
Seseorang nampak duduk gelisah di sebuah gazebo, menunggu seseorang yang tadi nya berniat menjemputnya, tapi yang ia dapati adalah dua orang pengawal wanita datang ke Masion nya dengan penampilan layaknya tentara.
Awal nya gadis itu menolak ikut, tapi setelah mendengar permohonan dua pengawal itu agar mau bekerja sama atau nyawa mereka berdua taruhan nya, mau tidak mau gadis itu ikut kemana dua pengawal itu pergi membawa nya.
Bukan ia takut dengan Kekasih nya, tapi ia tau betul siapa itu Daniel Samantha , kakak nya sudah bicara panjang lebar tentang dingin nya tangan kanan seorang mafia bernama BLACK yang tak segan akan mematahkan leher siapa saja yang menghalangi tak peduli musuh nya pria ataupun wanita...., tak peduli ia tua ataupun muda...
Sudah sekitar dua jam ia menunggu di tempat tersebut, tapi tak ada tanda tanda datang nya pria tersebut, jangan kan batang hidung nya, bau nya saja tak tercium sejauh radius nya memandang.
Ini sudah lewat dari jam makan siang...., bahkan gadis itu harus makan siang di meja panjang sendirian, tentu nya dengan beberapa pengawal mengelilingi....
" Apa kau sudah lama menunggu....???"
" astaga...." gadis itu terkejut memegang dada nya, menatap seorang pria yang tampak setengah kehabisan nafas.
" maaf mengagetkan...." ucap nya berusaha berdiri....
Dan...
BRUGH....
Pria itu pingsan di depan nya....
" Kak...., Bangun...., kak...." Bella menepuk nepuk pipi kekasih nya...
" toloooonnnggg...." teriak nya...
Semua yang mendengar teriakan dari taman belakang langsung berlarian....
Tiga pengawal membawa tubuh Bos nya ke kamar utama dengan Bella di belakang, sementara salah satu nya menghubungi Dokter Rey agar segera datang ke Masion yang telah Daniel beli 2hari yang lalu.
Rey datang menggunakan helly di atas gedung rumah sakit.hanya butuh waktu sepuluh menit untuk nya tiba di tempat.
" apa yang terjadi...???"
" aku..., aku juga tidak tau, tiba tiba ia pingsan, Dokter...."
Rey memeriksa denyut nadi nya, jantung pria itu perpacu tak wajar...., dari raut wajah nya menahan kesakitan....
Rey menghubungi markas...., meminta sesuatu obat yang pernah di produksi saat bersama mafia bawah tanah saat Nona muda nya keracunan.
Jack langsung tancap gas begitu mendapat perintah...
Jack menyerahkan bubuk kristal tersebut, Rey melarutkan nya pada suatu cairan dan menyuntikkannya....
Mereka semua tegang sesaat karena tak ada reaksi....
" Rey.....,tak ada reaksi apapun....???" cemas Jack.
Rey memeriksa denyut jantung dan nafas..., aneh..., tak ada lagi pemompaan pada jantungnya....
Rey menekan dada Daniel, dan memukul nya sebanyak tiga x....
Gadis itu hanya diam tanpa suara dan menangis....
" Daniel..., bangun..." Rey kembali menekan....
" Ku bilang bangun , Brengseekkk...." cemas Rey...
Jack menghubungi Tuan nya...
David langsung pergi ke Masion tersebut tergesa gesa.
__ADS_1
" Daniel......" Rey memeriksa nafas teman nya itu...
Rey menggoyang goyangkan bahu teman nya...., " Bangun..., aku bilang bangun...."
PLAKKK....,PLAAKKK...
" hentikaaannn..., aku bilang hentikaann..." teriak Bella...
Gadis itu menarik tangan Rey..., ia memeluk tubuh pria itu...
" Kak..., bangun kak...., bangun..."
Tangis nya pecah , gadis itu masih setia memeluk sedang Jack sudah memukul tembok hingga tangan nya membiru....
" Siapa yang telah melakukan ini...???, akan kuhabisi mereka...." Ucap Jack marah...
" aku titip Bos, sebentar lagi Tuan akan datang...., ada yang harus aku urus...." perintah Jack sebelum pergi.
Saat sampai depan pintu utama, Jack melihat Tuan nya....
" Tuan....."
" urus semua nya...."
Jack hanya menunduk dan pergi...
David masuk ke kamar tempat Daniel berbaring...
