Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 10 REVISI


__ADS_3

Goro yang sudah kembali dengan kedua kain dan kontrak jiwa dengan ratu sudah hilang. Goro bisa bebas tapi disaat yang sama ada kontrak kerja sama dengan Clara.”Tapi apa benar kedua kain ini bisa aku jual dengan harga tinggi,”ucap Goro yang masih tidak percaya. Tapi karena itu juga sata dia pergi keluar wilayah dan mencoba menjual disalah satu toko pakaian yang terkenal dengan berbagai bangsawan hingga di luar sana.


Goro masuk ke toko pakaian itu dan berbicara kepada pemilik toko karena dia ingin menjual dua benda yang diberikan Clara. Tapi pelayan itu tidak percaya sampai dia melihat barang yang akan dia jual. Goro menunjukan kedua barang itu setelah pelayan itu melihat dua barang yang dibawa oleh Goro sangat bernilai. Segera dia pergi mencari pemilik toko dimana Goro masih menuggu hingga datang salah satu wanita yang terlihat cantik dan anggun.


“Maaf tuan menuggu lama, saya dengar dari pelayan saya anda ingin menjual sesuatu. Jika boleh aku  ingin melihatnya,”kata pemilik toko. Goro segera memberikan kedua benda itu dimana pemilik itu sangat suka dengan barang yang dibawa oleh Goro.


“Aku ingin membeli dengan harga 40 emas untuk keduanya bagaimana tuan,”ucap pemilik toko. Tapi Goro yang melihat dari raut wajah pemilik yang sangat suka dengan kedua barang yang dia bawa dia menaikkan harganya.”Aku ingin 100 emas untuk keduanya jika kamu tidak keberatan. Jika kamu tidak mau dengan harga yang aku tawarkan aku akan mencari ditempat lain,”kata Goro yang hendak mengambil kedua barang itu.


Tapi pemilik itu menghentikannya dan menerima tawaran dari Goro kesepakatan sudah terjalin. Goro mendapatkan uang 100 emas dan kedua kain itu sudah didapatkan oleh pemilik toko. Goro segera pergi setelah dia mendapatkan uangnya. Di setiap perjalanan Goro masih tidak percaya dengan apa yang dia dapatkan. Uang dari hasil kedua kain itu dia bisa melunasi utang dan sisanya dia bisa mengobati adiknya dan membeli rumah. Segera Goro kembali untuk urusannya sampai malam.


Di tempat lain Clara yang masih sibuk dengan kain yang masih tersisa mulai menyelesaikannya. Tapi saat Clara merajut terdengar langkah kaki membuat Clara menyembunyikan semua barang miliknya. Clara hendak membuka pintu tapi belum dia buka pintu sudah terbuka dari luar. Tampak ratu Erlaka datang berkunjung.


Clara yang saat itu tidak tahu kenapa ratu Erlaka datang ke vila tulip mempersilakan dia masuk ke dalam. Dimana didalam ratu Erlaka seperti enggan untuk masuk ke kamar kumuh Clara. “Aku datang ke sini hanya ingin menyampaikan kepada kamu kalau besok kamu datanglah ke istanaku. Aku ingin kamu mengukur pakaian pernikahan kamu setelah itu besoknya lagi datanglah lagi untuk mengikuti kelas pernikahan kerajaan, agar kamu tidak membuat malu kita,”ucap Ratu Erlaka yang segera pergi.

__ADS_1


Clara melihat kepergian itu hanya bisa guman,”Kurasa siksa neraka akan dimulai lagi.”Clara yang kembali menutup pintunya segera dia berbaring karena dia sudah mulai lelah. Clara tertidur tapi pada saat yang sama ada merpati dari ke kamarnya. Membuat Clara tidak jadi berbaring,”Siapa yang mengirim merpati ini?.”


Clara membuka kertas yang mengikat kaki burung merpati. Setelah membaca isi dari kertas itu Goro yang siap untuk menjalan kan tugas darinya. Clara tersenyum saja,”Pasti dia sudah menjualnya.” Setelah itu Clara membalas pesannya dimana isinya temuai dia dua hari lagi di depan pintu masuk samping istana.


