Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Kepala Batu


__ADS_3

Pagi hari pukul tiga di kota New York , seorang pria tengah tertidur dengan posisi tengkurap, berselimut tebal , didepannya sebuah laptop dengan lampu berkelap kelip tanda baru saja diabaikan penggunanya. Dingin nya suhu ruang, temerang cahaya lampu serta hitamnya langit pekat diluar jendela mengiringi suara dengkurannya yang terdengar begitu halus.


Suara ponsel pria itu berbunyi, sekali..., dua kali..., tiga kali.....


deerrtttt.....deeeerrrrttttt....cring....


"hmmm..., apa...???" jawab pria itu parau.


" seseorang tengah memata matai istana Richard, saat kami ingin meringkusnya, pria itu berontak dan terlepas..., bahkan ia bisa merebut senjata di tangan saya, Bos..." pria itu membuka mata nya, kantuknya tiba tiba hilang entah kemana.


" lalu...???"


" wajahnya sempat terekam salah satu CCTV yang kami pasang di depan danau..."


" Dari gerakannya kami yakin, sepertinya pria itu bukan orang sembarangan dan tidak bisa di anggap remeh..., Bos..."


"fotonya akan kami kirim ke email anda , sekarang..."


" hmmm...., kirimkan...."


Pria itu bangun dari posisi tidur, menatap laptop kemudian menyalakan nya. Terdengar suara pesan masuk disana, tangannya memutar mouse dan.....dia terdiam. Sesaat raut wajah Pria itu berubah, setelah melihat foto dari kiriman anak buahnya. Lalu.....


" Gamma...???"ucapnya.


" Ya, Bos. Nama orang itu dalam dunia mafia Gamma..., apa bos kenal....???"


" Mark, Jack ...., Are you okay....????" bukan menjawab, pria itu malah bertanya balik.


" Ya , Bos..., saya beruntung. Jack datang memberi tembakan kearah pria itu, saat dia sedang mengarahkan pistol itu pada saya...., tapi sayang nya, dia berhasil kabur dengan sepeda motor..."


" sebenarnya siapa dia...????" kini Jack yang bertanya.


" Gamma, pasukan elite yang begitu terlatih dalam tembak menembak dan menyusup, dia mantan mata mata intel dalam Pemerintahan. Gamma bertugas mengurus beberapa penjahat dengan level yang tinggi dan mempunyai catatan kriminal yang teramat banyak...., Tembakan jarak jauh kekuatan khusus yang dia miliki, sama sepertimu , Jack..., kalian hanya beda umur dan pengalaman..., Dan dia adalah tangan kanan Pimpinan Red Devil yang paling setia...."


" wooowww..... , Amazing...., dia sempurna Jack...., sepertinya kini kau punya lawan, Boy..." ucap Mark tersenyum menatap Jack.


Jack hanya tersenyum sinis...., " kita lihat nanti...., Mark..."


" Tuan muda....???, apa kami yang harus beritahu atau....???"


" biar jadi urusanku..."


Tiba tiba, Mark dengan cekatan bermain dengan berbagai huruf di depannya.


" Hahahaha...., penjahat bus*uk..., kalian pikir kalian bisa mengalahkanku..." ucap Mark singit.


" wowww...., Mark..., Seseorang berusaha meretas jaringan formasimu, Mark..." ucap Jack terkekeh geli.


" itu pasti Delta...."


" wowww, siapa lagi itu bos....??" tanya Jack.


" tangan kanan Red Devil yang lain, sama seperti kalian , Red Devil memiliki tiga tangan kanan yang terbaik...,yang satu Delta memiliki keahlian mengacak sandi dan membongkar data, Gamma penembak jitu baik itu jarak jauh ataupun dalam jarak dekat..., dan seorang Dokter bedah bernama Jonny yang pandai dalam urusan organ dalam..."


" Organ dalam....????" Jack dan Mark terkejut.

__ADS_1


" Menurut informasi..., selain jual beli senjata, mereka juga melakukan jual beli organ manusia dan jaringan jual belinya bukan hanya kota Paris. Karenanya, mereka butuh seorang dokter yang profesional..."


" astaga...., mereka sangat menyeramkan..." Mark terlihat memasang wajah ngeri sesaat.


" Jonny hanya seorang dokter bedah tanpa keahlian bertarung, karenanya ia tak pernah muncul kepermukaan...."


" So...., jika ia tak pernah nampak...., bagaimana Bos bisa tau tentang Jonny itu....???"


" hanya info kecil dengan biaya besar...."


Jack dan Mark menepuk jidat....," horang kayah....., hahaha...."


" Ck...., perketat penjagaan..., jika felling ku benar, mereka pasti mengincar Queen..."


" bagaimana Bos bisa yakin....???" tanya Mark.


" karena jika Queen tertangkap, Aralia akan datang dengan sendirinya..."


