
Mori yang tidak tahu kalau mereka akan mengamuk dengan dia menyembut nama Rau Erlaka. Tapi Mori yang tidak terlalu paham kenapa mereka bisa semarah itu hanya bisa bertanya kepada Clara.”Nyonya kenapa memangnya jika saya menyebut nama ratu Erlaka,”kata Mori.
“Bagaimana aku akan menjelaskannya ya. Karena mereka bertiga itu memang tidak suka dengan Ratu Erlaka. Di lihat saat kita pergi bukan kondisi yang kita lewati sangat hancur dan banyak rakyat yang menderita. Bukan seharusnya sebagai ratu dan raja mereka harus perduli dengan rakyatnya, bukan menambah penderitaan mereka,”kata Clara.
“Yang dimaksud nyonya apa desa di luar wilayah itu,”kata Mori yang mengingat kondisi di mana desa yang sangat menderita karena terjadinya perang.
“Apa mereka bertiga sampai sebenci itu kepada kerajaan Matahari. Tapi kenapa mereka tidak benci kepada nyonya,”kata Mori. Tapi kemudian Mori menutup mulutnya karena disampingnya ada Clara yang mendengarkannya.
“Untuk apa kamu menutup mulut kamu, bukan kamu sudah tahu aku juga benci dengan kerajaanku yang mengabaikanku,”kata Clara. Mori yang merasa bersalah kepada Clara hanya bisa tertunduk dan meminta maaf atas ucapan yang dia katakan.
Tapi Clara merasa tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Mori. Tapi pada saat yang sama semua musuh dan monster telah selesai dibasmi oleh ketiga kakak Clara.”Apa sudah selesai kak,”kata Clara.
“Sudah untuk sekarang. Tapi adik kecil apa ratu selalu mengganggu kamu,”kata kakak pertama.
“Ya mau bilang apa ya,”kata Clara yang memalingkan wajahnya ke arah lain. Tapi mereka bertiga yang melihat Clara yang memalingkan wajahnya bisa menebak kalau. Clara masih di kejar oleh Ratu Erlaka.
“Aku tidak akan bertanya lagi. Tapi semua sudah selesai, untuk di luar sana mungkin saja juga sudah selesai,”kata Kakak ketiga.
Sementara di tempat lain Moza dan Sebastain bersama dengan Duke Orben yang tidak tahu ketiga orang yang datang hanya diam saja. Tapi tidak untuk Moza yang ingin tahu semuanya dia membuka mulutnya.”Kalian bertiga ini siapa?,”kata Moza.
Ketiga kakak melihat ke arah Moza dan hanya dengan tatapan saja yang dingin di antara kedua belah pihak.”Mereka ini adalah kakakku yang satu profesi,”ucao Clara.
“Profesi apa yang dimiliki oleh mereka bertiga Nyonya. Bukan Nyonya ini adalah seorang putri yang mencari bekerjaan dari perdagang. Tapi kenapa Nyonya kenal dengan mereka bertiga. Apa lagi yang disembunyikan oleh Nyonya dari kami,”kata Moza.
__ADS_1
“Baiklah aku akan katakan tapi tidak semua. Seperti yang dikatakan oleh Duke Orben aku adalah Seorang tiran wanita dari mata-mata pembunuh. Mereka bertiga adalah seniorku yang menjaga aku di medan perang,”kata Clara.
“Nyonya apa yang anda katakan barusan, medan perang,”kata Sebastian yang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Clara. Karena Sebastian pikir Nyonya hanya mepunyai pengalaman bisnis saja dan tidak memiliki pengalaman berperang. Tapi dari apa yang dia dengar Sebastian mereasa kehidupan Nyonya sangat menyedihkan.
“Kenapa dengan kalian,”kata Clara yang biasa saja. Tapi mereka hanya diam saja kembali Clara melihat ke arah lain dimana jumlah yang terluka juga tidak banyak.
“Bagaimana dengan korban dan monster serta mayat musuh,”ucap kakak kedua yang berjalan ke arah Mori.
Clara yang tidak tahu apa yang akan dia lakukan hanya menuggu kabar saja dari Delen. Tapi di tempat lain tempat Delen yang sedang bertarung dengan pasukan ratu yang dipimpin oleh ahli strategi. Mulai beradu kemampuan dan kekuatan strategi dari kedua belah pihak.
Tapi ahli strategi yang belum tahu kalau semua pasukan yang datang sudah terkena racun yang ditaburkan oleh pasukan tersembunyi.”Apa kalian masih ingin maju,”kata Delen yang keluar dari tempat persembunyina.
