
Seseorang nampak datang dengan nafas terengah engah.....
" gerakan mu begitu lambat...." celetuk pria yang saat ini sedang memakai rompi anti peluru di tubuh nya...
Yang di ajak bicara hanya nyengir tanpa menjawab, karena sedang mengatur nafas nya agar kembali normal.
Daniel melempar rompi yang tertidur santai di samping tempatnya berdiri...
" pakai ini...., kita tak tau apa rencana ibu mu kedepan, bisa jadi nyawa kita berdua menjadi taruhan nya..."
Tap...tap...tap....
Seseorang datang, berdiri terdiam di depan pintu..., menatap sekeliling....
" kau yakin hanya ingin pergi berdua saja...???"
" hmmm...."
" kau percaya pada nya....???" mata itu menunjuk nyata pada seseorang yang kurang disukai nya, entah kenapa kali ini pria itu terlihat sebagai pertanda buruk untuk nya...
" hmmm..."
Dia segera menarik nafas...., dan membuangnya dengan kasar...., " kau harus kembali dengan selamat..." lalu pergi tanpa berucap lagi.
" Tuan mencemaskanmu, Kak...."
D ia tau semua terjadi karena kesalahan nya, tapi entah kenapa dia tak suka ada orang yang lebih di anggap penting oleh Daniel selain dirinya...., walaupun dia tau ucapan pria itu terlihat sangat tulus untuk saudara nya....
" aku tak terbiasa dengan sebutan itu..., ucapkan itu jika misi kita selesai...."
Pria dengan rompi peluru terkekeh kecil...., karena Daniel tetap menolak mengakui ikatan darah diantara mereka...
Dia memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong.....
" ironi bukan...., kita tersenyum bersama dalam suasana yang tidak menguntungkan....???" ucapnya.
" Bagaimana bisa dari awal pertemuan kau begitu yakin jika kita beersaudara....???"
" entah.....???, aku tak begitu menyukai wanita itu, tapi fakta bahwa dia ibu ku adalah sebuah kebenaran...., tapi siapa sangka, semua cerita adalah kebohongan yang dia buat atas dasar cinta, dendam dan obsesi...., sungguh disayangkan...."
Daniel hanya tersenyum kecut.....
" maaf...."
" untuk....???"
" ibuku...., karena ambisi nya, kau berakhir sebagai anak piatu dan kemudian menjadi yatim...., bahkan nyawa mu pun sempat menjadi taruhan...., untuk semua yang telah terjadi...., maaf...."
Daniel menekan sebuah kata sandi di layar komputer nya...., dia menghubungi seseorang disana....
Komunikasi pun bermulai.....
" siapa kau...., bagaimana kau bisa menghubungiku....???"
" aku..., DANIEL SAMANTHA...., mari bertemu...."
Seseorang tertawa.....
" nyali mu sungguh besar bocah ingusan....???" teriak nya.
Daniel memutar layar....., menampakkan wajah Rey disana....
__ADS_1
" kita bertemu , kau dapat putramu, aku dapat pembunuh ibu ku...."
" Rey...., anak ku...."
Layar kembali berputar....
" bagaimana...., hanya kau , aku, putramu dan wanita sialan itu...."
" tanpa anak buah....???" tanya pria di sebrang telepon.
Daniel tertawa...., " kau takut....???, jika nyawamu terasa terancam dengan kedatanganku...., bawalah anak buah sebanyak yang kau mau..."
" jangan remehkan aku....." kesal nya.
" jadi....., katakan apa keputusanmu...., waktu ku tak banyak...."
Pria itu diam memikir....
" bocah ini boleh juga, aku tak melihat ketakutan dalam mata nya, seperti nya dia pantas di percaya...." batin nya seraya menatap layar dimana wajah Daniel terpampang jelas disana...
" apa yang kau mau.....???"
" barter...."
" barter....???"
" serahkan wanita itu, aku serahkan putramu...."
" bagaimana jika kau ingkar....???"
Daniel tersenyum iblis..., " temui aku ditempat yang aku kirim...., aku tunggu..."
