Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Pasangan gila


__ADS_3

Please😊😊😊😊 jangan hanya dibaca saja ya..., kalau suka tolong kasih like dan koment nya, soalnya ini karya pertama aku...πŸ™‚ like kalian bisa jadi pemacu semangat dan koment kalian bisa buat aku belajar dari kesalahan....❀❀❀ dtunggu likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘ and koment nya.


*


*


*


Aralia masih betah dengan mode memeluk seseorang di sampingnya. Wangi tubuh pria dengan aroma maskulin membuat matanya tetap ingin terpejam.


" bangun sayang..." pria itu membelai pipi Aralia lembut, membuat wanita itu semakin mengeratkan pelukannya.


" aku masih ingin tidur...." cicit Aralia. Ya, sebenarnya Ara sudah bangun sejam yang lalu, tapi mata itu memaksanya tidur kembali saat tau apa yang harus dilakukannya pagi ini. Seperttinya ia belum sanggup untuk bertemu orang tua kandungnya, ada perasaan takut terselip dihati Aralia.


" aku tau kau sudah bangun dari pagi tadi...., cepat bangun sayang, atau aku akan memakan mu...." berbisik dan mulai menggigit kecil telinga itu.


" sayang....please..., biarkan aku tidur lagi..." ucapan Aralia barusan semakin membuat David ingin mejahili kekasihnya, tangan itu turun ke arah dada.


" hentikan sayang..." bukan berhenti , kini David justru merem*s pelan area sensitif itu...


" awww....., sayang..." David masuk ke dalam selimut, mel*mat yang tersembunyi di dalam nya...


" awww...dasar pria menyebalkan..." bangun berusaha melepaskan tangan itu, dan lari menuju kamar mandi. Membuat yang di tempat tidur tertawa kecil dan menampilkan senyumannya yang paling menawan.



" bagaimana aku bisa melepaskannya coba...???, jika ternyata gadis ku itu sangat menggemaskan..." ucapnya pada diri sendiri. Tubuhnya berguling guling di atas kasur dengan senyum yang begitu merekah.


Aralia keluar dari bathroom, dengan wajah yang jauh lebih segar. Berjalan menuju tempat tidur, dimana kekasih nya sedang mode bersandar dengan laptop di pangkuannya. Banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, beberapa berkas yang menumpuk sudah membuat nya bergadang hingga jam 3 dini hari tadi. Sementara tugas yang lain nya masih menyusul. Sungguh hal yang membosankan , berkutat dengan banyak kertas, huruf dan angka setiap hari tanpa kenal lelah. Tapi pekerjaan itu jauh lebih mudah karena Daniel sudah menyusun nya secara rapi dan terinci. Tak dapat dibayangkan jika ia harus bekerja sendiri tanpa Daniel disisinya.


Daniel selalu menyerahkan hasil laporan yang sudah matang, dan urusan yang menguras otak serta tenaga selalu Daniel selesaikan sebelum Tuan mudanya maju. Itu sebabnya para karyawan serta anak buah lebih takut Daniel marah daripada David. Karena sebelum David muncul ke permukaan mereka semua yang berbuat rusuh sudah dihancurkan Daniel terlebih dahulu.


David nampak serius dengan angka di depannya. Tanpa menyadari seseorang sudah naik ke tempat tidurnya. Aralia menatap David tak berkedip.


" ya Tuhan..., kenapa aku harus terbelenggu dalam cinta pria tampan ini. Bahkan hingga kini aku tak percaya jika pria itu begitu mencintaiku saat ini...., dia terlalu sempurna..." Aralia.


" jika dengan menatap wajahku, bisa membuat perut mu kenyang itu artinya kita akan di kamar ini seharian, bagaimana...????" David menutup laptop nya memandang wajah kekasihnya yang sudah merah seperti tomat.


" aku lapar...!!"


" kalau begitu jangan menggoda ku dengan belahan da da mu yang sexy..."


Aralia menatap pakaian nya. Refleks menutup da da yang terlihat belum terkancing sempurna dengan dua pengait diatasnya yang masih terbuka.


David tertawa kecil , ..." kemarilah..."


Aralia menggeleng..." tidak mau..., aku ingin makan..."


" aku juga ingin makan..."


" tapi makanan kita beda..." ketus Ara.


David terkekeh geli..., bangun dari posisi duduknya, mengitari tempat tidur , berdiri tepat di depan kekasihnya.


David memajukan wajahnya ke arah Aralia, membuat Ara menutup matanya berfikir David akan menciumnya.


" kenapa matamu terpejam, kau sangat ingin kucium ya...???" David tersenyum senang, mengusap kepala Aralia dan berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


" Daaavvviiidddd......." teriak Ara malu...


Brak .... pintu tertutup menyisakan suara tawa keras didalamnya.


