Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 97(revisi)


__ADS_3

Setelah hari mulai berlalu dimana keluarga Bringdah dan putra mahkota segera kembali ke wilayah timur. Clara yang tidak tahu kapan kepergian mereka hanya bisa diam saja. Tapi pada saat itu Kal dan pendagang yang lain juga segera berangkat.


Di tempat sebelum kepergian keluarga Bringdah Martin yang mengantarkan mereka ke depan gerbang.”Apa kalian benar tidak akan mengatakan kepada Clara,”ucap Martin kepada keluarga Bringdah.


“Itu bener, ini yang lebih baik dari pada kita membuat dia menangis lagi,”kata Baned.


“Tolong jaga Clara untuk kami,”kata Gland yang segera menaiki kudanya. Putra mahkota yang bersama dengan Kay sudah masuk ke dalam kereta kuda. Baned yang juga bersama dengan Gland menaiki kuda mereka pergi meninggalakan wilayah utara bersama dengan pendagang yang datang ke wilayah utara.


“Mereka serius pergi tanpa berpamitan dengan Clara. Apa yang harus aku katakan kepada Clara nanti jika dia tahu soal ini,”kata Martin yang bingung dengan jawaban untuk dia katakan kepada Clara.


Tapi di tempat lain Clara yang melihat dari jendela kamar hanya bisa menatap ke arah tempat yang tidak terlihat.”Mereka pergi tanpa berpamitan denganku. Mereka membenciku ternyata,”kata Clara yang berjalan masuk.


Clara yang hanya bisa kembali menyelimuti dirinya di kasur. Tapi hatinya yang tidak percaya kalau keluarga dari ibunya juga sama dengan ayahnya yang tidak menginginkannya. Awalnya dia merasa senang saat bertemu dengan paman Baned dia mau bicara denganku. Tapi lama kelamaan dia menghindar dariku sama seperti kakeknya yang dekat. Tapi saat dia tahu kalau aku tidak seperti yang mereka bayangan mereka menjauh.


Clara yang di dalam selimut hanya bisa sedih dan meratapi rasa sedihnya. Sama disaat dia istana dia sedih tanpa ada yang tahu kalau dia menangis. Tapi setelah mendengar langkah kaki yang datang Clara menghapus air matanya. Ternyata yang datang adalah Mori dimana dia melihat dengan wajah Clara baru saja menghabus air matanya.


Mori yang melihat itu tidak langsung berkata dia hanya memeluk di balik selimut yang menutupi wajah Clara.”Mori itu kamu,”kata Clara dengan suara kecil.


“Ini saya nyonya.Apa anda baik saja?,”kata Mori.


“Aku baik saja. Tapi Mori apa aku tidak disayang apa aku ini tidah boleh lahir,”kata Clara. Mori yang mendengar itu sedikit terkejut.”Kata siapa kamu tidak boleh dilahirkan nyonya. Kamu itu disayang oleh banyak orang hanya saja mereka tidak tahu harus bertindak seperti apa,”kata Mori yang mencoba menenangkan Clara.

__ADS_1


“Jika apa yang kamu katakan itu benar. Kenapa mereka pergi tanpa berpamitan. Apa aku telah melakukan kesalahan,”kata Clara.


“Mungkin saja mereka sedang sibuk jadi tidak sempat berpamitan dengan nyonya,”kata Mori.


“Nyonya bagaimana jika kita menaman sayuran di halaman belakang untuk mengubah suasana saja,”kata Mori.


“Menanam sayuran. Apa bibitnya sudah datang?,”kaa Clara yang sedikit melihat ke arah Mori.Tapi wajah yang terlihat hanya mata saja yang melihat ke arah Mori.


“Mereka sudah membawa bibit yang anda mau Nyonya. Jadi kita bisa bertanam sayuran. Apa nyonya mau bangun dan menanamnya,”kata Mori yang tersenyum. Clara yang mendengar itu terbangun dari tempat tidurnya dan segera dia berganti pakaian dan mencuci wajahnya. Bersama dengan Mori mereka pergi ke halaman belakang sampai di halaman belakang mereka tidak langsung menanam.


