
Mobil memasuki sebuah gedung pertemuan , tampak para wartawan sudah mulai memasuki aula tempat terjadinya tanya jawab sesi sang pewaris. Beberapa wartawan dari luar negeri pun telah datang dan telah menyiapkan sejumlah pertanyaan.
Beberapa pengawal berbaris rapi dari ujung koridor hingga tempat aula tanya jawab berlangsung. Pemeriksaan keamanan sebanyak tiga kali telah disusun oleh panitia penyelenggara.
Para wartawan yang masuk harus uji keamanan pertama, yaitu masuk kedalam Perusahaan media terkemuka dan terakreditasi baik di Paris dan dunia mengakui. Artinya mereka harus membawa data diri yang sesuai dan wajah serta data data tersebut akan langsung di foto ditempat , dilacak melalui Komputer canggih yang telah Mark ciptakan dan bagi yang tidak memasuki kriteria akan segera di usir dari tempat.
Yang kedua merupakan keamanan diri , seluruh tubuh dan pelaratan baik itu kamera atau sepatu pemilik akan diperiksa, bahkan pulpen atau peralatan tulis sekecil apapun akan langsung masuk ke dalam suatu tempat pengamat yang telah Mark ciptakan guna berjaga jaga dari senjata berbahaya yang tidak di inginkan.
Dan yang paling terakhir adalah peraturan pasti untuk bertanya hanya sekali dari masing masing pihak Pers dan jika sama maka tidak boleh bertanya kembali, membuat para wartawan tersebut harus saling berkomunikasi sesaat sebelum acara dimulai agar masing masing mendapat satu pertanyaan yang berbobot. Bukan tanpa sebab , karena acara sesi pertanyaan akan LIVE disiarkan melalui seluruh stasiun TV dan juga beberapa media. Jika pertanyaan mereka tidak berbobot dan tidak ada bahan pertanyaan sudah pasti akan menjadi bahan tertawaaan dan di anggap media bodoh oleh banyak pihak. Sungguh hal yang dapat menjatuhkan rangking bukan....
Aralia dan David beserta asiten berjalan menuju lorong yang bersebrangan dengan tempat para media tiba di depan. Sedangkan Willy dan sang istri sudah lebih dulu tiba sekitar tiga puluh menit sebelum acara berlangsung.
" Daddy..., mommy..." Aralia berlari kecil memeluk pasangan tua yang sedang duduk di sofa panjang.
" bagaimana dengan Kesya...???" tanya Rebbeca cemas.
Aralia tersenyum...., " sebelum kami kemari, tubuh Kesya sudah merespon, Mom...., dan menurut dokter hanya tinggal menunggu dia siuman saja..."
" ah...., syukurlah sayang...., mommy sangat cemas, apalagi kalian melarang mommy untuk datang melihat nya , jantung mommy seperti ingin lepas dari tempatnya..." ucapnya sambil mengusap dada.
" apa acara sudah bisa dimulai....???" tanya Daniel.
" astaga, pria ini, 11-12 ya, kalau disuruh merusak suasana, sama seperti Tuan mudanya..." Aralia.
" tentu...., bagaimana..., apa yang harus kami lakukan...???" tanya Willy.
" seperti awal saat saya bicara di kediaman anda, Tuan Willy...., anda harus maju kedepan kamera terlebih dahulu menjawab beberapa rentetan pertanyaan, dan nanti ada seorang pemandu yang menggiring mereka satu persatu bertanya. Jika saat terakhir barulah anda bisa memperkenalkan putri anda pada khalayak ramai..., jika dari awal Nona Aralia muncul pasti akan terjadi kehebohan dan saya tidak suka acara tidak tersusun sebagai mana seharusnya....." ucap Daniel panjang x lebar x tinggi.
" baiklah...." Willy menggangguk tanda setuju dan paham.
" sayang..., mari..." ucap Willy menyalurkan tangannya ke arah istri.
Rebbeca bangun dari tempat duduk nya, memandang ke arah Daniel seperdetik kemudian ke arah pintu tempat nanti mereka keluar menyambut para Wartawan.
" kalian siap...???" tanya Daniel.
" siap...."
Dan...., pintu terbuka.....
CEPRATTT...
CEPRETTT....
CEPRAATT...
CEPRETTT...
Beberapa sinar kamera langsung tertuju dan mengarah pada mereka, di iringi senyuman manis pasangan parub baya itu duduk ditempat yang telah tersedia.
" Selamat pagi, para Pers Media dari seluruh tempat terkemuka dan pasti nya sudah pasti dikenal oleh seluruh masyarakat, baik tidak perlu menunggu waktu yang lama, kita akan memulai sesi tanya jawab yang akan dilaksanakan pada pagi hari ini...."
