
Ting.....
Pintu lift terbuka, tampak gadis berwajah sembab dengan air mata yang masih mengalir.
Gadis itu keluar dari lift dengan nafas yang masih sesak. Abella mengatur nafas nya, tak ingin membuat sang kakak cemas dan bertanya banyak hal pada nya nanti.
Berjalan menuju mobil yang terletak di seberang Rumah Sakit. Masuk ke mobil lalu mengatur nafas kembali.
Leo menatap sang adik dari atas hingga bawah. Seperti ada sesuatu yang aneh dirasa nya...
" are you okay, honey...???" Bella mengangguk.
"kau sudah bertemu dengan pemilik gaun..???" Bella kembali mengangguk.
" lalu...???"
" apa semua sudah Clear...???"
" Sudah kak..., dan sekarang aku lapar..." Leo tersenyum dan mengelus kepala sang adik.
" Kau ingin menu Paris atau menu Inggris pagi ini...???"
" aku rasa dua burger , satu kentang dan satu gelas lemon tea ukuran besar..."
" lapar atau...????" ucap Leo memicingkan mata nya.
" Kakak....."
Leo tertawa kecil..., " kau tau, aku bukan kakak yang terbaik tapi aku paham saat adik ku sedang dalam galau, sedih atau pun marah..."
" Maaf..., tapi aku rasa x ini aku tak akan cerita apapun..."
" Ya..., itu hak mu..., tapi saat kau ingin berkeluh kesah kau tau harus lari kemana..." Bella memeluk sang kakak.
"Aku sayang padamu kak..."
" hmmm..., aku tau..."
" kita jadi pesan menu pagi ini...???" Bella mengangguk tersenyum.
**********************************
**********************************
Di Rumah Sakit.......
" Aku tak melihat Daniel...???"
" kenapa...???"
" apa...??" bingung akan pertanyaan sang kekasih.
" kenapa dari sekian banyak pertanyaan kau malah menanyakan Daniel..."
" astaga..., ternyata..." Aralia menepuk jidat.
" Secemas itu dirimu pada Asisten ku...???, apa karena dia lebih tampan...???, atau dia lebih keren...???" lirih nya.
PLAAAKKK....
" pikiran macam apa itu...???, David Savier itu lebih tampan dan keren...., bahkan seramai apapun tempat aku berpijak, dimataku hanya melihat David Savier seorang..., jangan berkata seperti itu lagi..., itu artinya kau menghina pilihan ku kan...."
" Really....???" tanya David menatap Gadisnya.
" apa kau meragukan ku...???" kesal Ara. David tersenyum dan memeluk sang gadis.
" Selamat...." Aralia tersenyum dalam pelukan.
" jadi sekarang katakan , Daniel tidak sedang kau hukum kan sayang...??"
" Ck...."
" dasar...., cemberut lagi kan...???"
" Daniel sedang menangani beberapa rekan bisnis ku disini..., dia juga harus meeting dadakan dengan seluruh anak cabang dan.....dia juga aku suruh merekap semua laporan seluruh perusahaan..., puas..."
" what..., seluruh perusahaan...???"
" hei..., apa yang membuat mu kaget...??, itu memang tugas nya kan...???, lagipula salahnya sendiri, sampai saat ini belum menemukan sekertaris baru..."
" sekertaris baru...???, apa aku benar benar kau pecat...???"
" astaga, gadis ini..., kadang pintar tapi lebih banyak minus nya..." kesal David mengusap wajah nya dengan kasar...
" kita akan menikah, tentu saja kau harus ada dirumah menunggu ku pulang kan...???, atau jangan bilang kau berubah pikiran ...???, kau tidak ingin kita menikah...???"
" apa sich..., sensitif..." mata nya memicing menatap pria di depannya.
" Sayang..., gadis yang tadi pagi kesini..., aku rasa Daniel menyukai nya..." senyum Ara.
" aku tak peduli..."
" issshhh , kau ini..., sudah saat nya kau memikirkan kakak mu itu kan...???, selama ini pria itu tak pernah mengenal siapapun kecuali keluar besar SAVIER...."
David diam..., menatap kekasih nya.
" aku menyayanginya lebih dari seorang kakak.., tapi urusan hati aku tak ingin terlalu menekan nya, itu bukan hak ku..., hati akan tau saat cinta datang.., apa kau paham..???"
" Ya..., aku paham..." bibir itu maju lima centi..David tersenyum menggelengkan kepala nya pelan.
" aku ada meeting siang ini..., bagaimana jika kau ku antar ke hotel , baru aku tinggal meeting..."