Mori yang pergi ke gudang untuk mengambil bibit yang sudah didapatkan. Sementara Clara yang melihat halaman belakang apa ada tempat yang dia gunakan yang sedang kosong. Tapi setelah berjalan dia melihat ada satu lahan yang kosong dan cukup luas. Clara memeriksa tanah tersebut tidak terlalu kering dan basa. “Cocok untuk ditanami ubi ini,”kata Clara.


“Nyonya,”ucap Mori yang datang dimana dia membawa bibit dan bebapa perlengkapan untuk bertani. Karena terlalu berat Mori meminta Erman yang dia temui untuk membawakan perlengkapan bertani.”Mori kenapa kamu bawa Erman,”ucap Clara yang melihat.


“Ya sudah. Cepat ke sini,”kata Clara yang segera dia mengambil cangkul kecil. Dimana Clara mulai menggali dan membentu satu baris bukit kecil untuk tanda satu bukit yang satu dengan yang lain.


Erman yang melihat membantu mereka di sela mereka sudah membuat bukit tersbeut. Clara dan Mori membuat lubang untuk menanam bibitnya. Erman yang sedikit tidak mengerti dengan mereka berdua lakukan.”Nyonya apa yang ada lakukan,”ucap Erman.


“Sedang menaman kentang dan ubi,”kata Clara dengan santai.


“Untuk apa kitakan sudah ada persediaan kentang dan ubi di dapur. Untuk apa menanam kiat juga bisa menyuruh orang lain. Kenapa harus nyonya yang menanamnya,”kata Erman.

__ADS_1


“Aku hanya ingin melakukannya. Karena dulu di istana aku juga menanam sayuran untuk aku makan karena tidak mendapatkan jatah makan. Untuk menghemat pengeluran kami berdua harus menanam sayuran. Tapi ada di hari sayuran yang kami tanam dihancurkan oleh pelayan lain yang datang. Katakan tidak enak di pandang,”ucap Clara sambil dia fokus menanam.


Tapi Erman tetap melihat ke arah mereka dan tidak berani bertanya. Erman ikut membantu mereka sampai dimana Martin dan yang lain kembali. Clara sudah selesai menanam tinggal menyiram dan merawat saja.


“Tuan sudah kembali,”ucap Erman.


“Martin sejak kapan kamu ada disana. Kamu dari mana saja,”kata Clara. Tapi Martin tidak bisa mengatakan apa yang sudah dia lakukan hanya melihat apa yang dilakukan oleh Clara.


“Apa yang kamu lakukan disana?,”kata Martin.


“Aku sedang menaman sayuran untuk menghibur diri sendiri. Tapi Martin apa mereka sudah pergi,”ucap Clara yang tanpa melihat ke arah Martin. Tapi Martin yang merasa apa yang di katakan oleh Clara sedikit merasa menyesal tidak memberitahukan kepada Clara.


“Maafkan aku Clara aku tidak mengajak kamu. Mereka ingin kamu tidak tahu kalau mereka kembali hari ini,”ucap Martin.


“kenapa mereka tidak ingin aku tahu. Apa alasannya?,”kata Clara.


“Apa kamu marah denganku,”kata Martin. Clara yang sedikit melirik ke arah Matin dengan tersenyum menyempunyikan apa yang dia rasakan di pagi itu.”Aku tidak mau Martin, hanya saja aku ingin melakukan apa yang aku ingin lakukan itu saja,”kata Clara. Yang kembali fokus menyiram tanaman yang dia tanam. Tapi Martin yang melihat sikap Clara merasa kalau dia tidak guna telah membuat Clara bersedih.


Karena merasa bersalah Martin datang mendekat dan memeluk dari belakang.  Martin berkata didekat telinga Clara kalau dirinya merasa bersalah dan meminta maaf. Tapi Clara tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Martin.


“Aku tahu aku salah. Tapi permintaan mereka untuk tidak berpamitan karena sudah membuat kamu menangis. Mereka malu untuk bertemu dengan kamu jadi mereka merahasiakan semuanya,”kata Martin.

__ADS_1


Tapi pada saat yang sama Clara di pelukan Martin menangis. Martin yang menyadari itu segera memutar posisi  Clara dan menutupi wajah Clara agar dia bisa menagis sepuasnya. Clara yang hanya bisa dipelukan Martin menangis tanpa berkata apa-apa. Tapi setelah itu apa yang akan terjadi dengan Clara?.


__ADS_2