
Erina yang melihat keluar jendela dengan perut yang semakin membesar. Di tangan yang selalu mengelus perut yang dia kandung. Cinta dari seorang yang dia sayangi. Tapi setelah melihat cinta pertamanya bersama dengan orang lain disaat dirinya membutuhkan dirinya. Orang itu bersenang-senang dengan wanita lain dan menikah dengan orang lain. Tanpa persetujuan dirinya yang sudah menikah dengannya.”Apa aku salah memilih pasangan ya,”ucap batin Erina dalam hati kecilnya. Tapi melihat kandungannya yang semakin besar. Ia tetap menyangai anak yang dia kandung sebagai orang kedua yang membuat hatinya luluh.
“Aku harus kembali dan mencari cara untuk bisa bertemu dengan ayah dan kakak,”ucap Erina yang kembali. Tapi di dalam hatinya dia bertanya kenapa semua ini terjadi pada dirinya. Tapi dia juga yang akan menjadi seorang ibu tidak menyalahkan anak yang belum lahir untuk disalahkan. Ramalan yang dia dapatkan tidak akan membuat dia membunuh anak ini. Tapi Erina akan terus menjaga anak itu sampai nyawanya sudah diicar oleh Erlaka.
Sementara Clara yang membaca informasi yang seperti cerita ini bisa membayangkan kalau ibunya sangat menderita. Clara yang menghentikan membacanya melihat ke atas langit dengan kepala yang bersandar di kursi. Derek yang dari tadi mengamati hanya terdiam. Sampai Derek melihat kalau Clara terlihat sedih.”Nyonya apa anda baik saja,”ucap Derek. Tapi tidak ada respons dari Clara.
Karena tidak ada respons dari Clara. Derek melihat ke arah Goro yang santai duduk disebelah Moza didepan perapian.”Hai Goro apa yang kamu berikan kepada nyonya sampai nyonya sedih,”ucap Derek.
Goro menoleh dan berkata,”Apa yang kamu katakan. Jika kamu ingin tahu kenapa kamu tidak tanya langsung saja.” Derek yang merasa kesal dengan jawaban dari Goro hanya bisa melihat ke arah Clara. Sementara Mori yang langsung memeluk Clara dari belakang.”Nona harus kuat. Itu hanya masa lalu saja,”kata Mori.
Clara melihat ke arah Mori yang menghiburnya.”Terima kasih Mori, hanya saja aku tidak tahu kalau ibu selalu melindungiku saat dia sendiri dalam masalah juga,”kata Clara. Derek yang mendengar kata ibu membuat dia penasaran dan menebak kalau informasi yang diberikan adalah tentang ibunya di masa lalu.
Derek yang tidak berkata yang lain hanya bisa diam sampai Clara bisa tenang. Clara yang melihat ke arah Derek hanya menatap saja.”Tadi kamu bertanya apa Derek,”ucap Clara yang tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Derek saat dia bertanya.
“Apa kamu baik-baik saja,”ucap Derek.
“Aku baik hanya saja aku aku ingin tahu sesuatu Derek. Apa kamu tahu tentang keluarga ratu?,”ucap Clara.
__ADS_1
“Keluarga ratu maksud kamu keluarga dengan gelar Emirasari bunga yang mekar. Kenapa nyonya bertanya soal keluarga ratu. Apa ada hal yang membuat anda penasaran,”ucap Derek.
“Keluarga Emirasari bunga yang mekar. Tapi bukan keluarga itu sudah lama hilang ya. Kenapa bisa ikut serta dalam kadidat tunangan putra mahkota Ezan yang dulu,”ucap Clara.
“Maksud anda pencalonan putri makhota untuk putra mahkota Ezan yang dulu ya. Kalau ingat soal sejarah aku juga tidak tahu. Tapi kenapa nyoya ingin tahu tentang itu,”ucap Derek.
“Ada kabar kalau keluarga Emirasari pernah membunuh dari salah saru ras darah naga. Apa itu benar?,”ucap Clara. Derek yang tidak tahu soal itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Clara yang tahu jawaban dari Clara hanya bisa terdiam dan mencernah informasi yang dia butuhkan.
