bereaksi dibawah sana, masuk keluar dengan cepat.
Kesya men*jerit merasakan semua sensasi itu sekaligus.
" James..."
James memainkan bagian bawah dengan lidah nya, mengg*igit kecil sesuagu yang sedikit me*nonjol di bawah sana, lalu mengem*t bagian itu dengan bibir **nya sementara kedua tangan membuka kaki gadis nya agar sedikit lebar.
Lidahnya bergerak lincah di bawah, menjil*at atas bawah rambut kecil di kiri kanan, kemudian masuk ke dalam ruang tengah yang lem*bab.
Kesya menarik sprei kiri kanan dengan tangan nya...
" james..., aku ingin keluar..."
James mempercepat gerakan lidah nya, membuat sesuatu yang hangat dibawah sana menyem*bur keluar dari sarang nya. Tubuh Kesya ber getar hebat lalu me lemas.
James membuka seluruh pakaian nya, me megang miliknya yang telah me ne*gang. bersiap memasukkan nya ke dalam milik Kesya.
__ADS_1
Satu hentakan..., dua hentakan..., tiga hentakan...., dan berhasil. Tubuh nya me*negang, namun dia diam dalam posisi tersebut. Melihat Kesya yang seperti orang kesakitan, membuat nya tak tega untuk bergerak.
" James...., sakit..."
" aku akan bergerak jika kau sudah siap..."
James mencium pipi Kesya , beralih ke mata, hidung dan kini bibir, semua nya disapu lembut. Kesya mengalungkan tangan nya dileher James menikmati setiap sentuhan. Tangan itu beralih ke pinggang suami nya.
" lakukan..." Ucapnya.
James mulai me*mompa dengan gerakan pelan, bangun dari tidurnya, memegang kaki Kesya memulai dengan tempo sedang. Tangan nya mengulur memegang kedua tangan Kesya . Gerakan nya kini sangat cepat...
" james aku ingin keluar lagi ..."
" keluarkan saja..." masih dengan tangan menggenggam ke dua tangan Kesya dan memompa di bawah sana semakin kencang.
" James...." Kesya mendapat pelepasan keduanya kali ini. Tapi tidak dengan James, dia belum puas.
James membalik tubuh Kesya, seperti sedang bermain kuda. milik nya masuk dan keluar dengan tempo cepat.
" James...kau gila..."
James membalik tubuh Kesya meng *hadap depan lagi..., " kini kau yang memimpin..."
" tapi aku tak bisa..."
" aku ajari nanti..."
Kesya naik di atas memegang kendali. James meng hentak*kan tubuh itu dengan tempo cepat, membuat Kesya cepat menguasai permainan...Kesya bergerak lincah di atas, tiba tiba James menarik lagi tubuh Kesya di bawah nya.
" James..."
" aku ingin kau tetap men*jerit di bawah ku..." James melebarkan posisi kaki Kesya kembali. kini tempo nya semakin meng*gila. membuat Kesya men*je*rit panjang dan men*je*rit lagi...
" james..., hentikan...., james...aku mohon..."
__ADS_1
James tak mendengar kan ucapan Kesya, tubuhnya me*negang, keringat mem*basahi wajah Kesya..., tapi James tetap me*mompa di bawah sana..., cepat...semakin cepat...., jauh lebih cepat..., dan .....
" hah...hah...hah..." James tergeletak lemas tak berdaya disamping Kesya. Nafas *** nya tak beratur dengan detak jantung yang cepat tak terkendali...
" kau gila James..."
" aku bisa lebih gila jika kau menyebut nama gadis itu sekarang, jika acara ku terganggu maka aku akan memakan mu, hingga esok pagi..."
" jangan lagi James..., aku lelah..., aku sangat lelah..."
" sudah ku bilang kan, jika sudah memulai aku tak tau kapan aku akan berhenti..."
Kesya menatap pria di samping nya, James men*cium bibir Kesya dan adegan itu terjadi kembali, lagi dan lagi hingga malam hari.
James berhenti saat tiba waktu makan malam, memberi jeda Kesya sekitar satu jam , kemudian memulai lagi kegiatan panas mereka hingga tengah malam.
James tersenyum menatap wanita yang saat ini tengah tertidur kelelahan..., tangannya mengelus lembut perut wanita itu.
" jika aku boleh memohon sekali lagi, biar kan yang didalam sini tumbuh kehidupan, izinkan aku meminta sebuah mimpi lagi , Tuhan..." pinta James seraya mengelus perut rata istrinya.
James menarik selimut, memeluk Kesya dan ikut tertidur berteman mimpi.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
@araโค