Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Astaga..., Gadis ini


__ADS_3

*


*


*


"bisa sampaikan pada Tuan Anda, saya Leo Abrail ingin bertemu..."


" perihal...???"


" gadis yang di bawa ke hotel bersama dengan nya, itu adalah adik saya..., Abella Abrail...."


Pengawal itu tercengang...., menatap pria itu lalu menelepon sang Tuan diatas...


Derrrtt....Derrrrttt...


" Bos..., ada seseorang yang ingin bertemu..."


" ........."


" Tuan Leo Abrail...."


"......."


" wanita itu adik dari Tuan Abrail , Bos...."


"......"


" baik, Bos...."


Tut...tut...tut.....


Pengawal itu menatap dua orang di depan nya...


" Bos ingin bertemu, tetapi karena anda yang perlu, pria itu harus tinggal disini..."


" apa maksudmu....???" Bob mulai terpancing esmosi...


" Bob...."


" tapi , Tuan...." Bob sang asisten langsung menunduk saat Tuannya menatap tajam.


" Baiklah..., aku sendiri yang akan ke atas menemui Tuanmu..."


" maaf sebelumnya..., bisa tunjukkan identitas dan maaf saya harus menggeledah tubuh anda, sebagai protokol keamanan...., Tuan..."


Pria itu mengangguk dan tersenyum.


" silahkan menuju lift khusus untuk sampai ke atas..."


" terima kasih..."


Pintu lift khusus terbuka..., seorang pengawal berdiri disana. Pria itu masuk dan pengawal memencet tombol naik.


Saat sampai ditempat puncak menara hotel , tampak dua pengawal berdiri di koridor menunduk menatap Pria itu..., membuka kan pintu dan tampaklah seorang pria yang sedang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.


Pria itu menaruh laptop nya dan berdiri. Berjabat tangan dan mempersilahkan duduk.


" Maaf mengganggu waktu anda, Tuan Daniel...." Daniel mengerenyitkan dahi.


" apa kita pernah bertemu sebelumnya...???"


" tidak , ini pertemuan kita yang pertama, dan dalam situasi yang tidak begitu baik menurut saya..."


" lagipula....., siapa yang tidak mengenal anda, asisten serba bisa dari pebisnis no.1 Tuan muda David Savier...." ucap nya tersenyum.


" apa hubungan anda dengan gadis itu...???"


" dia adik saya , Tuan..."


" adik...???"


Leo mengeluarkan sesuatu di ponselnya. Foto dirinya sedang bersama sang adik.


Daniel tersenyum tipis..., " maaf , jangan tersinggung..., saya tidak bisa percaya pada apapun kecuali apa yang saya lihat..."


" Ya..., justru saya sangat berterima kasih, itu artinya anda peduli pada adik saya..., andai pria yang membawa adik saya bukan anda, saya pasti cemas...."


" lalu mereka semua ...???"


" ini semua hanya sebuah kesalahpahaman...., Tuan...."


Daniel diam menatap pria itu.


" begini..., saya tidak bisa menjemputnya ke bandara dan dia marah , sehingga kesalahpahaman ini terjadi..."


" jadi ini semua hanya salah paham...???"


" betul.., adik saya itu sangat nakal..., maklum...kedua orang tua kami sudah meninggal dan dia satu satu nya keluarga yang saya punya..." ucap pria di depannya.


Seseorang berlari menuju ke arahnya.


" KAKAKKK......"gadis itu memeluk Leo.


" kau ini, kenapa kau nakal sekali..." Leo mencubit hidung adik nya.


" baju siapa yang kau kenakan....???" tanya Leo.


Saat Daniel menatap pakaian sang gadis esmosi nya tak terbendung..., " hei..., kenapa kau memakai gaun itu...???"


" Apa...???, kau bilang aku disuruh ganti pakaian...???"

__ADS_1


" tapi bukan gaun itu, gaun itu milik Nona muda majikanku..." ucapnya.


" mana aku tau, paperbag nya sama kan....???"


" tapi aku menaruh barang ditempat yang berbeda, gaun yang kau pakai aku taruh di atas nakas sedang baju gantimu aku taruh di atas kasur...." ucap nya dingin.


" itu...., aku pikir sama saja, sama sama gaun kan...???"


" astaga...., kau...." Daniel mengusap wajah nya dengan kasar.


" hmmm...., Tuan Daniel maaf, bagaimana jika aku ganti saja gaun nya, bagaimana....????"


