
Moza yang tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Clara hanya bisa kembali duduk, sampai dia mendengar langkah kaki dari belakang Mori. Mori yang juga mendengar itu menoleh.”Nyonya anda sudah selesai,”kata Mori segera dia membantu Clara mengeringkan rambutnya.
“Moza kenapa kamu ada disini. Apa ada hal yang ingin kamu tanyakan kepadaku,”ucap Clara yang dengan santai.
“Nyonya saya dengar dari Mori kalau ada penyusup dan anda biarkan lepas begitu saja. Apa tidak masalah mereka berkeliling seperti itu,”kata Moza.
“Itu tidak masalah mata penyusup itu berasal dari oranisasi KejBar dan mereka juga sudah diawasi oleh orang kita. Jadi tidak masalah, apa hanya ini saja yang ingin kamu katakan,”ucap Clara.
“Iya sambil melihat kondisi nyonya. Saya lihat anda habis menangis ya,”kata Moza. Clara yang mendengarnya sedikit terkejut.”Apa nyonya tidak terjadi hal yang berbahaya atau ada yang sakit,”kata Moza yang sedikit gelisah.
“Terima kasih kamu sudah mengkhawatirkan aku. Aku baik saja, tapi Moza bisa tidak apa yang kamu lihat hari ini jangan katakan kepada orang lain,”kata Clara yang bernada lemas.
“Aku tidak akan mengatakannya. Tapi apa yang terjadi dengan nyonya,”kata Moza.
“Aku tidak apa-apa dan tidak terjadi apa-apa mungkin merasa sedih kalau wilayah utara dalam kesulitan yang tidak terduga seperti ini,”ucap Clara yang menyembunyikan kebenarannya. Tapi Moza yang melihat nada Clara yang tidak berkata jujur hanya bisa diam saja.”Baiklah jika itu yang terjadi. Tapi jangan terlalu sedih wilayah utara akan kembali seperti semula lagi. Jika tempat ini aman, aku akan segera perjaga diluar,”kata Moza yang pergi lewat teras.
“Apa dia tidak bisa keluar lewat pintu apa orang kedua yang tidak tahu pintu masuk,”ucap Mori yang kesal.
“Sudah Mori bairkan saja mereka. Tapi makan malam ini kamu bisa sampaikan kalau aku akan datang terlambat ada laporan yang ingin aku baca sambil menghilangkan kerutan di mata karena habis menangis. Aku tidak ingin mereka tahu kalau aku menangis,”kata Clara.
“Baik nyonya saya akan sampaikan kepada tuan. Tapi Nyonya tidak akan terlambat lama, bukan,”kata Mori.
“Aku tidak lama Mori,”ucap Mori yang segera pergi meninggalkan Clara sendirian.
Clara yang sudah berpakaian rapi pergi berjalan menuju teras dimana angin berhembus lembut.”Dingin,”ucap Clara dimana pikirkan dia bisa sedikit tenang. Clara yang melihat ke arah langit malam itu yang penuh dengan bintang. Clara yang merasa merindukan ibunya, tapi dia tidak bisa menggabainya.
__ADS_1
Tapi hati Clara yang sedikit merasa kalau hidup yang dia dapatkan adalah anugrah dari ibunya yang mengobrankan dirinya. Tapi apa yang keluarga ibu pikirkan malah sebaliknya. Clara yang tidak tahu masih termenung sampai Martin datang dan membawa selimut.”Kenapa kamu masih di sini,”ucap Martin sambil memberikan selimut.
Clara yang terkejut dengan kedatangan Martin yang tiba-tiba sambil membawa selimut untuknya.”Kenapa kamu ada disini Martin, bukan seharusnya kamu ada di ruang makan,”kata Clara yang sepengetahuannya.
“Itu banar. Tapi aku ingin menjemput kamu untuk datang bersama. Tapi malah kamu di teras dengan wajah sedih. Apa terjadi masalah,”kata Martin. Clara menghela nafas dan kembali berbalik ke arah dimana dia melihat langit.
“Tidak hanya saja sedang mejernihka pikirkan. Jika kamu ada disini percuma saja Mori pergi ke ruang makan bukan untuk memberikan laporan kepada kamu, kalau aku terlambat,”kata Clara.