" apa yang terjadi , Rey...."
" Tu..., Tuan...."
David menatap pria yang terbaring lemah dan sedikit membiru....
David merogoh saku nya....,memencet tombol, menghubungi seseorang.
" Tuan Lion....??"
" bawa penawar apapun yang kau punya di markas mu..., seseorang akan menjemput...., bawa yang terbaik dari yang terbaik...., jika sampai penawar penawar itu tak menunjukkan hasil...., aku akan hancurkan seluruh klan yang bekerja dalam dunia racun dan pengedaran obat seperti kalian...."
Tut...tut...tut....
Daniel menghubungi Mark dan menyuruh nya menjemput Bos Mafia tersebut..., sementara orang yang di panggil sudah kalang kabut bersama satu asisten nya mengemasi macam macam penawar dan juga berbagai macam alat pendeteksi racun.
Sementara Bella masih setia menangis disamping Daniel..., sungguh inilah yang dia takutkan..., kehilangan lagi dan lagi orang orang yang disayang hanya karena sebuah kata...." KLAN"
David mendekat dan menepuk bahu nya..., " Rey akan mengantarkan mu pulang..., setelah ada kabar baik , kau akan di jemput...."
" tidak...., aku akan tetap disini menemani nya..., apapun hasil akhirnya...." jawab nya , entah kenapa ia berani menentang pria di belakang nya, entah kekuatan darimana sehingga ia sanggup mengucapkan nya....
David tersenyum miring...., " terserah padamu...."
Pria itu menjauh...., untuk x ini ia tak berucap apapun selain diam dan duduk di sofa panjang di dalam kamar.
Tak selang lama tiga pria datang memberi pengobatan pada pria yang berbaring di depan nya, setelah terlebih dahulu membungkuk dan memberi hormat.
Setelah pemeriksaan sana sini..., kedua pria ahli racun itu saling menatap.....
Salah satu nya menatap David, seolah berkata, mari kita bicara......
David yang mengerti segera keluar ruangan di ikuti Rey dan Mark yang terlebih dahulu sudah David beri kode.
__ADS_1
" bagaimana....??"ucap nya setelah di luar ruangan.
" Saya harus datang ke suatu tempat sebelum matahari terbenam....., tapi....???"
" apa...??"
" saya tidak tau apa waktu nya akan cukup...."
" Mark akan mengantar...." ucap David.
Mark pergi bersama pria ahli racun sementara pria yang satu nya...., dia tinggal guna berjaga jaga....
Mereka tiba ditempat yang di tuju dalam waktu satu jam..., mendarat dan menemui seseorang....
" Kakaaaakkk....." teriak pria ahli racun itu.
Semua pengawal yang siaga memegang senjata langsung berbaris seperti saat pertama x ia berjaga begitu tau siapa tamu nya.
" ada apa teriak teriak...."
BRAKKK....
" kau gila...., kenapa kau menyerang Klan LION BLACK......???"
" aku....???, tidak...." ucap nya lantang..
" mustahil...., racun itu hasil ciptaan mu...., dan pria disana kritis karena nya...."
" jangan bercanda, mengenal mereka saja tidak...., bagaimana bisa aku mencari musuh Klan seperti mereka...."
" ikut aku dan bawa penawar nya...."
" kau serius....???"
" apa aku terlihat bercanda...., dengar..., pria itu begitu berbahaya...., jika sampai saudara nya mati...., seluruh klan kita sesama profesi akan musnah...., paham...." teriak nya frustasi..
Pria di depan nya sedang berpikir...., " oke..., aku siap siap dulu...., tapi kau yakin, jika pria itu terkena racun ku....???"
" Kakaaakkkk....." teriak nya frustasi...
" oke...oke..., tunggu sebentar...."
Sementara di kamar suatu Masion....
" bagaimana Jack....." tanya David saat seorang pria masuk...
" sudah tertangkap..., tapi belum aku introgasi...., seperti biasa pria itu bunuh diri...., dan saat ini sedang di selidiki...."
" hmmm...., usahakan cepat...."
" Sesuai perintah, Tuan...."
Jack mendekat ke arah Daniel...., tubuh pria itu semakin membiru..., sementar gadis disamping nya sudah tak menangis lagi..., gadis itu hanya diam menatap wajah kekasih nya.
" Aku mencintaimu..., Kak Sam...." Bella
*
*
*
__ADS_1
@ara❤