Daniel menghela nafas panjang...., " anda pikir, Tuan muda saya memberi pakaian pada kekasih nya barang biasa....???" ucap nya tajam.


Derttttt....,Deerrrrrrrrttt... ponsel Daniel bergetar...


" Ya..., Tuan..."


" ......."


" itu....???"


Daniel menatap gaun di depannya dan menghela nafas.


" ......"


" tidak ada , semua baik baik saja Tuan..., besok pagi saya antar ke Rumah sakit..."


tut...tut...tut....


Daniel menelepon anak buah nya yang ada di bawah....


" Siapkan mobil...., aku harus pergi..." lalu menutup ponselnya.


" maaf , saya harus pergi..., saya permisi..."


" tunggu , Tuan..., kita turun bersama saja...., bagaimana jika saya bantu mencari model dan jenis gaun yang mendekati.....???"


" tidak perlu, cukup bagi saya dengan anda membawa adik anda dari sini...." ucap nya.


" saya sungguh menyesal..., sepertinya pertemuan awal kita benar benar buruk...."


" Ya..., sangat buruk..., jika anda ingin ke bawah, mari..." tawar Daniel.


Mereka keluar dari kamar ke bawah hotel memakai lift kembali. Sepanjang perjalanan menuju Lobby tak ada yang berbicara. Daniel yang kesal, Leo yang merasa tak enak dan Bella yang merasa bersalah.


Begitu di bawah dan Daniel ingin masuk mobil. Bella menghampiri.


" Tuan..., maaf..., karena aku kau pasti harus mencari gaun yang seperti ini bukan...???, apa perlu aku bantu mencari kannya...???"


" tidak perlu..., lebih baik kau pulang, ini sudah malam..., aku bisa mengatasinya..., permisi..."


" tapi..."


" Bella ayo pulang, biar anak buah kakak yang mencari gaun itu nanti..."


Gadis itu tertunduk.


" maaf ya kak, gara gara aku semua jadi kacau..., pria itu..., padahal dia berkali kali bilang pada anak buah nya bahwa dia lelah..., tapi karena sebuah gaun..., dia...."


" itu adalah resiko pekerjaan..., sayang..."


Gadis itu mengangguk.


" ayo kita cari baju yang serupa kak...???"


" apa....???, ini sudah malam...???"


Bella melihat pria yang menyerahkan paperbag pada Bos nya tadi.


" Tuan pengawal..." teriaknya.


Gadis itu menghampiri pengawal itu.


" tuan pengawal..., dimana bisa kutemukan gaun seperti ini...???"


" bukan kah ini milik Nona Muda..., bagaimana anda ...???"


" jawab saja pertanyaan adikku..., dimana baju ini berasal....??"


Karena merasa pertanyaan sang gadis ada hubungannya dengan pakaian yang dia kenakan, pria itu akhirnya menyerahkan sebuah kartu nama.


" ini alamat butik itu..." ucap nya menyerahkan kartu nama sebuah butik.


" terima kasih..., ayo kak..."


Saat Daniel sampai dibutik keadaan sudah tutup hanya ada penjaga saja.Nampak seseorang berlari tergopoh gopoh keluar dari mobil.


" Maaf , Tuan..., apa ada masalah pada gaun nya...???" takut takut menanyakan.


" tidak..., cepat buka pintu nya..., dan pilihkan gaun yang menyerupai model seperti itu..., dan lakukan dengan cepat..."


" Ba...baik..." wanita itu membuka butik dan menyalahkan seluruh lampu..., mulai berlari kesana kemari..., menaruh seluruh pilihan ke gantungan baju berdiri kosong untuk di lihat dan di pilih sang asisten.


" aku ingin yang ini saja..., bungkus dan segera tutup toko..., aku tak ingin ada pelanggan masuk dan harus membuat mu lembur..."


" iya , Tuan..." segera di lipat dan di bungkus dengan paper bag cantik berwarna merah marun berpita biru tua.


" ini..., Tuan..."


" hmmm..., terima kasih dan maaf sudah mengganggumu malam malam begini...."

__ADS_1


" tidak apa apa , Tuan..."


Yang jadi lawan bicara sudah pergi entah kemana..., Wanita itu memegang Dada nya nya yang berdetak cukup kencang....


" astaga..., aku seperti sakit jantung...." gumam nya menatap sang Tuan Asisten yang telah pergi entah kemana....


TRIIIINNNGGG...., bunyi lonceng tanda seseorang masuk....


