
Tok...tok...tok...
" ada apa...???"
" saya harus pergi ke suatu tempat..."
David memicingkan mata, menatap tanda ingin penjelasan tapi wajah pria di depan nya tetap sama..., tak ada jawaban darinya...., Daniel diam.
" Ck...., jangan buat aku cemas..., ibu akan menghukumku jika terjadi sesuatu padamu....."
" maaf..., tapi saya juga belum tau pasti duduk persoalannya , Tuan..."
David menghela nafas...
" pergilah..., segera cari tau..."
" permisi..., Tuan..."
" Daniel..."
Pria itu diam....
" berhati hati lah..."
Pria itu hanya menunduk lalu pergi.
Daniel langsung menuju mobil nya dan tancap gas menuju rumah sakit....
Sesampai nya di parkiran rumah sakit..
derrrttt....deerrttt...derrtt....
" Rey..."
" Ya...."
" dimana gadis itu...???"
" lantai atas sebelah kamar rawat Kesya..."
tut...tut...tut....
Daniel langsung menuju lift khusus dan Ting.......
pintu lift terbuka.... Jack dan Mark diam menatap Bos nya....
" Disana bos..." tunjuk Mark pada sebuah kamar.
Daniel diam, masuk dan menutup pintu perlahan tanpa suara, dia memperhatikan wanita yang sedang duduk dan menunduk tapi masih terus menangis memanggil kakak nya...
" kau mencariku...."
Tiba tiba gadis itu diam...., dia menengok ke arah suara..., lalu menangis lagi sambil menatap Daniel.
Bella berlari memeluk pria didepannya....
" kakak...ku..., kakak...ku...." gadis itu terus menangis dan tiba...tiba..., tak sadarkan diri dalam pelukan....
" Ck...., merepotkan...."
Daniel mengangkat tubuh gadis itu dan menggendongnya keluar kamar.
" Jack , Mark.., jaga pengawal itu...., dan beritahu Rey aku memakai kamarnya..." ucap Daniel.
Jack hanya diam menatap bosnya...., Daniel terlihat sangat cemas saat menggendong sang gadis menuju lift tempat dia ingin ke lantai tertinggi di atas , kamar sang Dokter.
Pengawal diluar ruangan membukakan pintu dan menutup kamar itu kembali...
Daniel menaruh tubuh sang gadis di ranjang empuk , menyelimutinya dan duduk di kursi panjang depan tempat tidur sambil terus mengawasi gadis itu dari jarak nya memandang.
Sudah lebih dari 1jam Daniel berada di posisinya saat ini....
Pria itu menatap jam dan mengambil ponsel nya...
Derrtt...derrtt....deertttt....
" hmmm..."
" saya tidak bisa mengikuti makan malam, Tuan..."
Pria disebrang sana diam..., tapi tetap tak menutup teleponnya tanda menunggu kalimat yang lain dari mulut sang asisten.
Daniel menghela nafas..., " gadis pemakai gaun..., dia disini, dirumah sakit membawa pengawal setia kakaknya yang tertembak, kakak gadis itu di culik, dan saat ini gadis itu pingsan karena kelelahan....."
Kini giliran David yang menghela nafas panjang...
" suruh Jack dan Mark yang menyelidiki..., aku melarangmu turun langsung ke lapangan..., bisa jadi mereka masih mengincar gadis itu...."
" Baik..., Tuan...."
__ADS_1
" tapi Tuan..., masalah nanti malam...."
" biar aku yang jelaskan pada ibu nanti..."
" terimakasih..."
tut...tut....tut.... David menutup teleponnya...
Daniel kembali ke posisi nya..., duduk di sofa panjang dengan mata tetap mengarah pada sang gadis....
" ada apa dengan ku...., tidak biasa nya aku peduli pada orang lain..., tapi gadis ini..." Daniel menghela nafas....
Gadis itu menggerakkan tangan nya..., " errgghhhh...." tangan gadis memegang kepala nya yang sedikit pusing..
Bella menatap sekeliling kamar hingga mata nya tertuju pada pria yang duduk di sofa yang sedang menatap ke arahnya....
Mata itu tetap saling menatap lalu tiba tiba sang gadis kembali menangis....
" apa kau tidak lelah terus terusan menangis...???" tanya Daniel.
" Tuan bilang tak akan menemui ku..., kenapa sekarang Tuan ada disini...???" tanya nya sambil sesegukan...
" aku tak akan menjawab sesuatu yang aku sendiri tak tau jawabannya..., jadi ..., untuk apa kau mencari ku...???"
" kakak ku..., kakak ku di culik...."
" dimana....???"
" maksud nya...???"
" Ck...." Daniel mengusap wajah nya kasar..
" Dimana kakak mu diculik...???, bagaimana bisa pengawal itu tertembak...???, lalu kau..., bagaimana kau bisa sampai disini...???"
" kenapa pertanyaan nya banyak sekali...???, aku jadi lupa mau jawab apa kan...???"
" Ck..., jawab saja..." kesal Daniel memegang pelipis kepala nya yang sedikit pusing.
" Aku ditarik paksa di tempat aku menginap, mereka mengancam akan membunuh kakak ku jika aku berteriak saat di tarik dari sana..., aku dibawa ke restauran, dan..., dan..., tembak menembak..., pengawal..., kakak..." gadis itu kembali menangis...
Daniel menghela nafas teramat panjang...., menatap sang gadis dengan kesal..., seolah berkata..., kenapa aku peduli padamu...
Daniel merogoh saku celananya, mengambil ponsel dan menghubungi seseorang...
Derrttt...., derrtt...., ddeerrrttt....
" Hallo , Bos...."
" baik bos...."