Setelah semua persiapan selesai. Jesi yang bersama dengan Delen tidak keluar menuggu jika memang kondisi tidak menguntungkan tiba.“Akhirnya kalian keluar juga,”kata ahli strategi. Delen yang hanya tersenyum dengan jumlah pasukan yang tadi bersama dengan mereka.
“Kalian pasukan tersembunyi kenapa kalian membela utara yang akan kami bantai,”kata ahli startegi yang ingin tahu.
“Kenapa kami membela wilayah ini, untuk apa kamu ingin tahu Kamu yang sebagai budak dari Ratu Erlaka apa kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan,”kata Delen.
“Jadi kalian sudah tahu semuanya,”kata Ahli strategi yang mengayunkan tangannya keatas dan ke bawah sekali. Dimana mereka harus bersiap untuk menyerang pasukan tersembunyi. Baru mereka melewati pimpinan pasukan di tengah jalan mereka semua terjatuh satu persatu.
“Kenapa kamu menyuruh mereka datang. Jika pada akhirnya mereka tumpang sebelum berperang,”kata Delen. Ahli strategi yang melihat pasukan yang mereka bawa sudah tumbang semua membuat ahli strategi terkejut.
“Apa yang sedang terjadi disini? Kenapa mereka bisa tumbang begitu saja, seharusnya racun sudah tidak ada disini,”kata Ahli strategi.
__ADS_1
Ahli strategi yang tidak tahu apa yang sudah terjadi hanya bisa diam melihat saja. Tapi disisi lain Delen yang melihat hanya tersenyum saja.”Apa kamu ingin melanjutkan perjalanan anda tuan,”kata Delen.
Ahli strategi yang meresa tidak terima kembal menyuruh pasukannya. Tapi tidak ada yang maju ahli strategi yang melihat ke belakang dimana semua pasukan sudah tumbang. Membuat ahli strategi tidak bisa berkutik.”Bagaimana bisa mereka semua tumpang. Apa yang sudah kamu lakukan?,”kata Ahli strategi.
Delen yang berjalan ke arah ahli strategi yang tidak tahu harus maju apa mundur dengan semua pasukan yang sudah kalah sebelum perang terjadi. Ahli strategi yang tidak bisa apa-apa mundur sebelum pimpinan pasukan tersembunyi datang kearahnya.
Tapi disaat ahli strategi ingin mundur dibelakangnya sudah ada pasukan Delen. Yang membuat dia waspada.”Kamu ingin pergi ya. Tapi jika bisa bilang kepada tuan kamu. Untuk tidak mendekat lagi ke wilayah utara ini,”kata Delen dan dia juga memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk melepaskan ahli strategi.
Ahli strategi yang pergi keluar dari wilayah perang menuju tempat Ratu Erlaka. Dimana Ratu Erlaka yang sedang menuggu kabar baiknya darai pasukan yang dia kirim. Tapi di saat ahli strategi yang datang Ratu sangat senang melihatnya.”Apa kita bisa masuk sekarang,”kata Ratu Erlaka.
“Maaf ratukita harus mundur. Semua pasukan yang saya bawa sudah tumbang semua. Mereka sangat kuat,”kata Ahli strategi.
“Apa yang kamu katakan kita kalah dari pasukan tersembunyi,”kata Ratu erlaka yang merasa tidak percaya.
“Ketua pimpinan dari pasukan tersembunyi juga memberikan pesan untuk jangan datang lagi ke utara jika ingin hidup,”kata ahli strategi. Ratu Erlaka yang mendengarnya merasa kesal dan marah dan menyuruh ksatrai yang ada disampingnya untuk membunuh ahli strategi.
Tapi ahli strategi memohon untuk diberikan kesempatan dan akhinya ratu memberikan kesempatan. Tapi dengan rasa tidak puasnya hanya bia menuggu dari orang yang dia kirim. Belum sempat Ratu Erlaka tenang datang dari langit kepada ksatria yang datang menemui Clara dan beberapa pasukan yang datang ke kastil.
“Ratu diluar,”ucap pasukan yang berjaga diluar.
“Ada apa,”ucap Ratu Erlaka yang berdiri dan berjalan keluar. Dimana Ratu Erlaka dikejutkan dengan kepala yang berjatuhan yang membuat Ratu syok dan hampir pinsan.”Apa yang sedang terjadi disini,”kata Ratu Erlaka yang langsung masuk.
Tapi di sela kepala yang berjatuhan ada pesan untuk ratu yang berisi.”Tinggal anda yang akan menyusul Ratu Erlaka.” Bagaimana sikap Ratu saat menerima pesan yang tidak terduga dengan kepala orang yang dia kirim untuk membunuh Clara?.
__ADS_1