Clara bisa beristirahat dengan tenang dengan nyaman Clara tidur. Tapi malam itu tidak ada yang datang menyusup ke kamarnya. Pagi datang Mori yang sudah kembali dari liburan membangunkan Clara.”Nona sudah waktunya bangun,”ucap Mori. Clara melihat ke arah Mori yang sudah kembali ke vila tulip.


“Bagaimana liburan kamu Mori apa berjalan lancar,”kata Clara yang bangun dari kasurnya.


“Itu benar nona, ibu saya juga berterima kasih dengan hadiah yang anda berikan. Tapi saat saya tidak ada nona tidak terluka bukan,”ucap Mori. Clara hanya terdiam dengan wajah santainya kalau dirinya baik saja. Mori yang melihat wajah Clara sudah tahu kalau kondisinya baik saja.


“Aku akan baik saja, jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Clara yang sudah siap untuk pergi ke tempat ratu Erlaka. Di perjalanan seperti biasa Clara mendengar berbagai gosip para pelayan. Tapi dia tidak perduli hingga didepan pintu kamar ratu, penjaga yang menuggu didepan mengetuk pintu.


Setelah penjaga memberitahukan kalau dirinya sudah datang baru pintu terbuka. Dimana ratu sudah menuggu dengan tatapan dingin.”Apa malam kamu damai Clara,”ucap Ratu Erlaka.

__ADS_1


“Tentu saja ratuku, tapi dimana aku harus mengukur bajunya. Apa kita akan melakukan gelas lebih dulu,”ucap Clara dengan santai sedikit melawan.


“Kamu sudah berani ternyata denganku,”ucap Ratu Erlaka yang menarik rambut Clara. Clara yang menahan rambut yang ditarik oleh Rat Erlaka dengan berharap bisa dilepaskan. Tapi setelah dilepaskan dia menarik tubuh Clara hingga jatuh ke lantai. Pelayan didekat Ratu Erlaka sudah siap menahan tubuhnya.


“Kelas akan dimulai Clara, jadi tahan jangan sampai bersuara,”ucap Ratu Erlaka yang hendak mencambuk Clara dengan cambuk rotan yang biasa pakai untuk menyiksa Clara. Ratu Erlaka yang tidak suka dengan Clara selalu menyiksa dengan bagai hal seperti hukuman dan pembunuh yang datang ke tempat Clara. Ratu yang menginginkan Clara masti selalu gagal, tapi dia merasa terhibur saat dia menghukum Clara didepan matanya sendiri.


Selesai dengan hukuman penjahit yang dipesan oleh ratu sudah datang dimana mengukur Clara. Penjahit itu melihat luka Clara tapi mereka mengabaikan saja. Karena takut dengan ratu akan mengganggu bisnis mereka.


Setelah pengukuran selesai penjahit itu pergi tapi sebelum pergi ratu berkata,”Untuk kalian yang melihat harus tutup mulut jika ingin hidup, kalian mengerti bukan.” Setelah itu penjahit itu pergi dari tempat ratu sedangkan Clara masih ditempat.


“Kamu boleh kembali tapi besok datanglah lagi,”ucap Ratu Erlaka yang merasa puas sudah mencambuk 50 kali di kaki dan punggung Clara. Clara kembali dengan tubuh ada bekas noda darah. Di depan vila tulip Clara yang sudah manahan menoleh ke belakang dimana istana itu berada. Tatapan Clara yang penuh kebencian dan kesedihan dia tahan untuk saat ini.


“Kalian akan mendapatkan akan yang sudah kalian lakukan kepadaku, tunggu saja pembalasanku nanti,”ucap Clara. Mori yang melihat dari arah lorong lain melihat Clara. Tubuh Clara yang sudah merasa biasa berjalan santai sampai Mori melihat dari raut wajahnya.’”Tuan putri,”ucap Mor. Clara hanya bisa terdiam dan menghela nafas.

__ADS_1


Di dalam kamar Mori membantuk Clara mengoleskan obat, hingga Clara tertidur. Tapi Mori tidak sempat bertanya kenapa dia terluka karena dia tahu siapa yang melakukannya. Tapi apa Clara bisa bertahan sampai dia menikah nanti?.


__ADS_2