
Setelah Dua jam David selesai dengan ritual tidurnya, ia benar benar mengajak Aralia menikmati indah nya taman di kota Paris, ia tak lupa mengajak kekasih nya itu berfoto ria di bawah terik nya sinar matahari disisi menara yang paling terkenal di Paris Menara Eiffel.
" kau ingin ke puncak menara itu...???"
" apa bisa...???"
" tentu....."
Mereka naik ke atas menara dengan menggunakan semacam lift yang ketinggiannya jika dilihat sedikit miring namun tegap berdiri setelah Daniel berbicara pada seseorang disana.
Menuju ke puncak menara , David dan Aralia disuguhkan semacam pemandangan yang sangat indah, kota Paris di ketinggian hampir 57 meter di atas permukaan tanah.
Pada lantai pertama David dan Aralia berjalan berkeliling di sebuah lantai kaca yang bisa langsung melihat banyaknya manusia beraktifitas dibawah sana. David dan Aralia bergandengan tangan sepanjang berjalan di lantai kaca itu.
" kau kenapa, honey...???"
" entahlah, kepalaku sedikit pusing jika melihat kebawah sana...." tunjuk Ara ke bawah kakinya.
" apa kau ingin ke lantai dua sayang....???"
" apa boleh...???"
" tentu saja...., ayo..."
Aralia menggenggam tangan David kencang seolah takut terlepas. David tersenyum senang saat pegangan itu semakin kuat.
" Dasar penakut...." David mencubit pipi Aralia gemas.
" ini terlalu tinggi , sayang..." bibir Aralia maju kedepan. David hanya tersenyum memandang wajah kesal wanitanya.
David mengajak Aralia menuju lantai dua di menara itu, disana ada sebuah toko souvenir dan juga restorant.
" apa kau ingin masuk ke dalam sana...???"
"Kelihatannya sangat mahal...??"
" Came on..., baby...., kau itu pewaris tahta Willy Richard dan kekasih seorang pria tampan bernama David Savier..., jangan terlalu merendah..., honey...."
" Pria tampan ini sungguh narsis..." Aralia bersedekap tangan di dada sambil menggeleng gelengkan kepala menatap Kekasihnya.
David tertawa kecil, dan berbisik..." itu fakta, honey...., aku memang tampan dan juga kaya..." David melirik sekilas ke arah Aralia dan menggandeng tangan kekasih nya lagi.
" kita mau kemana...???" tanya Aralia saat David mengajak nya menaiki kesebuah tangga yang sedikit lebih kecil dari sebelumnya.
" kita akan ke lantai tig di mana di lantai tiga ini dibagi jadi dua bagian...., yang pertama sebuah moseum tempat dimana banyak foto foto pembuatan menara ini dan di akhir adalah apartement mini tempat pembuat nya, membuat menara ini..."
" wawww...., jadi dia si pembuat menara punya apartement pribadi disini....???" David mengangguk.
" Yap...., seperti itulah kira kira..."
Aralia semangat sekali menaiki tangga begitu mendengar penjelasan dari David. dan benar saja, disana ada beberapa foto terpampang, dari awal pembuatan menara, saat masih menjadi sebuah anak tangga sampai menara itu menjulang tinggi seperti sekarang.
Menara Eiffel memiliki ketinggian puncak sekitar 300 meter dari permukaan tanah dan saat musim panas sedang terik terik nya, akan ada penambahan sekitar 15cm karena pengaruh bahan menara itu yang terbuat dari Metal.
Ada sekitar 20.000 lampu menghiasi menara tersebut dengan lima ribu lampu disetiap sisi sisi nya yang akan menyala di malam hari.
__ADS_1
Dilantai tiga paling teratas ada sebuah apartement mini tempat pencipta menara bertemu dengan berbagai para ilmuwan Perancis melakukan percobaan fisika, aerodinamika, bahkan sang pendiri juga membangun terowongan angin.
Aralia memandang takjub ke arah dalam melongokkan kepala sedikit melalui celah kaca.
" sayang pintunya terkunci..." David tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.
" sudah lama tempat itu tak bisa dimasuki orang umum, sayang...."
" kenapa...???"
" terakhir kali pengunjung bisa menyentuh isi dalamnya, banyak barang yang rusak , honey..., karena nya tempat itu, di bersihkan dan benahi di beberapa sudutnya, agar tetap tampak seperti aslinya...."
" ooooo...., itu patung siapa, sayang....???" tangan nya menunjuk ke arah dalam.
" patung miniatur dari sang pembuat Gustave eiffel dan teman sesama ilmuwannya, Thomas Edison...., ada lagi pertanyaan anda Tuan putri..." Ucap David seraya memperagakan tangan nya seperti seorang pelayan di hadapan kekasih nya.
Aralia tertawa kecil...., " kau tau sayang..., aku seperti sedang mengadakan tour pariwisata dan dirimu sebagai pemandunya..." Aralia masih tertawa sedang David hanya tersenyum.
" Sangat menyenangkan jalan jalan diluar bersamamu..., sayang..." ucap Aralia memandang Kekasihnya.
