
Delen yang berhenti karena langkahnya di hentikan oleh Moza dan kakak pertama.”Kenapa kalian berdua datang ke sini,”ucap Delen.
“Itu tidak penting,”kata kakak pertama.
“Baiklah itu tidak penting. Tapi kenapa kalian datang, apa mau kalian menghalangiku,”ucap Delen yang bertanya lagi.
“Aku ingin kamu katakan apa yang kamu bisikkan kepada nyonya Clara tadi,”kata Moza.
“Jadi kalian datang ke sini hanya ingin tahu apa yang aku bisikkan tadi,”kata Delen sambil memegang kepalanya. Karena tidak percaya kalau mereka datang sejauh ini hanya untuk bertanya soal apa yang aku berikan kepada Clara.
“Delen,”ucap kakak pertama yang datang mendekat.
“Aku mengerti aku akan katakan kepada kalian. Tapi sebelum itu kenapa kalian tidak bertanya kepada nona saja dari pada datang ke tempatku,”kata Delen.
“Sebenarnya kamu mau memberitahukan kami atau tidak,”kata Moza yang sedikit dingin kepada Delen.
“Aku hanya memberitahukan kepada nona kalau ada perubahan yang terjadi di istana Matahari,”kata Delen.
“Perubahan apa yang kamu katakan,”ucak kakak Pertama.
“Perubahan itu pasukan raja melindungi ratu,”kata Delen yang hendak berjalan tapi. Kembali Moza menghentikan Delen.”Apa hanya itu saja, kurasa masih ada lagi yang kamu sembunyikan bukan,”kata Moza.
Delen hanya tersenyum saja sampai akhirnya Delen memberitahukan kepada mereka berdua.”Aku akan katakan kepada kalian. Tapi kerahasiaan tetep harus dijaga bukan. Ratu yang dilindungi oleh pasukan raja dan ratu berencana menghancurkan wilayah utara ini dengan mengirimkan wabah melalui pendagang yang datang ke wilayah utara dan melalui para monster,”kata Delen.
“Apa ratu sampai sebenci itu kepada Nyonya?,”kata Moza.
“Di bilang benci sih tidak hanya saja Ratu itu tidak suka dengan Clara karena memiliki darah yang sama dengan ibunya. Sudah merebut raja saat itu,”kata Delen.
__ADS_1
“Tunggu dulu apa hubungan ibu nyonya dengan ratu sampai kebenciannya di lampiaskan oleh nyonya kami,”kata Moza.
“Kalau soal itu aku tidak tahu. Tapi semua yang kalian ingin ketahui sudah aku berikan. Kakak pertama kamu akan tinggal disini bersama dengan kedua saudara kamu bukan,”kata Delen.
“Itu benar rencananya kami ingin masuk menjadi ksatria di sini,”kata Kakak pertama. Tapi disaat mereka sedang berbincang Jesi datang ke arah mereka.
“Apa yang sedang kalian bicarakan serius itu?,”kata Jesi yang mendekat ke arah mereka bertiga.
“Jesi kamu sudah ada disini,”kata kakak pertama.
“Memangnya aku tidak boleh datang ke sini. Tapi dari pada itu aku membawa barang rampasan perang ke sini,”ucap Jesi yang memberikan kepada Delen.
“Emangnya ada apa dengan rampasan perang ini,”kata Delen yang mengambilnya dari tangan Jesi. Delen yang melihatnya rampasan itu mendapatkan hal yang tidak terduga.”Apa kamu buang mereka kepada para monster,”ucap Delen.
“Tidak aku buang di sebelah lain wilayah utara. Mana mungkin aku akan terjabak di perangkap ratu yang sudah di rencanakan,”kata Jesi.
“Apa yang sedang kalian bicarakan terlihat kamu senang sekali Delen,”kata kakak Pertama.
“Mana mungkin aku tidak senang kalau perangkap yang dibuat oleh ratu dan pasukannya akan menjadi mala petakan untuk mereka kembali,”kata Delen.
“Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Tapi melihat itu aku bisa tebak kalau rencana ratu akan gagal bukan dan akan berdampak oleh wilayah ratu yang sedang berkuasa,”kata Moza yang menebak.
Sementara itu kakak pertama yang sudah tahu pergi dari tempat mereka berada. Moza yang melihat hanya bisa terdiam diri saja. Di saat orang itu pergi, Moza bertanya kepada Delen.
