
Rapat pagi ini dengan tiga Perusahaan di kota New York dan perbedaan enam jam antara Paris dan New York, membuat David harus memiliki kesabaran extra tidak mendengar suara kekasihnya di kota Paris.
Saat ini sudah pukul satu siang di New York. Jika disini menunjukkan waktu makan siang, di Paris masih menunjukkan waktu sarapan pagi.
David yang tidak terlalu senang berada dalam kerumunan orang banyak dalam waktu lama, membuat seorang Daniel harus tancap gas mengantar Tuan mudanya menuju hotel tempat mereka menginap.
" saya sudah pesankan makanan sebelum kita tiba, Tuan...."
" hmmm...."
" silahkan...,Tuan..." Daniel mempersilahkan David masuk ke dalam dan langsung menyuruhnya duduk di meja makan dengan Daniel duduk diseberangnya.
Ya, Jika mereka hanya berdua, maka Daniel akan menemani David makan karena David tidak suka makan seorang diri.
" bagaimana kedua adikku....???"
" pacar Nona Jess merupakan salah satu rekan bisnis kita di sana , Tuan...., ayahnya merupakan Pemasok Plastik berkualitas Premium yang memasok Beberapa Perusahaan kita yang bergerak di bidang makanan cepat saji..., beberapa Mall dan sang pria juga pemasok es batu kristal di beberapa franchise kita di Indonesia...."
" tapi sepertinya Nona Jess tidak memberitau jati dirinya jika ia adik kandung dari anda , Tuan...."
" menurut info yang kami terima, pacarnya hanya tau jika adik anda kuliah dan pemilik beberapa butik serta penyumbang Donatur di beberapa Panti...., setau saya mereka juga bertemu dan mulai mengenal karena sering menjadi donatur tetap di beberapa panti yang sering mereka datangi...."
" hmmm....., bagaimana Ibu ku...???"
" Nyonya hanya menghabiskan harinya di toko bunga dan restoran seperti biasanya, ia juga mendatangi beberapa Panti hari ini untuk menyumbangkan hasil pendapatan usahanya...."
David menghela nafas, keluarga nya harus selalu dalam mode sibuk agar tak terlalu mengenang sang ayah, di tambah lagi identitas mereka semua harus dirahasiakan guna menjaga keamanan seluruh anggota keluarga. Bahkan hingga Ayah meninggal hanya beberapa kolega dan kerabat dekat yang tau status mereka. Alasan paling utama adalah agar hidup mereka tetap aman juga nyaman...., karena kita tidak tau musuh datang dari arah mana untuk menghancurkan mereka.
David sengaja membangun satu rumah kaca, dengan beberapa hektar tanah yang di budidayakan sang Ibu menjadi lahan untuk menanam beberapa bunga yang ia gemari. Sang ibu juga menanam beberapa buah yang bisa tumbuh subur disana. Dirumah kaca nya juga banyak terdapat beberapa tanaman langka yang membuat beberapa temannya tertarik sehingga membuat ia berfikir untuk melakukan transaksi jual beli dan berlanjut hingga saat ini.
David juga yang tau sang ibu hobby masak membangun sebuah Restoran dengan nuansa alam, dimana selain ada restoran disana, David juga membangun istana baca dan taman bermain untuk para pengunjung. Direstoran itu juga di bangun usaha cemilan yang membuat ibunya bisa berkomunikasi dengan berbagai pengusaha di beberapa daerah yang sengaja menitipkan beberapa jajanan nya disana. David sang Pengusaha memang selalu pintar berimajinasi , membuat sang ibu yang menjalani usaha begitu senang dan tidak merasa sepi. Selain karena yang dijalani itu hobi, usaha itu juga bisa membuat lapangan kerja bagi banyak orang. Karena konsep yang David gunakan adalah outdoor..., restoran itu menjadi restoran favorite di mana tak pernah restoran itu sepi pembeli karena si pembeli selain merasa kenyang, juga merasa nyaman disana dan anak anak juga ceria. Pengusaha selalu punya tangan ajaib dalam mencipta...ya...kan....???
Sementara Jessika yang gemar mendesain beberapa pakaian remaja seumuran nya, membuat David harus membangun Butik yang lumayan besar untuk mengembangkan sisi alami sang adik yang alhasilnya hingga kini butik itu sudah ada lima cabang di beberapa kota di Indonesia dibantu sang adik Jennika yang memang ahli dalam bidang pemasaran dan perdagangan via online yang harus turun tangan langsung membantu usaha kakak yang beda tiga menit saja sebelum dia. Selain sebagai seorang bisniswoman , kedua perempuan itu kini juga sedang kuliah di sebuah universitas ternama di Indonesia.
Kesibukan membuat mereka melupakan kesedihan dan kesendiriannya semenjak sang ayah pergi, tapi tidak dengan David. David harus mengatur semuanya seorang diri dibantu sang Asisten yang sudah dianggap seperti kakak olehnya. Hidup nya begitu keras, membuatnya menjadi sosok dingin tak tersentuh. Baginya tak apa orang mengganggu hidupnya asal bukan keluarganya.