" me too...., ini pengalaman pribadiku yang tak pernah terlintas dalam hidup ku..., kau tau..., bersama mu banyak hal yang terjadi namun tak pernah terpikirkan oleh ku akan seperti ini sebelumnya..., aku yang selalu kaku, dingin dan hanya punya mata bisnis saja....." David menghela nafas.
" kini aku ada disini, disebuah tour perjalanan di kota Paris menjadi seorang pemandu wisata melayani kemauan Yang Mulia Ratu yang banyak maunya ini...." David mencubit hidung kekasihnya gemes, sedang Aralia tertawa senang.
" kau sangat tampan , sayang..., astaga...,kenapa aku baru sadar ya...???" David mengerucutkan bibirnya, membuat Aralia tersenyum manis menangkup wajah itu dan...
Cup
" love you , honey..." David tersenyum merekah. Merangkul pinggang kekasihnya dan melakukan sesi ciuman itu sekali lagi dalam jangka waktu yang sedikit lama.
" sayang , aku lapar..."
" Kita ke restorant yang ada di bawah, oke...???" Aralia tersenyum dan menganggukkan kepala..
Mereka sampai di lantai bawah tempat restaurant yang menyajikan makanan khas Perancis dengan pemandangan Paris yang indah " Le Jules Vernes"
" ya...,aku akan makan apapun yang kau sediakan ..."
David memanggil pelayan dengan mengangkat Tangan nya. Pelayan mencatat menu yang David ucap kan lalu pergi dari sana.
Aralia mencoba satu persatu makanan di depannya dari yang berbentuk limas dengan rasa coklat yang lumer dimulut, kemudian yang berwarna kuning, rasa dominan vanila dan kayu manis serta sedikit rasa mint yang begitu menyegarkan dan tak ketinggalan scallop nya, sungguh empuk dan lembut saat kita menguntah nya disana.sungguh perpaduan yang menggugah selera siapapun yang memakannya, dan jangan lupakan sebuah gelas berisi wine terbaik dengan harga yang lumayan fantastic.
" Ya ampun, sayang..., ini enak sekali...." Aralia berkata dengan sangat antusias membuat David terkekeh geli.
" kenapa..., aku norak ya...???"
" tidak, justru aku akan menyuruh mereka menutup tempat ini kalau sampai kau tidak menikmati semua hidangan ini..."
" iiissshhh, kau ini..., selalu gunakan kuasa mu, dimanapun..." kesal Aralia memajukan bibirnya.
" Tentu ..., itu harus, itulah guna nya sebuah kekuasaan dan kekayaan , Honey....." ucap nya tersenyum.
Aralia mengangkat kedua bahunya..., " well..., sultan selalu benar..., Maha Benar..."
" itulah aku..."
" narsis..." Aralia berbisik disambut tertawa David.
__ADS_1
Daniel sedikit menjauh saat seseorang meneleponnya.
derrttt....deeerrrttt....
" Ya...?"
" James tertembak..."
" lalu..."
" kami sudah bisa mengeluarkan pelurunya, sekarang kami ada di markas , Bos..."
" Red Devil...??"
" sepertinya..., kami rasa mereka benar benar mengincar Queen, untuk memancing Nona muda , Bos..."
" tetap ditempat dan lakukan pengamanan lebih extra pada Queen..."
" siap..."
tut...tut...tut....
David melihat sekilas ke arah Daniel saat Daniel menerima telepon, dari perubahan wajahnya yang terlihat cemas, David dapat simpulkan terjadi sesuatu yang tidak beres disana.
" emmm, honey..."
" Ya..."
" aku bisa ke toilet sebentar..."
" ya, aku tunggu disini..."
David bangun dari duduk nya menatap anak buah nya disana, Anak buah nya yang mengerti maksud Tuan muda nya segera menunduk...., kemudian sigap mendekat ke arah meja Aralia dan membiarkan David pergi.
Aralia yang sudah biasa di kawal dari dekat hanya bisa bernafas panjang saat tau sudah ada tiga pengawal di belakang mengawasi keadaan di segala arah. Ya, semua itu demi keselamatannya.So..., terima saja....
David berjalan sedikit lambat saat tiba di toilet pria, menunggu seorang anak buah melakukan pengecekan terlebih dahulu di dalam sana.
" aman , Tuan...., silahkan..."
" hmmm, jaga di luar..."
David dan Daniel masuk toilet tersebut.
" ada apa..???"
" seseorang mengincar Queen dan James saat ditaman..., James tertembak.., mereka kini ada di markas kita , Tuan..."
" kondisi James aman, peluru telah keluar dan hanya tinggal tunggu pemulihan.."
David menghela nafas...," Queen saat ini sedang hamil..." Daniel terkejut.
" sekitar 5 minggu , itu menurut Aralia..., Queen menyembunyikannya dari James.., dia belum siap dan kita semua disuruh menyimpan rahasia ini rapat rapat.."
" tapi..."
" aku tau..., karena itu kita harus pastikan mereka tidak berada di luar saat ke adaan sepi..."
" baik, Tuan..." Daniel membungkukkan badan sampai sang Tuan meninggalkan kamar mandi umum itu, kemudian mengikutinya dari belakang.
" PR ku bertambah..." Daniel.
*
*
*
__ADS_1
*
@ara❤