“Kenapa kamu masih ada disini apa kamu ingin bertanya lagi,”kata Delen yang melirik ke arah Moza.
“Itu benar sebenarnya kalian ini kenapa berada ada dipihak nyonya,”kata Moza.
__ADS_1
“Kenapa kita berpihak kepada nona ya,”kata Delen sambil berpikir.
“Tapi untuk apa kalian bertanya soal itu. Jika kamu penasaran kamu bisa bertanya kepada nona saja bukan,”kata Delen.
“Jika aku bertanya apa nyonya akan menjawab pertanyaanku ini,”kata Moza. Delen yang mendengarnya terdiam dan kemudian dia menggelengkan kepada Moza yang ada disampingnya.
“Baiklah tapi maaf sekali Moza aku tidak bisa mengatakan kepada kamu. Kenapa alasannya?,”kata Delen yang segera pergi. Moza yang melihat itu hanya bisa diam saja menatap Delen dan Jesi pergi meninggalkannya.
Tapi di tempat lain Clara yang bersama dengan Mori sedang membalut luka yang didapatkan oleh Clara.”Nyonya apa anda akan baik-baik saja,”kata Mori yang sangat terkejut saat melihat luka lama Clara terbuka kembali dengan luka yang baru.
“Aku baik-baik saja Mori. Tapi dari pada itu bisa kamu membantuku seperti biasanya saja dan tolong jangan bilang kepada Martin soal kejadian hari ini,”kata Clara yang sedikit mengecilkan suaranya. Karena Clara sedang menahan rasa sakit saat lukanya di obati oleh Mori.
Tapi Clara tidak lupa juga menayakan kepada Mori apa dia terluka atau tidak. Jika dia terluka akan dibantu oleh Clara untuk menutup lukanya. Dimana mereka saling membantu sama lain. Disaat mereka saling membantu satu sama lain. Keduanya kembali teringat masa lalu dimana mereka mencari uang dengan membahayakan nyawa mereka. Setelah mereka sudah tidak diperdulikan oleh raja dan ratu bersama dengan pelayan lain.
Mereka pergi keluar dari vila tulip mereka juga tidak mencari keduanya.”Nyonya sebaiknya anda istirahat saja. Untuk uruan semuanya biar saya yang hedel bersama dengan ksatria Sebastian,”kata Mori. Dimana Clara yang berbari untuk istirahat menutup mata setelah mendengar perkataan dari Mori.
Mori yang menyelimuti Clara dan melihat Clara yang sudah tertidur segera pergi keluar. Untuk membantu para pelayan dan pegawai yang lain. Tapi di tempat lain Jesika dan Malinda yang melihat semua kekacauan ini tidak bisa berkata apa-apa.
Melinda yang merasa kalau sayingan cintanya sangat kuat hanya bisa mencari jalan lain untuk mendapatkan hati dari Martin.”Malinda apa yang sedang kamu pikirkan,”kata Jesika.
“Jesika apa benar saudara kamu sudah menikah. Tapi kenapa aku tidak tahu soal itu,”kata Malinda.
“Aku juga sedikit tidak tahu soal itu. Tapi bagaimana jika kita tanya kepada paman Orben saja,”ucap Jesika. Malinda yang mendengarnya merasa senang kemudian mereka pergi ke ruangan Duke Orben. Tapi di setiap perjalanan mereka melihat pelayan dan para tukang yang sedang membangun kastil yang sudah rusak. Karena penyerangan yang terjadi barusan.
“Kurasa kastil sedang sibuknya hari ini,”kata Malinda.
“Aku juga berpikir seperti itu. Tapi kenapa mereka semua bisa datang menyerang wilayah utara, apa lagi yang menyerang ini adalah dari istana Matahari tempat Nyonya Clara tinggal... atau mungkin nyonya Clara adalah mata-mata dari ratu,”ucap Jesika yang berpikir tidak masuk akal.
__ADS_1
“Jesika itu tidak mungkin, bagaimana bisa Nyonya Clara bisa bersengkokol dan berkerja sama dengan ratu. Apa lagi dia membunuh pasukan dari ratu tanpa ampun. Kamu lihatkan beberapa hari ini bagaimana dia membantai semua pasukan yang datang,”kata Malinda. Apa yang akan dilakukan oleh Malinda untuk menghancurkan Clara?.