" sesuai peraturan awal yang telah disetujui dari masing masing pihak terkait hanya bisa ngajukan sebanyak satu pertanyaan dan akan di acak oleh saya melalui tabung berisi daftar nama nama dari masing masing pihak terkait..., bagi yang tidak di panggil nama perusahaan nya, dilarang bertanya. Apabila membuat kerusuhan akan langsung di diskualifikasi dan diseret segera keluar ruangan secara tidak hormat..."
" Sesi tanya jawab dimulai...." mulai mengangkat palu di depannya.
Tuk...
Tuk....
Tuk....
Tangan masuk ke dalam tabung kaca, dan mulai membaca satu persatu nama perusahaan. Dan sesi tanya jawab pun berlangsung.
Sekitar 1jam lebih pertanyaan dan jawaban bergulir, dari pertanyaan sebab sang putri diculik hingga sang putri kini kembali hadir. Banyak pertanyaan yang menjurus pada dalang semua penculikan tapi tak ada jawaban pasti nama orang yang dimaksud.
Hingga akhir acara yang paling di nanti...., Ayah sang pewaris Willy Richard menyebut nama putri mereka dan memanggil putrinya masuk ke dalam ruang tanya jawab.
" Gadis ini anak dari pasangan Tuan Willy Richard dan Nyonya Emilly Richard...., berusia 21 tahun, selama ini tinggal di Indonesia, bekerja sebagai seorang sekertaris di sebuah Perusahaan ternama dan memiliki kekasih seorang pengusaha..., inilah dia.... Aralia Zahra...., untuk waktu dan tempat kami persilahkan Nona Aralia menuju tempat duduk yang telah disediakan...." ucap sang pemandu acara begitu antusias.
David memeluk gadis itu, menenangkan hati sang kekasih..., " pergilah, mereka menunggu..."
" tapi..., dirimu...???"
" aku disini..., belum saat nya aku dan Daniel muncul di permukaan , itu akan berbahaya untuk mu kedepannya sayang...., terlalu banyak saingan dari perusahaan ku..." senyum David.
" pergilah, aku melihat cahaya mu dari sini..." Aralia mengangguk..
__ADS_1
Pintu aula terbuka, sang gadis keluar dengan beberapa sinar lampu kamera yang berkilau tak henti menuju ke arah nya.
CEPREETTT...
CEPRAATTT...
CEPREETTT...
CEPRAATTT...
Gadis itu duduk di antara Daddy dan Mommy nya. Menampakkan wajah yang menyerupai sang Pengusaha Willy Richard, tak ada yang yang meragukan dari wajah itu karena mereka sangat mirip, bagai buah apel yang terbelah sempurna.
" Selamat Pagi..., saya Aralia Zahra..., putri Willy Richard dan Emilly Richard...." Rebbeca tersenyum dan mencium setiap inci wajah gadis itu sedang Willy hanya memandang terharu melihat moment tersebut.
" inilah putri kami, jangan ditanya bagaimana hati ini harus menata dan menanti kepergiannya selama 21tahun, aku berharap aku adalah mommy terakhir yang memiliki cerita sedih seperti ini..." ucap nya sambil meneteskan Air mata.
Lampu kamera kembali tersorot, beberapa jepretan pun akhir nya kembali terjadi dengan cahaya kilauan yang menghias disana sini.
Akhirnya sesi wawancara telah selesai..., menyisakan keluarga Richard , sang tuan muda dan asisten di balik ruang wawancara.
Ponsel Daniel bergetar, disaku kanan celananya. Daniel menatap nama penelepon yang tertera di layar dan mengangkat dengan earphone mini nya.
Derrttt....derrrtt...deertt....
" Ya...."
" James tertembak, seluruh anak buah keracunan, dan...." pria itu diam
" dan apa...???"
" Kesya..., dia menghilang..."
" apa...., bagaimana bisa...."
" saat kembali kerumah sakit, suasana sudah seperti ini , Tuan..."
Tut...tut...tut....
David bangun dari duduknya, ia tau ada yang tak beres melihat wajah Daniel yang berubah marah.
" ada apa...???"
Mendengar Kesya disebut gadis itu bangun dan berjalan cepat menuju Daniel.
" ada apa dengan Kesya....??" tanya Aralia cemas.
" Nyonya Kesya..., dia hilang, seseorang telah memporak porandakan rumah sakit Tuan..., Nona..., maaf...."
Aralia membulatkan matanya..., tubuh itu secara refleks tegak, menatap arah pintu luar. Gadis itu berlari..., Aralia berlari dengan begitu kencang.
" Aralia...., Aralia...." Teriak David tapi telinga itu seolah tuli, ia terus berlari.
" oh sshhiiitt...., Daniel..., Came On..." David berlari menyusul gadis nya pergi.
Di depan mobil hitam milik pengawal, Aralia menatap pengawal itu..., " mana kunci mobil ini..."
