Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Aku suka


__ADS_3

Daniel kembali ke lantai atas rumah sakit... Disana , dikamar yang menjadi bekas sang pengawal , nampak duduk di ranjang pasien yang telah di ganti cover dan juga sarung bantal nya seorang gadis yang memandang ke depan dengan tatapan kosong.....


" Seperti nya gadis itu syok..." ucap Rey


" itu hal wajar..., dia mati matian membela sang pengawal yang telah di anggap kakak , bahkan pengawal itu begitu setia menjaga kakak nya selama ini , tiba tiba harus menerima kenyataan bahwa sang pengawal berkhianat..., apalagi kini dia tau, pengawal itu juga yang telah menyuruh orang menculik kakak nya...., pasti nya gadis sedih dan terpukul...."


" aku rasa kau harus menghiburnya..."


" Ck..., aku harus menemui Tuan muda hari ini..., belum lagi beberapa meeting penting..." ucap nya pada Rey


" Hei...., bung..., aku memang anak buah mu, tapi sebelum itu kita pernah berteman dan akrab..., aku tau kau juga cemas pada nya..., temui dia..."


Jack yang diam sedari tadi, kini ikut buka suara..., " biar aku saja bos..., aku akan menggantikan posisi mu untuk sementara..."


" Hei..., kau pikir aku tidak mau, aku hanya sedang menunggu pria di depan ku ini menolak saranku, lalu aku masuk ke dalam menggantikan nya..." ucap Rey berpura pura esmosi pada Jack...


" kalian berdua mau MATI YA....." Kesal Daniel, lalu berjalan menuju kamar , membuka pintu dan menutup nya...


Sementara Jack dan Rey saling toss...., ber "Yes" ria karena rencana mereka berhasil.


" dasar ribet..." gerutu Rey


" pria kurang peka..." timpal Jack


" ga romantis..." ucap Rey lagi


" otak setengah...."kesal Jack


" hei , Jack..., kalau itu aku ga setuju..., Daniel itu super duper pintar..., bahkan sangat pintar, mana ada otak nya hanya setengah...???"


" ada..., khusus dalam masalah wanita....."


" HAHAHAHA....."mereka berdua tertawa dan saling toss kembali...


" huuusss..., sudah sana kembali ketempat mu..., Aku juga akan kembali turun ke bawah memeriksa pasien..., nanti Daniel mengamuk jika tau kita mengejek nya..."


" aku tinggal bilang..." aku tidak tau apa apa bos..., ini ide dari Rey..."....hahaha..."


BUGH...., tendang Rey...


" Teman tak berperasaan..." ucap Rey kesal lalu pergi....


" Hahahaha...."


Sementara di dalam kamar pasien.....


" bagaimana keadaan mu..." Daniel berdiri di hadapan sang gadis...


" bagaimana bisa...., bagaimana mungkin semua ini..." Bella tak sanggup meneruskan kalimat nya...


" maaf jika aku harus melibatkan mu..., tapi dengan begitu semua akan terungkap dengan sendirinya..."


" Kakak...ku...???"


" Mark sedang menyelidiki arah mobil itu pergi..."

__ADS_1


Bella turun dari tempat tidur..., menatap Daniel dan menyentuh luka di sudut bibirnya..


" apa ini sakit...???, biar aku obati saja ya...???"


Daniel tersenyum...., " kau tenang saja , luka seperti ini hanya luka kecil bagi orang orang seperti kami..."


" Sam..., siapa kau sebenar nya...???, apa kau seperti mereka...???"


" seperti mereka...???"


" Ya..., seprti Bob..., apa kau juga seorang Mafia...???"


" jika ia , apa kau akan takut....???"


" tentu..., aku takut sekali, ayah dan ibu ku telah pergi dengan banyak darah di sekujur tubuh nya..., kakak ku, mereka menembak kaki nya dan mengeluarkan banyak darah di depan mata ku..., dan Bob..., darah nya keluar banyak juga karena tertembak..., jika kau salah satu dari mereka..., itu arti nya hidup mu juga akan penuh dengan darah bukan...???"


Daniel tersenyum dan mengerti..., wanita itu tengah mencemaskannya...," aku bukan orang bodoh yang melakukan apapun dengan nyawa orang lain..., jadi kau tak perlu risau..., tak akan ada darah keluar dari tubuh ku..." ucap nya sambil tertawa kecil.


Bella menatap pria itu sesaat kemudian memeluk nya erat...


