
Clara dengan idenya telah muncul di kepalanya tapi masih belum bisa untuk dia salurkan. Apa lagi Clara harus membuat sampelnya dulu sebelum itu di produksi secara besar. Tapi saat sudah selesai dengan gudang yang ada Derek datang dengan wajah berkeringat.”Tuan muda,”ucap Derek yang telah tiba dengan dia berlari. Semu mata melihat ke arah Derek yang datang membuat mereka sedikit bertanya ada apa dengan dia.
“Derek ada apa kamu ada disini, apa terjadi masalah yang sedang terjadi?,”ucap Martin melihat Derek.
“Maaf membuta Tuan muda tidak nyaman tapi ada rombongan yang datang ke wilayah kita mereka habis bertemu dengan monster dan ingin singgah ditempat kita,”kata Derek. Martin yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas dan melihat ke arah Clara.
“Kamu pergilah, aku akan baik-baik saja bersama dengan mereka,”kata Clara. Sebelum Martin dan Derek pergi Mori datang membawa surat yang harus Clara baca.”Nyoya,”ucap Mori dibelakang Derek.
“Mori kenapa kamu datang ke sini, kita bisa bertemu di kastil setelah aku kembali,”ucap Clara.
“Itu benar nyonya, tapi ada dua surat untuk anda yang harus anda baca,”ucap Mori.
“Surat apa itu, tapi ini bukan untuk aku Mori ini untuk Martin dan ini untuk diriku,”ucap Clara yang melihat lambang segel di kerta suratnya. Martin yang tidak tahu surat apa yang datang dari Mori segera membukanya untuk mengetahui isi dari suratnya.
“Tapi kenapa ini bisa bersama dengan kamu Mori,”ucap Martin.
“Itu karena saya ingin segera memberikan suratnya pelayan Naton juga memberikan surat yang harus diberikan kepada tuan. Jadi sekalian saja aku bawa,”kata Mori menjelaskannya. Martin membuka isi dan membacanya dimana isi itu raja Ezan yang meminta maaf tentang kejadian yang sudah terjadi kepada Clara. Karena kesalahan pangeran Cala yang tidak becus untuk menjaga Clara sehingga mereka berpisah dengan rombongan mereka.
__ADS_1
Membuat Clara ditemukan tidak ditemukan di hutan itu. Martin yang sudah membacanya sedikit tersenyum tidak percaya.”Orang tua kamu itu sama sekali tidak perduli dengan kamu ya Clara,”kata Martin.
Clara melihat itu hanya bisa menatap saja dan menebak apa isinya,”Apa isi dari surat itu tentang diriku yang sudah mati dari kerajaan Matahari.” Martin yang melihatnya sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Clara.
“Bagaimana kamu akan tahu isi ini apa lagi kam belum membacanya,”kata Martin.
“Itu sudah bisa ditebak bagaimana dengan sifat mereka yang ingin membunuhku,”ucap Clara. Tapi saat pembicaraan itu Derek memanggil Martin untuk mereka segera pergi menuju pintu masuk. Martin tidak bisa berlama-lama dan segera pergi meninggalkan Clara di gudang penyimpanan.
Di dalam gudang setelah Martin pergi bersama dengan Derek dia membuka suratnya. Dimana isinya Clara ini adalah paman kakak dari ibu kamu. Maaf baru bisa mencari kamu sekarang ini, selama ini paman mencari kamu tapi tidak menemukan kamu, sampai aku mendengar kabar kalau kamu ada di utara. Aku akan datang ke utara untuk menjemput kamu bertanda Baned Bringdah Blues. Clara membaca itu sedikit tidak percaya dengan apa yang dia baca.
Tapi semua orang yang melihat ke arah Clara bertanya surat apa itu.”Nyonya surat itu dari siapa?,”kata Mori. Clara hanya bisa tersenyum saja tanpa dia berkata yang lain. Setelah urusannya di pabrik selesai Clara pergi bersama dengan Oben dan Mori.
