
Waktu menunjukkan pukul satu malam dini hari di Paris. Wanita itu sesekali menguap dan menutup mulutnya. Matanya tetap fokus menatap ke arah brangkar pasien tempat sang penjaga tidur. Seorang pria dengan dua wanita berseragam perawat masuk ke dalam ruang.
" selamat malam..."
" malam..."
" saya dokter jaga pengganti disini, jika ada perlu sesuatu silahkan pencet tombol darurat, maka saya dan para perawat akan langsung ke ruangan ini..."
" hmm...."
Melihat David melirik pria itu tajam dan hanya menjawab dengan suara dehaman saja, dokter itu langsung menunduk undur diri.
Aralia mencubit perut sixpek sang kekasih.
" Sayang..." David mengerenyitkan dahi nya.
" apa....???" kesal David.
" masih mending aku jawab..., kalau dia lebih lama di sini tadi..., gelar dokter itu pasti ada di batu nisan esok pagi..." ucap nya lembut tapi penuh penekanan.
" memangnya apa salah dokter itu...???"
" jangan pura pura..., apa sesenang itu ya dilihat terus terusan sama dokter...???"
Aralia menepuk jidatnya...," astaga...." tatap nya tajam seraya menggelengkan kepala pelan.
" aku ngantuk..., mau tidur..."
" sebentar..." pria itu berdiri dari sofa panjang dan mengambil ponsel menelepon seseorang. Setelah selesai David kembali ke tempat duduknya disamping Aralia.
Tak berapa lama para perawat masuk membawa kasur yang sedikit berbeda ke dalam kamar pasien tersebut. Menata kasur sedemikian rupa dengan seprai berwarna lembut dan juga sebuah nakas kecil disamping tempat tidur. Mereka juga membawa semacam pembatas penutup agar tak terlalu nampak dari luar.
" maaf Tuan David, hanya ini tempat tidur terbaik disini...." ucap perawat menunduk.
" hmm..."
" tidurlah, kau pasti sudah sangat lelah bukan...???" ucap David mengelus rambut kekasihnya. Tapi bukannya menjawab gadis itu malah bangun dan menghampiri para perawat.
" terima kasih..." ucap Aralia sopan pada para perawat.
Para perawat mengangguk , " permisi, Nona...., semoga anda sedikit nyaman..." lalu mereka keluar ruangan.
PLETAAKK.....
" awww...."
" aku benci sikapmu yang terkadang acuh padaku..." ucap pria itu lalu berjalan menuju tempat tidur. Aralia memajukan bibirnya.
Dia diam ditempat, hanya menatap punggung pria itu tanpa bermaksud ingin mengikutinya. Tiba tiba ponselnya berbunyi dan muncul sebuah pesan singkat disana......
" jika dalam tiga detik kau tak beranjak dari tempat mu, akan kupecat semua pekerja di rumah sakit ini..., malam ini juga" David.
" astaga...., pria ini...." batin gadis itu seraya mengelus dada.
Aralia naik ke atas kasur , dimana David sudah memunggunginya dengan selimut hingga ke leher.
"dasar bayi gorilla, kerjanya ngambek teruuusss..." Aralia.
Gadis itu merapatkan tubuh nya pada pria yang masih dalam keadaan merajuk. Memberi sedikit sentuhan pada leher panjang pria itu, tapi David tetap tak bergerak dari posisi.
" aku ingin di peluk..." bisik gadis itu.
David tetap diam
" ya sudah, aku akan menemani dokter jaga saja bersama perawat..." lirih nya mengancam.
__ADS_1
Saat pelukan itu terlepas, pria itu memutar tubuhnya..., " bagaimana jika aku membunuh pria itu sekarang...???"
Aralia tersenyum..., " aku sangat mencintaimu..., ayo tidur, aku sangat ngantuk..."
Ritual sebelum tidur, menarik pria itu, mencium seluruh wajah kemudian bibir hingga kadar oksigen mulai menipis, tersenyum, memeluk dan tertidur.
Senyuman itu terbit di wajah David, tangan David mengusap kepala gadisnya.
" mimpi indah..." David.
**************************
**************************
Masih di rumah sakit......
Aralia menggenggam tangan wanita yang masih nyaman dengan tidur panjangnya. Dalam hati gadis itu masih berharap keajaiban, dan melihat wajah itu tersenyum pada nya pagi ini.
" Kesya..., hari ini merupakan hari penobatanku..., setelah hari ini seluruh masyarakat Paris akan tau siapa putri dan pewaris tunggal dari seluruh kekayaan Willy Richard..., apa kau senang Kesya....???"
" moment ini yang selalu kau tunggu bukan...???, setelah ini semua sumpah itu akan hilang, janji mu untuk membuat gadis ini hidup hingga penobatan telah terlaksana..."
" apa setelah ini kau akan pergi dariku, mommy...???"
" aku mohon..., jangan tinggalkan aku..., aku mohon , mommy...."
