Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Dia gila


__ADS_3

James membuka matanya pagi itu dengan pemandangan sang istri yang masih memeluk hangat dirinya. Punggung nya yang terkena tembakan masih sedikit ngilu dia rasa, tapi tangan nya tetap harus di gerakkan agar tidak terasa kaku. Ia mengusap pipi wanita nya pelan, gerakan kecil itu membuat Queen terbangun dari tidur indahnya.


" maaf, aku membangunkanmu..."


" kau butuh sesuatu...???" James menggelengkan kepala.


Queen menatap luka di punggung James...," apa masih terasa sakit...???"


" hanya sedikit ngilu saat di gerakkan..."


tok...tok....tok...


Queen beranjak dari tidurnya, menuju pintu.


" Ya...??"


" Queen ..., ini aku Mark..."


" Ya, Mark..., tunggu sebentar...."


Pintu terbuka menampilkan tiga pria disana, Mark dengan nampan berisi makanan, seseorang membawa tas ditangan serta ada seorang pengawal yang mendorong peralatan medis menuju ke dalam kamarnya.


" Boleh kami masuk...???"


" silahkan..."


Mark menaruh makanan di meja kecil dekat tempat tidur. Pengawal pergi meninggalkan kamar dan seorang pria mendekat ke tempat tidur James dan Queen.


" Hai, brother...., sepertinya kau nampak lebih baik...."


" Ya..., hanya sedikit ngilu disekitar luka..."


" kenalkan..,Queen.....,ini kakak sepupu ku..., dia sahabat Bos Daniel dan seorang dokter bedah berbakat...."


Queen tersenyum kaku pada pria itu. Pria itu menatap Queen dan mengulurkan tangannya.


" eekhemm....., aku James suami Queen..." James bangun dari posisinya, mengulur tangan menyambut tangan pria di depan istrinya saat ini dan membuat Dokter itu tertawa.


" saya rasa suami anda akan cepat pulih dari sakit nya, Nyonya..., karena sifatnya yang terlalu posesif , memaksa dia harus menjaga anda 24 jam , bukan begitu Tuan James..." Queen tersenyum menatap suami nya.


" oke..., kita langsung ke inti, bisa sedikit buka tangan nya lebar dan kita akan ganti perbannya serta melihat jahitannya..."


Perban terbuka sempurna, ada sedikit bekas jaitan disana, Pria itu membersihkan bekas jaitan kemudian menyuntikkan suatu obat vitamin ke dalam tubuh James dan kembali menutup luka..


" apa semalam anda demam...???" James menggelengkan kepala.


" Biarkan luka ini tetap kering hingga tiga hari kedepan , artinya anda hanya harus mengelap tubuh anda dengan kain basah hangat ..., agar tidak infeksi..., Tuan James..."


" apa semua baik baik saja, Dok...???" tanya Queen cemas.


" semua sangat baik..., saya akan memberikan obat untuk nya, Nyonya..., dan bisa di minum satu jam setelah Tuan James selesai makan..."


" terima kasih , Dok..." ucap James.


" panggil saya , Rey...., saya hanya pesuruh Daniel dan Tuan muda David disini..., Dokter itu sebutan untukku saat dirumah sakit, Tuan James..."


" oke senang bertemu kalian..., semoga cepat sembuh..." Pria itu mengulur tangan dan berjabatan dengan James dan Queen.


Seseorang muncul dari luar kamar.


" Bos..." ucap Duo JM dan Rey serempak.


" bagaimana keadaannya, Rey...."

__ADS_1


" semua aman, Mark sangat piawai dalam menangani hal seperti ini..., jahitannya pun rapi dan tidak ada darah keluar, sepertinya ia tau bagaimana menjaga lukanya, tidak ada demam dan sudah tidak pucat..., Well..., bisa dibilang semua bagus..."


Pria itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


" syukurlah..., kau ingin pergi sekarang...???"


" Ya, aku rasa aku sudah selesai disini..."


" tunggu aku dibawah..."


Pria itu mendekat menuju posisi Daniel berdiri saat ini, dan berbisik...


" jangan terlalu lama di dekat wanitanya..." Daniel memicingkan mata nya dan mengerutkan dahi tanda bingung. Rey kembali membisikkan sesuatu.


" pria itu sedikit posesif..." Daniel tersenyum.


" mungkin itu tanda nya, jika pria lebih dominan dalam jatuh cinta , Rey..."


" well, mungkin kau benar..., aku tunggu dibawah..."


" hmm..."


Daniel mendekat ke arah tempat tidur. Menatap luka James lalu....


" bagaimana bisa....???, bukankah ada Mark dan Jack di samping kalian....???, dan setauku, mata Jack seperti seekor elang, jadi bagaimana mungkin bisa....???"


Queen menunduk sedih...,"ini semua salahku, aku ingin jalan berdua dengan James seperti pasangan lainnya..., tapi..., ternyata mereka sudah mengawasi kami dari jauh...., Maaf..."


" it's okay..., tapi aku harap kau lebih berhati hati lagi lain kali...., dan masalah ini aku sembunyikan dari Nona Aralia atas permintaan Tuan David..."


" Bagaimana kabar David dan gadisku......??"


" seperti pria di atas sana..., sedikit posesif dan gila karena wanita , bahkan pagi pagi buta aku sudah harus membangunkan seorang dokter dan memaksa pria itu ke markas untuk memeriksa nya, kau tau..., gadismu itu sedikit menyeramkan saat marah dan sepertinya, Tuan muda lebih takut dengan tatapan wanita nya daripada sebuah peluru yang mengarah ke jantungnya..."


James melempar bantal mini disampingnya..., "jangan mengejekku..., bung..., kau pun akan menjadi gila nanti saat jatuh cinta.. " Daniel tersenyum dan menaruh bantal ditempatnya, tepat disamping James. Dan....