" excuse me...., ada orang...???"


" maaf Nona, toko tutup...."ucap nya sopan.


Saat melihat pakaian gadis itu..., " astaga ..., Nona darimana anda mendapatkan pakaian itu..., apa ada toko lain yang menjual dengan motif sama...????" Wanita itu berjalan mengitar dan mengecek label.


" ini milik toko kami kan...???, artinya...., astaga..., apa ini gaun Nona Muda....???" ucap nya syok.


" apa kau kenal dengan Nona Muda...???"wanita itu mengerenyitkan dahi. tiba tiba ia teringat sesuatu.....


" ooohhhh...., pantas saja Tuan Daniel wajah nya seperti singa liar..., anda pasti telah memakai gaun milik Nona Muda nya, asal anda tau barang ini hanya ada satu..., Tuan Muda sendiri yang memilih..., khusus untuk Nona Muda yang sedang sakit...."


" apa...., Nona Muda nya sakit...???"


" iya, seseorang menembak Nona muda, dan saat ini Nona dirawat di Rumah sakit...., itu kata salah satu pengawal rumah Tuan Muda..., dia kekasihku...." bisik wanita itu tersenyum..


Gadis itu mengangguk...


" bisa kau beritau di mana nona muda mu itu dirawat...???"bisik nya juga.


" tidak..., nyawa pacar ku bisa dalam bahaya..." ucap nya panik.


" aku mohon..., aku tak akan pernah membocorkan nya ..., please...." ucap nya memohon....


" kenapa kau ingin menemui Nona Muda...???"


" aku ingin meminta maaf atas gaun ini dan juga, agar Tuan yang kau bilang singa tadi tidak merasa bersalah pada Tuan nya..." lirih gadis itu.


" Bella, jangan cari masalah..."


" tapi kak..., biar bagaimanapun aku tetap harus tanggung jawab kan???, apalagi kau dengar sendiri tadi , wanita ini bilang , gaun ini khusus dipilih oleh TUAN MUDA, untuk Nona Muda..., pasti Tuan singa itu akan kena hukuman gara gara gaun ini..."


" tapi Nona, percuma saja, kau tak akan mampu menembus keamanan disana..." ucap wanita itu.


" banyak pengawal sepanjang lorong menuju tempat Nona Muda dirawat, dari awal pintu lift terbuka hingga kamar..."


" serumit itu...???" gadis itu melongo tak percaya.


" mereka menjaga orang atau berlian...???" guman nya.


" tentu saja serumit itu, kau pikir mudah apa bisa membuat TUAN MUDA jatuh cinta...???, otomatis saat dia menemukan pasangan hidup akan di jaga extra, apalagi sempat ada yang menembak nya kan...???" ucap nya tegas.


" makin kaya seseorang, makin banyak pesaing dan musuh , Nona..."bisik nya


" Nona...., terima kasih info nya, ayo pergi Bella..." Leo berusaha menarik tangan adik nya.


" iiicchhh..., kakak..., tunggu dulu..."


" baiklah Nona yang baik hati..., aku mohon beritahu dimana rumah sakit nya..., please...,aku janji rahasia mu aman, dan untuk masuk kesana, itu biar aku pikirkan..."


Wanita itu mengamati wajah gadis di depan nya, tangan di dagu dan mulai berpikir resiko serta kerugian yang dia terima...


" kakak..., dompet..., please..."


Leo menghela nafas..., " aku mohon kak...." pinta Bella.


Akhirnya sang kakak memberi dompet pada adik yang muka nya sudah memelas.


Gadis itu mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet kakak nya.


" ini..."


" maaf Nona, ambil balik uang anda..." takut takut wanita itu menolak.


" tenang saja, ini tidak seberapa dari pada info yang sudah kau berikan padaku..."


Wanita itu tersenyum mengambil uang itu..., " tapi jangan bawa bawa namaku dan pacarku ya.., janji..." pinta nya.


" iya..., iya..., cepat dimana NONA MUDA dirawat...???"


Wanita itu menyerahkan tulisan nama rumah sakit, dan juga letak lantai nya.


" aku hanya tau info ini saja..., untuk yang lain aku tidak tau..."


"oke..., terima kasih..."


" ayo kak...." gadis itu menarik tangan Leo.


" apa kau yakin kita akan kesana besok pagi...???"


" iya..."


" Bella..."


" apa...???"


" astaga..., gadis ini..."


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2