
Daniel membuka kan pintu mobil untuk Tuan nya, David menyuruh Aralia masuk lebih dulu, tangan nya memegang atas penutup mobil agar kepala Aralia tak terbentur, setelah kekasihnya aman, David masuk dengan tangan Daniel yang kini bergantian memegang penutup mobil agar kepala Tuan mudanya juga tak terbentur.
Daniel memasuki mobil duduk dibelakang kemudi setelah Tuan mudanya masuk, mengunci mobil secara otomatis, bergerak pelan membelah jalan raya yang tampak lebih ramai sore itu.
" Daniel...???"
" ya ,Tuan.."
" Apa ini ide paman atau...???"
Daniel diam tak menjawab.
"Sebenarnya kita mau kemana, Tuan...???"
David menghela nafas menatap ke jendela tak menjawab. Aralia yang tak mendapat jawaban dari David, kemudian bertanya pada Daniel.
" Tuan Daniel, kita akan pergi kemana..???"
" Bertemu seseorang yang spesial , Nona.."
" Tuan David bilang kita akan makan malam dan bertemu dengan Paman nya..., tapi kenapa pakaian ku seperti sedang ingin menghadiri pesta..., apa Tuan Daniel tau kita..."
" kau ini berisik sekali.." kesal David.
"Tuan ini...,Ditanya diam giliran bertanya pada orang lain...." Aralia menjawab.
" apa..???" ketus David.
" Tuan marah kan...???" tanya Aralia.
" Daniel itu siapaMu..???"
" Asisten Tuan lah..., memang nya siapa lagi...???"
" Terus ..., aku siapaMu...???"
" Tuan mau nya siapa...???"
" kau ini......" David semakin kesal dengan jawaban kekasihnya.
PLETAK
" awww, sakiiittt...Tuan..." memegang hidungnya yang disentil kencang oleh David.
" hidung ku warna nya jadi pink..., seperti pake blush on, Tuan.."
" aku tanya sekali lagi..., aku ini siapamu..???"
" pacar..???" bertanya hati hati dengan wajah sedikit menunduk.
" Jika aku ini pacarmu, kenapa lidahmu itu sering memanggil kata " Tuan" ...???"
" apa..???"
" kenapa sebutan untuk ku sama seperti dirimu menyebut Daniel...???"
Aralia diam, seperti sedang berpikir tapi tak tau mikirin apa...???? tak berapa lama ia menepuk jidatnya.
" ya ampun..."
__ADS_1
" kenapa...???? sudah sadar...???"
Yang ditanya hanya nyengir kuda.
" sorry..." cicit Ara.
Daniel tersenyum dan menggelengkan kepala pelan , memandang kelakuan dua sejoli dari spion mobil tengah yang sedang bertengkar hanya karena sebuah panggilan sayang.
" jika bersama Nona Aralia anda seperti anak kecil , Tuan..., Saat bersama Nona Raihana anda tidak begini dulu....." Daniel tersenyum.
" ok..ok...aku ulangi saja, bagaimana...???" wajahnya sedikit menunduk kearah David ingin melihat ekspresi kekasihnya.
" tidak mau..."
" kau ini..., kenapa masih marah ...????, aku kan sudah minta maaf..."
" telat..."
" kau itu sedang PMS ya...???"
" apa itu PMS...????"
" datang bulan...???" David mengerenyitkan keningnya, kemudian melirik Daniel dari spion , yang dilirik hanya angkat bahu tanda ia juga tak tau.
" ya ampun..., ternyata kau tidak tau PMS...???" Aralia tertawa keras.
PLETAK
" awww, sakkiiitttt , Sayang..." kembali memegang hidungnya.
" jangan mengejekku..."
" ia..ia...maaf.." masih mengelus hidung nya yang disentil.
" bertemu orang yang spesial..."
" itu aku tau.., maksud ku siapa...???"kesal Ara
" ibu ku..."
" WHAT.....??????"
" kau kenapa...???"
" apa yang kenapa...???"
" mendengar kata ibu seperti mendengar kata hantu...???"
" kau ini...,kenapa tidak beritahu jika kita akan bertemu ibu mu...???"
Plak..