" jangan tinggalkan aku Kesya...., aku bisa gila jika kau pergi, aku tak sanggup jika harus sendiri..."
tes....
tes...
tes....
Airmata itu mengalir membasahi telapak tangan yang di genggam. Tiba tiba satu jari terangkat. Layar monitor detak jantung menunjukkan gelombang yang sangat cepat dan teratur.
" James...., James...." teriak gadis itu panik.
James masuk setelah tadi ia berbicara sebentar pada dokter yang menangani Istrinya.
" ada apa...???" James menatap jari tangan yang bergerak dan mata nya beralih pada layar detak jantung kemudian....
" Dokter....., Dokter....., istriku Dok......" James berteriak dan berlari keluar ruangan. Melupakan tentang metode yang benar saat memanggil dokter, pria itu berteriak seperti orang gila.
Dokter dan dua perawat berlari cepat di koridor, menuju kamar Kesya.
" keluar dulu ya pak...., Biar dokter periksa dulu..." paksa perawat saat James ingin menerobos masuk.
Sementara gadis itu kini dalam pelukan kekasih yang meninggalkan nya sebentar mengecek beberapa dokumen penting di sebuah ruangan.
" David..., Kesya....???"
" it's okay, honey...., semua akan baik baik saja...." masih memeluk gadis yang sedari tadi menangis.
Sekitar lima belas menit, Dokter itu keluar dan tersenyum. James lalu bergerak cepat menuju dokter itu.
" bagaimana..., apa yang terjadi...???, istri saya kenapa dok...???"
" Nyonya Kesya sudah melewati masa kritis nya...., kita tinggal tunggu dia siuman selama 1x24 jam , setelah itu kita akan mengecek nya kembali...., dan janin dalam kandungannnya sangat kuat, tidak ada hal buruk pada janin itu..."
Seluruh orang di luar kamar tersenyum senang.
" apa kami sudah boleh melihatnya...??? " tanya Aralia berusaha menghampiri dokter tapi ditarik kembali oleh David lalu memeluk gadis itu lagi.
Dokter pria itu tersenyum ke arah Aralia tapi karena melihat wajah dingin David pandangan itu berbalik menuju ke arah James.
__ADS_1
" tunggu dulu, biar perawat urus pemindahan kamar nya ke ruang VVIP yang Tuan David siapkan, lalu kalian boleh menjenguk beliau lagi, tapi saya harap tetap tenang, agar pasien tidak stresss...., permisi..." cepat cepat dokter itu pergi.
" kau ini..."
" sudah ku bilang kan....???"
" iya..., iya...., jangan diteruskan..., aku minta maaf..."
Cup....
Aralia mengecup pipi pria itu agar tenang dan tidak ngambek lagi.
David tersenyum dan mengelus ujung kepala kekasihnya.
" James...., aku dan Aralia harus menghadiri konfrensi pers..., Jack dan Mark akan datang kesini setelah markas dinyatakan aman..., seluruh anak buah The Queen Black yang selamat sedang JM urus..."
" pergilah, semoga sukses..." James merangkul David dan saling menepuk punggung lawan bicara.
Aralia menatap brangkar Kesya yang dapat dilihat dari jendela luar yang besar. Seperti tak rela untuk beranjak dari tempat itu, takut takut sesuatu hal terjadi.
" apa bisa kita tunda...." ucap nya namun mata itu tetap memandang ke dalam ruangan.
" entah kenapa aku merasa sesuatu hal yang buruk akan terjadi..., aku...."
" Aku akan menjaga nya...."
" tapi kau sendiri disini..., JM belum datang..., apa bisa kita pergi setelah JM tiba.....???" pinta nya menatap David.
David menatap arloji tangannya, lalu menggeleng kan kepala.
" kita tidak tau kapan JM akan datang..., mereka sedang mengatur Markas , honey..."
" lebih baik kita tunda di lain waktu, jika kau tak yakin..." tanya David.
" tidak , ayo pergi...." ucap nya pasrah.
" aku akan mengabari mu, begitu ia sadar..." ucap James tersenyum.
" Ya..., segera kabari aku James..., aku pergi..." James mengangguk.
Dari jauh seseorang sedang mengawasi dalam wujud cleaning service. Berbicara pada sebuah alat kecil di kerah baju.
" dua penjaga tak ditempat, Gadis itu dan kekasih nya sudah pergi menuju lantai bawah..."
" tetap ditempat, kami akan segera naik begitu gadis itu turun..., tetap kabari dan jangan putuskan sambungan..."
" mereka sudah turun bos, sekarang berjalan menuju pintu luar..." ucap mata mata dilantai bawah.
" para dokter dan perawat...???" tanya pria di mobil.
" aman bos, rencana B....."
" oke, kami naik..."
" are you ready, boy...???" ucap pria itu pada teman disamping...
Krek...krek....
pria itu memeriksa senjatanya..., " berangkat*...."
*
*
*
__ADS_1
*
@ara❤