" pulang saja ke rumah Mommy..., aku sedikit canggung jika harus langsung bertemu ibu..."
" oke..., bersiap lah, aku tunggu di depan.."
Cup...
Ara tersenyum menatap kepergian David.
Sekitar dua puluh menit mobil berhenti di halaman keluarga Richard. Sang mommy sudah menyambut nya di pintu masuk.
" mommy..." teriak David.
" Dia mommy ku..., mommy mu ada di hotel..." ketus Ara.
" dia Ibu ku , bukan Mommy..." David tak kalah ketus...
__ADS_1
Rebbeca tertawa kecil menatap dua orang di depan nya yang memperebutkan dirinya. Sedang satu pria disampingnya manyun karena tak disapa.
" Daddy rasa tak ada yang kangen Daddy.., lebih baik Daddy pergi saja..."
PLAAAKKK....
" Willy..., jangan seperti bocah kecil..."
" apa...???"
Ara tersenyum dan memeluk Daddy nya..., " aku kangen Daddy..."
" Daddy jauh lebih kangen dan sayang..." ucap Willy sedang David hanya menatap dan tersenyum.
" kau tak ingin memeluk ku...???"
" tentu..." David lalu memeluk Willy dengan erat.
" Da..David..., aku sesak..."
PLAAKKK....
" lepaskan ayah ku..., kau bisa membunuh nya..." ucap Ara kesal.
" ma..maaf..." David melepas pelukan sementara pria tua di depan mengatur nafas.
" bagaimana kalian bisa saling jatuh cinta..., apa yang membuat mu mencintai nya, kau tau dia bukan manusia.., dia buldozer...." ucap Willy kesal dan semua tertawa.
" sudah..., tak baik berlama lama di luar..., ayo masuk, mommy sudah buat kan soup, steak, dan juga spagetty dengan banyak taburan keju di dalam.."
" achh..., I love u , mommy..., aku lapar..."
" Ck..., badan kecil muatan banyak..." ucap David menatap wanita disamping nya. Sementara sang gadis hanya nyengir kuda.
" hehehe....."
" aku rasa aku tak bisa bergabung, aku harus pergi karena ada rapat penting siang ini..., nanti malam aku dan Daniel akan jemput kalian dan kita ke Hotel untuk jamuan makan malam..., Daddy, mommy..., aku pamit..."
" baiklah..., hati hati dijalan.., kami menunggu mu nanti malam..." ucap Willy
" hmmm..., sayang aku pergi..." ucap nya seraya mencium pipi sang gadis.
" love u..."
" me too...., hati hati..."
" hmmm..., bye..."
Mobil pergi meninggalkan halaman besar Willy Richard.
" kau tau..., kekasih mu itu seperti bunglon..." ucap Willy seraya berlalu masuk ke dalam.
Aralia menatap punggung sang ayah yang telah pergi meninggalkan tempat nya...
" maksudnya...???"
" ach....., sudah, jangan dengar kan ucapan Daddy mu..., dia hanya iri karena kalian berdua begitu dekat..., ayo masuk...." ucap Rebbeca dibalas anggukan sang gadis.
*********************
Disebuah Restoran ruang VVIP
" yakin, Bos..., mereka sudah setuju kita bertemu di tempat ini..."
" hmmm...."
" bos..., apa pria itu akan mengenali kita...???"
" hahaha..., kau pikir dia amnesia...???, dia pasti mengenali kita...."
" tapi..., kenapa pria itu tetap setuju untuk bertemu...???"
" Bob..., mereka datang..." Leo menatap dua pria dari balik jendela yang transparan jika dilihat dari dalam namun tak nampak dari luar.
Cekrek.......
" maaf lama menunggu..., Tuan....???" ucap David bingung dengan nama pria di depannya.
" Leo..., panggil saja saya Leo..."
Mereka saling berjabat tangan tanda pembuka.
" ach..., ya..., Tuan Leo..., kita mulai saja rapat nya..."
Beberapa berkas dibuka, sang asisten mengambil alih seluruh berkas di tangan nya sedang David hanya mendengarkan Leo dan asisten Leo presentasi.
Sekitar 1jam terjadi sesi presentasi dan tanya jawab, lalu muncul kata sepakat dari mimik wajah Daniel sang asisten. David tersenyum...
" oke..., kami rasa kami sepakat dengan semua yang anda bicarakan tadi dan masalah yang lainnya bisa anda selesaikan dengan Kakak sekaligus asisten pribadi saya..."
" baik..., jika tidak ada lagi yang kita bicarakan..., kami rasa kami akan pergi terlebih dahulu..., karena ada beberapa pertemuan lagi yang harus kami hadiri hari ini..."