Aralia kesal memukul lengan David.
" aww, hei...sakit, kau ini senang sekali memukul ya...???"
" memangnya apa salah nya jika kita bertemu keluargaku...???"
" Dasar tidak peka..." Aralia
__ADS_1
" Tuan Daniel , kita kembali ke Hotel saja ya...???" pinta nya pada Daniel.
" hei... tidak boleh.."kesal David.
" aku mau ke hotel..., Sayang... " pinta Ara.
" temui mereka dulu baru ke Hotel..."
" Sayang..., iiissshhh, Tuan Daniel putar balik saja ya...."
" Nyonya besar, wanita yang sangat ke ibuan dan baik, Nona..., sedang DUO J pribadi yang ceria sama seperti Nona Aralia, jadi anda tidak perlu cemas..." Daniel seperti tau apa yang Aralia pikirkan.
" Nyonya pasti menyukai anda..., sama seperti Tuan muda menyukai anda..."
" kenapa kau bisa begitu yakin...???" tanya Aralia.
" karena anda orang yang baik..." Daniel berusaha menenangkan Aralia. Setelah mendengar perkataan Daniel , suasana hati Aralia mulai lebih tenang.
" Ck...., sepertinya kau lebih menyukai Daniel daripada aku ..???"
" WHAT...???"
" apa..??? , buktinya saat Daniel yang bicara, suara mu tidak meletup letup seperti saat bicara dengan ku..."
" kau....." Aralia menghirup udara banyak sekali lalu membuangnya kasar,
' sabar Ara, lebih baik mengalah dan minta maaf agar drama ini kelar...' batin Ara
" baiklah..., maaf kan aku ya...??, jadi katakan padaku ibu seperti apa...???, kau tau kan, aku besar tanpa kasih sayang ibu, dan ayah...aku jarang bertemu ayah walau hati ingin sekalipun, jadi ceritakan padaku bagaimana sosok ibu mu itu, karena jujur saja aku takut, aku tidak tau bagaimana bersikap padanya nanti..."
" bukan kah Daniel sudah jelaskan tadi..???"
" kekasihku itukan David Savier bukan Daniel Samantha...."
David tersenyum mendengar ucapan Terakhir Ara, yang mengaku sebagai kekasihnya. Membuat hatinya sangat berbunga bunga.
" ibu ku, sedikit pendiam sejak kematian ayah, pintar memasak namun sekarang sudah tak pernah lagi.., mungkin karena kami semua terlalu sibuk.., ibu suka bermain piano.., dulu ibu sedikit cerewet, tapi sekarang tidak..." David menghela nafas sebelum lanjut bercerita..." semua berubah setelah ayah pergi..."
" ok...cukup...sekarang aku tau karakter ibu seperti apa..., semoga aku bisa dekat dengan nya..." David menatap Ara, kemudian tersenyum lalu tangannya mengacak acak poni Aralia dengan gerakan cepat. Setelah itu memeluk tubuh mungil itu.
" semangat..." ucap David, Ara tersenyum.." kau benar.., Aralia , ayo semangat.."
David merasa saat dia bersama Aralia, dia menjadi orang yang berbeda, Aralia bisa membuatnya marah tapi seperdetik kemudian tertawa, Aralia bisa membuat nya sangat kesal tapi seperdetik kemudian tersenyum. Hal yang berbeda saat ia merasakan jatuh cinta pada Raihana.
Sama hal nya dengan Tuan mudanya, Daniel juga merasa Aralia orang yang menyenangkan dan memiliki pribadi yang hangat. Memiliki paras cantik dan hati yang tulus. Setiap kata kata yang keluar dari mulutnya terlihat sangat jujur. Sayang nya gadis itu mempunyai kehidupan yang sangat rumit. Kehidupan yang nanti nya dapat membahayakan Tuan mudanya.
Daniel melirik wajah Tuan mudanya dari kaca spion tengah mobil, kemudian menghela nafas.
" anda benar Tuan Besar, jika orang baik datang dalam kehidupan Tuan muda, pasti akan banyak rintangan ke depannya..." Daniel.
*
*
*
*
*jangan lupa like nya ya
__ADS_1
*
@ara❤