" Jack...., suruh seseorang membawakan pakaian untuk gadis ini, dan juga siap makanan untuk nya..."
" HAH...., apa bos...???"
" Jack...."
" A...., iya..., bos..., baik ...., laksanakan..."
tut....tut....tut...
Daniel kembali menatap sang gadis setelah menutup sambungan teleponnya...
" Dengar..., jika kau ingin aku mencari tau semua nya dan juga menemukan kakak mu , kau harus patuh padaku..., sekarang bersihkan dirimu, setelah itu makan, kau pasti lapar kan, jika sudah bersih dan kenyang, baru kita bicara lagi..., paham..."
Gadi itu mengangguk...., Daniel bangun menuju lemari dan mengambil handuk baru yang masih tertumpuk di lemari...
Tok...tok...tok...
" pesanan anda , Bos..."
Daniel membuka pintu..., Jack berusaha masuk dan ingin melihat ke arah dalam, tapi terhalang tubuh Daniel yang besar...
" apa yang sedang ingin kau liat...???"
" gadis itu dimana , Bos....., apa terjadi sesuatu..."
" Ck..., dasar piktor..., sana kerja..., dan suruh pelayan siapkan makanannya segera..."
" hehehe..., Bos peka ternyata..."
" Jack..."
" I...., iya bos..., saya pergi..." Jack balik arah dan berlari....
" Ck..."
Daniel menutup pintu dan menghampiri sang gadis, menyerahkan handuk juga paperbag berisi pakaian untuk nya.
" bersihkan dirimu..., aku tunggu di luar..."
__ADS_1
" kau tidak akan pergi kan...???, aku takut..." ucap Bella seraya menggenggam tangan Daniel kuat kuat.
Deg...deg...deg...
" tidak..., aku tunggu diluar , bersihkan dirimu lalu kita makan..." ucap nya sambil berusaha melepaskan pegangan.
" baiklah..." Bella berusaha bangun dan hampir terjatuh , kalau saat itu Daniel tidak memegang tubuhnya.
" biar kubantu..." Daniel menggendong sang gadis dan menduduk kan nya di atas closet, menaruh handuk dan paperbag di atas meja westafel.
" terima kasih..." ucap Bella dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.
Daniel menyalahkan keran mengatur suhu hangat di dalam bathup, dan juga memberi tetes aroma terapi ke dalamnya...
" mandi lah, aku tunggu diluar..., jika kau sudah selesai dan masih merasa lemas , berteriaklah, aku akan masuk dan menolongmu..." Gadis itu tak menjawab hanya mengangguk angguk dengan cepat.
Dugh.... pintu kamar mandi tertutup..., menyisakan seorang gadis yang memegang dada nya dengan kencang karena detak jantung yang tak beraturan...
" ternyata kakak benar, terlalu lama dengan seseorang yang berlawan jenis, bisa membuat jantung seperti ingin lepas...., ah..., kakak..., dimana dirimu..."
Bella bangun dari posisi nya dan mandi di tempat yang sudah Daniel siapkan.
Saat bella telah selesai mandi dan keluar dari kamar, tampak pria itu sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya, Daniel melirik ke arah nya sebentar lalu melanjutkan obrolannya...
" baiklah, kita akan teruskan lain waktu, banyak hal yang harus di perincikan bukan???, ah , iya, terimakasih..."
Daniel menutup teleponnya dan menghampiri Bella..., " ayo , makan ..." gadis itu mengangguk...
Acara makan malam ini tampak berbanding terbalik dengan posisi David dan Daniel...
Jika David makan malam dengan orang orang tercinta, di posisi Daniel , dia makan malam dengan sejuta kecanggungan , baik sang gadis ataupun pria dingin itu sendiri.
dertt....derrtt...derrttt...
"Ya..."
" CCTV di restauran itu sudah di hancurkan tapi..., anda harus lihat ini bos..."
Cling...pesan masuk...Daniel membuka dan terkejut....
" Lotus merah...???"
" ya, gangster yang ada di inggris..."
Daniel menatap Bella...
" bukankah selama ini, gadis itu tinggal di inggris..., Bos....???"
" Ya..."
" itu artinya, dari awal seseorang memang sudah mengincar gadis itu , Bos..."
Daniel kembali menatap gadis di depan nya yang tengah kesulitan memotong daging di piringnya....
" selidiki biodatanya, serta masa lalu nya..., aku ingin semua dikirim di ponselku malam ini juga..."
tut...tut...tut....
Daniel mengulurkan tangan ke arah sang gadis...Bella menatap wajah pria di depan nya dengan bingung...
" apa...???"
" piring mu..., kemarikan piring mu..."
" bukan kah milik anda belum habis, kenapa harus minta punyaku..."
" Ck.., bisakah mulut itu di latih untuk diam...???, piring mu..., kemarikan..., cepat..." ucap nya tegas...
Bella menyodorkan piring nya dengan bibir maju lima centi...
" ini.."
Daniel mengambil piring itu , dan mulai memotong kecil kecil daging steak yang ada di depannya..., lalu memberikan lagi pada Bella.
" ini..., sudah ku potong..., segera habiskan..., setelah ini kita harus ke suatu tempat..."
Bella tersenyum..., " terima kasih..., Tuan...???, siapa nama anda...???'
" kalau kau tidak tau nama ku, bagaimana mereka bisa tau jika kau mencariku..., memang nya kau panggil nama ku apa...???" ucap Daniel menatap sang gadis..., seperdetik kemudian meneruskan makanan nya...
" aku bilang ingin bertemu dengan Tuan Monster..." ucap nya pelan.
" uhuckkk...uhuckkk..., Tuan Monster...???"
*
*
*
__ADS_1
*
@ara ❤