Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Melelahkan


__ADS_3

Daniel sudah ada di meja makan pagi ini, membantu pelayan menyiapkan beberapa menu di atas meja, 2 pasangan beda umur berjalan menuju ruang makan, Kesya tampak kelelahan sementara wajah James menampilkan senyum cemerlangnya. Aralia yang kesal karena menunggu Kesya dari kemarin malam, dan wajah David yang senang melihat bibir kekasih nya monyong menambah keceriaan dipagi hari ini.


Kesya mendekati Aralia, memeluk dan merangkul menuju meja makan.


" wajahmu, kenapa...???" tanya Kesya.


" tidak ada...!!"


" dia menunggumu keluar tadi malam, ternyata kau makan di kamar...." jawab David, dibalas tatapan tajam Aralia, membuat David terkekeh geli mengacak poni gadisnya. Kesya menatap putrinya dan tertawa membuat bibir itu semakin maju kedepan.


Daniel mempersilahkan semua orang duduk kemudian pamit meninggalkan ruang makan, guna mengurus segala keperluan Aralia di rumah Tuan Richard ayah kandung Aralia.


" saya harus pergi sekarang , Tuan..." ucap Daniel.


" hmmm..."


Daniel pergi meninggalkan ruang makan, mengemudi pelan menuju tugas yang telah diberikan oleh Tuannya, sesaat sebelum mereka tiba di Paris.


Saat mobil Daniel sudah ada di depan pintu gerbang, Daniel menghubungi Tuan Richard memberi kabar bahwa ia telah ada di luar istananya.


Pintu gerbang terbuka lebar, mobil Daniel langsung masuk ke dalam menuju pintu utama , dimana sudah nampak Tuan Richard dan sang istri menunggu disana.


" Selamat datang di Paris..."ucap mereka. Saling bersalaman dan sama sama memasuki ruangan.


" Senang bertemu dengan anda Tuan Richard...??" ucap Daniel.


Rebbecca tampak celingak celinguk memandang ke arah kiri kanan, berharap seseorang datang bersama pria di depan nya...


" Tuan akan datang esok pagi..." ucap Daniel seperti tau maksud tatapan Rebbeca.


" Oh, begitu kah...??" senyum itu mengembang saat mendengar ucapan Daniel.


" bisa kita langsung pada intinya...???" ucap Daniel.


" silahkan..." Richard seperti tau apa maksud ucapan Daniel.


" masuk..."Daniel berbicara melalui microfon yang ada di kerah nya.


Tampak sebuah mobil berukuran besar yang mengikutinya tadi membuka pintu belakang nya. Keluar sekitar 30 orang bertubuh tegap dan aura dingin masuk berjalan menuju ruang tamu. Berdiri rapi berbaris sesuai urutannya.


" mereka akan menjaga masion utama selama Nona kami berada di rumah ini..."


" berikutnya masuk..." ucap Daniel pada microfon kecil nya kembali.


Beberapa menit kemudian , masuk berbaris 5 pelayan wanita, 1 koki, dan 1 kepala koki berbaris sesuai barisannya...


" kepala koki kami, Paman Zen, lima pelayan dan seorang koki terbaik kami yang sudah di siapkan Tuan muda selama Nona kami tinggal disini..." ucap Daniel mengenalkan masing masing pasukan dapurnya.


"Mereka akan langsung melayani kebutuhan Nona kami, tidak ada yang boleh mendekat selain mereka..., kecuali anda dan istri anda Tuan..." tegas Daniel.


Richard tampak tersenyum dengan pria di depannya.


" sepertinya , Tuan anda sangat menjaga nya...???"


" urusan hati terlalu merepotkan ,Tuan..." jawab Daniel dan di balas dengan anggukan oleh Richard.


" Ya, anda benar..." cicit Richard.


" baik lah, apa saat ini saya sudah bisa mengatur tempat ini sebagaimana mestinya...???"


" silahkan..." jawab Richard.


