Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Membebaskan


__ADS_3

Jack mengendarai motor menuju tempat lokasi, ternyata lokasi itu menjurus ke sebuah gudang tua di sebelah barat tempatnya tak jauh dari Markas The Queen Black.


Jack menghentikan bunyi motornya dan mulai berjalan sedikit mendaki, mengarah pada titik yang telah Mark tunjuk. Dan benar saja terlihat dari jauh Mark sedang memakai alat jarak jauh mengamati tempat sekitar dengan posisi sedikit merunduk.


" kenapa lama sekali...." begitu merasa seseorang mendekat.


" Tuan muda datang kesana..." Mark memandang Jack.


" Nona Aralia juga ada disana...." Mark semakin mengerenyitkan dahinya.


" sudah, ga usah di pikir..., So..., apa yang kau dapat...."


Ya, beberapa jam lalu, saat Jack sibuk membawa Queen ke rumah sakit, Mark memilih tetap tinggal guna mencari si pembawa bom sialan yang telah meledakkan mobil mereka.


" kau lihat pria dengan baju berlambang bendera Queen yang berdiri sendiri disana...???" ucap Mark menunjuk seseorang dengan teropong jarak jauhnya. Kemudian memberi alat itu pada Jack.


" Lalu...???"


" apa tampak sesuatu yang aneh menurutmu...???"


" pria itu pasti yang menghubungi , James..., artinya dia juga yang menaruh bom dibawah mobil kita...???"


" Ya , kau benar..."


" sangat mustahil jika hanya bagian tertentu yang musna karena ledakan, bukan...???, ditambah lagi apa mungkin seorang James bisa percaya begitu saja pada omongan orang lain jika ia tak begitu mengenal orang tersebut...."


" melihat dari lencana yang dia pakai, dia pasti salah satu kepercayaan James..., artinya jika James mati...???" Jack diam...., matanya memandang pria itu.


" dia pemimpin berikutnya , jika Sandra tak inginkan posisi itu..." ucap Mark melanjutkan omongan Jack.


" itu artinya ada turut andil Sandra di dalam nya..."


" well, wanita begitu sangat menakutkan jika sedang patah hati , you know...???"


Jack tersenyum sinis..., " sayang nya baik kau dan aku..., tak ada kata mematahkan hati...???"


" bagaimana mau mematahkan hati seseorang coba...., baru ada yang ngajak kenalan udah ditinggal pergi..." Mark menatap sinis kawan nya.


" kenapa ikut...???"


" biar sehati..., sama sama jomblo...." Mark terkekeh geli.


" Ck..., sama sama jomblo bangga..., jadi apa rencanamu...???"


" hanya ada dua pria dengan baju bendera Markas Queen, itu artinya, hanya dua pria itu yang berkhianat , selebihnya semua pasti dalam tahanan..., jika kita mengeksekusi besok pagi atau malam nanti, pasti bala bantuan sudah datang..., jadi...."


" Let's play the game...." ucap Jack sinis...


" kau serius bisa menghabisi mereka, Jack...."


" jangan banyak omong, cepat mulai permainannya..." Mark tersenyum tipis


Mark mengambil sesuatu dalam kantong kecil nya, melempar dalam jarak yang lumayan jauh.


Dan........


BBOOOOOMMMMM........


ledakan besar terjadi......disusul suara tembakan bersautan.


Doorrr...


Doorrr....


Doorr...


Dooorrr...


" Aaaa...."


Doorr...Dorr....Doorrr....


Semua orang lari tunggang langgang.


" siaga...., kita diserang..., aaa...."


" mundurrrr...., munduurrr...."


Dooorr....doorrr....dorrr...


" bos..., kami butuh bantuan..., aaaa"


Mayat mayat tergeletak bersimbah darah. Jack mengambil pistol cadangannya, dan mulai menembak lagi.


Dooorrr..., Dooorr..., Doorrr...


" Aaaa..."


" Mark..., biarkan pria itu hidup, ikat dia..."


Mark tersenyum sinis..., " sesuai perintah komandan..."


Mark mengikat pria yang tangan dan kaki nya terkena tembak oleh peluru Jack.

__ADS_1


" siapa kau...?????, lepaskan aku..."


BUUGGGHH....


Mark memukul pria itu hingga pingsan, kemudian mengikatnya..., " terlalu cerewet..."


Mark kemudian menghubungi markas, sebelum menghubungi Jack, ia sudah memerintahkan anak buahnya membawa mobil berukuran besar pengangkut orang sejak 30menit yang lalu. Tapi hingga acara selesai , mobil itu belum muncul juga.


" bawa dalam 30 menit, atau kau mati..."


tut...tut...tut...


Jack tertawa kecil..., " came on, Mark..., jangan bercanda dengan anak buah mu..."


" mereka semua bodoh..., hanya bisa menerima gaji dan berpesta ...." kesal nya.


" ayo periksa ke dalam..." ucap Mark. Jack hanya tersenyum, namun kemudian suara kecil menajamkan telinganya.


Srek.....


" tunggu..." Jack menahan Mark , memberi aba aba agar Mark diam tak bersuara.


Jack mengintip sedikit, dan benar saja...


Doorrr...


Seseorang hampir mengenainya..., " oh ..., came on..., jangan jubahku lagi..." Jack menatap jubah nya yang sedikit tergores.