" Sam..., maaf menyusahkan mu..., maaf..." ucap nya di sela pelukannya yang erat.


Daniel diam terpaku di tempat..., kedua tangan nya menggantung di udara karena terkejut mendapat pelukan yang tiba tiba.


Bella melepaskan pelukan nya, mata itu kembali beradu...


" Sam..., apa kakak ku akan selamat....???"


" urusan kakak mu, kau tak perlu cemas..., selama berkas itu ada padaku..., mereka tak akan melakukan apapun pada nya..."


" apa kau yakin..., Sam...???" pria itu mengangguk dan sebuah senyuman terbit di bibir sang gadis.


" kenapa...???, Sam..., nama itu terdengar keren kan...???"


" tapi semua orang memanggilku dengan nama Daniel..."protes nya


" itu nama khusus ku untuk mu..., apa masalah nya..., aku tak ingin sama dengan yang lain..."


" Ck..., jangan seperti itu nanti mereka berfikir kalau kau menyukaiku kan...???"


" aku memang menyukai mu..."


" Ha...., APA...???"


Tinggalkan dulu sejenak perdebatan di rumah sakit....kembali ke Istana Richard....


Suasana riuh memenuhi tempat makan, siapa lagi biang kerok nya jika bukan David Savier...


"hentikan sayang, jangan menaruh seluruh makanan ke piring ku..." protes Aralia.


" hei..., bukan kah makan mu banyak..., kau sedang sakit...???"


" tidak..."


" lalu kenapa kau tidak nafsu makan...???, atau kau diet...???"

__ADS_1


" hari ini, ada acara fitting baju..., sayang..."


" lalu...???" tanya Daniel bingung...


" aku takut baju ku nanti kekecilan..." lirih Aralia...


David menepuk jidat nya..., " astaga..., aku pikir apa...????, jadi, kau bertingkah aneh seperti ini karena takut gemuk...???"


" iya..., kau puas..." teriak nya kesal saat dengar David menghina nya gemuk...


" hei...,kenapa kau begitu esmosi...???, kau sedang ...., apa itu ya...???" David diam menerawang ke atas seperti memikir.


" ah ..., iya..., aku baru ingat..."


" apa ...???"


" kau sedang datang bulan ya...???, karena itu marah2 terus...???"


" arrrggghhhh...." kesal Aralia mengepalkan tangan di depan David dan mengadukan gigi nya hingga keluar bunyi...


Rebbeca dan seluruh orang di meja makan tak kuasa menahan tawa nya, akhir nya tawa itu lepas juga menggelegar memasuki seluruh ruang makan...


" astaga..., kalian berdua..." Rebbeca masih terus tertawa..


" astaga..., bagaimana kalian bisa saling jatuh cinta...???, astaga...." masih terus tertawa..


" sayang..." Willy menyentuh tangan istri nya menyuruh sang ibu diam...


" kakak..., kau ini kurang peka ya..., bagi kami kaum perempuan pernikahan adalah suatu hal yang sakral , terjadi satu x seumur hidup kami, karena itu kami harus terlihat perfect...., tidak ada insiden baju yang tidak muat karena kegendutan pada hari H..., masa begitu saja tak tau...."


" itu hal mudah kan..., biar ku suruh mereka menyiapkan tiga gaun berbeda ukuran, jadi kalau yang satu tidak muat , kan masih ada dua pilihan ukuran..." ucap nya santai...membuat semua yang disana menepuk jidat...


" arrgghhtt..., berhenti mengoceh dan tukar piring mu dengan ku..." kesal Aralia


" hei...mana boleh begitu...., aku tidak pernah makan berat di pagi hari..."


" David....Savier....." ucap nya tegas dan kesal...


" Ck..." David menyerahkan piring nya dan mengambil piring Aralia menaruh nya di depan tempat nya duduk kini...


Aralia tersenyum..., semua tertawa..., hanya David yang cemberut....


" Selamat makan....., ayo mulai makan nya..., sayang ayo kita makan..."


" Astaga..." menatap tajam pada gadis di depan nya


" jangan marah...., jika kau nanti ke gendutan...., aku akan telepon Rey guna memberikan obat diet...., jika tak bisa juga..., kau bisa suruh para disainer itu untuk menyiapkan tiga ukuran badan mu yang berbeda...setuju..., sayang...???"


" Ck..."


Dan semua nya kembali tertawa....


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2