Rey menatap mata itu...., " kau menyerahkan ku pada mafia....???, kau serius....???, apa kau yakin dia ayah kandungku....???"
Daniel mengambil senjata diatas kasur memeriksa isi peluru dan memutar searah jarum jam....
" aku sudah memiliki bukti, dia ayahmu ..., urusan kau ingin ikut dengan nya atau tidak itu urusan mu..., aku hanya membantu keadaan tetap aman dan kondusif...., jika suatu saat kau ingin pulang,tak perlu meminta izin...., markas ku selalu terbuka untuk mu...."
Rey tersenyum senang...
" Kak...., apa aku harus pakai senjata juga....., aku kurang bisa menggunakan nya, aku juga kurang bisa jika harus bertarung..."
" aku akan mengajarimu selama tiga puluh menit...., kau harus sudah bisa, lets go..." Daniel berjalan menuju ke sebuah tempat rahasia yang membuat Rey takjub dan terkejut.
" waaaooooowww......, asli......, aku selalu ingin menjadi seperti mu, apa suatu saat aku akan seperti mu Kak...???"
Daniel terkekeh...., " ayah mu seorang mafia, ibu mu sejak muda selalu berurusan dengan Mafia..., seharus nya darah mu lebih kental mengalir darah mafia daripada diriku...."
Daniel memeriksa senjata nya dan membawa penutup telinga lalu diserahkan pada Rey...
" aku beri satu kesempatan memakai pelindung telinga, setelah nya tanpa pelindung...."
Rey mengangguk...
" kau siap....???"
" siap...."
Daniel mengajari semua gerakan dasar , Rey melihat dengan fokus. Setelah semua pengarahan selesai Rey mengambil posisi....
Doorr.....
__ADS_1
Daniel bertepuk tangan, Rey membuka penutup telinga..., Rey berlari menuju tempat sasaran menembak..., memeriksa sesaat, dan benar saja...., tembakan nya tidak meleset...
" tidak buruk untuk seorang pemula..." kekeh Daniel..
" well...., seperti yang kau bilang, dalam tubuh ku ada darah seorang mafia...." ucap nya sombong...
" aku rasa kini kau sudah siap...."
" baiklah...., ayo kita berangkat...."
Daniel tertawa kecil...., " terlalu bersemangat itu tak bagus bung...." ucap nya.
" kau tidak akan mengerti apa yang kini aku rasakan...., rasa marah karena di jadikan seperti orang bodoh, sedih karena cerita panjang hidupku bagai sebuah lelucon dan lelah mencari arti sebuah cinta...." Rey merenung seraya mengeluh...
Daniel hanya tersenyum kecut...
Rey menatap Daniel...., pria itu begitu berharga untuk nya..., yang dia tau, hanya Daniel yang tulus menyayanginya...., tatapan mata itu selalu teduh setiap kali melihat kenakalan nya..., sesekali Daniel akan marah seperti layak nya kakak dan akan tegas seperti layak nya seorang pemimpin.....
" Ayo pergi...."
Kedua nya meninggalkan lokasi menuju kendaraan bak terbuka yang di atas nya terdapat dua buah motor gunung untuk berjaga....
Seseorang dari balik jendela menatap kepergian nya....
" Jika anda cemas akan lebih baik kita ikuti saja mereka, Tuan...."
" Tidak...., aku rasa x ini Daniel harus pergi seorang diri...." ucap nya lemah berjalan menuju sebuah kamar dan menutup nya....
Kini di dalam ruang itu hanya ada Jack....
Pria itu menelepon seseorang....
" apa semua aman...."
" aman..."
" posisi..."
" sedang menuju tempat mu..."
" hmmm...., aku tunggu..."
" ada apa Jack....???"
Jack nampak terdiam mengatur nafas....
" Bos pergi bersama pecundang...."
" Tuan besar....???"
" dikamar...."
" what ...???"
" cepat lah datang Mark...."
" hmmmm...., aku tau...."
Tut...tut.....
Sunyi sepi.............
__ADS_1