Jack mendengar suara kaki mendekat, ia melakukan gulingan menuju arah samping.


glundung...glundung...glundung...


Dooorr..., Dooorrr..., Dooorrr...


Klek... pistol pria itu habis.


Jack tertawa lepas...., " selesai bermainnya..., bung..."


Dorrr.....


Bruugghhh...., pria itu tergeletak dengan darah segar di atas kepalanya.


" iiiiiccccchhhh...., kau sungguh sadis, Jack..."


" itu pantas untuk nya.., nyawa nya pun tak akan sanggup mengganti jubah kesayanganku ini..."


" Ya...,Ya....,Ya...., ayo ke dalam..., boy..."


" sial..." Mark memukul pundak pria itu.


" awww..., aku bercanda , Mom..." Jack terkekeh geli...


" Jika di dalam sini masih ada yang sayang nyawa, segera menyaut, kami di pihak James..., dimana kalian..." teriak Mark.


" Tuan James..., Tuan James...., Tuan James..."


Suara suara rintihan mengaung di sebuah ruang yang sempit..."


Mark menatap pintu yang terkunci banyak rantai dan gembok besi.


" sedikit menjauh dari pintu..." teriak Mark.


Semua yang di dalam menuruti perintah Mark.


" Jack..."


" It's okay...., bos..."


Doorrr....


Gembok itu patah, Mark membuka rantai pengikatnya , dan mendorong pintu itu. Beberapa orang nampak keluar dari sana, ada yang membopong kawannya, ada yang menggendong beberapa wanita terluka.


" masih ada tawanan di belakang sana, Tuan..."


Mark mengangguk..., " Jack..." mata itu menatap tajam pada Jack.


" oh..., My..., God..., inilah susahnya jika berada di ketiak mommy...,pasti aku yang harus bertugas..."


Mark menendang bokong Jack..., " sial..." Jack terkekeh geli.


" kalian ikut aku, bagi yang bisa jalan bantu teman kalian yang terluka..."


Saat semua orang keluar, Mobil besar sudah ada dengan beberapa dokter medis disana...


Jack dan Mark menyuruh mereka berangkat ke markas duluan. Dan Motor Jack di bawa salah satu anak buahnya..


" bawa motorku kembali ke markas..., jika lecet, kau tau...., kulit mu yang akan jadi amplasnya..." ucap Jack membuat anak buah nya berubah menjadi pias.


" ba..baik bos..."


Tinggallah mereka bertiga, Mark, Jack dan seorang pengkhianat.


" taruh saja di bagasi Mark, aku tak mau bangku belakang kotor..."

__ADS_1


" came on.., harus nya kau suruh anak buah kita tadi angkat, bukan...???"


" ini gaji ku, Mark..."


" Ssshhiiitttt...., jika aku tidak sayang, sudah ku cincang kau saat dulu mabuk..."


" I LOVE YOU, MARK..."


" iiicchhhh...., Never...."


*****************************


*****************************


Tap


Tap


Tap


Langkah kaki seseorang berjalan tergesa gesa, saat orang itu sudah di depan seorang pria, dia menggebrak meja di depannya.


" apa yang sebenarnya anak buah mu bisa lakukan , HAH...."


" ada apa, Sandra..."


" aku sudah menurutimu, membombardir markas itu dan juga menyuap seseorang untuk menaruh bom di mobil mereka, tapi anak buah mu...."


Wanita itu menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.


" membunuh seorang Queen saja mereka tak mampu...???, mereka hanya empat orang dan anak buahmu hampir 50 orang..., bagaimana bisa..., bahkan sang penembak jitu harus pulang karena tertembak..."


" astaga..." kesal Sandra.


Tiba tiba perutnya , kram...." Aaagghhh..."


" Sandra..., panggil dokter..., cepat..."


Pria itu membopong tubuh wanitanya menuju kamar..., " Sandra..."


Sandra tampak berkeringat dingin..., tubuhnya memucat..., Dokter nampak datang dengan langkah cepat, memeriksa denyut nadi kemudian Sandra pingsan.


" Sandraaa...., Sandraaa...."


" Calm down, sobat..., dia hanya stress..., akan lebih baik kau menenangkannya begitu ia sadar nanti..."


" bayi ku...??"


" janinnya baik baik saja..."


Pria itu menarik nafas panjang...., menatap ke arah dua orang kepercayaannya.


" tawanan kita...??"


" sudah kami sembunyikan, Tuan.." ucap Delta, tapi kemudian.....


Derrtt...derrttt....


" apa...., bagaimana bisa..."


tut...tut...tut....


" apa lagi..." tanyanya.


Delta nampak ketakutan...., " tawanan baru saja di bebaskan, bos..."


" ssshhhiiiittt....."


Pria itu berdiri..., berjalan cepat di ikuti oleh Delta dan Gamma yang berjalan sedikit pelan karena lengan nya tertembak.


BRRAAKKK..... pria itu menggebrak meja.


" Cari penjaga nya dan bawa pada ku , hidup hidup..."


" baik , Bos..."


" Delta....." teriakan nya menghentika langkah Delta.


" Jangan sampai gagal lagi..." ucapnya tanpa memandang lawan bicara.


" Baik, Bos...."


" Siapa mereka..., bagaimana mungkin aku bisa kalah..." Patton.


*


*


*


*


@ara❤

__ADS_1


__ADS_2