
Willy seperti orang yang bingung, otak nya tak dapat berfikir saat ini. Ia tak ingin percaya semua kenyataan didepan mata, ingin percaya tetapi hatinya tak rela. Willy memandang teduh wajah Rebecca, seperdetik ia memandang teduh ke arah bayi mungilnya.
Lututnya terasa lunglai, namun kakinya tetap harus dipaksa berjalan ke arah istri dan buah hati nya. Willy bersimpuh di kaki sang istri.
" maaf kan aku, ini semua salah ku. Sayang..., apa kita harus merelakan nya..???." Willy memandang Bayi mungil itu , memegang tangan nya. Sang bayi melepas susuan , matanya melirik kesana kemari,lalu menatap sang ibu dan tersenyum.
" ah, sayang ku, malaikat kecil mommy, kenapa semua harus terjadi padamu...." Rebecca menatap manik mata pria didepan nya, pria yang selalu kuat dan kokoh. Tapi kini ia tau , Willy nya tak berdaya.Tangan nya terulur menyentuh wajah suami nya. Rebecca tau, bukan suami nya tak mampu tegas , tapi suaminya bukan lah seorang yang hebat dalam urusan pertarungan dan kekerasan seperti macam ini. Tapi haruskah ia melepas putrinya. Mampukah hatinya tetap tegar untuk waktu yang lama.
" bagaimana cara kami berkomunikasi dengan mu...???" tatapan nya tak lepas dari wajah sang istri yang terus menerus mengeluarkan airmata.
" aku yang akan menghubungi kalian, kalian akan tau dengan sendirinya nanti..." ucap Kesya sambil tetap mengelus rambut sang adik.
" bagaimana aku bisa melihat wajah bayi ku , Kak...???" kini Rebecca yang bertanya.
" kau pun akan tau nanti, untuk sementara ini, biarkan semua seperti ini, biarkan saudaramu tau, bayi mu telah diculik, biar kan ia tersenyum puas dahulu..., setelah itu serahkan semua padaku..." ucap Kesya tersenyum pada Rebecca.
" apa kami dapat mempercayaimu..." ketus Willy menatapnya tajam.
" hahaha.... aku bukan Tuhan, tuan...., aku hanya dapat menjanjikan solusi yang menurutku lebih baik untuk Rebecca ku, tapi jika kau merasa tak yakin padaku, aku akan mundur, ...Tuan Willy yang terhormat..." Kesya tak kalah ketus.
Willy memandang Kesya, wajah istrinya dan bayi mungilnya secari bergantian.
" cepat waktu ku tak banyak, malam ini aku harus bernegosiasi dengan seseorang..., karena besok pagi Alex akan datang ke markas untuk mengambil bayi mu. Aku tak punya banyak waktu. Jika ia tau aku kabur menyelamatkan bayi mu, ia pasti menyuruh markas lain untuk menangkapku. Aku harus secepatnya meninggalkan Paris. Kau harus putuskan detik ini pula...anak itu kau serahkan ke tangan ku, atau Alex mengambil bayi itu dari tangan yang lain...????" tatap Kesya pada Rebecca.
Willy menganggukan kepala kepada istrinya, dengan berat hati ia menyerahkan bayi nya ketangan Kesya.
__ADS_1
" jaga ia baik baik..., buat senyuman itu selalu terhias di wajahnya..., aku mohon..." Rebecca mengelus pipi anaknya.
" jangan pernah menangis, kau harus selalu ceria, bayi pribadi yang sensitif, ia dapat merasakan apa yang ibu nya rasakan, jika ia rewel, akan sulit untukku menenangkannya. Di negeri orang nanti aku takut banyak mata yang curiga saat melihat seorang bayi terus menerus menangis di dekapan ibunya, walaupun aku bukan ibu kandung aslinya. Kau mengerti , hmmm???" ucap Kesya mengelus pipi sang adik.
Rebecca mencoba tersenyum..." maafkan aku, baiklah, aku akan coba tegar, aku akan coba selalu tersenyum, agar bayi ku selalu tersenyum. Berjanjilah padaku, kau akan secepatnya mengirim kabar bayi ku setelah semua kau rasa aman..." Rebecca memeluk Kakaknya dengan erat.
" I'm promise..., aku selalu menepati janjiku..., kau tau itu. Aku harus pergi.., setelah kepergianku, kalian harus berakting histeris kehilangan anak, jangan bersikap santai...paham???" Rebecca mengangguk. Willy tetap dalam mode diam, ia masih tak percaya semua harus terjadi seperti ini.
" maaf kan Daddy, ini semua kesalahan Daddy mu..." ucap Willy seraya mencium kening putrinya. Mereka berdua menatap kepergian Kesya dengan hati yang hancur, berharap semua usaha ini tak akan sia sia. Menunggu sebuah penantian yang tak tau kapan akan berhenti. Tapi mereka yakin , ini pilihan yang terbaik.
" cepatlah kembali putri ku..." Rebecca.
' jangan membenci kami ..." Wiilly.
*************
" kau dapat bayinya, Queen...??, kenapa suara mu berbeda, are you okey???"
" datanglah kemari, akan kujelaskan.."
tut...tut....tut....
Disebuah tempat.......
" Queenny...????"
__ADS_1
Memasuki sebuah ruang yang terkunci. Gadisnya berdiri memandang ke jendela luar.
" Queen...????" menghampiri sang gadis, memeluk dari belakang dan mencium pucuk kepalanya, tiba tiba sesuatu yang basah menetes di tangan kekarnya. Pria itu cepat membalik tubuh gadis nya.
" kau menangis...???"
" aku harus pergi James..."
" apa yang terjadi, Queen..., kau baik baik saja...???" tanya pria itu.
" kau harus mengangkat Sandra menjadi penggantiku..." menatap pria di depan nya.
" are you crazy....., came on, baby...., what happen...???" mengangkat dagu gadisnya, menatap manik biru yang basah dan mencium nya.
" bayi itu milik adik ku,..."
" Apa....????"
*
*
*
*
__ADS_1
*
@ara❤