Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Wajah dibalik topeng


__ADS_3

Pagi hari ini dimeja makan , 3 manusia duduk sedang menyantap makanan dengan suasana canggung. Tadi sebelum Daniel datang dikamar itu, terjadi pertengkaran antara David dan Aralia.


flashback


David bangun dari tidurnya jam 4 pagi , sebenarnya bukan ingin bangun terlalu pagi tetapi dirinya memang tidak bisa tidur. Semalaman tidurnya gelisah setelah mendengar penjelasan Daniel tentang Aralia.


" bagaimana keadaan gadis itu ...???"


" kenapa di otak ku hanya ada wajahnya saja..."


" apalagi bayangan dirinya saat dia memakai jubah mandi...!!".


" Arrgghh..."


" aku harus melihatnya ...aku bisa gila kalau lama - lama seperti ini..."


David mengusah kasar wajahnya.Bangun dari tidurnya menuju kamar Aralia.


Ceklek


' tidak terkunci , gadis bodoh...bagaimana bila ada yang masuk kekamarnya secara diam - diam' batin David.


David mendekat ke arah ranjang. Berjongkok di tepi ranjang tepat di dekat tubuh Aralia....." cantik" , David memandang wajah Ara lama.. " rahasia apa yang kau sembunyikan...???" .


Tubuh Aralia tiba - tiba bergerak dengan posisi terlentang. Selimutnya tersibak memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas. Saat ini Aralia memakai celana pendek diatas lutut memperlihatkan paha yang mulus serta pakaian tidur berbahan satin tipis berwana peach dengan tali kecil dipundak sang gadis dan tanpa menggunakan bra sehingga dua bukit kembar terpampang jelas disana, pemandangan yang membuat David harus menelan ludahnya. Sesuatu dibawah tiba - tiba menegang , meminta agar dipuaskan.


"Sial..."gerutu David.


David segera pergi dari kamar Aralia , menutup pintu pelan lalu berlari kencang ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandinya.


" Sial ...."


David berteriak dibawah kucuran air hangat.


"Siiiaaaaallll...."


" Argghhh... gara buah apel kembar aku harus bermain solo"...ucap David sambil nafasnya terengah engah.


Sementara di kamar sebelah alarm di ponsel Aralia berbunyi pukul 5 pagi, Aralia mandi dan berpakaian aneh seperti biasa.


Saat Aralia keluar dari kamar tampak David yang sedang duduk di sofa panjang. Matanya beralih ke arah Aralia. Menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


" ganti pakaianmu..! " perintah David.


Aralia bengong memandang David. Dia bingung kenapa Tuan besarnya menyuruh ganti baju.


" apa kau tidak dengar, Aralia Zahra , aku bilang....ganti pakaian mu..!!!"

__ADS_1


" pakaian seperti apa Tuan...?" Aralia bertanya dengan wajah polos.


" ....pakaian yang sesuai dengan tubuhmu dan hapus riasan mu yang k*nyol itu." jawab David.


" maaf Tuan, tidak bisa kah saya berpenampilan seperti ini...saya lebih nyaman dengan dandanan seperti ini saat bekerja...lagi pula saya tidak bawa pakaian lain..semua yang saya bawa modelnya seperti ini Tuan..." jawab Aralia.


" aku tidak tau apa yang membuat mu harus bersikap seperti itu tapi selama kau bersama ku , aku minta kau ikuti peraturanku....! " ucap nya tegas.


"Tapi..."


" aku tak menerima penolakan , kau mengerti.... ini perintah!" David menatap Aralia tajam.


" Tuaaannn....." Aralia spontan berucap manja lalu mengerucutkan bibir dan menghentakkan kakinya , seperti ketika dia bersama Kesya saat keinginannya ditolak.


David terkejut , tapi tingkah gadis didepannya sangat lucu menurutnya sehingga dia sedikit menampakkan senyum kecilnya.


" masuklah kekamar....aku akan menyuruh Daniel datang dengan beberapa pakaian yang pas untuk mu...!"


" Tapi...tuan..." belum sempat dia berbicara , matanya sudah takut melihat wajah David yang berubah sedikit menyeramkan.


" baiklah....saya tunggu dikamar saja." cicitnya. sepanjang perjalanan bibirnya terus manyun dan itu pemandangan yang menggemaskan untuk David.


Derrrttt....derrrrtttt


" bawakan aku beberapa stel pakaian wanita bertubuh mungil dengan tinggi standar..."


" bawa kekamarku...sekarang...jangan datang jika belum mendapatkannya.."


" baik Tuan...." jawab orang di ujung sana.


Dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Daniel.


' musibah apalagi sekarang...' batin Daniel.


*


*


*


30menit kemudian Daniel membawa beberapa paper bag ditangannya. Mengetuk pintu dan membuka pintu tersebut dengan ID CARD yang sudah David berikan sebelumnya.


" ini pesanan anda Tuan..." tanpa perlu di jelaskan Daniel tau kalau semua itu untuk Aralia.


" hmmm...." David mengambil paper bag itu , mengetuk pintu Aralia...tak berapa lama pintu terbuka dan muncul wajah Aralia dibalik pintu.


" pakai ini..." ucap David saat memberi bungkusan itu ke tangan Aralia.

__ADS_1


" baik Tuan...." jawab Aralia dengan wajah yang kesal.


" gerai rambutmu atau kuncir kuda...awas kalau kau sanggul..." perintahnya lagi.


" hmmmm..." dijawab malas oleh Aralia.


David geram mendengarnya...


" apa kau bilang tadi..."


" ah...tidak jawab apa - apa...maksudku tadi..baiklah Tuan David yang baik hati..., permisi.." Aralia langsung menutup pintu.


Didalam kamar , Aralia membuka semua isi bungkusan yang ia pegang...ia terkesima dengan semua barang branded yang ada disana.


" Ya Tuhan...semua dress ini kan sangat mahal..dasar orang kaya..."


Padahal tanpa Aralia ketahui pakaian yang selama ia pakai tak kalah mahal, karena dikirim langsung dari butik di negara Paris.


"..Semua nya bagus..aku pakai yang mana ya...???"


Setelah memilah milih , pilihannya jatuh pada dress berwarna violet dengan bunga merah tua dibagian bawah serta lilitan terbuka dibagian leher dress tersebut. Wajahnya hanya diberi riasan tipis dan warna pink tipis untuk bibir kecilnya , tak lupa dia menyisir rambutnya terurai sesuai permintaan majikan.


Aralia membuka pintu kamar, " sudah , Tuan.."


David terkesima melihat siapa yang keluar dari balik pintu begitupun Daniel matanya seakan melompat tak percaya bahwa gadis yang berdiri disana Aralia Zahra.


David yang melihat Daniel menatap Ara tak berkedip langsung menginjak kaki Daniel. Membuat Daniel langsung menoleh ke Tuannya dan menunduk begitu melihat wajah kesal David.


" Lama sekali...aku sudah lapar...!!!" ucap David.


" maaf .." lirih Ara.


' *pantas saja Tuan muda jadi setengah gila, ternyata ini wajah gadis dibalik topeng' batin Daniel tersenyum kecil .


' nona , your is the best....' batinnya


*


*


*


*


*


@ara ❤

__ADS_1


__ADS_2