Moza yang sudah merasa hangat berdiri langsung duduk disamping Dereh.”Hai Derek apa yang kamu lalukan dengan tubuh kamu yang terikat,”ucap Moza yang tersenyum bahagia.
“Kamu senang melihat aku terikat. Awas saja jika aku lepas kamu akan aku hukum nanti,”kata Derek yang kesal.
“Jika nyonya melanjutkan membacanya lagi. Anda tidak bisa membendung semua perasaan anda dan kesedihan anda nyonya. Sebaiknya nyonya istirahat dulu hari sudah mulai gelap, bukan nyonya akan bertemu kakek anda besok,”ucap Kal.
Clara yang sediki memaksa dirinya dan tubuhnya mendapatkan nasehat dari Kal. Clara yang tahu kalau informasi yang dia dapatkan ini pasti ada dimana dia akan merasa emosinya meluap.”Terima kasih Kal sudah mengingatkanku,”ucap Clara yang menghentikan membaca lembaran kertas informasi.
Tapi tidak disangka saat Clara mengakhiri membaca informasi. Clara merasakan ada getaran yang aneh yang datang ke wilayah utara.”Kalian merasakan getaran ini,”ucap Clara.
__ADS_1
“Aku meresakannya, tapi getaran apa yang kita rasakan barusan,”ucap Derek dimana dia menatap ke arah Mori. Mori yang tahu melepaskan ikatakan tersebut dan melihat kondisi di luar kastil bersama dengan Moza.”Goro ada tikus yang datang, perketat pengawasan. Mori kamu bisa tidur denganku malam ini,”ucap Clara.
“Tentu saja Nyonya saja akan menjaga nyonya,”ucap Mori. Setelah Goro dan Kal pergi dengan jalur yang tidak biasa. Mori dan Clara yang tidur satu ranjang yang sama.Clara yang merasa nyaman saat bersama dengan Mori yang sudah dia anggap ibu kandungnya setelah ibunya meninggal.”Nyonya apa nyonya mersa sedih karena ibu nyonya yang telah pergi,”ucap Mori dimalam itu. Karena Mori melihat kalau Clara sedikit karena ibunya yang sudah tiada.
“Mori dulu ibuku itu seperti apa?,”ucap Clara.
“Ibu anda itu wanita yang cantik, baik, lembut dan penuh kasih sayang. Beliau juga selalu membantu orang lain. Yang penting ibu anda itu selalu menjaga anda nyonya,”ucap Mori.
“Aku ingin melihat wajah ibu dulu seperti apa ya. Mori memiliki bingkai foto ibuku tidak,”kata Clara yang seperti anak kecil yang merindukan ibunya.
“Maaf nyonya saya tidak memilikinya. Tapi jika ada mau melihatnya kenapa anda tidak bertanya kepada kakek anda. Beliaukan ada di wilayah utara,”ucap Mori yang memberikan usul. Clara yang mendengar itu tersenyum dan dia mencoba menutup mata. Mori yang melihat Clara yang sudah menutup mata dia bisa merasa lega dan juga ikut menutup matanya untuk beristirahat.
Tapi sementara di tempat lain Moza dan Derek yang sedang mencari sumber getaran pergi. Yang dimana saat mereka melewati tempok wilayah yang menghalangi monster karena di dalam wilayah tidak ada pergerakan yang lain. Moza dan Derek yang pergi bersama sudah memasuki hutan tapi tidak melihat yang lain.
“Kalian sedang apa di luar sini malam-malam,”ucap Goto dari belakang bersama dengan Sebastian.
“Kenapa juga da Moza bersama kamu Derek,”kata Sebastian. Saat Moza dan Derek menoleh terdengar getaran itu yang tidak jauh dari mereka.”Nanti saja kita bicara. Aku ingin ke sana asal usul getaran ini,”ucap Derek. Dimana Moza yang sudah pergi dulu disusul oleh Derek, Sebastain dan Goto.
__ADS_1
“Sebenarnya kalian mau kemana, lalu getaran yang kita rasakan itu tadi apa Derek,”ucap Goto. Dimana kedua segera pergi mengikuti Derek dan Sebastian untuk mencari sumbernya. Apa yang akan mereka temukan dibalik getaran yang mereka rasakan?.
.