Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 34(revisi)


__ADS_3

Setelah selesai membaca informasinya kalau ayahnya tidak suka kerean kematina ibunya disebabkan oleh dirinya.”Tapi surat yang tulis oleh ibuku itu, apa?,”batin Clara yang membaca informasi yang diberikan.


Clara baru tahu kalau pembunuh yang datang saat itu dikirim oleh ratu. Di tambah lagi semua pemberontakan yang sedang terjadi dilakukan oleh ratu yang tidak suka dengan Erina ibu dari Clara. Clara yang sudah tahu semuanya meletakan informasi yang masuk ke dalam pikirannya.Mori yang melihat Clara yang pucat.”Nona apa kamu tidak apa-apa?,”kata Mori.


“Aku tidak apa-apa hanya lelah saja, terima kasih Goro informasinya. Kal kamu datang apa ada hal yang ingin kamu sampaikan dan kamu juga Derek,”kata Clara.


“Kalau aku datang ke sini hanya ingin mengawal saja,”ucap Derek sambil tangan menggaruk kepalanya dengan wajah memalingkan ke arah lain.


“Ini nona  hasil yang bisa kita buat dengan tenaga yang ada. Tapi usul yang anda katakan tadi apa mau di lanjutkan besok. Saya melihat kalau nona seperti kelelahan,”kata Kal yang tahu kalau Clara sedang kondisi tidak baik.


“Maaf ya Kal kita bahas besok saja, aku meresa banyak informasi yang masuk tiba-tiba. Apa kalian bertiga bisa keluar. Mori tolong antarkan mereka keluar,”ucap Clara yang berdiri dan melihat ke arah jendela yang sudah malam. Dimana malam itu dia mendapatkan berbagai informasi yang tidak terduga. Mori yang sudah mengantarkan mereka bertiga kembali masuk dan melihat Clara yang melihat ke arah teras yang terbuka.


Mori yang datang membawa kain tebal. Dimana kain itu diberikan kepada Clara yang saat itu sedang memakai baju yang tidak terlalu tebal apalagi cuaca yang dingin.”Nona apa yang membuat anda sedang termenung,”ucap Mori yang tahu kalau nonanya dalam kondisi sedang memikirkan yang lain.


“Mori apa saat ibuku meninggal, memberikan surat kepada kamu,”ucap Clara.

__ADS_1


Mori yang terdiam mendengarnya dengan santai berkata,”Apa informasi yang didapatkan oleh Goro itu kejadiaan saat permaisuri melahirkan anda dan pembunuh yang dibayar oleh ratu.”


“Itu benar, kamu tahu semuanya bukan Mori apa yang terjadi saat itu,”ucap Clara yang menahan air matanya.


“Maafkan aku nona, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikanya. Karena saat itu aku masih remaja dan aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi saat itu nona hampir saja dibunuh oleh ayah anda kerena kematian permaisuri. Saya juga tidak berani mengatakannya karena saya takut nona menyalahkan diri anda sendiri atas kematian ibunda anda,”kata Mori yang masuk ke dalam dimana dia membuak kota yang selalu disimpan oleh Mori.


Di dalam kota yang selalu dibawa oleh Clara ada surat dari permaisuri untuk Clara.”Nona ini surat dari ibunda anda yang selalu saya simpan didekat anda. Saya berikan kepada pemiliknya,”ucap Mori yang memberikan surat tersebut kepada Clara.


Clara yang menolah dan melihat surat yang sudah lusuk tapi masih tersegel. Clara mengambilnya dan membuka segel yang masih terpasang. Clara yang membaca isi surat tersebut yang berisi” Untuk putriku tersayang, maafkan ibu yang tidak bisa bersama kamu. Setelah kamu membaca surat ini mungkin kamu akan menyalahkan diri kamu karena ibu telah meninggal. Tapi putriku tersaya yang aku beri nama Clara Blues Prass. Putri yang tercantik dan akan selalu membawa kebahagian bagi orang terdekat. Putriku Clara kamu bukan anak membawa malapataka. Karena kamu adalah putriku darah dagingku. Maafkan ayah kamu yang selalu mengabaikan kamu hiduplah dengan sehat dan temukan kebahagian kamu. Mungkin setelah ibu tidak ada kamu akan menderita, tapi kamu harus bisa tetap bertahan. Karena kamu adalah putriku darah dagingku. Erina Bringdah Blues.”


