
Seharusnya hari ini beragendakan penandatanganan kontrak dengan Perusahaan yang dipimpin antara Tuan Dominic dan juga David. Tapi pagi ini David tak ingin beranjak dari ranjang tidurnya walau alarm ponsel nya sudah berdering lebih dari 10 kali.
Pria itu dalam mode merajuk...., sehingga tak ingin keluar dari kamarnya pagi ini. Sikap nya yang tiba tiba seperti anak kecil itu memaksa seseorang harus dalam mode sabar menghadapi Tuan mudanya.
tok...tok....tok....
" Tuan muda...., sarapan.....,Tuan....." tidak ada sautan dari dalam kamar.
" Tuan muda..., sudah waktu nya sarapan..." tetap tak ada suara dari dalam sana.
CEKLEK....
Pria itu tergeletak diam di atas kasur. Mata terbuka namun enggan melangkah. Daniel diam berdiri di sudut pintu, menatap pria yang masih dalam mode berselimut tebal dengan kedua tangan di tekuk di belakang kepala. Saat melihat Daniel membuka pintu dan masuk, Pria itu membuang muka dan memposisikan tubuh nya tengkurap dengan mata pura pura terpejam.
" astaga...., akhirnya setelah sekian lama pria tua ini bisa terlihat merajuk juga..." Daniel tersenyum menatap Tuan muda yang sudah di anggap nya adik itu.
" Ck..., pergi sana...." ucap David ketus, Daniel menggeleng gelengkan kepalanya pelan, berjalan menghampiri tempat tidur Tuan mudanya.
" Bangun , Tuan..., anda harus makan..." Daniel menarik selimut pria itu agar terbangun.
" Aku tidak lapar..." kesalnya.
" jangan bertingkah layaknya anak kecil , Tuan..., terakhir kali Tuan telat makan, rumah sakit harus anda tiduri selama dua hari , Tuan...."
" Itu dulu kan...??"
" apa yang anda inginkan , Tuan...???"
" kau sudah tau jawabannya...???"
" setelah tanda tangan kontrak, kita pulang ke Paris...." ucap Daniel berjanji.
" Ck..., aku ingin sekarang, lagipula aku tidak mood bertemu mereka..."
Asisten itu menatap Tuan mudanya yang masih model merajuk..., sudah lama sekali pria itu tak pernah bersikap manja padanya. Biasanya ia selalu terlihat kuat dan dingin walaupun itu pada dirinya sekalipun. Ia akan marah saat mulai di atur, tapi tetap akan melakukan perintah Daniel karena menurut David baik untuk kedepannya. Tapi sejak pagi tadi, ia tak ingin bicara sepatah kata pun pada Asistennya itu, David hanya bicara ingin ke Paris pagi ini. Hanya ingin ke Paris..., sungguh merepotkan bukan...???
Daniel menghela nafas..., " Baiklah..., biar saya saja yang menemui mereka, kita berangkat ke Paris setelahnya...., Bagaimana....????, sekarang kita sarapan dulu , Tuan..., agar saya bisa langsung bertemu mereka dan urusan kita selesai disini..., Tuan muda..., silahkan..." tangan Daniel seperti sedang mempersilahkan sang Tuan untuk bangun ke ruang makan.
" Dasar pemaksa...." David bangun dari tempat tidurnya, Sementara Daniel hanya menggelengkan kepalanya pelan menatap Tuan muda nya dari belakang.
__ADS_1
" jangan mengumpat di belakangku..., cepat ke meja makan, aku sudah lapar..." ucap David ketus, hanya ditanggapi senyuman oleh Daniel.
" Baik..., Tuan...." ucap Daniel mengikuti Tuan mudanya.
" seperti ABG labil...." Senyum Daniel.
*****************************
*****************************
Di Restorant telah menunggu dua orang berpakaian formal.
" Kau bilang , mereka minta kita tanda tangan kontrak pagi ini...???, mana...??? , sampai saat ini belum muncul juga..." kesal Camelia.
" sabar , Nona..., orang yang punya uang lebih memang akan selalu membuat orang seperti kita menunggu..." ucap Wu menjawab Nonanya yang sudah tidak sabar menunggu hampir setengah jam yang lalu.
" ekhemmmm...., maaf sudah membuat menunggu...." seseorang dari belakang duduk setelah lebih dahulu menyapa.
" Tuan Daniel..., anda sendiri...???"tanya Camelia.
" Ya.., apa ada yang kalian harapkan kedatangannya selain saya...???" jawab Daniel sambil memicingkan mata.
" oh..., maksud saya dimana Tuan David...???" ucap Camelia terbata.
" apa...???? ke Paris..., anda ingin ke Paris...???, kenapa buru buru...???, kenapa tidak liburan dulu disini dahulu, Tuan...., bahkan jika perlu Tour Guide saya bisa menemani anda, selama liburan disini..." Camelia menawarkan dirinya pada Daniel, membuat guratan senyum yang sangat tipis nampak di bibir pria itu.