" Aralia...., apa hubungannya...???, lagipula bagaimana Nona bisa tau tempat mereka...???" kini giliran Jack yang bertanya.


" itu lah yang kalian tidak tau..., kalian ingat saat kita memperebutkan wilayah di New York...???"


" Ya, lalu...???" tanya JM serempak.


"Kita seharusnya bertarung dengan sebuah klan dan klan itu adalah Red Devil...., tapi karena terjadi pengeboman gudang persenjataan dan banyaknya penjaga serta anak buah Red Devil yang mati. Pertarungan itu gagal terlaksana...., Red Devil dengan pasukan yang tersisa mundur dan bersembunyi di pulau Bali membangun pasukan mereka kembali disana.... Melalui penjualan organ manusia dan beberapa anggota yang masih punya koneksi dengan jaringan mafia perdagangan senjata, mereka bisa bangkit kembali walaupun membutuhkan waktu selama dua tahun ini..."


" apa hubungannya dengan Nona.....???"tanya mereka bersama dan saling berpandangan.


" Aralia lah yang telah menghancurkan tiga gudang senjata Red Devil dan membombardir seluruh pasukan yang tertinggal di sana...."


" aaauuuuuu....., gaswaaatttt......" senang Jack menyerupai lolongan srigala.


PLAAAKKK.....


" milik Tuan muda, mau mati ya...???" ucap Jack.


" iiissshhh...., bercanda Jack..." Mark kesal.


" sudah selesai bercandanya...???"


" hehehe...., sorry ..., Bos...."


" jika sampai Aralia maju ke medan pertempuran itu artinya Tuan muda...." Pria di seberang telepon menghela nafas panjang.


" kami akan melakukan penjagaan lebih ketat..., anda bisa tenang disana..."


" dua hari lagi kami pulang, tolong..., pastikan semua aman Jack..., Mark..."


" siap , Bos..., percayakan semua pada kami..."


tut...tut...tut....


Pria itu bangun dari posisi tidurnya, berjalan menuju pintu yang sedikit terbuka. Namun geraknya tertahan saat melihat bayangan disana.


" seharusnya anda masuk sedari tadi, Tuan muda..." ucap pria itu.

__ADS_1


" aku tak ingin mengganggu...." ucap seseorang di balik pintu.


" Semua akan tetap aman , sampai kita kembali ke Paris..."


" aku tak pernah meragukan dirimu..."


" kalau begitu , seharusnya tak ada gurat keresahan di wajah anda..., Tuan...."


" Ck...., Rasa cemas mu jauh lebih besar terlihat dibanding rasa cemas yang kutunjukkan..."


" kalau begitu berusaha lah untuk tidak membuat diri saya cemas...., Tuan...."


" aku tidak bisa melepasnya..."


" hmmmm...., kalau begitu anda akan melihat raut wajah ini tetap menampakkan sisi cemas nya....,Tuan...."


" Ck..., kau ini..."


"Apa anda tidak ingin kembali tidur, Tuan...??? , ini masih malam..., saya juga ingin tidur kembali..., kalau diperbolehkan..."


" Daniel..."


" Ya, Tuan..."


" jika nanti......" Tuan muda nya ragu berbicara.


" jika nanti saya harus memilih, menyelamatkan anda atau kekasih anda..., jawabannya adalah...., Saya akan tetap setia pada sumpah yang pernah saya ucapkan pada saat Tuan Besar yang memanggil saya malam itu,"""" nyawa anda lebih penting dari pada siapapun..."""", jadiiiiii......maaf....., itu keputusan final...."


" aku mencintainya, Daniel...."


" jika benar begitu..., usahakan agar dia tidak terlibat dalam perperangan..."


" tapi...???"


" Tuan muda...." tatapan itu mengisyaratkan kekecewaan yang begitu besar, Daniel dapat melihat dengan jelas disana. Tapi tak ada keputusan lain yang dapat diambilnya....


Daniel mendongakkan kepalanya ke atas...., memandang wajah Tuannya, dan menghela nafas panjang.


" saya akan usahakan pernikahan itu tetap terjadi , Tuan...., sekarang istirahatlah...., nanti anda sakit ...., Tuan..." David tersenyum.


David tau, apapun yang Daniel ucapkan jika itu sudah terlontar dari mulutnya, maka akan di usahakannya dengan segenap jiwa walau nyawa taruhannya.


" aku akan kembali ke kamar..., tidurlah..." ucap David kemudian.


" selamat malam , Tuan...." ucap Daniel dengan kepala menunduk.


David masuk kembali ke dalam kamar, pintu dan ditutup rapat, menyisakan seseorang yang berdiri di depan pintu memandangi pintu sang Tuan Muda kepala batu....


" anda membuat diri ini dalam posisi yang sulit, Tuan Muda...." Daniel.


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2