" cepat sembuh..." Daniel menepuk bahu yang sakit dan segera melangkah pergi.


" aaaa....,dasar pria gila..." James berteriak saat keringat dingin terasa disekujur badannya.


Kesya menggeleng gelengkan kepalanya saat Daniel dengan santainya berjalan melewati kamar itu. Dan menutup dengan pelan pintu kamar.


" kita basuh tubuh mu dulu, James..., setelah itu makan lalu minum obat..."


" kau tau, aku merasa memiliki perawat pribadi sekarang..." ucapnya sambil meringis memegang bahunya yang terasa ngilu akibat pukulan pelan sang Asisten, Queen tersenyum sambil membawa handuk basah dan baskom berisi air hangat.


" perawat mu yang satu ini spesial , James..., jika perawat lain akan diam saja saat kau membawa wanita lain, perawat yang satu ini akan langsung menembakkan timah panas di otak mu , saat kau melakukannya..., James..."


James tertawa kecil mendengarnya..., " Ooo...., perawat ku ini pecemburu ternyata..., tapi sayang nya aku pria setia, bahkan sudah ada label didada ku..., honey " ucap James sambil terkekeh geli melihat Queen sudah mulai memanyunkan bibirnya.


******************************


******************************


Aralia menikmati sarapan paginya, bersama keluarga dan juga sang kekasih di meja makan.


" aku selesai..." ucap Richard.


" kau akan berangkat kerja, David...???" tanya Richard.


" Ya, ada beberapa cabang di Paris yang harus aku datangi, Tuan Richard..."


" Came on..., boy..., panggil aku Dad, seperti Aralia memanggilku...." ucapan Richard membuat semua yang ada di meja makan tersenyum.

__ADS_1


" Akan aku usahakan, walau agak sedikit canggung nanti nya..."


" O..., Ya..., peresmian perusahaan kerjasama kita, sudah berjalan 100% , dan aku rasa kita butuh orang terpercaya dalam menanganinya..., kau punya ide...???" tanya Richard, tapi kemudian suara denting garpu dan sendok dari sang istri membuat nya harus memberi kode David untuk tidak menjawab pertanyaan nya.


Aralia tersenyum senang, Ya, sehebat apapun seorang pria, saat kode alam berkata untuk diam, pria itu akan mode silent seperti sebuah ponsel disakunya.


" Bagaimana rasa makanannya , sayang..." tanya Aralia.


" Enak dan sepertinya besok besok, aku harus memulai olahraga pagiku , honey..., sepertinya berat badanku naik drastis..." Rebbeca tersenyum menatap calon menantunya.


" kau tau, Sayang..., aku tadinya sangat takut sekali saat tau kekasihmu adalah seorang pria bernama David Savier..., tapi sekarang aku lega, karena pemikiran ku selama ini salah, pria ini begitu hangat..., terimakasih karena sudah mencintai putriku..."


" Saya rasa anda tau, gadis di samping saya ini memang patut dicintai, bukan karena paras cantiknya, tapi karena sifatnya yang tulus mencintai seseorang..."


" anda tau , awal saya melihat gadis ini bukan saat dia sedang bekerja di belakang komputer sebagai sekertaris saya, Nyonya..., tapi saat wanita ini berumur 18tahun, membantu seorang nenek tua menyebrang jalan..."


" oh..ya..., really...???" ucap Rebbeca sementara wanita yang dibicarakan bingung menatap kekasihnya, sedang David hanya tersenyum seraya mengelus puncak kepala sang gadis.


" kau tak akan pernah tau, apa yang aku ketahui tentang mu, honey..." senyumnya.


" oke..., lebih baik aku pergi sekarang, kalau aku telat Daniel pasti akan menekuk wajah nya 45 derajat, kau tau kan seperti apa tatapan matanya jika ia sedang marah..." ucap David seraya mencium pipi gadisnya dan tersenyum kemudian bangkit berdiri menghampiri calon ibu mertua dan memeluk serta mengecup pipinya.


" aku pamit, Nyonya..." Rebbeca tersenyum.


" bagaimana kalau kita satu mobil, Boy..."


" boleh..., biar mobil ku di bawa oleh anak buah saja, aku ikut dirimu, Tuan....." tapi begitu melihat wajah tidak senang Richard David mengulang panggilannya.


" maksud ku..., Dad..., sorry..."


" Bye sayang..." ucap Richard sambil mengecup pipi istri dan mencium bibirnya singkat.


Cup


" hati hati...., pulang lah dengan selamat..." Richard mengangguk, Rebbeca tersenyum.


" oh..., so sweet...., my sweety..., jika nanti kita menikah, aku ingin dapat ciuman itu setiap berangkat kerja..." Goda David.


Rebbeca tersenyum dan memukul pelan bahu David..., " cepat berangkat sana, anak nakal..."


" Okay...., mommy ku tersayang..." kedip David pada Rebbeca.


" hei, dia istriku..., jangan menggodanya..."


" oh...., Came on..., Dad..., dia sangat cantik untuk usia seumurannya, jika aku tak memiliki anak gadismu, kita pasti bersaing..." Goda David sepanjang menuju mobil mereka...


" bocah gila..., cepat masuk mobil...." Richard menepuk pundak David dan masuk ke dalam mobil.


Rebbeca dan Aralia hanya tertawa kecil di depan pintu mengantar para jagoannya pergi bekerja.


" pria itu gila..." ucap Rebbeca menatap Gadisnya.


" Ya..., karena alasan itu aku mencintainya, mommy..., mungkin kalau bukan karena kegilaannya, aku tak akan tertarik padanya..." ucap Aralia tersenyum menatap kepergian kekasihnya.


" Love you..., honey" Aralia.


*


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2