" ini , Nona, tapi..."
BUGH.....
Pukulan keras dia layangkan pada pengawal hingga pengawal itu pingsan. Mengambil kunci dan tancap gas dari tempat tersebut.
" Dimana kunci mobil yang lain...." tanya David marah, dan lebih marah lagi saat ia melihat gadis itu merobohkan satu pengawal yang bertubuh besar hanya dengan satu pukulan.
" urus pengawal bodoh ini, bawa ke rumah sakit..., Daniel..." David melempar kunci.
Hap...
" kejar gadisku, Daniel..., Rumah sakit..."
Mereka masuk ke dalam mobil dan langsung membelah jalan raya. Sesi pengejaran pun terjadi, tapi sayang nya walaupun sudah dengan kecepatan maksimal tetap tak bisa mengejar mobil gadis itu.
"astaga..., bagaimana bisa dia menjadi seorang pembalap dalam waktu singkat , Daniel..."
" gadis anda bukan lagi seorang Monster Tuan..., tapi iblis pencabut nyawa...." teriak Daniel di sela sela pengejarannya.
" Ya, aku rasa x ini kau benar...."
__ADS_1
Mobil Aralia memasuki parkiran rumah sakit. Menginjak gas lalu memutar dan mengerem secara mendadak, gadis itu keluar dan langsung berlari menuju lantai paling atas tempat Kesya dirawat.
Aralia keluar dari lift khusus, dan disambut oleh DUO JM langsung ..., " dimana James...???" tanya gadis itu...
" diruang operasi..., sedang di jahit akibat tertembak..."
Aralia berlari seperti orang kesetanan menuju ruang operasi....
BRAK....., Seluruh dokter dan perawat disana terkejut. Sedang James yang dalam posisi setengah sadar menatap gadis itu dan menangis....
" Siapa mereka..., katakan..." teriak nya.
" Red Devil...."
Aralia menatap bola mata James...., " Patton...???" James mengangguk.
Tubuh gadis itu menegang, ingatan dua tahun lalu melintas di otak nya...., " seharusnya kau mati dua tahun yang lalu, Patton...."
" ARRGGGHHHTTTT.........."
Gigi gadis itu seperti berdebat dan berbunyi bergesekan...., " Kali ini..., kau akan Mati...."
" Aralia..." James memegang tangan itu. Menggelengkan kepalanya...
Gadis itu tersenyum setan...., memiringkan kepala dan berbisik...., " bukan kah kedatanganku telah dia tunggu..., Paman...."
Aralia menghempas tangan itu, dan pergi dari ruang operasi..., James berteriak..., " Jack..., Mark...., hentikan dia...., Aaaahhh..." James pingsan karena jahitan itu mengeluarkan darah dan kembali terbuka.
Jack dan Mark panik. Saat dia mendekat bermaksud memegang tangan gadis itu.
Bugh....., tendangan Aralia membuat Mark tersungkur...
Jack tersenyum, kemudian terjadi perkelahian.
Jack menendang, tertangkis tangan, Aralia memukul, Jack tersungkur, Jack bangun dan melayangkan pukulan tapi entah kenapa kepalan itu tertangkap.
" sorry , Jack...., kau bukan lawanku...."
Bugh.... Pukulan dan tendangan keras mengarah ke perut dan Jack tumbang.
" Minggir atau kalian mati..." teriak Aralia....
Seluruh pengawal maju, kemudian tendangan beruntun tepat mengenai wajah masing masing pengawal dan semua pingsan.
" Ada lagi yang ingin maju...???"
Ting....
David keluar dari ruang lift dan syok...
" Aralia...." gadis itu hanya memandang sesaat kemudian berlari menuju tangga darurat, menekan seluruh lift dan terus turun meluncur.. menggunakan lift penumpang biasa dan pergi.
" Shhiiittt....., kita kehilangan jejak..."
Daniel mengeluarkan sesuatu dari dalam kantung baju. Sebuah alat pelacak dimana dia telah memasang GPS di masing masing benda yang Aralia sering gunakan.
" bagaimana...???"
" seluruh benda mengarah di Rumah sakit ini, artinya dia tau , cincin, kalung dan anting telah dipasang Cip , Tuan.."
" Ponsel...???"
" terlacak di gedung Aula..."
" astaga...., dimana Dia...."
" Markas Red Devil..." ucap Mark dari arah belakang.
" gadis itu pasti kesana..."
" Shhiiittt...." David memejamkan matanya.
*
*
*
__ADS_1
*maaf bgt baru bisa up sekarang🙏🙏🙏, semoga tetap setia menunggu😊jangan lupa like 👍,🌹vote dan koment mendukung karya novel, barangkali ada masukan , aku terima🙏🙏🙏
@ara❤