Daniel menatap para pengawal nya..., " kalian tau tugas kalian, berpencar, lihat situasi sekitar kediaman utama, setelah itu bagi menjadi dua pasukan, separuh pagi dan separuh malam..., saya tidak ingin ada kesalahan..." ucapnya

__ADS_1


" baik, Tuan..." hormat mereka menjawab serempak lalu bubar dari barisan.


" bisa tunjukkan dapur nya...???" tanya Daniel.


" si..silahkan..." Rebbeca menjawab terbata sambil tangannya menunjuk jalan ke arah dapur.


Daniel mengikuti bersama pasukan Dapur dan pelayan.Rebbeca berjalan terlalu cepat dan hampir terjatuh, untungnya Richard segera memegang tangannya.


" sayang..."


" maaf..., aku terlalu bersemangat.." ucap Rebbeca pada suami.


" anda tak perlu tergesa gesa, Nyonya..., Tuan muda akan membunuh saya jika anda dan Tuan Richard terluka..., jadi santai saja..." Rebbeca tersenyum canggung mendengar ucapan Daniel.


Saat di dapur acara masak memasak sedang berlangsung, karena pemilik rumah menyuruh mereka menyiapkan hidangan spesial menyambut kedatangan David dan pasukan.


" ehemmmm..."


Semua mata menatap lalu mereka yang di dapur menghentikan semua tugas sejenak, menyambut kedatangan Tuan besarnya.


" Selamat pagi , Tuan besar..."


" pagi..., kenalkan ini Tuan Daniel utusan langsung dari Tuan David Savier teman baik ku...!!" ucap Richard.


Mereka semua menunduk hormat menatap Daniel.


" Saya Daniel. mereka adalah utusan yang telah dipilih Tuan kami, Tuan muda David Savier. Ini Paman Zen kepala koki, lima pelayan dan satu koki yang tugas nya hanya melayani Kekasih Tuan muda kami saat nanti beliau menginap disini..." Daniel menunduk, lalu menjelaskan siapa yang ia bawa.


Para koki dan pelayan menatap kaget. Mereka bingung kenapa harua ada pelayan serta koki khusus untuk melayani tamu, karena selama ini tak pernah ada kejadian apapun selama mereka bekerja.


" pekerjaan kalian tetap sama melayani keluarga Richard tapi khusus untuk makanan apapun serta tugas apapun yang berhubungan dengan tamu ku nanti , Tuan David membawa pengawalnya sendiri..."


Mereka menganggukkan kepala tanda mengerti.., " maaf Tuan, tadinya kami fikir kami di pecat, karena itu kami swdikit bingung..., maaf Tuan..."


" kami hanya mengganggu kalian selama satu bulan kedepan sampai habis masa kunjungan Nona muda kami..." ucap Daniel.


" ap...apa maksudmu, Tuan Daniel...???" tanya Rebbeca tak percaya. Richard mengelus tangan istrinya , menatap wajah itu mengisyaratkan nya untuk diam.


" kalian semua bisa tinggalkan seluruh kegiatan terlebih dahulu..., ada sesuatu yang saya ingin lakukan diseluruh tempat ini..." pinta Daniel tanpa menjawab pertanyaan Rebbeca tadi.


Para koki dan pelayan pergi meninggalkan tempanya menuju taman belakang menyisakan sepasang suami istri dan Daniel di tempat tersebut.


Daniel mengeluarkan sesuatu di saku baju dan menyalahkannya. Sebuah alat pedeteksi untuk mengetahui ada sesuatu yang ganjil atau tidak disetiap ruangan tersebut.


Tangan Daniel mulai bergerak kesana kemari disepanjang dapur lalu alat itu menyala kedip kedip.Daniel mengisyaratkan untuk diam dan benar saja di bawah meja dapur bersih terdapat alat sadap berukuran mini, seperti sengaja di pasang seseorang. Daniel mencabut paksa lalu menginjaknya hingga hancur menggunakan kakinya.


Rebbeca menutup mulutnya dengan satu tangan dan matanya menatap ke arah suami, tanda tak percaya. Richard tak kalah syok , dirinya tak menyangka, rumah nya telah di pasang alat seperti itu. Dan yang lebih mengejutkan bukan hanya sebuah alat sadap tapi dua alat sadap dan satu kamera kecil berbentuk lampu bulat berwarna hitam, ada di dapur nya.


