Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 99(revisi)


__ADS_3

Martin yang tersenyum kepda Clara. Sementara Clara yang meihat senyum Martin sedikit ada yang aneh dan Clara merasa kalau dirinya sudah masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh Martin.Clara yang tidak tahu apa yang akan dikatakan oleh Martin hanya bisa menuggu. Beberapa menit menuggu Martin membuka mulutnya. Tapi wajah Martin terlihat sedikit mendekat ke wajah Clara.


Clara yang melihat wajah Martin yang dekat dengan wajahnya sedikit memalingkan mukanya. Tapi Tangan Martin menghalanginya sampai keduanya saling memandang satu sama lain. Clara dengan lembut berkata,”Apa yang kamu ingin lakukan?.”


“Aku ingin mencium bibir kamu,”kata Martin yang kemudian dia mulai mendekat dimana bibir mereka berdua saling bersentuhan. Sementara Mori yang sudah di luar melihat Derek dan yang lain sedang berjaga.


“Mori apa yang mereka lakukan di dalam,”kata Moza.


“Aku juga tidak tahu. Tapi biarkan saja mereka bersama ini bukan urusan kita bukan,”kata Mori.


“Yang dikatakan oleh Mori itu benar. Kita tidak bisa ikut campur dalam urusan keluarga mereka,”kata Sebastian. Mereka yang mendengar hanya menganggu saja sampai dimana mereka melakukan tugas mereka masing-masing.


Sementara di dalam ruangan Martin dan Clara saling melepas rindu mereka dengan mereka bercium menikmati satu sama lain. Hingga keduanya melepaskan ciumannya dan memandang satu sama lain.”Martin,”ucap Clara yang seperti terengah-engah karena berciuman dengan Martin.


“Apa kamu mau lagi,”kata Martin yang menggoda.


“Tidak,”ucap Clara dengan cepat melepaskan tangan yang memeluk Martin. Dimana Clara terlihat malu setelah berciuman.”Jadi apa yang syaratnya,”kata Clara yang mengganti suasananya.


“Syaratnya mudah kok,”kata Martin.


“Mudah bagi kamu,”kata Clara yang sedikit cemberut. Martin yang melihat sikap Clara hanya tersenyum saja.


“Ok dari pada kamu penasaran aku akan katakan kepada kamu. Apa syaratnya,ucap Martin. Clara yang menuggu jawaban berikutnya melihat ke arah Martin.

__ADS_1


“Syaratnya kamu harus mengatakan apa yang kamu sembunyikan dariku. Semua tentang kamu aku ingin tahu termasuk siapa yang ingin membunuh kamu. Apa kamu bisa memenuhi syaratku itu Clara,”kata Martin yang menatap ke arah Clara.


Clara yang mendengarnya sedikit ragu untuk menjawab ya karena dia merasa belum yakin dengan apa yang akan dia katakan. Tapi Martin yang melihat itu hanya bisa berkata kepada Clara.”Tidak harus sekarang kamu mengatakannya. Aku tidak ingin memaksa kamu sampai kamu kepikiran,”kata Martin.


“Aku tahu tapi aku belum bisa mengatakannya. Tapi yang bisa aku katakan adalah semua ini berawal dari ratu yang ingin nyawaku. Itu yang bisa aku katakan kepada kamu,”kata Clara yang tertunduk diam. Clara yang tidak tahu ekspresi Martin setelah dia mendengar jawabannya. Martin yang mengelus kepala Clara berbisik kepadanya.


“Aku akan menuggu kamu sampai kamu mau mengatakannya. Tapi selama menuggu kamu tidak akan mengabaikan aku sebagai suami kamu bukan,”ucap Martin yang di dalam pikirkannya hanya ada Clara dengan berbagai adegan yang tidak terduga. Martin yang membayangkan itu sedikit malu dan mengubah suasananya.


Tapi Clara yang mendengar bisikan yang lembut itu sedikit merinding dan merasa ada getaran yang membuat dia juga memalingkan wajah dari Martin. “Jadi apa yang ingin kamu ketahu dari orang tuaku Clara,”kata Martin dengan suara kecilna.


“Orang tua kamu terbunuh dan apa yang kamu lakukan saat itu,”ucap Clara.


“Apa yang aku lakukan saat itu setelah aku tahu orang dibalik semuanya adalah salah satu keluarga dekatku tapi lama kelamaan ada informasi yang terkait dengan orang tuaku. Itu semua adalah rencana dari pihak kerajaan Matahari,”kata Martin.


