
Sepanjang perjalanannya menuju Hotel, David terlihat gelisah, seolah ada yang mengganggu pikirannya.
David dan Daniel sudah tiba di depan pintu masuk hotel. Daniel keluar dari mobil , mengitarinya lalu membuka pintu mobil Tuannya.
" silahkan Tuan..."
Daniel melempar kunci mobil pada anak buahnya , menyuruh mereka memarkirkan mobil di tempat parkir khusus.
Memasuki lobby menuju ke lift , menekan tombol 20.
Tiba di lantai 20 , di puncak menara hotel tersebut dilantai itu hanya ada 3 kamar . Satu kamar David dan Aralia yang khusus di siapkan Daniel , satu lagi kamar Daniel dan satu kamar sengaja di kosongkan atas perintah David.
Jangan ditanya kenapa di lantai 20 pada Hotel ini hanya ada 3 kamar saja. Hotel ini adalah salah satu Hotel milik David yang terbaik di kota Bali , tentunya hanya sang penguasa yang berhak atas kamar khusus tersebut. Bahkan cleaning service nya pun disiapkan khusus.
" Horang Kayah mach bebas....iri bilang bossss..."
Begitu sampai di depan pintu kamar David menatap Daniel , yang ditatap diam tanpa expresi.
" Apa Tuan muda ingin saya temani..???" tanya Daniel begitu melihat gurat kecemasan pada wajah Tuannya.
" Ck...kau pikir aku bocah ingusan kemarin sore...??"
__ADS_1
" Daniel....ituuuu....."
" emmm....aku berjanji mengajak Aralia ke pantai sore ini..."
Daniel hanya menatap Tuan muda nya dengan wajah dingin , seperti nya sekarang ia tau apa yqng membuat Tuannya cemas.
" saya akan atur semuanya Tuan..." ucap Daniel.
Daniel tau bahwa ia harus mengamankan pantai dari sore hingga malam , dia juga harus mengatur posisinya agar dekat dengan hotel tempat David beristirahat jadi Tuannya tak perlu cemas , Kesya tidak akan menyalahkan anda Tuannya karena Aralia akan aman. Dia pasti akan memberikan penjagaan yang extra ketat pada Tuan muda dan Nona Aralia selama mereka berada di pantai.
" baiklah...aku percayakan semua padamu...!" David menepuk pundak Daniel.
' cinta anda sungguh menyusahkan...untuk saya Tuan.. tapi semoga sukses Tuan...' batin nya memberi semangat.
*
*
David menempelkan ID CARD pada pintu dan membuka nya pelan. Saat ini dia melihat seorang gadis tidur di atas sofa panjang tertutup selimut hingga ke ujung leher menyisakan kepala dan rambut yang menjuntai ke bawah. Laptop di depan nya yang berada diatas meja masih menyala , pertanda sang gadis baru saja tertidur.
David memeriksa hasil laporan yang dikerjakan Aralia dari laptop satu persatu , lalu sebuah senyuman terbit di bibirnya.
__ADS_1
" kau hebat, belum ada tengah hari semua selesai , otakmu memang jenius..." guman David menatap Aralia dengan tatapan kagum.
David masuk kekamarnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju.Badannya terasa lengket dan tubuhnya juga lelah.Rasanya rilexs sekali saat air hangat mengguyur badannya.
*
*
POV PAMAN SAM
Sebenarnya tidak masalah jika David tidak mengontrol proyek di lapangan , akan tetapi sebuah proyek yang ia kerjakan ini adalah proyek kerjasama dengan Paman dan bibi dari keluarga Sam yang bertempat tinggal di Pulau Bali.
Mereka adalah kerabat dekat ayahnya sebelum meninggal. Mereka pula yang telah mensuport David membangun perusahaan mendiang Ayah , Mereka juga yang membuat seluruh investor dari mendiang san ayah percaya akan kemampuan David sehingga para investor tersebut tetap setia. Mereka juga yang selalu menjaga ibu dan kedua adik kembar David saat David harus berjibaku dengan urusan kantor dan semua tugasnya keliling Dunia bersama Daniel guna menjadikan perusahaan sang Ayah no.1 diseluruh Negeri.
Bagi Paman Sam , Maya dan anak anak nya adalah keluarga Sam juga. Sebelum ayah David meninggal , Sam sudah sering mendapatkan pertolongan , bahkan kalau bukan karena bantuan Ayah David , Sam tidak akan menjadi seorang pebisnis saat ini. Saat istri nya harus melahirkan putra pertama mereka " Diego Samuel Antonius" secara Cesar , ayah David yang membiayai semua persalinannya.
Karena itu , Sam adalah kerabat yang pertama kali syok mendengar kecelakaan yang menewaskan teman karibnya itu. Begitu tau apa yang menimpa Maya dan keluarganya , Sam langsung datang kekediaman David di Jakarta. Membantu David mempertahankan seluruh harta peninggalan almarhum agar keluarga yang ditinggalkan tidak menderita.
Bila bukan karena kerja sama ini atas nama persaudaraan yang sudah terbangun , dari awal David pasti akan langsung menyerahkan tugas proyek ini pada Daniel. David tak ingin ada wajah ketidakpuasan dari sang paman.Jadi dia harus turun langsung kelapangan.
Bagi David , Paman Sam adalah Pahlawan.
__ADS_1