
Matahari sudah tenggelam saat David bangun dari tidurnya.
" Ternyata sudah malam, sepertinya aku terlalu lelah hingga tertidur, gadis itu..., apa dia benar benar Sekertaris yang kupekerjakan???"
Apa yang sedang dilakukan nya ya ....???"
" lebih baik aku ke kamar nya ...!" David keluar kamar, berjalan menuju kamar Aralia.
tok...tok...tok..
" Ara..." kata David pelan.
Tak ada sautan dari dalam..." apa dia masih tidur ...???"
" Ara..." sekali lagi ia memanggil...
" aku masuk saja..!!" guman David.
David memberanikan diri masuk ke dalam kamar Aralia.
Ceklek.
Tampak seorang gadis masih tidur di ranjangnya. David mendekat sedikit ke ranjang. Melihat wajah Aralia sejenak, tangan nya menyentuh kening Aralia.
" Sudah tidak panas..." ucap david. Aralia yang merasa ada sentuhan di kulitnya , merasa sedikit terganggu dan bangun dari tidurnya.
" Tuan David" mengerjapkan dan, mengucek ngucek mata , kemudian duduk dengan menyenderkan punggung ke ranjang.
" apa masih pusing..? " Aralia menggelengkan kepala dengan cepat.
" Aku akan pesankan makanan untuk makan malam nanti...kau mandilah dengan air hangat dan jangan terlalu lama berendam...dirimu masih sakit...!" perintahnya.
" baik , Tuan.." jawab Aralia sambil menundukkan kepala.
" kau masih kuat bangun kan??" tanya David lagi , mata nya menatap Aralia datar.
" ma..masih kuat , Tuan.., terima kasih.." ucap Aralia.
" hmmm..."
David berlalu keluar kamar , menuju ruang tamu di luar kamar tersebut. David mengambil telepon yang terdapat diruang tersebut dan memesan makanan untuk makan malam.., sebenar nya tadi David sudah memesan makan malam, tapi karena kedua nya sama sama tertidur dan baru bangun saat hari benar benar malam, David memesan kembali makanan untuk makan malam dan menyuruh pelayan mengembalikan makanan yang tadi di pesannya kemudian masuk ke kamarnya untuk mandi.
************(*******
Saat di depan pintu...., " apa yang kalian bawa...???" tanya dua pengawal
" ini pesanan untuk Tuan David Savier, Tuan...."
kedua pengawal itu mengerenyitkan kening....
" pesan lagi...???"
" iya, kami juga disuruh membawa makanan yang di samping Tuan tuan ini..." ucap pelayan itu menunjuk meja di samping pengawal...
__ADS_1
" akan kalian apakan makanan itu...???"
" Tuan David menyuruh kami membuang nya..."
Dua pengawal terkejut..., tapi sesaat kemudian saling menatap dan tersenyum...
" bawa masuk makanan yang baru itu ke dalam..., makanan ini biar jadi urusan kami..."
" tapi untuk apa Tuan...???"
" ya untuk kami makan..., sayang kan kalau di buang, apalagi sudah dibayar....." senyum mereka...
" iya juga sih...." pelayan itu tersenyum kecut...
" Gagal deh bawa makanan enak pulang kerumah..., padahal aku ingin tau bagaimana rasa makanan mahal..." pelayan....
*****************
Mereka berdua kini ada diruang makan menyantap makanan yang telah David pesan.
David menatap Aralia dengan tatapan seolah ingin menelannya.
" kenapa kau menyembunyikan wajah asli mu...?"
" Uhuuukk..uhuukk.." Aralia tersedak mendengar pertanyaan David..
Mata nya menatap ke bawah, antara takut dan bingung terlihat tampak di wajahnya.
David menghela nafas..." kalau kau tak mau cerita padaku , tak apa..."
Diam....Masih menatap tajam pada Aralia.
" aku membenci semua wanita... tapi... Entah kenapa aku bisa dekat dengan mu, padahal ...hemm...yach...kau seorang wanita..., aneh bukan..?" ucapnya masih menatap Aralia dengan tatapan dingin.
" saya bukan tidak ingin cerita Tuan...tapi.." gugup Aralia menjawab.
tingtong..tingtong...
" saya buka pintu dulu Tuan." Jawab Aralia.
Aralia menampilkan sebuah layar disamping pintu,tapi karena orang yang dilihat menunduk tak jelas wajahnya, ia pun bertanya.
" siapa.." tanya nya..
" Daniel ,." jawab orang dibalik pintu. Membuat Aralia berlari ke arah David.
" Tuan..., maaf Tuan .saya bisa minta tolong bukakan pintu, saya belum ganti pakaian saya, yang biasa saya pakai." Suara Aralia memelas sambil tangan nya memohon kepada David.
" kenapa harus ganti pakaian, kau tidak memakai pakaian sexy saat ini...! ucap David.
" tapi tidak ada yang tau tentang wajah asli ku kecuali Kesya dan sekarang... Anda..." lirih Aralia.
David bangun dari duduk nya menuju pintu sementara Aralia berlari kembali ke kamarnya. David menggelengkan kepala melihat tingkah laku wanita tersebut.
__ADS_1
Ceklek.
Daniel melihat Tuan mudanya yang membuka pintu, dia terkejut.pasalnya tadi yang menjawab seorang wanita.
" Tuan, maaf saya baru tiba sekarang, urusan di Negara Paris sudah selesai Tuan. Dan.... Tuan Richard meminta anda datang bulan depan sebagai peresmian Hotel tersebut.." ucap Daniel yang kemudian hanya dibalas anggukan oleh David.
Ceklek..
Keluarlah Ara dari kamarnya dengan setelan kemeja kebesaran yang biasa dia pakai saat di kantor serta dengan dandanan aneh dan kacamata besarnya.
" Selamat datang Tuan Daniel..." ucap Ara.
David diam memandang Ara dengan tatapan tak suka, sementara Daniel yang menatap perubahan wajah David yang aneh, bingung kemudian menatap Aralia.
" Selamat malam Nona Ara.., bagaimana kabar anda.? " tanya Daniel...belum sempat Ara menjawab David sudah berkata..
" jangan banyak bertanya padanya..."
" kau masuk ke kamarmu...., kau masih sakit..!!!" tunjuk David pada Aralia dengan tatapan kesal. Aralia diam menurut masuk ke kamar.
" Daniel istirahatlah di kamar sebelah...." ucap David ke Daniel sambil memberi sebuah ID card.
"Baik Tuan" jawab Daniel menerima pemberian David dan menaruhnya disaku, menundukkan wajahnya, beranjak dari tempatnya berdiri..saat hendak memutar handel pintu...
" Daniel.."
" Ya Tuan.."Daniel berbalik menghadap Tuannya.
" aku ingin informasi yang berhubungan dengan Aralia, semua nya tak terkecuali..." perintahnya.
Yang disuruh , mengerenyitkan kening nya. Merasa aneh dengan perintah Tuan mudanya. Tapi tidak berani bertanya.
" Baik Tuan..." hanya itu yang bisa keluar dari mulut Daniel.
' apa terjadi sesuatu saat aku pergi ya?? kenapa tuan terlihat tidak suka saat aku bicara dengan Nona Aralia??? Dan kenapa Tuan David memesan kamar yang satu ruangan dengan Aralia, biasanya itu kan kamar untuk aku dan Tuan David, dan sekarang aku harus mencari tau semua info tentang Aralia??? aneh...sungguh aneh..' batin Daniel.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
@Ara❤