“Apa kamu menbenciku aku juga bagian dari keluarga Matahari,”kata Clara.


“Tapi setelah kamu tahu tentang aku apa yang kamu pikirkan apa kamu ingin membalas dendam dengan ratu yang membunuh orang tua kamu,”kata Clara.


“Aku tidak tahu tapi setelah mendengar orang yang datang mencari kamu dan menyuruh pembunuh itu datang dan membunuh kamu. Bukan kita memiliki hal yang sama untuk ratu mati bukan,”kata Martin.


Tapi Clara yang mendengarnya tersenyum saja.  Dimana sudah siang mereka pergi untuk makan bersama dan cerita bersambung untuk hari berikutnya. Karena Martin ada kerjaan yang harus dia kerjaan di ruangannya. Sementara itu Clara yang juga pergi untuk mencari ketenangan lain.


Dimana mereka makan siang bersama selesai makan mereka berpisah dengan sebuah pelukan. Martin yang berjalan menuju ruangannya dan Clara yang juga pergi ke ruangannya. Dimana keduanya pergi ke tempat yang berbeda karena ada hal yang harus mereka selesaikan.

__ADS_1


Martin yang sudah sampai di ruangan melihat Oben yang sudah ada di ruangan dengan pekerjaan yang sudah menumpuk.”Tuan kamu sudah datang ada laporan yang harus anda tanda tangani,”kata Oben.


Martin yang berjalan menuju mejanya dimana dia membaca semua lapoan yang masuk. Sementara di tempat Clara yang sudah di tunggu oleh Mori.”Nyonya ada pesan yang masuk dari tuan Boy,”kata Mori.


“Boy memberikan pesan,”kata Clara yang datang mendekat. Mori yang memberikan pesan itu kepada Clara yang kemudian dibaca oleh Clara.


Sampul yang terlihat indah tapi surat yang indah ini memiliki makna yang berbeda kalau ada laporan yang mendesak yang harus diberitahukan kepada tuannya. Clara yang tahu sampul suratnya yang sedikit berbeda mulai membukanya. Dimana Clara membaca isi surat yang berisi perang mulai terjadi di beberapa wilayah untuk wilayah timur yang mulai ada pergerakan oleh kerajaan Matahari.


Clara yang sudah membaca pesan yang diberikan oleh Boy mereka sudah mulai bergerak dengan jumlah banyak. Tapi di dalam pesan kalau mereka akan menyerbu wilayah utara untuk masuk lebih dalam dari wilayah utara dimana ras darah naga berada. Clara yang telah selesai membaca pesan itu hanya bisa terdiam dan melihat ke luar jendela.


“Apa kal sudah keluar dari wilayah utara bersama dengan keluarga Bringdah,”ucap Clara terhadap pasukan tersembunyi yang ada disekitarnya


“Mereka sudah keluar dari wilayah utara nona,”kata Pasukan tersembunyi. Clara yang mendengar mereka sudah keluar dengan aman sudah merasa lega. Tapi tinggal Martin dan beberapa pasukan saja untuk pergi ekspedisi.


“Mori apa kamu bisa carai tahu kapan mereka berangkat dan tentukan waktunya dengan kedatangan pasukan dari ratu,”ucap Clara.


“Baik nyonya. Tapi nyonya apa yang anda ingin lakukan. Jika pasukan dari ratu datang menyerang dengan jumlah yang banyak. Dan tuan Martin tidak ada,”kata Mori yang sedikit gelisah dan khawatir.


“Kamu tidak usah khawatir karena kita akan bertahan dengan pasukan yang kita miliki. Apa kamu takut Mori,”ucap Clara.


“Saya tidak takut jika itu bersama dengan nyonya. Tapi apa yang akan kita lakukan jika tuan tahu tentang penyerangan ini,”kata Mori.


“Dia tidak akan tahu. Aku tebak ratu menyerang disaat Martin tidak ada di kastil dan di wilayah utara ini,”kata Clara yang menebak pikiran dari ratu.

__ADS_1


“Jika yang dikatakan oleh nyonya itu benar. Mungkin saja mereka datang dua hari setelah pasukan utara pergi bukan,”kata Mori yang juga berpikir. Clara hanya bisa menatap ke luar saja sampai dimana pikiran lain muncul untuk mereka bersiap untuk berperang.


Apa yang terjadi dengan Clara setelah itu?


__ADS_2