Sekitar 15 menit David selesai dengan ritual mandinya. Matanya menatap kekasihnya yang terlihat menangis tanpa suara. David berjalan pelan, memeluk nya dari belakang, Aralia refleks menghapus airmatanya.


" kau sudah selesai..."


" apa yang kau pikirkan...???"


" rumitnya hidupku..."


David mengeratkan pelukan, menaruh kepala diatas bahu gadisnya.


" hidup ku sudah ditetapkan dari lahir berdasarkan skenario yang di buat orang lain, menjalani kehidupan yang harus lebih dari orang kebanyakan, bahkan menerobos kematian untuk tetap hidup sejak masih dalam kandungan..."


" kau menyesal...???"


" tidak...., jika aku menyesal artinya aku tidak bersyukur atas semua pengorbanan yang telah Kesya berikan..., jika aku menyesal artinya aku kecewa atas cinta tulus yang kau berikan..., aku hanya sedih harus menjadi orang terakhir yang tau atas kehidupanku sendiri..."


cup...


David mencium leher jenjang itu..., menyesap kecil dan memasukkan tangan nya ke dalam kemeja.


Aralia memejamkan mata, dirinya telah terbiasa menikmati setiap sentuhan kekasih nya yang membuatnya mendes*h walau hanya dalam jangka waktu yang singkat. .


David memutar balik tubuh kekasihnya, mengangkat tubuh itu dan menggendongnya dengan kaki menyilang di pinggang.


Cup...


Bibir itu disambarnya pelan...., " selama bersamaku, jangan pikirkan hal yang lain selain kata bahagia..., aku tak suka melihat mu menangis..."


David mengusap pipi itu..." aku lebih mencintaimu..., berjanjilah padaku ..., jika selama disampingku, hidupmu akan selalu bahagia, karena jika kau bersedih aku bisa menjadi gila..., kau tak akan tau hal menakutkan apa yang kau lihat nanti saat aku kehilangan kesadaranku..., hmmm...."


Aralia tersenyum dan mengangguk..., " terima kasih sayang..." Memeluk tubuh maskulin itu dengan erat.


David berjalan menuju pintu dengan Aralia masih di atas gendongannya,..." sayang..."


"apa..."


" turunkan aku..., aku malu..."


" kau sedang tidak telanjang sayang..." ucap David santai berjalan menuruni tangga membuat semua mata di bawah sana memandang kesal ke arah mereka...


" yang menikah siapa , yang lama turun siapa..."ucap James.


" sayang......, aku juga mau di gendong seperti itu nanti malam...!!" ucap Kesya, membuat James tersenyum.


" posisi itu belum kita coba sayang..."


Plak....


" iiissshhh, otakmu hanya ada ranjang saja..." kesal Kesya.


" Dasar norak..." Daniel.


Daniel meninggalkan dua pasangan beda usia di meja makan sesaat setelah mereka menyantap makannya.

__ADS_1


" sayang..."


" hmmm..."


" Daniel tak pernah ikut makan...??"


" mungkin sudah makan..."


" kapan...???"


" Ck.... mana aku tau, aku itu bukan kekasihnya..." wajah David sudah mulai kesal mendengar Aralia berbicara.


" sayang...." belum Aralia meneruskan ucapannya David suka memasang mode setan di wajahnya.


" jangan membicarakan orang lain saat bersamaku..., walaupun orang itu adalah Daniel..., aku tetap cemburu..., mengerti...???"


Glek...


" Dasar....kau ini....pemarah sekali.., aku hanya takut Daniel sakit jika ia telat makan..., jika nanti ia sakit, aku khawatir padamu..., aku takut terjadi apa apa padamu jika kau pergi sendiri..."


" Ck...., alasan apa itu..." celetuk James, membuat seseorang mencubit pinggang nya dengan kesal...


" awwww...., sakit sayang..."


" belajarlah untuk tidak ikut campur urusan orang lain..." kesal Kesya.


" Rasakan..." cicit Ara.


Pletak....


" kau juga, belajar untuk hanya peduli padaku, SEORANG...." penekanan David di kalimat terakhirnya.


" awww..., sakit..., aku tidak mau menikah dengan mu..., kau selalu menyentil hidung ku jika aku salah ucap..." sedih Ara.


" awas saja jika kau nanti menolak lamaran ku..." ancam David.


" akan kuhabisi seluruh keluargamu..." ancamnya lagi.


Aralia membelalakan matanya....


" Kau gila...."


" Ck....sadarlah...kau yang buat aku jadi gila..."


Daniel yang kembali datang kemeja makan untuk mengecek apakah acara makan di pagi ini selesai atau belum hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan semua yang ada di meja makan.


" berkumpul dengan pasangan gila, membuat aku secara tak langsung jadi gila juga..." Daniel menatap mereka yang di meja makan dan menggelengkan kepala nya pelan.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


@ara ❀


__ADS_2