“Aku memang tidak tahu aku tahu juga saat membeli kain ini dari penjual kain di wilayahku. Tapi setelah itu aku tidak mencari tahu tentang larangan yang sudah dibuat kerajaan Matahari. Aku juga sibuk mencari uang jadi yang lain sudah dilupakan,”kata Clara.
Oben melihat ke arah Mori yang hanya bisa diam dengan wajahnya menganggu saja kepada Oben. Setelah itu Oben memberitahukan tentang larangan itu dulu tidak ada semenjak raja berganti larangan itu dibuat oleh raja yang baru. “Apa kalian tidak mencari tahu kenapa larangan itu dibuat?,”kata Clara.
“Kami juga sudah mencari tahu, tapi yang kita dapatkan adalah raja yang baru mengusir kami setelah memasuki wilayah tanpa izin. Tapi pada saat mereka membutuhkan bantuan mereka mengancam wilayah kami,”kata Oben.
__ADS_1
“Mungkin saja itu terjadi karena Ratu Erlaka yang ikut terlibat nyonya,”ucap Mori yang tiba-tiba masuk ke dalam pembicaraan.
“Ratu Erlaka, kenapa kamu berpikir tentang dia yang terlibat dari semua larangan yang terjadi Mori,”ucap Oben.
“Aku hanya menebak saja jadi aku tidak tahu pasti apa yang sudah terjadi,”kata Mori. Selesai dengan pembicaraan itu mereka sudah sampai di kastil Elsared dimana pelayan Naton sudah menyambut mereka bertiga.
“Nyonya sudah kembali, apa nyonya datang bersama dengan tuan Martin,”kata Naton.
“Tidak, dia ada di pintu masuk katakan ada rombongan yang mau singkah di wilayah utara. Martin sedang memeriksa rombongan itu sekarang. Apa ada masalah Naton kamu mencari Martin?,”kata Clara.
Naton hanya diam saja tanpa berkata apa kalau kondisi kastil dakan kondisi baik saja. Setelah melihat wajah Naton Clara bersama dengan kedua orang yang mengikutinya masuk ke dalam kastil. Clara dan Oben berpisah dimana sampel akan dibawa oleh Mori ke tempat lain untuk menyimpannya. Sedangkan Clara pergi ke kamar dengan sendirinya hanya pelayan yang biasa bersama dengan dirinya yang baru menjadi pelayannya.
Di dalam kamar Clara ingin sendiri dan menyuruh para pelayan untuk pergi. Clara bersandar dan melihat keluar jendela kamarnya dan berpikir siapa yang datang. Tapi saat mengingat surat yang dia bawa terdapat kata Bringdah.”Apa tadi adalah surat dari kediaman Bringdah, tapi kenapa mereka mencariku sekarang setelah aku keluar dari kerajaan Matahari,”guman Clara.
Tapi semua itu teralihkan dengan dokumen yang diberikan oleh Goro yang belum dia selesaikan. Clara kembali membaca untuk awalnya tapi belum sempat dia membaca dia memikirkan ide tentang kain yang ada di gudang. Kembali Clara menutup kembali untuk membaca dan mulai mencari kertas untuk dia membuat rancangan ide yang terlintas di kepalanya.
Clara mulai menuangkan semua ide yang terlintas di kepalanya hingga waktu terus berlalu. Setelah selesai Clara meminta Mori mengambil jenis kain tebal, tidak berat tapi keras. Mori segera mengambil kain itu untuk Clara. Di perjalanan menuju gudang penyimpanan Clara yang masih satu ruangan besar di kamar Clara.
__ADS_1
Mori berpikir tentang surat yang didapatkan itu. Setelah mengambil kain yang diminta Mori memberikan surat itu dan menyempatkan untuk bertanya tentang surat yang baru saja datang.”Nyonya surat yang datang tadi itu dari siapa?,”ucap Mori.
“Itu dari paman Baned dari keluarga Bringdah,”kata Clara yang masih fokus dengan kainnya. Tapi bagaimana sikap Mori setelah mendengar itu. Tapi rombongan yang datang siapa mereka?.