
Aralia berjalan menuju lantai 3 tempat dimana Daniel telah memesan Ruang VIP untuk makan malam. Saat Aralia berbelok bertepatan dengan seseorang berbelok lawan arah.
BRUUKK...
" aww..." Aralia hampir terjatuh ke lantai kalo orang didepannya tidak langsung menarik tangan nya, tapi sialnya karena terlalu kencang menarik tangan sang gadis , tubuh Aralia berpelukan pada orang tersebut.
1detik
2detik
3detik
" maaf..." Aralia langsung melepaskan pelukan itu.
" aku yang minta maaf..., maaf telah lancang memeluk mu.." ucap pria di depan nya sambil mengatupkan tangan seperti anak kecil yang sedang meminta maaf.
Aralia terkekeh kecil..." baiklah, kita berdua sama sama salah..., permisi.."
" tunggu Nona, namaku Joshua, panggil aku Josh.., nama mu???" mengulurkan tangan kedepan.
" Zahra.." membalas uluran tangan.
Tampak seseorang di belakang tak jauh dari radius 2meter menatap ke arah gadis yang bersalaman, mata nya tajam seperti elang. Berjalan cepat ke arah sang gadis.
"ehemmm..."
"Tu..tuan.." yang ditegor menatap tak suka dengan panggilan dari sang gadis.
" haruskah kau memanggil kekasihmu dengan sebutan itu..???" memicingkan mata menatap kekasihnya dengan wajah kesal.
" kekasih..????, Nona Zahra ini adalah kekasih anda Tuan David..???" tanya Josh.
" Apa aku mengenalmu..???" David seakan tak suka karena bukan Aralia yang menjawab justru pemuda di depannya yang balik bertanya padanya.
' sepertinya cemburu anda membuat otak anda tak berfungsi , Tuan..' Daniel.
__ADS_1
" Selamat malam Tuan David, saya Joshua. Saya salah satu patner anda dari New York, tapi jika anda tak ingat pun, tak masalah untuk saya, pasti karena anda terlalu banyak memiliki patner bisnis.." ucap Josh sambil mengulur tangannya ke arah David.
David diam, seperti sedang berfikir.
" Joshua..??? Tuan Joshua...??? Josh...??? anda pemilik Perusahaan Property terbesar disana bukan???" ucap David seperti orang yang sedang berusaha mengingat tapi tetap menyambut uluran tangan Josh.
" Anda benar Tuan..., akhirnya anda ingat..."
" oh ya.. soal Nona Zahra tadi, saya minta maaf, saya terlalu terburu buru sehingga saat berbelok saya menabrak Nona Zahra..."
".. dan maaf juga saya tidak tau jika Nona Zahra adalah kekasih anda, soal nya dari gosip yang beredar, anda sulit sekali di dekati oleh wanita manapun...bahkan setiap penyambung perusahaan mengutus wanita untuk bertemu, anda hanya akan mengirim Tuan Asisten sebagai perwakilan..." ucap Josh panjang lebar.
David hanya tersenyum tipis tak menanggapi.
Melihat reaksi Tuan nya tersebut, Aralia langsung memegang tangan David. Mengajaknya keluar dari percakapan itu, Aralia yakin jika diteruskan maka akan berakibat buruk untuknya.
" Sa..sayang, ayo kita pergi, aku sudah lapar..." David menatap Aralia kemudian turun menatap tangan yang digandeng. David kemudian tersenyum.
" maaf sepertinya percakapan nya cukup sampai disini..saya ingin makan malam dahulu, BERDUA...dengan kekasih saya..." ucap David menegaskan bahwa dia tak ingin diganggu.
" baiklah, silahkan dilanjutkan Tuan.." Josh mengulur tangan tanda pamit.
David berjabat tangan dengan Josh dan berlalu menuju Ruang makan yang Daniel siapkan. Setelah sampai, Daniel membuka pintu mempersilahkan Tuan dan Nona nya masuk kedalam. Sementara Daniel dan para pengawal menunggu di depan pintu masuk, dari jauh tampak seorang anak buah yang membawa sebuah kursi lipat untuk Daniel duduk dan menaruhnya disamping pintu masuk.
David dan Ara memasuki sebuah Ruangan yang sangat luas , tampak elegan dan mewah. Penataan kursi dan meja serta beberapa ornamen pendukung menambah kesan mewah ruangan tersebut.
Para pelayan mulai memasuki Ruangan tersebut membawa berbagai menu spesial di Hotel itu. Mereka menatanya ditengah meja yang dapat berputar.
Aralia menatap kagum seluruh makanan tersebut. Bagaimana tidak, semua makanan tertata cantik dan terlihat sangat mahal.
" ini menu utama di Hotel ini Tuan..." ucap salah seorang pelayan.
" hmmm..." David balas.
__ADS_1
" terima kasih.." ucap Aralia sambil tersenyum. Baru ingin dibalas oleh pelayan tersebut, dia sudah ketakutan duluan karena David memasang wajah iblisnya.
" Per..mi..si.. Tuan ..Nona.. selamat menikmati" pelayan tersebut berbicara sambil menunduk lalu keluar ruangan diikuti oleh pelayan yang lain.
" jangan sembarangan tersenyum, jika aku lihat lagi kau tersenyum pada lelaki lain , akan aku patahkan leher pria itu..."
" dan...jangan tebar pesona pada pria yang baru kau kenal, Ck...sepertinya kau tak bisa dilepas sendiri tanpa pengawasan ya, belum 30menit ku tinggal, sudah ada pria yang memandang tak berkedip.."
David menatap intens pada Aralia, yang ditatap hanya mengerjap mata tanda bingung.
" maksud anda..???" tanya Aralia bingung.
" panggil aku sayang seperti tadi dan jangan bicara formal saat bersama ku.." tegas David.
Aralia mengerucutkan bibirnya , menatap kesal ke lantai karena selalu disalahkan. Tapi pemandangan itu malah membuat David tersenyum.
" mau makan apa..???, katamu tadi lapar..??" tanya David mengalihkan pembicaraan.
" Tuan..., ech ..sayang.., apa pekerjaan proyek disini sudah selesai..???" Aralia mengganti panggilannya saat David memperlihatkan wajah kesal.
" sudah, tapi Paman mengundang kita besok malam ke kediamannya. besok kau ikut ya..?? " pinta David sambil menaruh beberapa makanan ke piring Ara.
" terima kasih" ucap Ara saat piringnya sudah terisi.
" tapi...Tuan.., apa tidak apa apa aku ikut??" tanya Ara kemudian menyendok makanan ke mulutnya.
" justru aku ingin memperkenalkanmu padanya.." balas David.
" uhuuukkk...uhuuukkk..." Aralia tersedak.
*
*
*
__ADS_1
*
@ara❤