
Pagi hari mobil memasuki kawasan hutan belantara..., Sepasang kekasih turun dari sana dengan kacamata hitam dan juga baju perang berwarna hitam melekat ditubuh.
Seluruh pengawal menunduk....
" Tuan muda, Nona muda...."
" dimana yang lain....??"
" ruang tengah , Tuan..."
" hmmm...., kembali berjaga..." pengawal itu menunduk dan pergi.
Diruang tengah, nampak lima pria duduk di sofa yang kemudian langsung bangun begitu David datang.
" bagaimana , Mark...???"
" belum terlacak , Tuan..., sepertinya sangat sulit menembus sistem keamanan mereka x ini...."
" bisa menyingkir , Mark..." pinta Ara, Mark bangun dan mempersilahkan Aralia duduk.
Gadis itu menggulung lengan bajunya..., tangan nya menyentuh tombol tombol disana.
Tik....tik...tik...
Mouse bergerak ke kiri kanan.....dan mulai mengetik lagi...
Tik...tik...tik...
" jackpot......" ucap gadis itu menunjuk layar.
" oh..., shiiitt...." Mark memegang jidat.
Jack tertawa..., " its amazing , boy..., kali ini kau kalah telak..., hahaha...."
" shut up, Jack...., ini tidak lucu..."
" hahaha...., okay...., I'm sorry..., but, you know..., you look stupid, boy..." Ucap Jack masih tertawa keras sedang wajah Mark sudah tak jelas lagi bentuknya...
" oke..., apa rencana nya...???" tanya Daniel mengakhiri canda gurau di dalam ruang.
" aku butuh senjata..."
" akan ku tunjukkan , My Queen..." ucap Jack mempersilahkan Aralia jalan mengikutinya.
" seperti nya Nona muda akan banyak penggemar , Tuan..."
" Rey, rasanya kali ini , aku benar benar ingin membunuh orang..."
Rey tertawa kecil..., " maaf, tapi saya hanya berusaha bicara jujur, Tuan...."
"astaga...." David memegang pelipis nya..., cemburu pasti tapi mau bagaimana lagi, gadis itu benar benar seperti iblis cantik kini.
Mereka memasuki gudang senjata. Ada banyak senjata tersusun apik disana, ada beberapa peti lagi belum terbuka. Aralia memandang sekeliling. Wajah nya tampak begitu senang saat mengetahui apa yang di butuhkannya terdapat di dalam kotak kaca panjang dengan beberapa perlengkapan penunjang.
" this is gun heaven...., wow...., I like it...."
Aralia mengambil beberapa senjata ukuran kecil dengan beberapa butir peluru kurang dari 10mm.
Kreeekk....Kreek....
Aralia mulai membidik sasaran.....
DOORR...DOORR....DOORR....
Gadis itu tersenyum puas, sementara pria di belakang menganga menatap tak percaya.
" skor nya 100...., Jack....???" ucap Mark seraya melongo.
" aku lihat, Mark..." Jack nampak kesal.
Gadis itu berbalik...., " aku mau senjata ini empat buah..., bisa kau carikan , Jack..."
" Yes..., Mom..." kesal Jack
Berjalan menuju peti besar dan membuka nya...
KRAK...KRAK..KRAK...
__ADS_1
Kayu kayu itu sedikit demi sedikit terangkat dan nampak beberapa senjata berukuran sama beserta peluru ada disana.
Jack mengambil empat buah dan menaruh nya di meja.
" aku butuh beberapa kabel dan juga alat rakit bom mini yang lain ,Mark...."
" im yours, Mom..." ucap Mark seolah terhipnotis.
BUGH....
David menendang bokong Mark..., " dia milikku, bodoh..."
" Maaf, Tuan muda...., saya lupa..."
Aralia tersenyum, menunjukkan wajah manis nya pada David yang sedang terlihat kesal.
" kau puas..." teriak nya pada gadis itu dan pergi.
" Jack..., tangkap..."
Hap...
" isi penuh seluruh senjata milik ku, Jack..." ucap nya sebelum meninggalkan tempat menyusul David yang hilang entah kemana.
" Dimana, Tuan muda...???" tanya nya.
" tempat SHELLA junior, Nona..."
" SHELLA....???"
" Ya, Binatang cantik milik Tuan muda..."
" dimana itu...???"
" belok kanan, kemudian lurus ke arah laut..."
" oke, terima kasih..." Gadis itu mengikuti petunjuk pengawal dan benar saja, pria itu sedang tersenyum menatap aqyarium mini yang di dalam nya penuh dengan ikan hiu berukuran kecil.
" apa mereka pemakan daging...???"
" kau ingin coba...???"
" jangan, mereka akan membuat kaki serta tangan mu hilang seketika..."