" ach..., iya..., terima kasih atas waktu nya, Tuan David dan Tuan Daniel..." ucap Leo
David dan Daniel bangun dari tempat duduk nya...
Mereka berjabat tangan kembali salam penutup...
" kami permisi..." ucap David dan sang asisten...
Leo tersenyum dan mengangguk.
" hati hati...."ucap Leo.
Kini tinggallah Leo dengan pengawal khusus merangkap sebagai sang Asisten.
" Sepertinya pria itu sangat menjunjung tinggi profesionalitas nya..." ucap Bob.
" hmmm..., mereka bukan orang yang gampang tersentuh...
" betul bos..."
" dimana adikku...???"
" di hotel..."
Leo bernafas berat..., " aku mencemaskan nya..., apa kau sudah menyelidiki siapa yang menembaki kita kemarin...???"
__ADS_1
" sudah dan seperti nya musuh lama ayah anda , Bos..."
" jangan sampai adikku tau semua ini..., Bob..." pengawal itu mengangguk.
" seluruh aset dan juga kepemilikan saham apakah aman...???"
" aman Bos..., Nona Bella sudah mengetahui tempat nya dan dia tau harus kemana saat terjadi apa apa nanti..."
" Bella...." lirih nya
" Bob...., maaf telah banyak merepotkan mu..." Bob tersenyum...
" anda sudah ku anggap sebagai kakak, bagaimana mungkin dibilang merepotkan..."
DOOORRRR...., DOOORRR..., DOOORRR...
PRANK.....PRANK..... kaca ruangan pecah..
" aaa...."
" Bob...., Bob...."
Bob tertembak, tapi tetap tersadar..., mengambil senjata dan menembak balik...
DORRR..., DOOORRR..., DOOORRR...
"aaa...." beberapa tumbang
" ayo pergi bos..." berlari keluar menuju mobil.
Beberapa orang keluar dari mobil dan siap menembak...
Bob dan Leo sudah memegang senjata ditangan nya dan saling menembak..
DOOORRR..., DOOORRR..., DOOORRR...
Menyisakan tiga orang di kubu musuh yang berlindung di balik pot bunga di taman yang besar dan Bob serta Leo yang masih berdiri tegak di belakang tembok Restaurant dekat dengan mobil mereka.
" Leo..., ikut kami atau adik mu mati...."
" Bella..." teriak Leo
" kakak..."
" shiittt....., Bob..., are you okay..."
" saya masih kuat, Bos..."
" aku hitung sampai tiga, adikmu akan ku tembak...."
" brengsek...."
" hahaha..., 1....2....ti....."
" oke..., aku ikut tapi lepas kan adikku..."
" Bos...??"
" tenang..., mereka tak akan membunuhku sebelum mereka tau dimana semua dokument itu..."
" tapi...."
" Bob..., jaga adikku..."
Leo berjalan pelan menuju musuh..., Bella pun berlari menuju kakak nya...
" kakak...."
" temui pria itu..., aku rasa dia bisa membantu kita..., Bob..., dia tertembak dan tidak akan bisa bertahan lama..., larilah ke dalam mobil bersama nya..., paham..." bisik kakak nya...
" kuat..., kau kuat...., keturunan ABRAIL kuat..., lari..."bisik kakak nya lagi...
" cepat kemari dan jangan menunda waktu..., atau kalian berdua akan kutembak..."
" bagaimana kalian bisa menembak ku..., nafas ku ini masih berharga untuk mereka bajingan yang menyuruh anj*ing anj*ing seperti kalian..."
"brengsek..."
DOOORRR....
" aaa..." kaki Leo tertembak karena salah satu musuh kesal dengan ucapannya.
" bodoh..., jangan buat dia mati..."
" aku hanya menembak kaki nya..." acuh sang penembak.
" kakak..." Bella ingin mendekat tapi mata itu melarang nya pergi.
Bella berlari menuju Bob dan langsung masuk ke arah mobil dan meninggalkan tempat itu...
Beberapa polisi datang mendekat....
NGIUNG...NGIUNG...NGIUNG...
" polisi datang..., seret pria itu..." teriak seorang musuh.
Leo yang berusaha kabur, ditendang dari belakang dan tersungkur, kaki yang tertembak di injak...
" aaa...."
" jangan coba kabur..., atau aku benar benar akan membunuhmu..., persetan dengan uang itu..."
" ringkus dia..."
"lepaskan..."
BUGH....
Leo dipukul dan pingsan...
*
*
*
*
__ADS_1
*@ara❤