" OMG...., senyumnya...." Camelia.
" terimakasih , Nona. Lain kali saja..., ok langsung ke tahap pembacaan kontrak dan tanda tangan..."
" iiisshhhh...., serius amat sich nih orang, bagaimana ngedeketinnya coba" Camelia cemberut dengan bibir sedikit maju.
" ini , Nona..." Daniel menyerahkan dokumen yang harus dibaca dan di tanda tangani..
" baca dulu, jika sudah paham, silahkan tanda tangan..." jabar Daniel.
" Sekertaris Wu..., bacalah aku tidak mengerti soal beginian ...." Camelia menyerahkan dokumen penting itu pada Wu.
Sekertaris Wu membaca dengan seksama dan tidak ada yang memberatkan perusahaan Tuan Dominic nya. Wu mengangguk tanda setuju..., " semua sesuai dengan perjanjian awal dan tidak ada yang memberatkan , Nona..." ucap Wu di balas anggukan oleh Camelia.
Camelia menandatangani surat kontrak tersebut dan menyerahkan pada Daniel. Ganti kini Daniel yang menandatangani surat perjanjian kontrak tersebut.
Setelah surat resmi ditandatangani, Daniel bangun dari duduknya dan mengulurkan tangan pada dua orang di depannya. Tangan Daniel disambut, senyum menghias di wajah dua orang di depannya itu.
__ADS_1
"Selamat, kalian resmi menjadi salah satu rekan bisnis ADIDAYA GROUP, Kedepannya saya harap tak ada kesalahan yang Perusahaan kalian timbulkan..., saya permisi..."
Setelah bersalaman , Daniel meninggalkan restorant. Camelia melihat Daniel buru buru pergi secepatnya bangun dari kursinya.
" Tuan Daniel..., tunggu..." ucapnya sedikit tinggi sambil berlari kecil karena langkah kaki Daniel yang begitu panjang.
" Ya...?" Daniel berhenti , mengerenyitkan dahi melihat wanita di depannya tampak sedikit terengah engah.
" kenapa harus cepat sekali sih jalannya, aku kan cape ngejarnya..." Camelia sedikit menunduk mengatur nafasnya.
" Ada sesuatu yang tertinggal atau belum selesai, Nona...???" tanya Daniel.
" ah...tidak..., emmm..., ini..., apa bisa kita bertemu lagi setelah ini..., Daniel..???" tanya Camelia.
" ah... sorry, aku panggil Daniel. tapi ini kan bukan lagi dalam lingkup kerjaan, boleh kan kalo aku panggil , Daniel...." tanya Camelia dengan senyum manisnya.
" tidak..., saya tidak suka nama saya disebut sembarang orang, hanya orang terdekat saya dan yang berada dilingkungan sekitar saya yang boleh menyebut saya seperti itu, Nona Camelia..." ucap nya seraya menatap tajam lawan bicara.
" jika tidak ada hal lain, saya permisi..." ucap nya kemudian berputar dan melanjutkan jalannya keluar Restorant.
" kalau begitu, jadikan saya salah satu orang dekat anda, Tuan..." ucap nya sedikit berteriak..., membuat sekeliling memandang ke arah mereka.
Camelia kembali mendekat..., " bisakah kita berteman mulai dari sekarang...??" Camelia mengulurkan tangannya yang hanya diikuti oleh mata Daniel ke arah tangan tersebut.
Daniel jengah menatap wanita di depannya..., menghela nafas panjang kemudian..., " Dalam hidup saya, tidak ada rekan bisnis yang bisa berubah jadi seorang teman ataupun kawan..., jadi maaf, bisa kah kita sudahi drama korea ini, Nona....???, saya sibuk dan waktu saya terlalu berharga untuk jabatan seorang teman..., Permisi..." baru saja ingin melangkah, tapi kemudian Daniel kembali menatap wanita di depannya dengan sinis...
" Jika sampai anda berteriak teriak lagi setelah saya membalik kan badan saya..., saya pastikan dalam waktu 1x24 jam, Perusahaan anda akan dalam masalah , Nona Camelia...., anda paham....???" ucap Daniel di angguki oleh Camelia...
" Good Girl..." ucap Daniel tersenyum manis pada wanita di depannya...kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan Restorant dengan cepat.
" astaga..., senyumnya sangat....sangat...., aaahhhhh....."Camelia.
*
*
*
*
*kalau ditanya siapa yang cocok buat jadi Daniel aku lebih suka dia...πππ Song Joong Ki **πππimut punya wajah dingin dan kalau senyum ahhhh....gimana gituπ€£ kalo ga suka sama seleraku..., karang sendiri yaπ
__ADS_1
@araβ€