David menghela nafas panjang.....
" apa semua yang kau butuhkan sudah tersedia ...???"
" Ya, aku rasa kau benar, disini semua lengkap..."
Gadis itu menatap pria di depannya..., " ada apa...??"
" tidak ada...., aku..."
tit...tit...tit...
sesuatu di saku gadis itu berbunyi....
" aku rasa aku dapat sesuatu...,ayo..." ucap gadis itu menarik tangan David.
Gadis itu menuju ruang komputer, mengetik sesuatu, kemudian menyuruh David sedikit men jauh agar musuh tak nampak...
Layar menunjukkan penuh Kesya yang tertidur , "Hallo, singa betina...."
" harus dengan cara ini kah kalian mengundangku...???"
" tidak ada lagi cara lain..."
" Patton..., dua tahun lalu aku berhasil membuat kau rugi dengan tiga gudang terbakar dan juga anak buah yang mati mengenaskan...., kali ini bukan hanya markas mu yang akan hancur, tapi juga dirimu, aku pastikan...., kau akan mati kali ini..."
Pria itu tertawa.....," kau cukup berani..."
" jangan kau kira aku tak tau jika kini kau sedang melacak siaran telepon ini, bajingan..., kau bukan lawanku..., Sampaikan pada pria tua yang menyebutku bayi sialan, aku juga akan membunuhnya...., oh , ya..., kau melakukan ini semua karena cinta bukan...???, sekarang aku memberi mu satu bocoran, apa kau mau dengar....????, bayi itu bukan milikmu..., KAUU bukan ayah dari bayi SANDRA....."
Tut...tut...tut....
__ADS_1
" bagaimana Mark..., jangan kecewakan aku..."
" dapat..., tentu saja kita berhasil..., mereka ada disini..."
Aralia tersenyum, " Let's Star The Game...."
Gadis itu menuju ruang Rahasia tempat Tuan muda nya beristirahat..., " aku pinjam, honey..."
" hmmm..."
Aralia keluar dengan rambut kuncir kuda dan juga kacamata hitamnya, menuju ruang senjata, menaruh pistol di belakang jubah posisi kiri dan kanan, di paha kiri dan kanan, satu set alat panah dan busur, pisau kecil berjumlah lima buah dan tak ketinggalan satu senapan laras panjang.
Sedang yang lain , memakai rompi peluru dan juga perlengkapan senjata masing masing.
Mereka menuju mobil , Daniel bersama Rey dan James. David bersama DUO JM dan Aralia.
" James , apa kau yakin akan ikut membawa Kesya bersamaku nanti...???"
" Ya, Dokter...., aku siap..."
" tugas utama kalian adalah pergi membawa Kesya, Uncle..., Dokter Rey..., setelah Kesya pergi dari sana..., serahkan semua pada kami..." ucap gadis itu dari earphone mini penghubung seluruh anggota.
" di mengerti..." ucap Rey dan James bersamaan.
" Begitu melewati bukit, kita berpencar..."
" kau yakin akan menaiki motor...??"
" off course, honey...., aku terlatih dalam bidang apapun, kau tenang saja...."
Sekarang mereka sudah menuju bukit yang sedikit terjal...., " turunkan aku...."
Aralia turun , seorang pengawal memberi sepeda motor..., " ini Nona..."
" thanks..."
Gadis itu memakai helm nya dan menarik kaca helm ke atas..., " kita bertemu ditempat tujuan..."
"hati hati..."
" okay...."
BREEMMM....BREEMMM....BREEEMMM....
Motor melaju dengan kencang ke arah yang berlainan.
" Tuan, kalau ada stok seperti Nona lagi, tolong berikan pada ku , Tuan muda..." ucap Jack terpesona.
" saya juga mau, Tuan..." ucap Mark tak kalah terpesonanya.
" bagaimana jika peluru ini tembus ke otak mu, Jack..., Mark..., kira kira kalian mati tidak ya...???"
GLEK....., SINGA MODE ON
" bercanda ,Tuan..., bercanda..., iya kan Jack..." ucap Mark pada Jack, sementara yang ditunggu jawaban hanya nyengir kuda sambil mengusap tekuknya.
" honey..., aku sampai di tempat tujuan..., " tiba tiba earphone bersuara.
BOOOMMM.........BOOMMM....
" Bos...., kita diserang..., musuh telah meledakkan pintu Utara dan Selatan..."
" gabung menjadi satu di Timur..., cepat..., gadis itu tak akan berani, ada kunci utama disana..."
BOOOMMM....
Baru saja beranjak meninggalkan lokasi, tempat itu sudah musnah terbakar...
" Alex...., dimana Queen...??"
*
*
*
*
__ADS_1
@ara❤