Martin yang memeluk Clara dari belakang hanya bisa terdiam mendengarkan saja. Sampai Clara merasa tenang dia mengajak Martin untuk pergi sekarang.”Apa kamu yakin mau pergi sekarang kita bisa terlambat sedikit lagi kok,”kata Martin yang masih ingin memeluk Clara.
“Itu kamu bukan aku,”ucap Clara yang menatap dengan wajah curiga. Martin hanya tersenyum dan segera mereka berdua berjalan menuju tempat ruang makan. Dimana keluarga Bringdah dan putra mahkota yang sedang makan hidangan kedua yang sudah disajikan.
“Tuan Martin apa urusannya sudah selesai sampai datang bersama dengan istrinya,”kata Azarata.
“Apa sih yang kamu katakan Martin,”ucap Clara yang sedikit malu. Mereka yang duduk dan mulai makan bersama. Dimana tidak ada perbincangan yang menggangu makan mereka. Hanya ada suara sendok, garpu dan piring yang benturan dengan sendok dan pisau bersama dengan garbu.
Makan malam yang sunyi tanpa ada pembicaraan yang akan dibahas. Setelah selesai makan mereka segera pergi untuk mencerna makanan mereka. Clara yang berjalan ditaman bersama dengan Martin di malam itu. Walaupun kastil sedikit berantakan tapi mereka bisa menikmati bunga dimalam hari didekat air manjur yang sudah dibangun.
“Untung ada tempat untuk kita melihat pemandangan malam ini,”ucap Martin.
“Itu banar. Tapi Martin bagaimana proses pembangunan apa berjalan lancar,”kata Clara.
“Itu berjalan lancar tapi aku dengar kamu membantu dalam pengobatan para ksatria dan prajurit yang terkena racun,”ucap MARTIN.
“Tidak itu hanya memberikan setok rumpur Hairgrand saja,”kata Clara yang rendah hati.
__ADS_1
“Jadi bagaimana makan malam bersama keluarga kamu untuk beberapa hari ini. Apa kamu sudah terbiasa,”kata Martin.
“Bagaimana ya, terbiasa sih tapi masih ada rasa cangggung juga karena baru beberapa kali bertemu. Tapi Martin kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu tidak suka dengan keluarga ibuku,”ucap Clara. Mereka yang duduk didekat air mancur berbincang satu sama lain dimana Clara yang menuggu jawaban sambil bermain air di kolam.
“Aku biasa saja dengan keluarga kamu. Tapi kamu Clara,”kata Martin yang melihat ke arah Clara. Clara yang melirik ke arah Martin.
“Kenapa denganku aku baik saja Martin. Jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Clara.
“Aku tahu kalua kamua menyembunyikan sesuatu bukan,”kata Martin yang bisa tahu dari raut wajahnya.
“Kenapa kalian tidak bisa dibohongi ya,”kata Clara yang melihat di ujung air yang muncul.
‘Kamu bisa membohongi keluarga kamu tapi kami yang tinggal di wilayah timut tidak bisa kamu bohongi Clara. Jadi apa yang terjadi dengan kamu,”kata Martin.
“Tidak ada jadi kamu tidak usah khawatir. Tapi dari pada kamu khawatir dengan diriku. Apa Kamu sudah selesai mendata apa saja yang harus dibutuhkan segera,”kata Clara.
“Kamu ini gila kerja atau bagaimana sih Clara,”kata Martin yang tidak bisa berkata yang lain.
“Siapa juga yang gila kerja. Kita harus bisa bertahan hidup untuk bisa melihat masa depan bukan. Tapi Martin yang terbang itu apa,”kata Clara yang tidak sengaka melihat mosnter terbang ke arah taman di belakang Kastil. Martin yang awalnya tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh Clara. Melihatnya dan benar apa yang dilihat oleh Clara.”Aku akan ke sana memeriksanya. Kamu segera masuk ke dalam,”kata Martin yang segera ingin pergi.
Tapi Clara yang ingin ikut menghentikan Martin yang ingin meninggalkanya.”Biarka aku ikut dengan kamu,”kata Clara.
“Tidak boleh ini berbahaya,”ucap Martin.
“Tidak aku akan pergi dengan kamu,”ucap Clara yang melepaskan tangan Martin dan berjalan lebih dulu. Martin yang melihat itu hanya bisa menghela nafas dan membiarkan Clara ikut bersama dengan dirinya. Apa yang baru saja terbang dan apa yang akan ditemukan Clara dan Martin?.
__ADS_1