Daniel menghela nafas saat kakinya telah menghancurkan semua barang tersebut.


" jika di dapur saja ada sebanyak ini, lalu bagaimana di tempat lain...???"


" sungguh kami tak pernah menyangka Tuan, jika selama ini kami di awasi..." ucap Richard.


Daniel tak menjawab , tubuh nya terasa lelah, dan mulutnya sudah tak kuasa berkomentar. Kini Daniel mengecek ruang makan, dan ia juga mendapati hal serupa disana, dibawah meja makan dan di tempat duduk khusus Richard menaruh dirinya saat di meja makan dan lagi lagi sebuah kamera kecil di rak antik pada ruang tersebut.


Semua berlanjut hingga ke kamar utama dan kamar khusus yang memang telah Rebbeca siap kan untuk Aralia. Daniel menuju ruang CCTV di rumah tersebut, mengecek seluruh rangkaian dirumah itu dan menghubungi seseorang dari ponsel mini nya.


Sekitar 15 menit, ada sebuah mobil memasuki pekarangan Tuan Richard kembali. Pintu mobil terbuka menampilkan tiga orang disana. Mereka menghubungi Daniel memberi tau jika sudah datang.


derrrtttt...deerrrrtt...


" kami dibawah..."

__ADS_1


" hmmm...., masuk..., lantai 3 , arah selatan jarum jam 1...."


" siap..., Bos..."


Mereka masuk kedalam sesuai petunjuk.


" Bos..." mereka menunduk memberi hormat.


" cek seluruh sistem CCTV di rumah ini dan siap kan satu orang penjagaan disini..., Paham..."


" Siap , Bos...." ucap mereka.


" aku harus pergi..., aku lelah...Mark...Jack..." membuat dua orang didepannya terkekeh geli.


" hal yang berat sepertinya , Bos..." tanya Mark.


" begitulah...." ucap Daniel lesu, Duo JM saling menatap lalu mereka berdua tertawa.


" oh...ya..., ini adalah orang yang kami tugaskan menjaga monitor nanti , Bos....." ucap Jack.


" hmmm..., kau atur saja..." ucap Daniel meninggalkan ruangan tersebut.


Kini Daniel dan sepasang suami itu sudah sampai di Ruang tamu.


" Tugas saya sudah selesai, besok pagi Tuan akan datang mengantarkan kekasihnya kerumah ini..., Saya masih banyak sekali tugas, jadi saya mohon pamit...." ucap Daniel.


" iya , Tuan Daniel..., maaf sudah membuat anda begitu lelah saat ini.., dan jujur saja saya tak menyangka semua akan menjadi seperti ini..." jawab Richard merasa bersalah.


" sudah menjadi tugas saya melindungi majikan serta seluruh Orang orang yang di anggap penting bagi majikan saya, Tuan muda David Savier..." jawab Daniel tegas.


" saya harus pergi dan memberikan seluruh laporan kepada Tuan kami..." Daniel menjabat tangan Richard dibalas pelukan oleh Richard.


" Terima kasih , Tuan..., terima kasih..." ucap Richard seraya memeluk tubuh pria di depan nya.


" Permisi, Tuan , Nyonya...., selamat siang..." Daniel berjalan meninggalkan Rumah Richard. Menyalahkan mobil sporty nya menuju Markas yang saat ini David tempati.


Ya, David memutuskan tinggal di salah satu markas nya di Paris, selama Daniel ditugaskan mengecek kediaman Richard.


Besok , setelah David mengantar Aralia pada keluarga Richard, David dan Daniel harus pergi ke suatu Negara menjalankan urusan perusahaan yang sempat tertunda beberapa hari belakangan ini.


Hal yang melelahkan baik bagi David ataupun bagi Daniel sang Asisten, penjaga serta pelindung dari Tuan muda DAVID SAVIER.


" semoga berjalan seperti keinginan anda, Tuan..." Daniel.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


@ara❤

__ADS_1


__ADS_2