Ya..., tidak ada yang tau kehidupan mereka karena memang David tidak pernah menunjukkan profil mereka ke khalayak ramai. Tujuannya hanya satu...." Nyaman"... karena sebagai seorang pengusaha muda, kaya dan memiliki cabang di manapun membuat banyak mata memandang nya, bahkan ada yang berusaha menjatuhkannya. Yah...., hidup orang kaya tak selama nya selalu bahagia....begitulah pandangan ku menilainya.
" James....???" tanya David.
" ia sudah ke markas The Queen dan menurut info akan ada rapat meja bundar untuk menentukan pemimpin baru..."
" hmmm...., sepertinya James begitu tidak sabar membawa Queen pulang ke markas mereka ya...???"
" begitulah , Tuan..."
__ADS_1
" bagaimana kabar pergerakan Patton dan Alex....???"
" Alex masih belum tau kedatangan Nona Aralia..., dia masih sibuk di Bali bersama keluarga kecilnya..., sedang Patton sepertinya masih membangun pasukan guna menggempur sarang The Queen karena menurut info Sandra sudah mengadu jika kakak nya Queen akan kembali pulang..."
David menghela nafas nya panjang dan membuang dengan pelan.
" Tetap awasi Sandra, jika terjadi sesuatu dengan Queen, gadisku pasti akan berubah menjadi Iblis seperti yang kau bilang...." Daniel hanya menganggukkan kepala lalu kembali menyantap makanan mereka.
" Apa agenda kita besok...???"
" Dua Perusahaan sudah selesai, tinggal tanda tangan kontrak dengan Perusahaan dari Tuan Dominic saja , Tuan.... , setelah itu anda kembali ke Paris...."
" Seriously...." senyum mengembang di bibir David, sedang Daniel hanya geleng kepala.
Jika awalnya Wajah David tegang, dingin dan tegas disetiap pembicaraan mereka tadi , tetapi mengenai sang gadis wajah itu kembali ceria seperti anak kecil habis diberi gulali sang ayah.
" cinta itu memang gila...., seperti anda...." Daniel.
" astaga..., aku belum menghubungi, Araliaku...???"
derrtttt....deertttt.....deerrrtttt.....
" hallo..."
" kau sedang apa...???"
" sudah makan...??"
" sudah..., sayang...., kamu sendiri...???"
" sedang makan..."
Tiba tiba layar ponsel menunjukkan seorang pria berbicara pada Aralia mengenai beberapa bahan. Aralia yang sedang mendengar penjelasan orang tersebut lupa jika diujung sana ada seseorang yang wajahnya sudah berubah warna menjadi merah keungu unguan menahan amarah.
" ah...ya..., terima kasih atas petunjuk dan bantuan nya..." Ucap Aralia tersenyum. Sang pria pergi menyisakan Aralia dengan Ponsel yang masih menyala.
" Arraaalliiiaaaaa....." Ucap David teriak di seberang sana membuat sang punya ponsel hampir membanting ponselnya.
" astaga sayang...., kau membuat jantungku ingin lepas..., kenapa teriak teriak...aku tidak tuli..." ketus Ara.
" wajahmu..., kenapa...???, ko warnanya beda...???" tanya nya polos.
"Astaga..., gadis itu..., kenapa begitu polos sich, bahkan Tuan muda cemburu saja dia tak peka...???"Daniel
David diam tak menjawab membuat gadis itu semakin bingung..., seberapa detik David mematikan ponselnya. Tangan nya mengayun ponsel ke arah tembok dan.....
__ADS_1
Prankkkkk.......
" yah....harus beli baru lagi deh...." Daniel menepuk jidat melihat ponsel yang hancur berkeping keping.
" carikan Ponsel baru dalam waktu 30 menit...." ucap David esmosi..., berjalan menuju kamar dan membanting pintu nya.
BRAAKKK...
" astaga ...., dekat anda seperti naik wahana roller coaster , Tuan..." guman Daniel.
Seseorang didalam teriak...., " jangan menghinaku disana..., cepat pergi belikan ponselkuuuu...., Daniel......"
Daniel langsung berjalan cepat keluar kamar, begitu dengar Tuan mudanya mengamuk.
" bisa laper lagi jika begini..." gumannya sambil terus berlari menuju lift.
Saat di dalam mobil ponselnya berbunyi...
" ya , Nona...??"
" Tuan mu kenapa sih..., ponselnya tiba tiba mati, tak bisa dihubungi...??"
" ponselnya sudah bunuh diri dari lantai 20 , Nona...., dan sepertinya patah tulang...,tubuhnya hancur remuk berceceran...."
" Ha....???, maksudnya...???"
" begitu melihat anda bicara dengan seorang pria, dan sepertinya anda tersenyum manis pada pria itu...., ponsel Tuan David terjun bebas ke arah tembok , dan sekarang saya harus mencari ponsel baru dalam waktu tiga puluh menit..."
" ap...apa...????"
" bisa kita sudahi obrolan ini , Nona ..., sepertinya saya harus lari setelah ini, karena jika dalam tiga puluh menit saya tidak dapat ponsel itu..., sepertinya tubuh saya yang akan di lempar terjun bebas dari lantai 20 oleh pacar anda , maaf..."
tut...tut...tut.....
Seseorang di seberang sana terdiam, syok dan kaget....., "Oh....Moooo...." Aralia menepuk jidatnya.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*like....like....like.....ya😁
@ara❤