Clara yang telah selesai membaca suratnya meneteskan air mata karena dia bisa melihat tulisan ibunya yang pertama. Clara juga tahu kalau ibunya menyanginya.”Ibunda kamu tidak membenciku, tapi kenapa kamu harus menderita dengan laki-laki yang tidak memiliki perasaan itu,”batin Clara yang merasa kalau semua ini adalah kesalahan orang ketiga.


“Nona apa anda baik saja,”kata Mori yang masih ada disampingnya. Clara yang menghapus air matanya menoleh ke arah Mori dan tersenyum.”Terima kasih Mori sudah memberikan surat dari ibuku. Sekarang aku tahu kalau ibu sayang denganku, tapi kenapa dia harus mati ditangan orang yang berdarah dingin itu. Apa salah ibuku?,”kata Clara.


“Nona permaisuri tidak salah apa-apa temasuk juga anda nona, tidak bersalah. Yang bersalah adalah ratu yang tidak suka dengan permaisuri yang mendapatkan cinta dari raja,”kata Mori.

__ADS_1


“Sebenarnya ayahku itu suka dengan ratu atau ibuku sampai dia tidak mau melepaskan ibuku untuk pergi,”ucap Clara. Mori yang juga tidak tahu hanya bisa diam saja sampai dimana Mori memeluk Clara dari samping.”Nona harus kuat, kebenaran akan terungkap. Sekarang nona tidak sendirian bukan, masih ada tuan besar dan keluarga dari permasisuri,”ucap Mori yang sediki untuk menghibur. Clara yang memengang tangan Mori yang memeluknya dimana Clara merasa tenang saat ada didekapan Mori.


“Terima kasih Mori kamu ibu yang paling terbaik,”ucap Clara.


“Sebaiknya kita masuk cuaca semakin dingin nona. Ohhh salah Nyonya,”ucap Mori yang terbiasa dengan nama Nona.


“Tidak ada-apa kamu bisa memanggil dengan sebutan nona. Jadi aku terlihat masih mudah, bukan,”kata Clara yang tersenyum.


“Tidak bisa sekarangkan nyonya sudah ada yang memiliki saya tidak bisa memanggil dengan sebuatan nona lagi. Tapi saya senang jika itu bersama dengan nyonya Clara,”ucap Mori yang membantu Clara masuk.


Di dalam kamar Clara yang sudah duduk di kasur Mori yang menutup pintu teras menyalakan api unggun agar ruangan terlihat hangat.”Nyona mau istirahat sekarang,”ucap Mori yang melihat raut wajah  Clara yang terlihat lesu. Clara yang hanya menganggu mulai berbaring dan menutup mata. Mori yang berjalan keluar dari kamar Clara didepan pintu yang sudah ada Martin. Mori yang membungkuk dengan sopan.


“Bagimana dengan Clara apa dia sudah tertidur,”ucap Martin.


“Nyonya baru saja tertidur. Apa perlu saya sampaikan kalau tuan ada disini,”kata Mori.

__ADS_1


“Tidak usah biarkan dia tertidur aku akan pergi. Jika pekerjaan kamu sudah selesai kamu bisa instirahat,”kata mratin yang melanjutkan melangkah menuju kamarnya. Karena dia baru saja bertemu dengan Baned membahas tentang pernikahan Clara dan kerja sama antara kedua wilayah.


Clara yang mendengar langkah Mori yang sudah pergi menjauh membuka matanya. Dimana dia duduk bersandar di kasur dimana pikiranya mulai bekerja kembali. Setelah Clara mencernak semua informasi yang dia dapatkan. Tapi pada saat dia sedang memikirkan informasi tersebuat dia melihat ada bayangan yang datang ke arah kamarnya. Clara yang turun dari tempa tidur dan melihat ke arah jendela. Apa kehiduapan Clara yang membenci ratu akan berakhir dengan baik nanti?.


__ADS_2